NovelToon NovelToon
MAS CLEANING HATIKU

MAS CLEANING HATIKU

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:234k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Terlahir tampan, cerdas serta kaya adalah Impian semua orang. Tetapi berstatus jomblo di usia 28 bagi Aydan cukup meresahkan. Bukan karena tidak di sukai wanita, justru ia bagaikan gula yang di kerubuti semut. Semua wanita dari yang muda hingga janda, berlomba ingin menjadi istri seorang Aydan. Bahkan rela jadi yang kedua, ketiga dan seterusnya.
Masalah terbesar bagi Aydan ialah siapa wanita yang memiliki hati yang tulus menerimanya. Tidak memandang fisik dan uangnya. Hari gini, nyari yang original dan berhati baik itu bagai mencari jarum pada tumpukan Jerami bukan?
Berperan sebagai cleaning servis di rumah sakitnya sendiri adalah trik Aydan mencari wanita berhati emas, yang sudah hampir punah di muka bumi ini.
Simak petualangan cinta Aydan Atthallah Hildimar anak dari pasangan fenomenal Kevin Sebastian Mahesa dan Monalisa Hildimar pada OB Milik CEO.
Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 : RADA NORAK

Bolas memang baru tiga hari berkenalan dengan Aydan, tetapi seolah sudah sangat lama kenal karena kepribadian Aydan sebagai Rahmad itu. Menurutnya Rahmad itu simple, jujur tidak mudah tersinggung juga bisa ia jadikan sebagai objek apa saja. Walau lebih sering ia olok-olok, karena melihat tampangnya yang jauh dari kata tampan. Tetapi, apa kabar dengan kenyataan yang ia dapatkan, bahwa seorang dokter dalam kategori cantik, mengirim pesan ngajak makan siang pulak untuk si Gman.

“Angkat abang jadi pengabdimu Giman, tolong!” setengah bercanda Bolas ingin berguru pada Rahmad yang lebih suka ia panggil dengan nama Giman sebagai singkatan dari rupanya yang memiliki gigi mancung alias panjang kedepan.

“Hahaha. Abang bercanda.” Kekeh Aydan menyenggol sisi tubuh Bolas.

“Abang ikut makan siang denganmu.” Bolas tanpa ijin sudah menentukan hal apa yang akan ia lakukan demi melihat secara langsung kedekatan Aydan dan Alluna nanti.

“Ih, abang gak asyik ah. Ganggu aja ntar.” Aydan menolak keinginan Bolas mentah-mentah.

Bolas berjalan meninggalkan Aydan tanpa permisi, ia terlihat tergesa melepas celemek CSnya menuju loker. Pun Aydan melakukan hal yang sama di belakang Bolas. Sebab beberapa menit lagi ia sudah harus ke lantai tiga untuk bertemu dengan dokter koas yang sudah menyiapkan makan siang untuknya.

“Nih liat, abang juga di siapin bekal oleh istri abang.” Bolas mengangkat sebuah bungkusan di tangan kanannya, rupanya lelaki yang kerap berkata kasar dan suara nyaring itu pun tetap patuh pada sang istri dalam hal membawa makanan ketempat kerja, mungkin untuk menghemat pengeluaran rumah tangga mereka.

“Tapi abang jangan duduk semeja dengan kami yak.” Aydan setuju tapi bersyarat, malu rasanya jika Bolas ikut duduk dan menyaksikan dengan seksama apa saja yang ia dan Alluna bicarakan nanti.

“Gak usah kao mengatur aku Giman.” Bolas justru sudah ngelonyor pergi menuju lantai 3, mencuri start berharap kursi pilihannya nanti tidak jauh dari Alluna dan Aydan.

Bolas jelas melihat dokter koas itu sudah berada di atas lantai yang sama dengannya, walau telah terlihat duduk manis di kursi sebelah kiri pintu masuk dan keluar lantai tersebut. Sesungguhnya Bolas berharap wanita itu pun memilih duduk kearah kiri, walau tidak harus semeja juga dengannya.

