Seorang gadis SMA yang bar - bar jodohkan dengan anak sahabat mamanya. Perjodohan itu tidak bisa di elakkannya, karena terikat dengan sumpah keramat yang di ucapkan oleh mamanya dengan sahabatnya tersebut.
Gadis itu tidak tahu, entah akan bagaimana dengan nasibnya kelak. Secara pria yang di jodohkan dengannya itu adalah orang yang sangat menyebalkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rill Ridho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
"Apa kamu akan keluar dengan pakaian yang seperti ini?"tanya Ardian.
"Iya, kenapa memangnya? Apa ada yang salah?"kata Kyara bertanya balik.
" Apa kamu bercanda, ini sangat terbuka. Ingat Kamu sudah menikah dan Apa kamu ingin memamerkan paha mulusmu itu kepada semua orang? Kamu ingin pergi cari makan atau ingin cari dosa?" Ujar Ardian kesal.
Dengan kesal Kyara pun masuk kembali ke dalam kamarnya. Ardian menggeleng melihat kelakuan istri kecilnya itu. "Anak zaman sekarang , beli baju mahal-mahal tapi bahannya nggak cukup . "gerutunya.
Tak lama kemudian Kyara keluar dengan pakaian yang lebih sopan. Ia mengganti celana pendek nya dengan celana jeans panjang.
"Sekarang bagaimana? Apa ini lebih baik?"tanya Kyara. Ardian pun menoleh pada Kyara, ia melihat penampilan Kyara dan mengangguk.
"Ayo!.."seru pria itu, beranjak dari duduknya dan berjalan lebih dulu.
"Tc, dasar menyebalkan."dengus Kyara.
***
"Apa tempatnya masih jauh?"tanya Ardian yang sedang menyetir, ia dari tadi hanya mengikuti arahan dari gadis yang duduk di sebelahnya.
"Tidak, sebentar lagi juga sampai."balas Kyara.
"Sekarang belok kanan!"tambah nya.
"Sudah ke sekian kalinya kamu mengatakan itu padaku."
"Sabar kenapa sih? Cerewet banget jadi cowok!" ucap Kyara.
Ardian mengemudi kan mobil nya, dia melihat ke sekeliling jalanan, yang kebanyakan ada rumah penduduk.
'Kemana sebenar nya gadis ini membawa ku? Kenapa dia membawaku ke sini?" batin Ardian.
"Stop! Stop!"seru Kyara menyuruh Ardian menghentikan mobil.
Ardian melihat ke sekelilingnya, ia tidak melihat tanda - tanda ada nya restoran atau pun cafe di sana.
"Ayo turun!" ajak Kyara yang hendak membuka pinti mobil, namun Ardian dengan cepat menahan nya.
Kyara menoleh, " apa?"tanya nya.
"Kita mau makan dimana?"tanya pria itu.
"Apa lo nggak punya mata? Itu kita akan akan di situ!"Kyara menunjuk sebuah stand makanan yang di penuhi oleh pebeli.
"Apa kamu serius?"tanya Ardian tal percaya.
"Gue nggak peenah serius, kecuali soal makanan" kata Kyara.
"Ayolah cepat! Kata nya sudah lapar!"
"Kita cari restoran saja lah"akta Ardian yang merasa tidak yakin untuk makan di tempat seperti itu.
"Lah kenapa? Apa karena tempat nya kumuh dan tempat makan nya orang miskin? Apa karena itu?" tanya Kyara, ia menghela nafas nya.
"Ayo jangan mentang - mentang banyak uang, lo jadi nggak mau makan di tempat seperti ini"
" Terserah kamu apa saja, kalau kamu mau cari makan di tempat yang lain ya sudah pergi aja sana, gue tetap mau makan di tempat ini. " kata-kata kemudian membuka pintu mobil dan keluar.
