NovelToon NovelToon
Jodoh Untuk Gadis Indigo

Jodoh Untuk Gadis Indigo

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Hantu
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yulianti Oktana

Menjadi seorang indigo, bukanlah hal yang di inginkan oleh gadis cantik bernama Lilis Yuliani karena setiap hari ia harus bersinggungan dengan hal yang gaib dan ia tidak bisa menolaknya.
Sosok-sosok itu selalu mengikuti untuk meminta pertolongan ataupun hanya sekedar mengganggu pada Lilis sampai suatu hari ketika ia sedang berjualan bakso bertemu dengan arwah pria tampan namun menyebalkan.
Siapakah arwah itu?????

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Oktana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bara Si Pria Agresif 21+ bocil di harap minggir, nonton upin-ipin saja....

Lilis keluar dari lahan kosong itu sembari terisak! Ia merasa bahwa kini dirinya merasa kotor setelah apa yang Bara perbuat padanya.

"Dasar badjingan!" umpat Lilis sembari mengusap aur matanya.

Di depan, orang-orang yang ingin membeli baksonya sudah mengantre, mereka heran ada gerobak bakso namun yang jualannya tidak ada.

"Noh itu yang jualnya, gue tahu itu anaknya Kang Bahar" tunjuk seorang pria pada Lilis.

"Neng habis dari mana? Ngantri nih" tanya driver ojol.

"Maaf ya Bang, tadi saya nganter orang yang mau beli tanah kosong itu" dusta Lilis.

Tak lama Bara juga keluar dari sana, namun satu hal yang membuat Lilis tambah kesal adalah Bara berjalan sembari mengemut jari tengahnya yang ia pakai untuk mengobrak-abrik gua mungil milik Lilis.

Bara dengan tanpa wajah bersalahnya kembali duduk di kursi memperhatikan Lilis melayani pembeli.

"Mas udah gede kok ngemut jari?" tanya seorang ibu-ibu yang heran dengan tingkah laku pria tampan di hadapannya.

"Saya sedang bahagia, Bu makannya sering ngempeng jari tengah" balas Bara sembari melihat Lilis dengan tatapan mengejek.

"Bara brengsek" geram Lilis.

Setelah pembeli yang notabenenya meminta di bungkus, kini mereka sudah pulang menyisakan Lilis dan Bara saja berdua.

Tak ingin terus terjebak dengan Bara, Lilis segera membereskan dagangannya.

"Lis, bekasnya masih terasa di jari saya, manis banget" ucap Bara.

Lilis diam tal menanggapi ucapan pria yang ia labeli pria menyebalkan.

"Ingat Lis, kalau kamu berani-beraninya dekat dengan pria lain makan saya bisa lakukan hal yang lebih dari tadi" ancam Bara dengan suara yang tegas.

"Bukan hak loe larang gue deket sama siapapun! Stop ya Bara bersikap kaya gini, kenapa loe tega Bara? Kenapa loe seakan gak kenal gue waktu itu di depan pacar loe?" Lilis akhirnya mengutarakan kekesalan hatinya.

"Ada satu yang kamu gak akan tahu Lis, dan saya punya alasan tersendiri" balas Bara.

"Terserah!" balas Lilis sembari mendorong gerobaknya.

Bara tampak menghubungi seseorang.

"Pak, bawa mobil saya di jalan Akasia sekarang" perintah Bara pada orang kepercayaannya.

Sesudah menghubungi, Bara langsung mengikuti Lilis dan membantu mendorong gerobaknya.

"Lis maafkan saya ya" ucap Bara.

"Gak!" balas Lilis.

"Saya tahu saya sudah buat kamu terluka, tapi percayalah Lis, saya tidak pernah lupa sedikitpun tentang kamu. Maafkan saya juga sudah melakukan hal yang tadi" ucap Bara.

"Bara, sebaiknya loe jauhin gue" pinta Lilis.

Bara menggeleng.

"Gara-gara dokter itu?" tanya Bara yang kembali di liputi api cemburu.