Gayung bersambut, ternyata Alluna benar melangkah kearah kiri. Kemudian melempar senyum tipis pada Bolas yang sejak ia masuk tak pernah berhenti menatapnya. Alluna pun mendudukan bamper belakangnya di kursi 1 jajar di depan Bolas. Tampak Alluna terlihat sibuk mengeluarkan 2 box ke atas meja itu, seolah benar ia sedang menyiapkan makanan untuk dua orang. Begitulah pantauan Bolas.

“Mas Rahmad.” Panggil Alluna saat tubuh Aydan terlihat baru tiba di atas lantai 3, di mana Bolas dan Alluna juga sudah berada di sana. Aydan melambaikan tangan kanannya pada Alluna, sambil menyempatkan bola matanya melihat kearah Bolas yang duduk di belakang bangku yang di pilih Alluna untuk mereka berdua. Tampak Bolas mencebikkan bibirnya, pura-pura tak suka melihat Aydan yang sudah di tunggu oleh dokter cantik itu.

“Nona Dokter sudah lama?” tanya Aydan basa basi.

“Oh, tidak. Aku juga baru tiba. Nih, boxnya saja baru aku letakkan di sini.” Alluna menunjukkan box hijau sage kesayangan Aydan di atas meja.

“Hai green, balik juga lu.” Aydan mengelus box makan itu, seolah ia sangat kehilangan akan benda yang sederhana. Bahkan mudah saja di dapatkan di toserba terdekat.

“Hedeeh, udah kayak seminggu gak ketemu aja. Padahal cuma nginep semalam aja lho sama aku.” Kekeh Alluna melihat Aydan versi Rahmad yang emang rada norak.

“Hem, kepisah sehari ama box makan aja aku kangen. Apalagi ame elu, Non dokter.” Ea, ea. Aydan OTW ngegombal nih.

“Gimana?” Alluna menyampir rambutnya yang jatuh pada daun telinga kanannya, demi mendengar lagi gombalan receh dari Rahmad Giman itu.

“Kagak bisa di ulang, Non.” Kekeh Aydan tidak tau malu.

“Yuk makan.” Alluna menyerahkan garpu dan sendok plastic setelah ia bersihkan dengan tissue terlebih dahulu.

“Terima kasih Nona dokter yang baik hati.” Puji Aydan merasa tersanjung di layani oleh wanita yang bukan siapa-siapanya itu.

“Selamat menikmati, mas CS yang tidak sombong.” Alluna ikutan norak saat bersama Aydan.

Ada cucawis cah jamur dan ayam bakar madu dihadapan mereka kini, sepertinya Alluna sungguh membuatnya sendiri. Sebab hanya restaurant tertentu saja yang mau memanggang ayam dengan madu dan menumis jamur kancing seperti yang kini Aydan dan Alluna santap. Rasa makanan itu sungguh tidak menggunakan penyedap rasa. Aydan merasa seperti sedang menikmati makanan buatan Muna atau para koki di rumahnya. Sebab mereka sudah terbiasa hanya menggunakan bahan alami untuk memberikan rasa lezat pada tiap masakan yang mereka makan.

“Nona dokter beneran masak ini sendiri?” tanya Aydan penasaran.

“Iya. Kenapa? Gak cocok ya?” Alluna menebak sembarang.

“Cocok kok, beneran ini gak pake penyedap rasa.” Imbuh Aydan mereview masakan yang sangat ramah dengan lidahnya.

“Iya, kami penganut makanan sehat. Penyedapnya alami dari jamur, terus manis ayamnya ya murni dari madu dan bumbu ungkep yang sudah di marinasi sejak kemarin.” Jelas Alluna yang tetiba seperti seorang cheff menjelaskan pada Aydan.

