NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Sang Mayor

Takdir Cinta Sang Mayor

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Pengawal / Tamat
Popularitas:75.6k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Novel ini terinspirasi dari kisah Mayor yang saat ini sedang viral di mana-mana. Ini hanya kisah fiktif belaka tidak ada sangkut pautnya dengan kisah nyata ataupun yang saat ini sedang viral. Nama tokoh dan nama negara Author samarkan ya🙏

*
*
*

Bagaimana jika seorang Presiden di sebuah Negara mempunyai ajudan para pria-pria tampan? Para Ajudan itu harus bekerja selama 24 jam tanpa henti untuk menjaga keamanan Sang Presiden.

Terlebih Mayor Rendi, Ajudan pribadi itu harus mengikuti sang Presiden ke mana pun tanpa ada waktu sedikit pun. Lalu, bagaimanakah takdir cinta sang Mayor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 Hampir Diculik

Sasa segera menyelesaikan pekerjaannya dan setelah selesai, dia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya. "Kak Sasa mau ke mana? sini ngobrol dulu di sini," ucap Chika.

"Aku ngantuk Chika. Semuanya, aku tidur duluan." Sasa segera pergi menuju kamarnya dengan terburu-buru.

"Dia kenapa? tidak biasanya dia tidur cepat," ucap Rafka bingung.

Malam ini Sasa sama sekali tidak bisa tidur karena memang pada dasarnya dia belum ngantuk sama sekali. Itu hanya alasan dia saja karena dia gak mau mendengar Mayor Rendi membicarakan mantannya. Entah kenapa hati Sasa sakit, padahal Mayor Rendi bukan pacarnya.

"Kenapa hati aku sakit banget ya? padahal Mayor bukan siapa-siapa aku, tapi kok aku merasa gak rela kalau Mayor sampai balikan sama mantannya. Boleh gak sih kalau aku berdoa supaya Mayor jangan balikan lagi sama mantannya," batin Sasa.

***

Keesokan harinya...

Seperti biasa semuanya sarapan sebelum melakukan kegiatan masing-masing. "Pak, besok malam kita berangkat ke Korea," ucap Mayor Rendi.

Bapak Prabowo hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Sasa yang berada di sana merasa terkejut mendengar ucapan Mayor Rendi. "Hah, Korea. Aku ingin sekali pergi ke Korea, bisa gak ya, kalau aku ikut ke sana," batin Sasa.

Setelah sarapan bersama, semuanya meninggalkan rumah dan seperti biasa, hari senin rumah Palapa akan sepi hanya Sasa dan beberapa pengawal yang ada di sana. Sasa sangat bosan berada dalam rumah, dia pun mengambil sampah yang ada di dapur lalu membawanya keluar. "Mas Lino, aku buang sampah dulu, ya," ucap Sasa.

"Bentar, aku temani," ucap Lino.

"Lah, cuma ke depan sama loh Mas, aku gak bakalan kabur kok," sahut Sasa.

"Bukan masalah kaburnya, tapi ini sudah menjadi peraturan," ucap Lino.

Akhirnya Lino pun menemani Sasa membuang sampah. "Mas, aku boleh ngadem dulu gak sih di sini? soalnya bosan juga kalau terus-terusan di dalam rumah," ucap Sasa.

"Boleh, tapi aku kan sedang kerja Sasa jadi tidak bisa menemanimu lama-lama," sahut Lino.

"Ya, sudah Mas kembali ke rumah saja biar aku sendirian di sini. Tenang saja, aku gak bakalan macam-macam kok lagipula di sana banyak penjagaan mana bisa aku kabur atau berbuat macam-macam," ucap Sasa.

"Oke, tapi jangan lama-lama."

"Siap, Mas."

Lino pun dengan cepat kembali ke dalam rumah, sedangkan Sasa duduk di kursi yang tidak jauh dari gerbang rumah Palapa. Sasa tidak merasa khawatir karena penjagaan rumah itu sangat berlapis. Hingga, pada saat Sasa sedang menikmati angin sepoi-sepoi yang melambaikan rambutnya, seseorang datang menghampiri Sasa.

Sasa mendongakkan kepalanya dan mengerutkan keningnya saat melihat seorang pria pakai helm dan dan masker wajah namun memakai jaket salah satu kurir dari aplikasi terkenal. "Maaf, Mas siapa?" tanya Sasa sembari berdiri.

Orang itu tidak menjawab sama sekali namun, dia menatap Sasa dengan tatapan menakutkan membuat Sasa takut. "Ini orang siapa? kenapa kurir bisa masuk ke sini? padahal penjagaannya ketat sekali," batin Sasa.

Karena tidak ada jawaban sama sekali, Sasa pun memutuskan untuk pergi. Namun pada saat melangkahkan kakinya, orang itu menahan lengan Sasa membuat Sasa terkejut. Sasa menoleh, perlahan orang itu membuka maskernya dan Sasa membelalakkan matanya.

"Mr.Chen!"

"Apakabar, Sasa?"

"Kenapa anda bisa masuk? padahal penjagaan rumah ini sangat ketat," ucap Sasa dengan berusaha melepaskan tangannya.

Sasa baru sadar, kalau ini adalah hari senin dan biasanya hari senin semua orang akan apel pagi. Penjagaan di depan hanya dua orang dan Mr.Chen bisa mengelabui penjaga dengan dalih mengantarkan pesanan Chika.

"Lepaskan saya," ucap Sasa berontak.

"Ikut atau saya buat nama baik keluarga Presiden ini hancur di mata dunia," ancam Mr.Chen.

Sasa membelalakkan matanya, dia tahu yang diucapkan Mr.Chen itu tidak akan pernah main-main. Dan dia tidak mau membuat keluarga Bapak Wibowo hancur. Mr.Chen mulai menyeret Sasa dengan sangat kuat.