"Apaan sih kok bawa-bara dokter Adrian segala? Gak ada hubungannya, cuma gue merasa gak nyaman aja apalagi pacar loe itu kelihatan posesif sekali" balas Lilis.

"Gak ada yang bisa larang saya untuk terus dekat dengan kamu Lis, Lis i love u" ucap Bara membuat Lilis terdiam seketika.

Bukannya senang Bara mengutarakan cintanya langsung? Bukannya ini keinginan dari lubuk hati Lilis yang paling dalam namun dengan semua yang sudah Bara lalukan membuat keinginan itu menjadi pudar.

"Loe kaya orang gak waras" hanya itu yang Lilis katakan selebihnya kedua insan itu diam seribu bahasa.

Di persimpangan jalan, Bahar menghampiri Lilis.

"Bang disini aja, noh anak saya sudah kelihatan" ucap Bahar pada tukang ojeg yang mengantarnya mencari Lilis.

"Siap Bang" balas tukang ojeg itu.

"Lis!" Bahar memanggilnya.

"Eh Bapak!" balas Lilis.

"Sini dagangannya biar Bapak yang lanjutin, Neng istirahat saja" perintah Bahar.

Lalu pria setengah baya itu memandang Bara dengan tatapan heran.

"Pak, perkenalkan saya teman Lilis!" menyadari tatapan bertanya-tanya Bahar membuat Bara berinisiatif memperkenalkan diri terlebih dahulu.

"Sejak kapan anak aing punya teman yang tampilannya rapi begini?" batin bahar bertanya-tanya.

"Saya Bahar, Bapaknya Lilis" balas Bahar sembari menyambut uluran tangan Bara.

"Saya tahu Pak, kan satu bulan saya ikut tinggal di kontrakan Bapak bahkan saya tidur di kamar putri anda" kekeh Bara dalam hatinya.

"Yaudah Neng, pulang saja sana kasihan panas. Bapak juga mau mangkal di dekat gor futsal pelita, lumayan lagi ada pertandingan siapa tahu dagangan kita laris" ucap Bahar.

Lilis dan Bara pun pamit pada Bahar lalu mencegat taksi, sementara Bahar melanjutkan jualannya.

Sesampainya di depan kontrakan, Bara ikut keluar dari taksi tak lupa ia membayarnya terlebih dahulu.

"Loh kok turun?" tanya Lilis.

"Saya rindu kontrakan ini" balas Bara.

Malam berdebat, Lilis membuka pintu kontrakan, Bara langsung masuk begitu saja dan duduk di kursi kayu panjang.

"Pulang sana!" usir Lilis.

"Gak!" tolak Bara yang malah merebahkan tubuhnya di atas kursi itu.

Lilis masuk kedalam kamarnya lalu Bara pun mengikuti.

"Mau apa loe?" takut Bara akan melakukan hal yang sama lagi membuat Lilis takut.

"Saya rindu kamar ini" balas bara dengan santainya.

Grep!!!

Bara langsung memeluk Lilis membuat sang wanita begitu terkejut.

"Bara lepas" erang Lilis.

Cup!!

Dengan beraninya Bara mengecup leher Lilis lalu menenggelamkan wajahnya di sana.

"Diam Lis, aroma tubuh kamu sudah buat saya candu" ucap Bara dengan suara parau.

Sekali lagi tangan Bara tidak diam di tempat, ia mulai menyusuri setiap inci dari tubuh Lilis.

"Bara jangan kurang aja, lepasin gue" Lilis berontak kembali namun bukannya berhenti tangan Bara malah lancang melepaskan dua pengait sabuk pengaman milik Lilis.

Lilis bisa merasakan bagian belakangnya terasa ada yang mengganjal. Milik Bara bergerak-gerak dan menusuk punggungnya.

"Bara please" Lilis terus menolak apa yang di lakukan Bara, dan kenapa Bara begitu agresif.

"Lis, eughhhhhh jangan bergerak milik saya bangun Lis" erang Bara.

"Bara lepas.. Hikhikhik" Lilis sudah tak tahu harus bagaimana.

