NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Reinata Ramadani

Karin Emira Brisia adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang ceria. Namun di malam itu, hidupnya hancur seketika saat bertemu dengan CEO yang dingin.

CEO itu menyeretnya ke sebuah kamar dan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya. Akhirnya, Karin di usir dari rumahnya sendiri dan melakukan kawin kontrak.

Ig : @reinata_r

Untuk readers tersayang

Jangan lupa boom like dan vote nya yah, dan masukkan ke list favorite kalian. Selalu beri dukungan buat author yah...

Gomawo chingu 💞💞💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kampus

Happy Reading guys....

Matahari mulai merangkak naik, pelan-pelan mulai menghangatkan dataran bumi yang menggigil kedinginan di tengah musim penghujan yang baru saja di mulai.

Karin tengah mematung di depan meja rias, tangannya setia memoles wajahnya dengan make up natural yang tak begitu mencolok, hanya bedak, lipstik, dan mascara yang ia gunakan.

Ia mulai membongkar isi lemarinya, mencari-cari pakaian mana yang akan ia kenakan untuk ngampus setelah dua bulan diliburkan.

Pilihannya jatuh pada blouse berwarna putih dengan rample di bagian lengannya, memadukannya dengan rok berwarna piech selutut, menimbulkan kesannya yang anggun dan faminim.

Tok tok tok

Karin segera berlalu menuju pintu kamarnya, sedikit mempercepat langkahnya untuk membungkam pintu yang sedari tadi bising dengan ketukan.

" Nona, ada ojek online yang menunggu nona di gerbang utama... " Lapor pak Li.

" Oh iya pak Li, tadi saya memesannya. Suruh masuk aja pak...."

" Maaf nona, tidak sembarang orang diperbolehkan memasuki mansion ini "

" Aisssh, merepotkan sekali " Gerutu Karin dalam hatinya.

" Kalau gitu, suruh tunggu di gerbang sebentar pak, saya segera turun... "

Karin segera berhambur kedalam kamarnya, mengambil tas dan ponsel yang tergeletak di atas meja.

Ritual sarapan sudah ia lewati bersama Marcel tadi pagi sebelum ia berdandan, membuat Karin langsung berlalu keluar mansion agar bapak ojek online nya tidak murka dan meninggalkannya.

Karin menghela nafas panjang, halaman mansion yang begitu luas, membuat ia harus berjalan kaki lebih jauh untuk mencapai gerbang utama, mungkin selebar lapangan sepak bola jauhnya, benar-benar menguras tenaga.

Karin menghampiri bapak ojek online yang masih setia menunggunya, sudah terlihat sepuh dengan umur lebih dari setengah abad, membuat Karin melihatnya tak tega.

" Maaf ya pak, nunggu lama... . " Ucap Karin sembari menerima helm yang diberikan kepadanya.

" Nggak apa-apa neng, sambil saya istirahat sebentar... . " Ucap bapak ojek online itu dengan menyunggingkan senyum lebar, sangat ramah meski sudah menunggu Karin begitu lama.

Motor mulai melaju, tak begitu cepat seperti pengendara lain yang terkesan ugal-ugalan, juga tak selamban langkah kura-kura. Cocok untuk menikmati hiruk pikuk kepadatan kota.

30 menit perjalanan, akhirnya Karin tiba di kampusnya. Karin langsung mengarahkan kakinya memasuki area kampus, melewati koridor kampus yang tampak ramai dengan mahasiswa yang lalu lalang.

" Rin... . " Suara Sinta menggelegar jauh di depan wajahnya, membuat orang-orang menjadikan Karin sebagai tontonan gratis.

Karin segera mempercepat langkahnya, ingin rasanya membungkam mulut Sinta yang berisik bak mesin diesel.

" Nggak ketemu sebulan, mulut lo tambah bocor aja sih Sin... . " Ucap Karin yang kini tepat di depan Sinta.

" Hahaha, gue kan kangen banget sama lo Rin... . "

" Huuuh, lebay lo... " Karin memonyongkan bibirnya beberapa centi hingga menciptakan muka gemas di wajahnya.

" Makin jelek aja lu Rin, hahaha... "

" Dari pada lo, muka nambah minyak, sini gue peres mau goreng bakwan "

" Ini namanya glowing Karin, cantik kayak Han So Hee kan... ."

" Han So Hee dari Hongkong? Itu Han So Hee nya kumisan " Tunjuk Karin pada dosen laki-laki berkumis tebal yang kini berangsur mendekati mereka.

" Ayo masuk kelas... . "

Karin mencengkeram tangan Sinta, menyeretnya masuk ke kelas yang sudah ramai dengan manusia bernyawanya.