"Jangan teriak," ancam Mr.Chen kembali.

Sasa melihat ke arah CCTV yang berjejer di sana, namun tidak ada sadar karena masih melakukan apel pagi. Sasa hanya bisa pasrah, apalagi Sasa kaget saat melihat dua pengawal yang menjaga pintu masuk sudah terkapar tak sadarkan diri.

"Astaga, dia sudah melakukan apa kepada bapak-bapak pengawal?" batin Sasa.

Sasa semakin panik, Mr.Chen memaksa Sasa untuk masuk ke dalam mobilnya namun tiba-tiba seseorang datang dan menendang punggung Mr.Chen. Dia tersungkur ke aspal membuat Sasa melotot melihat siapa orang yang datang.

"Mayor," ucap Sasa.

Mayor Rendi menarik jaket Mr.Chen supaya bangun. "Jangan membuat onar di negara orang, pulang ke negaramu sekarang juga!" bentak Mayor Rendi.

"Aku tidak takut, justru kalau kalian melindungi Sasa, aku akan membuat berita mengenai keluarga kalian dan kamu pasti akan tahu bagaimana efeknya jika aku membuat berita bahwa keluarga Presiden terlibat dalam kasus penculikan TKW yang masih terikat kontrak," sahut Mr.Chen dengan sinisnya.

Mayor Rendi tersenyum dengan ancaman Mr.Chen, lalu dia pun membuka ponselnya dan memperlihatkannya kepada Mr.Chen. Seketika Mr.Chen terdiam sembari membelalakkan matanya. Entah apa yang Mayor Rendi perlihatkan, yang jelas Mr.Chen tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Tidak lama kemudian, beberapa polisi datang dan menangkap Mr.Chen. "Bawa dia ke kantor polisi, lalu nanti kalian koordinasi dengan polisi negara dia karena orang ini memang sudah menjadi buronan bertahun-tahun!" tegas Mayor Rendi.

"Siap, Pak."

Akhirnya Mr.Chen pun dibawa oleh Polisi dan Sasa merasa sangat tenang. "Ya, Allah Terima kasih Mayor. Tapi kok, Mayor ada du sini?" tanya Sasa bingung.

"Aku lihat CCTV dari ponselku, lain kali meskipun sudah aman, aku harap kamu jangan sembarangan keluar rumah," kesal Mayor Rendi.

"Siap salah, Mayor," sahut Sasa.

Mayor Rendi pun segera masuk ke dalam rumah, Sasa mengikutinya dari belakang. Lino dan yang lainnya berlarian saat melihat CCTV pada saat selesai apel pagi dan hampir saja menabrak Mayor Rendi. Semuanya kaget bahkan wajah mereka pun sudah sangat pucat.

"Kalian benar-benar tidak bisa diandalkan, seharusnya sebelum apel pagi kalian periksa keamanan dulu. Bagaimana bisa pengawal di pintu masuk sampai tidak sadarkan diri seperti itu!" bentak Mayor Rendi.

"Siap, kami salah Mayor," sahut Lino sembari menundukkan kepalanya.

"Untung hari ini Bapak belum sibuk jadi aku bisa pulang, kalau sedikit saja aku telat, Sasa sudah dibawa pergi!" bentak Mayor Rendi.

Semuanya tidak bisa berkata apa-apa selain menundukkan kepala mereka. Berbeda dengan Sasa yang tidak henti-hentinya tersenyum karena merasa Mayor Rendi sudah menyelamatkannya.

1
UUN UNAYAH
pa Wibowo nya Sunil Shetty 😍😍😍
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Daliffa
menarik&TDK membosankan,good luck 🙏
Arsita Sari Niluhputu
Luar biasa
KaylaKesya
terbaek Thor💪
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
sasa kamu kabangetan banget masak ya di kamar mandi molor apalgi di malam pertama lagi
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
mayor salah sendiri sibuk kerja dan sama adex" nya gk di kirimin fotonya kan
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
bengek lah sasa nangis nya bukan karena kangen tapi karena melihat mayor naek heli
wah bapak wibowo bapak yg tidak kolot ini walaupun dia orang kaya tapi tidak mengharuskan anaknya menikah dengan orang yg sederajat
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
seorang militer ngucapin ultah ke ayangnya aja naek heli ya
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
mayor udah ketar-ketir takut nanti di putus sama sasa
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
itu baru telat angkat telfon ya sa hukuman nya Pus-up belum melakukan kesalahan yg lain
tapi emang benar sih apa yg di katakan mayor karena bagi tentara waktu sedikit sangat berharga
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
tepatin janjimu ya mayor jangan sampai mengingkari karena sasa setelah hidup dengan mu nanti dia hanya punya dirimu saja
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
jangan lama" ren nanti ada yang naksir sasa
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
langsung ya rendi gercep ke rumah sasa
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
sasa masih suka sekali ya godain mayor
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
apakah sasa dan mayor nanti akan bertemu lagi dan jika nanti mereka bertemu akan kah saling mengungkapkan cinta
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
apakah mayor akan langsung mencari sasa atau dia mau melanjutkan tugasnya dulu
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
sasa tidak mau di antar sama lino sampai tujuan mungkin dia gak mau siapa pun mengetahui dia pergi kemana
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
ternyata bukan hanya sasa yg menyimpan perasaan nya tapi mayor juga
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
astaga sasa bisa" nya kamu ngerengek seperti itu sama anak presiden
status apa yg di liat sasa kenapa dia sampai kaget
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
kejahatan apa yg di lakukan Mr. chen di negara nya sampai" dia menjadi buronan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!