Sret!!!

Dengan gerakan cepat, Bara menurunkan celana Lilis.

"Bara loe mau apa, anjing" Semakin takut dengan apa yang akan Bara lakukan.

"Bantu saya Lis, saya benar-benar sudah tak tahan" erang Bara.

"Jangan Bara, jangan" Lilis ingin kabur namun di tahan oleh Bara.

Tangan satunya mengunci tubuh Lilis sementara yang satunya membuka celananya.

"Bara jangan lakukan, atau gue akan benci loe seumur hidup" geram Lilis.

"Saya janji tak akan menyakitimu mu Lis, bantu saja keluar saja" balas Bara.

"Hikhikhik.." Lilis hanya bisa menangis.

Bara mulai menempelkan miliknya pada milik Lilis, dan pria itu melakukan gerakan maju mundur.

"Eughhhh Lis, begini aja nikmat" erang Bara.

Tubuhnya terus di gesekan menciptakan rasa yang bisa Lilis terima dengan baik. Tak munafik Lilis juga menikmatinya.

"Lis, saya mau...Aghhhhhhhhhhhhh" Sesudah mengatakan itu Bara mengejang dan menumpahkan kental manisnya tepat di belakang tubuh Lilis.

Pria itu memeluk Lilis dengan nafas terengah.

"Makasih Lis, rasanya luar biasa" ucap Bara.

Lilis kemudian mendorong tubuh Bara sampai terlentang di atas kasur, sementara Lilis langsung berlari ke kamar mandi.

Dua kali Bara melakukan kelancangan pada dirinya dan dua kali pula Lilis tak mampu menolak.

1
kaylla salsabella
eh thor lagi dong update nya.... tetep semangat😍😍😍
Lia Rahmawati
lanjut ya thor jangan berhenti,karna suka sama ceritanya bikin penasaran mulu👍
Nurlianah Nacita Ashari
semangat kaka
Lembayung Senja: hehe... makasih😍
total 1 replies
Sri Musdalefi
semangat 💪💪 thor...
Lembayung Senja: terimakasih kakak ....😍
total 1 replies
Tri Winarni
lanjut thor bagus novelnya tapi up nya lama vabget🙏💪💪👍👍👍👍🌷🌷
Lembayung Senja: up besok ya cinta....😍
total 1 replies
Suwastika
lanjut dong Ka... bagus loh cerita nya😍
Lembayung Senja: siapppp.... hehehe
besok up ya...😍
total 1 replies
Safitri Agus
lanjut dong Thor, bikin penasaran 😁
Lembayung Senja: siappp .... besok up ya ....😍
total 1 replies
Safitri Agus
iya Thor, aamiin 🤲
Akeyla Kiyomi Kekie
thor ,, Aku penasaraaaaannnnn😭😭😭😭😭
Lembayung Senja: jangan bosen baca novelku ya.....😍
total 1 replies
Acep Agan
aaaaaargh thor gereget kok nangguuuung? author nya jahil ini, sengaja biar kita kita tambah penasaran dan ketagihan 🤣
Lembayung Senja: hehehhe..... up ya besok...😍
total 1 replies
Acep Agan
Assalamu'alaikum thor sehat? semoga author sehat selalu biar cepat update nya, ditunggo loooh!
Acep Agan: wow 👍
total 2 replies
Hanifah
bukan pucat kurang darah thor tapi darah tinggi habis dapat daging kurban 😄😄😄
Hanifah
tak apa thor aku masi setia kok nunggu lanjutanya semangat ya 💪
yani
selamatin baby Miki Thor Jan ampe dia jdi korban
Tri Winarni
semoga dedek Miki selamat🙏👍👍👍
kaylla salsabella
kasihan miki
Akeyla Kiyomi Kekie
Thor Up yg banyak Thor..
penasaran pake banget🤗
Acep Agan
aduh deg deg an nunggu Rina nya ketahuan
Acep Agan
bagus banget karyana sesuai dengan realita di masyarakat kita
nurul supiati
kasian dde mikynyaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!