NovelToon NovelToon
Mafia Girls

Mafia Girls

Status: tamat
Genre:Fanfic / Mafia / Keluarga & Kasih Sayang / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:21.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: lady nuree

Yuk follow dulu ig nya Othor
'@lady.nuree


__


RUBY ALDERIA SMITH, tak ada kebahagian dalam hidupnya

Di fitnah oleh saudara angkat memang tak akan pernah di hiraukannya, tapi sakit, sakit hati jika orang tuanya tak mempercayainya.

Hidup rumit seorang gadis membuatnya tegar menghadapinya, walau berat tapi tetap harus semangat demi kelanjutan hidup nya.

MARAH, tentu pasti marah ! ruby anak yang mandiri walaupun selalu manja kepada orangtua dan kaka nya, tapi Ruby tidak pernah menyusahkan keluarganya.

dengan mengingat masalalunya membuat Ruby ingin membalas perbuatan Agatha, tapi tidak untuk keluarganya karena Ruby terlalu menyanginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 24

" Ka, Kenapa Lady tidak pernah berkunjung kesini ?". Tanya David mengikuti Kenzi duduk di sofa .

" Dia tidak akan kesini jika kamu belum menjadi orang yang kuat Dev ". Seru Kenzi

" Maksudnya apa ? aku tidak mengerti !". Ucap David mengerutkan dahinya bingung.

Kenzi menoleh ke arah samping tepat David duduk di sampingnya.

" Entahlah". Kenzi mengangkat kedua bahu dan tangannya.

" Kenapa begitu ? kau tidak asyik ! ". Gerutu David yang mukanya dibikin cemberut.

" Yaak, itu muka di kondisikan ! jijik aku lihatnya !". Ledek Kenzi mengusap kasar wajah David.

" Wajah-wajah aku, kenapa kau yang repot ?!". David terus dengan gerutunya.

**

Suara mobil berhenti di halaman Mansion Jakson. Tiga mobil berjejer di sana, siapa sangka mereka bertiga sengaja datang ke sana hanya karena Ruby tidak membalas pesan dan panggilan dari mereka.

Dengan terburu-buru mereka bertiga berjalan ke dalam. Penjaga di sana bingung dengan kedatangan mereka bertiga.

" Maaf mencari siapa ?". Tanya penjaga gerbang.

" Maaf pak bisa bertemu dengan Ruby ?". Rayzen menjawab dengan pertanyaan kembali.

" Nona Ruby ada di dalam, mari ikuti saya ". Ucap Penjaga itu dengan ramah. Mereka berjalan di belakang mengikuti Penjaga gerbang Mansion.

Di dalam ruang keluarga, Ruby dan yang lainnya tengah bersantai ria di sana, kemudian sang penjaga gerbang datang menghampiri mereka.

" Maaf tuan, ada tamu !". Seru penjaga itu dengan sopan nya.

" Siapa ?"

Mereka berjalan ke depan bersama, penasaran siapa gerangan malam-malam bertamu ke mansion nya.

Langkah mereka terhenti kala melihat tiga orang berdiri tegap menyamping tengah berdecak pinggang menatap kesal bercampur khawatir ke arah Ruby. Edward dan juga Jakson yang berada di antara mereka pun bergantian menatap ke arah Ruby dan juga ke arah Brayn juga yang lain nya.

" Sweetie !". Teriak Brayn menggelegar.

" Kemana saja kamu hah ? Kami chat tidak di balas, di telpon tidak di angkat dari pagi sampai kami ada di sini, apa kamu tidak tahu jika kami sangat khawatir hah ?". Cerocos Savira berjalan mendekati Ruby. Ruby melotot kan matanya menatap tak percaya mereka datang ke rumah.

" Kenapa diam ? Dimana mulut kamu hah , kenapa tidak menjawab ? sudah ku beri tahu berkali-kali jangan lupa kabari kami setiap hari, mau itu penting atau tidak penting !". Giliran Brayn yang nyerocos tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya.

" Hilang kah ? mati kah ? atau kau sengaja ?". Tuduh Rayzen.

Ruby seperti tersudutkan saat ini, mereka mengelilingi Ruby seperti sedang mengintrogasi nya. Seluruh pegawai yang bekerja di sana pun berkumpul menyaksikan teriakan-teriakan menggelegar di sana.

" Jawab aku sweetie kenapa diam ?". Tutur Brayn melembutkan suaranya.

