NovelToon NovelToon
Talak Dimalam Pertama Pernikahan

Talak Dimalam Pertama Pernikahan

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: rafizqi

Tepat dimalam pertama pernikahan, dimana malam yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Aluna, namun harus berakhir duka sebab Bagas yang telah sah menjadi suaminya kepergok berselingkuh bersama Sania, adik tiri Aluna. Aluna pun terpaksa di talak demi menikahi Bagas dan Sania.

Malam itu pun menjadi malam kehancuran bagi Aluna. Namun, sesuatu terjadi ketika dia diam-diam pergi dari rumah dan menawarkan diri kepada pria asing di sebuah Club hingga dia melakukan hubungan semalam yang menyebabkan dirinya mengandung anak pria asing tersebut.

Bagaimanakah nasib Aluna selanjutnya?

EKSLUSIF HANYA DI NOVELTOON. JIKA ADA DITEMPAT LAIN SUDAH PASTI PLAGIAT.

IG author: @rafizqi0202
fb: Rafizqi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Anderson nampak mondar-mandir seperti setrika didepan ruangan UGD. Dia cemas dan sangat khawatir atas keadaan Aluna saat ini. Entah apa yang terjadi sehingga Aluna mengeluarkan darah sebanyak itu, Anderson benar-benar tak mengerti. Yang ada di dalam pikirannya adalah, Aluna sedang mengalami sakit keras, sehingga membuat dirinya amat menyesal mengetahuinya di akhir.

Jika saja dia tahu lebih awal, tentu saja dia akan membawa Aluna pergi mencari Dokter terbaik di seluruh dunia untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut.

Tak begitu lama, Dokter pun keluar, Membuat Anderson langsung terkesiap.

"Bagaimana keadaannya, Dok. Apa dia baik-baik saja?" Tanya Anderson masih terlihat cemas.

"Beruntung anda membawa Nona Aluna tepat waktu tuan. Jika tidak, janin di dalam kandungannya tidak akan selamat karena pendarahan yang dia alami"

"Apa. Janin?" Pekik Anderson terkejut.

"Jadi anda tidak tahu kalau istri anda hamil?" Tanya Dokter itu heran. Dia pikir, Anderson adalah suami pasien yang dia tangani tadi.

"Maaf Dok. Saya terlalu terkejut. Maksud saya, jadi Aluna tidak mengalami penyakit keras atau semacamnya, melainkan ada bayi di dalam rahimnya?" Ujar Anderson mencoba memperjelas ucapan sang Dokter.

"Benar. Nona Aluna sedang hamil delapan minggu. Beruntung sekali tidak terjadi apa-apa. Anda beruntung sekali tuan. Tolong dijaga baik-baik, jangan biarkan nona Aluna kelelahan atau terjatuh lagi, jika tidak anda tidak akan mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi seorang ayah" Ujar Dokter itu menasehati.

Anderson terdiam sejenak, mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Dokter tersebut.

"Aluna hamil anakku?" Gumamnya yang terlihat masih syok.

"Kecebong ku akhirnya meluncur juga"

Dengan langkah yang cepat, dia masuk ke dalam ruangan begitu saja, memeluk tubuh Aluna yang terlihat masih sangat lemah.

"Apa yang kamu lakukan disini?" Lirih Aluna lemas. Tenaganya sudah hampir habis, hanya suara pelannya lah yang terdengar tanpa memberontak disaat Anderson yang begitu bahagia memeluk tubuhnya.

"Jangan banyak bicara. Istirahatlah yang cukup. Aku akan menemanimu sampai kamu pulih. Pokoknya aku tidak mau sampai anakku yang ada di dalam kandungan mu sampai kenapa-kenapa" Ucap Anderson yang lebih terdengar seperti sebuah perintah bagi Aluna.

"Apa. Anak?" Aluna pun juga terlihat terkejut.

"Iya Nona Aluna. Anda sedang hamil, sebaiknya jangan terlalu banyak bicara terlebih dulu, karena kondisi anda masih sangat lemah saat ini" Sahut seorang perawat perempuan menjelaskan, yang juga masih ada di dalam ruangan tersebut.

Aluna nampak diam, menatap Anderson dengan wajah yang sulit di artikan. Dirinya merasa Antara syok dan juga tertekan. Ingatannya menerawang kejadian pahit yang berlalu dan menimpanya beberapa waktu lalu. Hatinya menjerit sakit, hari ini dia diketahui sedang hamil, sedangkan dirinya tak bisa lagi melihat wajah sang nenek yang akan di makamkan hari ini. Air matanya seketika menetes begitu saja, membuat kening Anderson mengkerut karenanya.