“Mantaf.” Jawab Aydan dengan mudah tetap menetapkan gigi depannya di bibir bawahnya yang susah masuk itu. Kebayang gak? Kebayang donk.

“Seriusan, gimana rasanya Mas?” tanya Alluna rupanya haus pujian dari Aydan.

“Nona Dokter dari Selatan yak?” tanya Aydan rada gak nyambung.

“Hah, kenapa tanya asal muasal sih ?” Alluna auto bingung dengan ke randoman pertanyaan Aydan.

“Karena kenikmatan masakan Non dokter, sulit diutarakan.” Ciiee, makin receh aje gombalan elu, Rahmad.

“Aiih, Mas CS pinter ngegombal deh.” Bolas di belakang mereka hampir memuntahkan sedikit isi dalam mulutnya. Tidak menyangka kalau Gimannya itu mampu merayu dokter Alluna senorak itu. Melotot dari kejauhan, itulah yang kini Bolas lakukan. Sumpah ia sangat geli dan mau menjentik dahi Rahmad Giman itu, kalau saja ia berdekatan.

“Habis enak banget, kalo kasih nilai satu sampe sepuluh. Ini dapat nilai 9 deh.” Lanjut Aydan.

“Kenapa gak sepuluh aja?” telisik Alluna lagi.

“Supaya besok di buatkan lagi, baru deh kasih nilai sepuluh.” Heeem, bisa aja nih.

“Ih, Mas CS modus deh.” Kekeh Alluna merasa sangat terhibur dengan teman makan siangnya ini. Keduanya tampak semakin akrab dan lupa jika ada Bolas di belakang mereka menatap penuh kejijayan. Sungguh Bolas merasa keki sendiri, menyaksikan betapa Alluna terlihat nyaman berinteraksi dengan manusia tidak tampan itu.

“Loh, ini kamu Mas? Kok bisa semalam sempat masuk IGD?” Alluna merogoh sakunya sebab ponselnya terasa bergetar, membuka pesan dan cukup kaget dengan pic yang baru saja masuk ke gawainya.

Bersambung …

1
kirei ardilla
ada nangka di kebon abang
ada pisang di gantung tali
udah lama nyak menghilang
apakah cerita masih berlanjut ?
Lilik Rudiati
nyak baru nemu lagi setelah hpku rusak jd baru baca Aydan lagi
Andreas Dwi Purwanto
😊😊😊😊😊 terima lasoh By
Andreas Dwi Purwanto
😊😊😊
Andreas Dwi Purwanto
🥰🥰🥰
Andreas Dwi Purwanto
hmmmmmmmm
Andreas Dwi Purwanto
nmmmmmmmm
Andreas Dwi Purwanto
hmmmmmm.
Andreas Dwi Purwanto
86 By
🌹@tiksp💐💐
aydan pengganti babe rozak nich kocaknya...
Andreas Dwi Purwanto
je..eh.. By 😁😁😁
Andreas Dwi Purwanto
86 By
Andreas Dwi Purwanto
masih merapat ino Nyak By 😁😁😁
Andreas Dwi Purwanto
hmmmm.....pas Ramadhan mnih...Nyak By.... dh merapat ya 😁😁😁
Guzzie
ebleng.....
Guzzie
belom pernah gagal bace karyenye si nyak
🌼EmeLBy🌼: mampir di Karya terbaru, masih On Going
JADI CERAI, GAK?
di tunggu
Terimakasih
total 1 replies
Ry
Q mampir nya nyicil Thor,lagi sibuk, nanti kalau lagi nyantai sambung lagi 🤭
Ry: aamiin, makasih doanya ☺️
total 2 replies
Ry
Q mampir enyak ☺️
🌼EmeLBy🌼: makasih
mampir juga di JADI CERAI GAK?
masih baru dan on going
total 1 replies
bunda n3
waah mas cleaning beres nih
bunda n3
hahaha, Gwen bikin Aluna malu aja nih wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!