Ruby memang pemimpin dari mereka semua dan sikap dinginnya Ruby melebihi siapapun, tapi mereka tidak perduli dengan semua itu. Mereka yang seperti ini membuat Ruby tidak akan bisa melawannya, sungguh pusing jika sikap over nya muncul bersamaan.

Ruby menegakan kepalnya.

" Bagaimana aku menjawab nya, jika kalian terus nyeroscos sedari tadi ". Ketus Ruby mencebik kan bibir nya.

Rayzen menyipitkan mata nya ke suatu objek, dia melihat bekas luka pada sudut bibir Ruby. " Ini kenapa, ini juga kenapa bengkak ?". Rayzen mengangkat dagu Ruby dengan lembut

" Jatuh tadi, sudahlah jangan berlebihan, aku baik-baik aja".

" Lalu sedari tadi kemana tidak ada kabar, kamu tau kan kita khawatir sayang ?". Savira memeluk Ruby dengan berlinang air mata.

" Handphone ku ketinggalan di rumah, tadi aku berkunjung ke perusahaan kakek ". Jawab Ruby melepaskan pelukannya.

Rayzen masih menatap selidik wajah Ruby tidak percaya dengan alasan nya.

" Itu bukan luka jatuh kan By ? jangan bohong !". Seru Rayzen masih tak percaya.

" Ray benar, ini tidak seperti luka jatuh tapi ini bekas tamparan kan ?". Timpal Brayn mengikuti arah pandang Rayzen.

" Ini jatuh, ia kan Kek ?!". Ruby mengalihkan pandangannya ke arah Jakson yang dari tadi tidak membuka suaranya, Ruby mengedipkan sebelah matanya tipis.

" Itu hanya luka kecil, jangan terlalu di besarkan". Jelas Kakek Jakson yang masih terlihat bertanya-tanya menatap mereka.

" Sudah lah, ayo masuk kita makan malam bersama ". Ajak Ruby menggandeng tangan savira.

Makan malam telah berlalu, sekarang mereka sedang berbincang di ruang tamu. Selama makan malam, Edward hanya merasa risih dengan tatapan Savira yang begitu intens.

Bercerita tentang kisah masing-masing sampai bagaimana sekarang mereka sangat dekat dengan Ruby. Kakek Jakson ikut bahagia dengan apa yang telah mereka capai selama ini.

" By, kenapa tidak pernah cerita kepada kakek ?". Tanya Jakson, Brayn dan yang lain nya saling pandang berpikir apa orang rumah tidak tahu menahu soal ini. Ruby menajamkan pandangan nya kepada mereka.

" Ya maaf kita kan ngga tau By, Kani mengira kakek sudah tau ! ". Jawab Savira sesekali melirik Edward yang berada di hadapannya.

" Itu mata di jaga Vir ! Benar-benar tidak tahan jika lihat yang bening-bening !". Ejek Rayzen melihat Savira dari tadi terus menatap Edward.

" Apaan kau Ray ! Edward nya juga tidak keberatan, ia kan Ed ?". Senyum Savira hanya di jawab dengan muka datarnya Edward.

Edward sesekali melirik Ruby yang sibuk dengan ponselnya. Ah benar dia memang tidak punya perasaan apapun! Seru batin Edward yang terus melirik Ruby.

hhahahahahahah

Tawa mereka pecah karena baru kali ini ada yang menolak seorang Savira kim.

" Heh makanya jangan kecentilan , tu lihat tidak nyantol kan ?!". Brayn menepuk-nepuk bahu Savira dengan tawa puasnya.

" Kalian lanjutkan ngobrolnya, kakek istirahat lebih dulu ". Pamit kakek jakson. " Anggap saja rumah sendiri". Sambungnya menatap mereka bertiga dan di angguki sebagai jawaban.

" Selamat malam kek ". Ucap Ruby

Sebenarnya Edward juga ingin pergi dari suasana seperti ini, tapi bagaimana lagi dia melihat Ruby masih betah dengan mereka bertiga.

Edward dan Ruby duduk berdampingan, dan mereka bertiga duduk di seberangnya.

" Hendak kemana ?". Edward meraih tangan Ruby dengan pegangan lembut.

" Aku hendak membuat coklat panas dulu ". Ucap Ruby

" Oke sekalian !". Seru Edward melepaskan pegangan nya dan ruby pun berjalan ke dapur.

Suasana Mansion Jakson masih ramai karena kedatangan mereka bertiga. Malam sudah begitu larut tapi tidak seorang pun dari mereka beranjak dari duduk nya.

" Kenapa kamu panggil dia sweetie ?". Pertanyaan tiba-tiba dari Edward menghentikan obrolan ringan di antara mereka berempat. Sebenarnya sudah dari tadi Edward ingin bertanya tapi di urungkan

nya.

