Kita seperti air dan minyak, memang tidak bisa bersatu tetapi masih berdampingan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MOVE ON
Yang namanya move on itu memang tidak selalu mudah. Ga semudah mencintai seseorang atas nama rasa nyaman, Sederhananya move-on adalah cara dimana hati dan ingatan kita tuh dipaksa untuk melupakan seseorang yang begitu berharga.
Jika tidak ingin terus menerus terjerat dalam ruang angan kebersamaan dengannya, orang yang mengkhianati cintamu. Itu tak cukup, dengan hanya kamu lost contact, memblokir akun sosmed nya atau membuang semua hadiahnya bahkan hanya sekedar tak mencari tahu tentangnya. Benar-benar tak cukup untuk kamu bisa pulih kembali.
Bahkan jika saja kamu dan dia sudah tidak di tempat yang sama lagi, itu masih belum cukup untuk dikatakan sudah move-on. Bukan hal yang mustahil jika tiba-tiba kamu teringat kembali masa lalu mengharap kembali bisa terikat lagi. Bisa bersama kembali dengan orang yang jelas-jelas mencurangi. Jarak dan waktu tidak ada kaitannya dengan move-on. Sejauh apapun kamu dan dia, tetap saja jika pikiranmu masih mengarah ke sana, move on tidak bisa terlaksana secara nyata. Yang lebih penting kamu harus jadi orang yang berbeda. Ini bukan bicara tentang kebiasaan atau hal-hal yang mendekatinya.
Seharusnya sebelumnya yang harus kamu pikirkan adalah “dia telah menyakitiku”. Kata menyakiti harusnya cukup menjadi penyebab kamu tak lagi bersikeras mengharap bisa bersatu lagi dengannya.
Tak ada hal yang tak bisa diberi perubahan. Tergantung niat dan tekadmu saja dan jika sudah membulatkannya dengan sepenuhnya, saya sangat yakin sebesar apapun rasamu dulu akan hilang dan tergantikan dengan yang baru.
Diana tersenyum pahit sambil memandang langit malam di jendela kamarnya, mengingat bagaimana tadi siang ia benar-benar di bohongi orang yang di cintai. Cinta yang bertepuk sebelah tangan, orang yang di harapkan tidak menaruh rasa seperti yang di harapkan. Sakit? Tentu saja, Malu? sangat!.
Takdir belum berpihak padanya, pria yang di idamkan tak membalas padanya, sia-sia perasaannya yang ia pupuk selama ini, apapun selain penolakan dan air mata. Bahkan pelukan terakhir tidak ia dapatkan.
Sangat menyakitkan!
Patah hati lagi kan! Masih belum kapok untuk jatuh cinta?" Diana yang meledek dirinya. Ini bukan pertama ia mendapatkan penolakan, dulu pernah di tolak dengan Erlangga, dan luka itu sangat parah namun penolakan itu sembuh karena bertemu Galih mantannya.
Yah sadar diri bukan siapa-siapa Diana sadar dirinya tidak kuasa memaksa orang lain membalas perasaannya.
"Selamat datang di dunia baru" Diana menghapus matanya. Saat nya melupakan erlangga berusaha move on dari cinta sepihak, hidup harus lanjut!
Lalu ia pergi mengambil laptopnya untuk vidio call bersama sahabatnya, ia duduk di kasur kamarnya dengan mendekap sebuah bantal.
Tot...tot...tot..
"Hay Diana selamat malam? Ucap Rika di vidio call nya.
"Hay juga Rika? Ucap Diana yang matanya bengkak.
"Lu kanapa Din? Sakit? Mending loh istirahat deh" ucap Rika melihat mata Diana
"Gpp kok ka! Gw baik-baik aja" ucap Diana yang kembali tersenyum.
"Ohhh pasti ini gara-gara Erlangga kan! ywdh lah Din lupain masih banyak kok yang lain. Gw kan udah bicara dari awal tapi loh sama sekali ga perduliin sama gw sekarang terbuktikan? " ucap Rika di vidio call ya.
"Gw udah buang semuanya kado-kado dari dia, lost contact, memblokir akun sosmed nya dan membuang kado-kadonya. Ucap Diana kembali nangis.
"Ywdh sekarang loh tenangkan diri loh dan istirahat, sekarang kan sudah malam waktunya istirahat gw pamit ya din" ucap Rika lalu menutup videonya. Lalu Diana mengembalikan leptop nya dan segera tidur.