NovelToon NovelToon
Ugh ... My Aggressive Bos!

Ugh ... My Aggressive Bos!

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sheninna Shen

"Hangatkan tubuhku. Only one night."

Sebuah kalimat yang mengubah seluruh kehidupan Leon dan Bianca yang bertemu di Paris secara kebetulan.

Pertemuan singkat yang awalnya sebatas di Paris saja, siapa sangka berlanjut hingga saat keduanya kembali ke Indonesia.

Keduanya dipersatukan dengan status yang berbeda. Atasan dan bawahan. Hal tersebut membuat Leon memanfaatkan wewenangnya untuk bertindak dan bertingkah agresif kepada Bianca yang diam-diam telah mencuri ciuman pertamanya di Paris.

🫧🫧🫧

Halo semua! Ini novel terbaru Kak Shen. Yuk kepoin! 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Tak Ingin Kecewa ... Lagi

..."Jangan memberiku harapan. Aku nggak mau kecewa lagi." – Bianca Francesca...

"Nggak usah pura-pura nggak tau," geram Bianca sembari memaksa duduk. Ia memegang pinggangnya yang sakit akibat perbuatan Leon. Namun ia langsung menutup wajahnya saat menyadari rudal Leon masih terlihat menjulur keluar dari sarangnya.

"Hahaha! Udah sering keluar masuk, masih aja nggak berani melihatnya," kekeh Leon melihat tingkah gemas Bianca.

Leon meraih tisu yang ada di atas meja kaca sofa di depannya. Kemudian ia membersihkan sisa laharnya yang ada di perut Bianca tadi. Setelah itu ia kembali mengambil tisu dan membersihkan rudalnya. Lalu ia memasukkan benda itu kembali ke dalam sarangnya.

"Lihat aku," ucap Leon sambil menatap ke arah Bianca.

Bianca menoleh ke arahnya sesaat sambil merapikan pakaiannya, namun ia kembali menundukkan pandangannya dan enggan menatap ke arah Leon. Ada rasa kesal sekaligus kecewa karena merasa ia hanya sebatas permainan semata untuk pria itu.

"Siapa wanita yang kamu maksud? Hmm?" tanya Leon sambil mengangkat dagu lancip Bianca.

Bianca hanya diam dan sibuk membetulkan pakaiannya. Bibirnya yang bengkak akibat ulah Leon, dibuat cemberut karena kesal mengingat wanita yang bernama 'Bella' itu.

Leon mengambil kedua tangan Bianca. Kemudian ia menepikan kedua tangan Bianca dan ia yang melanjutkan mengancingkan kemeja gadis itu.

"Siapa, Sayang? Aku nggak tau wanita yang kamu maksud itu siapa?" tanya Leon dengan sangat lembut sampai-sampai membuat Bianca yang merajuk menjadi luluh. Padahal, tadi ia sok-sok'an menjadi CEO yang profesional, tapi ternyata hanya sebatas bermain peran untuk menghukum sekretarisnya.

"Ya dia," jawab Bianca ketus. Memikirkan nama Bella saja ia enggan, apalagi menyebut nama wanita itu.

Leon terkekeh melihat Bianca yang merajuk. Usai mengancingkan kemeja Bianca, ia merapikan rambut Bianca dengan penuh kasih sayang.

"Leon," Bianca menahan tangan Leon yang sibuk merapikan rambutnya. Ia menatap wajah pria itu.

"Jangan memberiku harapan. Aku nggak mau kecewa lagi."

Leon semakin tak mengerti dengan ucapan Bianca. Ia yang semula menganggap sepele ucapan Bianca, kini ia memasang wajah serius. Sepertinya ada kesahpahaman yang tak ia ketahui sampai-sampai gadis itu bisa mengatakan hal tadi.

"Siapa?" tanya Leon sambil menaikkan kedua alisnya secara bersamaan.

Bianca masih menunduk. Ada banyak hal yang berkelebat di kepalanya. Jika ia menyebut nama wanita itu, apa Leon akan berkata jujur? Atau malah berbohong dan terus menerus mempermainkannya? Lagipula ia baru mengenali pria itu. Lantas dari mana ia bisa tahu kapan pria itu jujur dan kapan pria itu berbohong? Ia terjebak di sisi pria itu karena kesalahan di Paris dan hutang ke perusahaan yang masih menjadi tanggungjawabnya.