" Panggilan kesayangan untuk Ruby, bukan hanya aku tapi mereka berdua juga sama ". Penjelasan Brayn membuat Edward lega. Edward mengira jika Brayn adalah kekasihnya.

Ada sedikit kecurigaan di mata Brayn, kenapa dia mempermasalahkan itu.

Savira berdiri berjalan mengelilingi meja menghampiri Edward yang duduk sendirian dan dia mendaratkan bokongnya di samping Edward begitu dekat sehingga kulit tangan mereka bersentuhan.

" Mulai, mulai ". Ucap Brayn dan juga Rayzen bersamaan.

" Ed look at me !". Savira mengapit wajah Edward dengan kedua tangannya.

" Apa ?". Sahut Edward namun mengerutkan keningnya dan seketika melepaskan tangan Savira dengan kasar.

hahahahaha

" Sudahlah Vir, jangan sama kan dia dengan laki-laki di luar sana ! Edward terlihat pria yang berbeda ". Tawa puas mereka karena melihat jawaban edward yang begitu dingin.

" Menjauh lah, dia sudah memiliki kekasih !". Seru asal Rayzen menaik turunkan alis nya berulang

" Tch kurang awal ". Sesal Savira

" Bukan jodoh namanya Vir ! Tenanglah, di sini aku masih jomblo !". Rayzen cengengesan.

Suara dari arah belakang membuat Edward menegang, dan mereka bertiga bungkam karena sura itu sangat dingin sekali.

" kekasih ? Siapa ? Kaka ?". Ruby menghampiri Edward dan menaruh susu panasnya di atas meja.

" Kenapa aku tidak tahu". Tanya selidik Ruby.

" By, kau setuju kan jika kaka cantik ini menjadi kaka ipar mu ?". Tanya semangat Savira.

Brayn dan Rayzen menikmati hangatnya susu coklat tanpa ingin peduli dengan ocehan Savira, namun beda dengan Edward yang masih tegang dengan ocehan Savira yang tidak bisa di saring.

" By kenapa tidak cerita jika di sini ada pria tampan ? Jika aku tahu mungkin akan sering bermain ke sini !". Cerocos Savira. Ruby hanya menatap Edward dan Savira bergantian.

" Tidak tahan sekali ya liat yang bening, dasar kebiasaan". Ruby menonyorkan kepala Savira dengan telunjuknya.

Sebenarnya ada rasa tidak suka jika Edward dekat wanita lain, entah kenapa ? Ruby menatap lekat mata Edward dalam-dalam.

" *S*udah memiliki kekasih ya". Batin Ruby masih dengan tatapannya, tersungging senyum tipis di bibirnya.

1
Erlina Ibrik
betul ,Ruby mmng bodoh
🧟‍♂️🧟‍♂️
tch kata ini mengganggu sekali, entah kata2 dari mana ini
🧟‍♂️🧟‍♂️
lagian dari awal salah ruby sendiri yang seakan-akan kasih harapan ke leo, ngatain agatha jalang padahal dia juga bgtu, udah tau ada ed masih aja jalan sama leo menjijikkan sikap ruby
🧟‍♂️🧟‍♂️
cih si ruby jalanggg
🧟‍♂️🧟‍♂️
puki emang ruby jalanggggg
🧟‍♂️🧟‍♂️
ruby ini kek jalang, ada ed bukannya ajak malah ajak leo aneh bin mau jalang kek agatha
Sri Wahyuni
best
Ollin Versi
Menyenangkan, salah satu novel yg sering aku baca ulang/Drool/
Semangatt terus...
Kenangan
gak tau udah yg keberapa kali aku baca novel ini, tapi ttp aja selalu nagih. first time aku baca nomor ini tahun 2021, udah brpa tahun berlalu ttp gak bikin aku bosan🥺🥺
Kenangan: siapp akak, maaf yah baru notice soalnya sibuk persiapan natalan
total 3 replies
Harni Suleman
Kecewa
Harni Suleman
Buruk
Nania Nia
Luar biasa
Nameera
keren
Glauca
Luar biasa
ikatillah
luar biasa
Merry Tunggal Dewi
Luar biasa
Abd Rahman
ko sedih ya😭😭
amnyeshty
kurenggg
amnyeshty
suka bgt si ama ni novel
Abd Rahman
ini udh ke 3 kalinya aq baca novel ini,seruuuu
Abd Rahman: lanjut dong sama anak"
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!