Ardian terdiam, menurut nya Kiara telah salah paham kepada nya. dia menolak bukan karena jijik atau apa , tapi dia menolak karena melihat antrian yang lumayan banyak dan sudah dapat dipasti kan kalau mereka akan lama mendapatkan pesanan nya, dan dia sudah benar - benar sudah lapar.
Ardian pun turun dan menyusul Kyara.
"Assalamualaikum, bapak" sapa Kyara pada pak Tunus.
"Eh nak Kyara, udah lama nggak ke sini. Mau makan apa?"tanya pak Tunus.
"Iya pak, kemaren Kya sedang sibuk, biasa ya pak" jawab nya
"Mas nya gimana?"tanya pak Tunus, pada Ardian yang berdiri di belakang Kyara. Kyara menoleh ke belakang dan dia keget melihat Ardian.
"Saya, samakan saja sama dia pak." jawab Ardian.
"Baiklah, kalau begitu kalian duduklah dulu, bapak akan siapkan dulu pesanan nya!"seru pak Tunus.
"Pak, Kya mau bapak yang masak ya. Nggak enak kalau yang lain yang masak."
"Siap neng"balas pak Tunus.
Kyara pun mengajak Ardian duduk di tempat yang kosong.
"Kenapa malah ikut turun? Bukannya bapak ingin makan di tempat yang lain?"tanya Kyara.
"Kamu itu salah paham sama aku, aku menolak bukan karena saya tidak mau makan di sini, tapi kerana saya takut kalau makanan kita itu lama dapat nya. Sementara kmau tahu sendiri kalau saya sudah sangat lapar." kata Ardian menjelaskan.
"Bapak tenang saja, kalau di sini di jamin nggak akan lama karena gue sudah jadi pelanggan tetap di sini, kalau nggak percaya liat aja pesanan kita bentar lagi juga dateng." kata Kyara.
Tak lama kemudian pesankan Mereka pun sampai dan diantarkan langsung oleh Pak Tunus si pemilik warung tersebut.
"Ini makanannya. " kata Pak Tulus menata makanan di atas meja Kyara dan Ardian . Pak Tunus tidak langsung pergi tapi dia memilih duduk sebentar di sebelah Kyara.
"Bagaimana? Apa rasanya tetap sama? " tanya pak Tunus pada Kyara yang sedang memasuk kan makanan nya ke dalam mulut nya.
"Hmm... Rasa nya tetap sama pak, enak" ucap Kyara mengacung kan jempol nya pada pak Tunus.
"Kalau begitu neng Kyara, harus habiskan semua nya ya!" kata Pak Tunus.
"Bapak tenang saja, sebentar lagi Kya pastiskan semua makanan ini tidak akan bersisa."balas Kyara.
"Ooo iya, kalau boleh tahu dia ini siapa? Apa ini pacarnya neng Kyara?"tanya pak Tunus.
Uhukk!!
Kyara dan Ardian sama teman tersesat mendengar pertanyaan Pak tunus. Dengan buru-buru Kyara mengambil minum nya dan meminum nya dengan cepat.
"Bapak kalau ngomong jangan aneh - aneh"kata Kyara.
"Maaf - maaf, bapak tidak bermaksud. Lalu dia ini siapa nya neng Kyara? Tidak biasa nya neng Kyara bawa seorang pria makan di si kata pak Tunus.
"Kenal kan pak, saya su..."
"Dia suster... Suster nya aku pak, iya dia Bodyguard nya aku pak. Bapak kan tahu sendiri bagaimana mama. Tapi Kyara sering manggil dia suster, kan tugas nya sama - sama mengasuh ya pak" potong Kyara dengan cepat, bisa panjang urusan nya kalau pak Tunus sampai tahu tentang hubungan nya dengan Ardian
"APA?!"
tio bkn nya teman kyara
laki2 lemah...😏😏
kedua kk kyara mn siihh...kok gk ngawasin adek nya...mdh2 an ketahuan sm kk nya kyara gmn adrian yg punya pacar
cemburu luu yaa kyara d antar kenan..syukurin😄..luuu jalan sm pacar luu juga...