Sebuah tangan mengusap lembut dia wajahnya, "Kenapa menangis. Kamu tidak senang jika di rahim mu ada anakku?" Tanya Anderson.

Aluna menggelengkan kepalanya, "Aku butuh waktu sendiri. Tolong tinggalkan aku sendiri dulu" Pinta Aluna.

Anderson menghela nafas, "Baiklah, aku menunggu di luar. Jika kamu butuh sesuatu, panggil saja aku" Ucapnya, tersenyum lembut dengan sebelah tangannya mengusap lembut pucuk kepala Aluna.

"Aluna!" Seru Anderson, menatap dalam wajah Aluna.

"Menikahlah denganku. Aku berjanji tidak akan membuat mu kecewa"

Anderson pun melangkah pergi meninggalkan Aluna sendiri di dalam ruangan setelah mengucapkan kata-katanya. Sementara Aluna hanya diam mematung ditempatnya.

Di luar. Han langsung berdiri ketika melihat tuannya yang keluar dari ruangan.

"Tuan!" Serunya memberi hormat.

Raut wajah Anderson dingin menunjukan sesuatu yang lain. Membuat Han langsung terkesiap.

"Aku ingin laki-laki tua bangka itu menderita. Sama seperti dia membuat Aluna menderita. Cari tahu kelemahannya, dan buat kelemahan itu menjadi awal penderitaan yang tidak berkesudahan. Aku ingin dia menyesal karena sudah membuat Aluna terluka dan menderita seperti sekarang!" Tirah Anderson dengan tatapan lurus ke depan dan dingin.

"Baik tuan. Saya mengerti" Jawab Han tegas. Lalu menunduk hormat sebelum akhirnya pergi meninggalkan Anderson di sana.

"Akan aku pastikan semua keluarga mu akan membayar semua kesakitan mu, Aluna. Aku berjanji" Lirih Anderson.

Sementara itu. Aluna masih berbaring di tempat tidurnya, menangis sesenggukan, meremas bantalnya, dengan posisi tubuhnya yang miring menghadap jendela rumah sakit.

"Maafkan aku Nek. Maafkan atas kesalahan Aluna. Maaf karena Aluna tak bisa mengantar nenek ke tempat peristirahatan nenek yang terakhir. Maafkan Aluna" Tubuhnya bergetar, Aluna mengigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara karena menangisi neneknya.

Hatinya begitu hancur dan terpukul. Semua masalah silih berganti menghampiri hidupnya. Ditambah sekarang dirinya sedang mengandung seorang bayi. Entah apa yang membuat Anderson begitu meyakini bahwa anak yang ada di dalam kandungnya adalah anaknya, seolah tidak ada kecurigaan sedikitpun yang ditunjukan kepadanya. Padahal, bisa saja janin itu bukan anaknya karena statusnya yang sudah menjadi janda yang ditinggal menikah oleh mantan suaminya. Tapi, Anderson benar-benar mempercayainya, dan tanpa ragu mengakui bahwa janin tersebut sebagai anaknya.

Walaupun kebenarannya anak tersebut memang anak Anderson, sebab Aluna tak pernah memiliki hubungan bersama laki-laki lain selain Anderson. Tapi, akankah Aluna menerima tawaran untuk menikah bersama Anderson, Sementara masih ada luka yang menganga lebar di hatinya?

.

.

.

Bersambung.

1
Endang Hidayanti
bersambung tapi gak tuntas
Nabila Bilqis
kok altar thor
ini beda agama apa gimana thor 🙏
Yusmaniar
👍👍👍💞💞
D Mamie...
keren ceritanya 👍
Sri Letna Marasabessy
heran banyak cerita di novel toon ktnya tamat akhirnya ceritanya nggantung nggak jelas
ayu cantik
suka
Betty
kok cerita'y ngambang gx ada lanjutan'y..?!
Siti Maulidah
ceritanya sllu menarik
Rika Kamiko
woi tor, manalanjutan ektra part nya,, jgnbikin penasaran dong..
sri damayanti
lanjuttttt
Nur Hafidah
siapa sih yang telp kok sampai kaget gitu
sri angga
kl masih dibuku knp org lain bisa narik??
Wartini
mana sambung annya
Wartini
bagus ceritanya
Alby Raziq
Kecewa
Alby Raziq
Buruk
Kasmawati S. Smaroni
rasakan lu aluna
Sri Susilowati
dicari judulnya blm muncul y
Diana Qinoy
cepet banget habisnya ..kurang greget
Diana Qinoy
sania sok kecakepan 😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!