"Tataplah lawan bicaramu saat dia sedang berbicara," lirih Leon lembut.

Bianca mengangkat perlahan kepalanya dengan ragu-ragu. Ia menatap ke arah mata biru Leon. Apa sebaiknya ia katakan saja? Atau ia mencari alasan lain?

"Katakan. Hmm? Bisa jadi apa yang kamu pikirkan nggak benar?" terang Leon sambil membelai lembut pipi Bianca.

Menangkap binar kasih sayang yang terpancarkan dari mata Leon, membuat Bianca tak bisa berbuat apa-apa. Tak bisa ia pungkiri bahwa kini hatinya dibuat luluh lantak oleh pria bule yang merupakan atasannya. Bahkan, Rey yang merupakan mantan tunangannya yang berpacaran dengannya selama 2 tahun, tak berarti apa-apa baginya saat ini.

"Bella," ucap Bianca dengan suara yang berat dan terdengar penuh beban, "siapa dia?"

"Kamu bahkan meninggalkanku sendiri di apartemen karena ingin menemuinya. Dan ... Sabtu kemaren, kamu nggak membalas pesanku. Pasti karena menemuinya, 'kan?"

"Aku tau ... aku ini hanya sekretaris biasa. Tapi bukan berarti semudah itu juga kamu mempermainkanku."

"Kamu nggak tau rasanya disakiti dan dikhianati saat kita udah menaruh harapan pada seseorang. Bahkan ... hiks hiks," Bianca mengeluarkan isi hatinya yang selama ini membuat ia tak tenang. Ia bahkan mengatakan hal yang ia takuti sampai-sampai ia tak bisa membendung tangisnya. Trauma yang ia hadapi karena batal nikah begitu membekas di hatinya. Ia takut hal itu akan terulang kembali dan merusak kepercayaannya sepenuhnya pada sosok pria.

"Daripada kecewa di akhir, lebih baik katakan saja semuanya sekarang. Aku nggak masalah. Jadi ... hiks hiks ... jujur saja. Aku bakalan membatasi jarak denganmu."

Mendengar apa yang Bianca katakan membuat Leon terkejut bukan kepalang. Bahkan, airmata yang keluar dari sudut mata gadis itu membuat Leon merasa bersalah. Ia tak menyadari sikapnya yang selama ini membuat Bianca salah paham. Bahkan, ia sampai membuat Bianca merasa bahwa saat itu ia sedang bermain hati.

"Haaa ...." Leon menghela nafasnya. Kemudian ia merangkul dan membawa tubuh gadis itu kepelukannya.

"Maafkan aku," lirih Leon pelan sambil mengecup pucuk kepala gadis itu berulang kali. Ia juga mengusap pelan punggung Bianca untuk menenangkan gadis itu. "Aku salah. Aku akui aku salah."

"Malam ini, kosongkan waktumu. Aku akan membawamu bertemu dengannya. Kamu akan menemukan jawaban dari semua kegelisahanmu selama ini."

...🫧🫧🫧...

...BERSAMBUNG......

1
Sofie Ariyani
semoga Bianca hamil juga anak Leon ya, jgn pake pil kontrasepsi
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bianca Naif ngapain suka ngambil sikap yang menye², itu kan Singa sudah terbuka pada karyawannya jaga² agar ga ada gosip murahan lagi tapi kamu sok²an ngelarang segala... ujung²nya kalau kamu ada masalah baru lagi pasti Singa juga yang turun tangan... mending ikutin saja Singa selama dia bersikap tegas buat kebaikan hubungan kalian
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jelasin apanya Rein, kamu sudah salah datangin Anya ke tempatnya bukannya inisiatif buat hindari masalah baru malah ga berpikir ajuin ketemuan di Caffe atau restoran tempat terbuka kalau bener kamu serius sama Bella.. laaahh ini iyain saja kayak kerbau di cocok hidungnya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Aku suka gaya mu Singa...👍🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ga usah berAlibi ga ada cinta buat Anya, Rein... buktinya kamu sempat kasih setengah hati buat dia sebelum kamu tau kalau Bella juga cinta kamu sekarang
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ooooo... bulaatt, ternyata alasan Rein menunda² perceraiannya karna Singa yang trauma perceraian ortunya.🤭🤭🤭