Mata kuliah pagi itu berjalan sangat lambat selambat kura-kura yang menyeret beban berton-ton, membuat Sinta menghela nafas panjang begitu menyelesaikan mata kuliahnya.

" Hufffff, akhirnya selesai juga. Ngantuk banget gue tadi. Kantin yuk Rin... . "

Tanpa pikir panjang, mereka segera menyambangi kantin yang terletak di lantai dasar.

" Haduh..., Capek banget gue " Keluh Karin saat berhasil duduk di bangku kantin dengan nafas tersengal.

" Apa-apaan lo Rin, baru juga turun tangga satu lantai, libur dua bulan ngerubah lo jadi nenek kabayan? "

" Nggak tau nih, akhir-akhir ini gue gampang capek deh "

" Kamu yang pesen yah, samain aja... . " Sambung Karin yang masih mengatur nafasnya.

Sinta segera memesan makanan mereka, dua mangkok bakso lengkap dengan dua gelas es teh.

" Gimana bokap lo, udah sehat kan? " Tanya Karin sembari mengunyah satu bongkah bakso berukuran sedang yang membuat pipinya semakin chubby.

" Udah agak baikan, mungkin minggu depan sudah bisa pulang "

" Terus gimana kabar lo sebulan ini, gue sibuk banget ngurusin bokap gue di Singapura sampai-sampai jarang ngabarin lo " Sambung Sinta.

" Gue... Gue keluar dari rumah Sin " Ucap Karin sembari memainkan garpu di mangkuk nya.

" Apa!!! "

Sinta tersentak kaget, matanya membulat penuh mendengar Karin yang keluar dari rumah. Ia tahu betul bagaimana perlakuan ayah dan mama tiri Karin yang tak menyukai temannya itu, membuatnya semakin khawatir karena Karin tak memiliki keluarga lain selain mereka.

" Terus lo sekarang tinggal dimana Rin? "

Pelan-pelan Karin mulai menceritakan sepenggal kisah hidupnya, di mulai dari kejadian memilukan saat kehormatannya di renggut begitu saja, di usir ayahnya dari rumah, dan surat perjanjian yang terpaksa ia tanda tangani untuk menyelamatkan bisnis ayahnya.

" Kenapa... kenapa kamu memilih menandatangani perjanjian itu Rin? Kenapa tidak menolaknya dan ... ."

Belum selesai Sinta dengan perkataannya, Karin langsung memotongnya paksa.

" Papa sudah membenciku karena kematian mama, setidaknya aku tidak menghancurkan bisnis yang sangat berharga untuknya "

" Lalu, kamu bagaimana? Bagaimana kamu bisa hidup dengan laki-laki itu? "

" Hanya satu tahun, aku akan bertahan dengan pernikahanku "

" I know you are strong girl. Aku akan selalu mendukungmu apa pun yang terjadi Rin. Don't cry baby " Sinta mengusap setitik air mata yang berhasil menerobos paksa dari mata Karin.

" Thanks Sin, You are my best friend "

____________

Hallo readers tersayangkuhh...🙂

Hampir seminggu nggak update, akhirnya bisa update juga....

Dukung author dong dengan like, rate, dan vote biar authornya tambah semangat buat update nya, wokeeee.....

luph luph luph💞💞💞

1
Napoleon
si Sinta blm tau aja kalo suaminya sahabat nya CEO di perusahaan dia magang 😂
Napoleon
moga aja paman Ama bibi nya Marcel baik sih , Jan sampe kek ibu Ama adek nya
Napoleon
ngidam nya banyak kali ah ,
Napoleon
waduh ketahuan ini
Napoleon
lagi hamil permintaan nya gak bisa ditolak
Napoleon
sepertinya ini tidak akan ke 1 tahun pasti selamanya
Ucie
siap2 Ratih. n
Kezie fitri
bagus thor,,
tapi cba penulisan nya jangan kbnyakan nya 🙏🙏🙏
Rina Yulianti
sepertinya karin hamil deh
Rina Yulianti
ini pasti marcel anaknya marcus dan ana
Amelia Putri
rejeki nomplok marcelllll menyala abangku
Eno Pahlevi
ayo up lagi yg banyak thor
Jumi Eko
bagus
Sunarmi Narmi
Kpan ini belnjut Thor...kutunggu ya ...
melting_harmony
Luar biasa
Rita Susanti
ggk pake lama kali thor upnys
senja indah
torrr lnjutin lgi donk ini
Rafael Dika
aqu mampir kk..
Irna Slalu Dy Hati
cerita nya bgus bget.
Ida Lailamajenun
sekian banyak baca baru ini ktmu ma tokoh wanita nya yg lembek kayak bubur ayam.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!