salahnya kalian kurang terbuka dan komukasi harus lebih intens lagi.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Singa the best meskipun belum lama kenal sudah bisa ambil sikap buat melamar Bianca.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bagus Bi, aku dukung tar aku bantuin bawa cabe Setan sekalian buat Lulurin tuh siluman Cindy.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bella Bella kamu nuduh si Singa yang bocorin kalau kamu suka Rein padahal mulutmu sendiri yang mengakuinya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ngga Tein, Ngga Singa kok aneh ya padahal sudah tau kalau Anya toxic, hampir membunuhnya di tambah selingkuh terus kok telat urus cerai padahal bukti sudah ada.. oke lah kalau bukti kecelakaan belum lengkap tapi setidaknya bukti perselingkuhan sudah lengkap jadi uruslah dulu perceraian kalau masalau tuntutan hukum percobaan pembunuhan bisa sambil nunggu lengkap kaan bisa... malah nambahin keb0d0han sendiri masukin Cindy lagi.

terus Singa juga sudah tau keluarga Anya kayak gimana kok masih terima kerja sama dengan bapaknya Anya, harusnya kalau beneran pintar pasti nolak karna alasannya jelas banget tanpa perlu ketemu langsung ambil sikap tegas...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Preeett... telat bertindaknya kamu Rein.. sok tegass sekarang.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ga ada cinta antara kamu dengan Anya gimana Rein, di awal kamu sendiri yang bilang kalau kamubsudah mulai ada cinta buat dia terus sekarang bilang gitu..

ini gimana konsepnya Thor.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laaah aneh kamu Rein kenapa ga dari sebelum tau pengakuan dari Bella cerainya, aneehh... ga tegas ambil sikap padahl sudah punya bukti perselingkuhan Anya terus perlakuan dia selama ini sebagai istri buruk tapi masih bertahan... segitu bilang cuma sedikit cinta sama Anya bahkan kamu sampe nerima Cindy masuk perusahaan dengan mudah.

kalau baru seekarang kamu punya inisiatif buat cerai bukan berarti kamu cinta Bella tapi karna pelarian saja.. kasihan Bella yang setia dan tulus malah harus dapat laki² plinplan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Rein kok kayak orang B0d0h ya sudah tau istrimu saja sikapnya buruk, sekarang malah dengan mudahnya masukin adik ipar buat jadi aspri di kantormu tanpa tau Cindy kayak gimana pribadi dan kerjanya... ga masuk di AkIL🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
salah paham, jadi salin tebak²an di pikiran masing².. mungkin Bella terlalu dekatbdengan si Singa jadi Rein mengira kedekatan mereka adalah orang yang saling mencintai dan sayangnya Rein bukannya mencoba utarakan dulu dan urusan di tolak/di terima mah akan tau jawabannya setelah denger dari Bella sendiri.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeeuuhh Bi makanya jangan asal cepat nyimpulin Orang yang baru di lihat... tau belum berarti kenal buktinya kamu salah menilai Cindy.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Halalin dulu Singa, jangan maen sosor dan suruh nginep terus diihh.🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya begitu lah Bell.. orang kaku antibsosial pun kalau sudah nemu pawangnya bakal lemah lembut, beda lagi kalau dibdepan orang lain
🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Makanya kalau beneran cinta kenapa ga coba terbuka sama Bianca jangan semua yang kamu lakuin anggap biasa Leon, pahami kalau Bianca punya trauma karna pers3lingkuh4n tapi kamu ga sadar sudah tiba² tiap dapat telpon dari Bella kamu no. duakan dia jadi tanggungbresikonya karna kamu ga Peka.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
salah paham karena masih belum mengenal karakter masing², Leon yang ga Peka salah mengambil sikap di saat Bianca mulai luluh dan percaya malah pergi ninggalin dia di saat dapat telpon dari Bella jadi wajar dengan Traumanya Bianca yang pernah di selingkuhi Over thinking sulit percaya lagi dengan laki²..

dan Bianca dengan pikiran buruknya menyimpulkan bahwa semua Laki² buruk ga setia... butuh komunikasi lagi biar sejalan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!