"Tapi tahukah kau, bahwa semua itu adalah tipuan Georges semata. Pernikahan mu hanyalah panggung sandiwara agar dia bisa menikmati tubuhmu tanpa perlawanan." ucap Angela dengan nada menghina.
"Kau bukan wanita pertama baginya. Georges sudah banyak berhubungan dengan bayak wanita dan sebagaimana dia lari dariku, dia akan selalu kembali ke dalam pelukanku. Kau tahu kenapa? karena dia milikku."
"Pergi sebelum Georges mempermalukanmu dan hati mu semakin sakit."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Anggur Merah
Felicia membuka mata, pandangannya terhalang pada sosok tubuh yang sangat dekat dan wajahnya hampir menempel.
Dia hendak bergerak tetapi terhalang sesuatu yang berat.
Tangan tuan muda ada diatas tubuhnya yang terbungkus selimut.
Dada Felicia berdegup kencang. Pipinya memerah. Entah sejak kapan mereka tidur berhadapan. Perlahan Felicia melepaskan diri dari tangan tuan muda.
Masih jam empat pagi, buru-buru Felicia mandi dan tak lupa mengunci rapat pintu.
Masih dengan pakaian yang sama dia keluar dari kamar tuan muda perlahan. Sekarang jam setengah lima pagi, masih tidak ada orang dan bisa berganti pakaian di ruang laundry.
"Pagi sekali nona?" Suara bibi Ruth mengejutkannya.
"Ah iya bi." untung saja dia sudah selesai mengganti pakaian.
"Bi, bisakah kamar tamu di buka. Saya tidak merasa nyaman sekamar dengan nona Angela." pinta Felicia dengan perlahan.
"Tentu saja. Sampai kapan Ratu kegelapan itu disini?"
"Eh, ratu kegelapan?"
"Iya itu Angela, ratu kegelapan."
"Aku tidak tahu. Tapi mengapa ratu kegelapan?"
"Dia penyebab tuan muda cacat dan selalu mengganggu tuan muda belum lagi sikap dia yang sombong."
"Ah iya." Felicia teringat cerita mereka bagaimana tuan muda ditendang kuda karena menolong nona Angela.
"Tidak ada yang suka dia disini." Bibi Ruth masih cemberut.
"Tapi dia kan tunangan tuan muda."
"Tunangan yang dipaksakan. Lihat tingkah dia seperti penguasa ketika tuan muda sehat, begitu cacat bushhh lenyap."
Felicia hanya diam merasa kasihan dengan tuan muda.
"Ayo bibi kita siapkan makan pagi." ajak Felicia mengalihkan perhatian bibi Ruth.
********
Pagi ini Angela menikmati makan pagi dengan tuan muda Georges.
"Tidur nyenyak semalam?" tanya Angela sambil memainkan gelas minumannya.
"Heeh." jawab tuan muda singkat.
"Semalam aku tidur sendiri. Entah dimana Felicia tidur. Dia tampaknya tidak suka tidur denganku." ucap Angela.
"Hmmh." Tuan muda hanya menggumam.
Dia teringat semalam bagaimana tubuh telanjang Felicia terpampang nyata di hadapannya. Wajahnya memerah.
"Wajahmu merah kenapa, kau sakit?" tanya Angela yang melihat perubahan wajah tuan muda.
"Ah tidak. Hanya cuaca saja yang panas." sanggah tuan muda dengan cepat.
"Eh?" Angela bingung karena pagi ini udara sangat sejuk. Apalagi mansion ini ada diatas bukit.
"Selesaikan makanmu. Aku akan ke perkebunan dulu." tuan muda Georges bangun mengambil tongkat dan meninggalkan Angela sendiri.
****************
Di dapur.
"Nona Felicia dimana kamu tidur semalam?" tanya Lyla tiba-tiba.
"Di kamar seperti biasanya." jawab Felicia dengan cepat.
"Masa sih? Aku dengar nona Angela bilang dia tidur sendiri." selidik Lyla.
"Ah itu.. aku, tidur di sofa. Iya di sofa." jawab Felicia dengan cepat.
"Ooo... gitu. Kenapa kamu gugup?" tanya Lyla lagi.
"Ah tidak apa-apa. Aku takut ketahuan tuan muda saja." Felicia menemukan alasan.
Lyla hanya mengangguk-angguk meninggalkan Felicia yang gugup.
************
Setelah sarapan Angela mengajak Felicia untuk menemaninya berenang.
Felicia yang tidak bisa berenang hanya menemani dan melihat kepiawaian nona Angela sambil mengagumi tubuh tinggi, putih, sintal di hadapannya.
"Aku ingin berteman denganmu." kata nona Angela tiba-tiba yang membuatnya heran.
"Aku bisa membantumu untuk menghentikan Georges mengirimmu kembali kemanapun kau berasal." sambung Angela lagi. Felicia masih kebingungan dengan maksud nona tersebut.
"Iya. Kau suka kan tinggal disini. Dan aku rasa semua juga menyukaimu." kata Angela lagi.
"Benarkah nona mau membantu saya?" tanyanya heran.
"Tentu. Asal kau memenuhi syaratku."
****************
Persyaratan nona Angela bukanlah hal yang sulit. Dia hanya ingin Felicia selalu ada didekat tuan muda dan mengawasinya. Tapi yang sulit membuat tuan muda jatuh cinta padanya. Bagaimana mungkin?
Bersekutu dengan nona Angela membuatnya seakan menghianati kebaikan tuan muda. Apa yang ada dipikiran nona Angela hingga dia berbuat seperti itu. Padahal tuan muda adalah tunangannya.
Saat ini Felicia tidak dapat menghindar dari paksaan nona Angela untuk makan malam bersama, hanya mereka bertiga.
Dia merasa kikuk berada ditengah-tengah kedua orang tersebut. Cara mereka bersikap sangat jauh berbeda dengan dirinya. Mereka tampak begitu anggun dan berkelas. Sedangkan dirinya tampak seperti kanak-kanak.
"Felicia minumlah ini." Angela memberinya segelas anggur merah.
"Terimakasih." Felicia meneguknya dan terbatuk. Uhuk! Uhuk! Uhuk!
"Apa ini nona?" rasa alkohol yang membakar kerongkongannya membuatnya tersedak. Ini pertama kali dirinya menikmati minuman beralkohol.
"Ini bagus untuk menghangatkan tubuh."
"Maaf nona, saya tidak bisa." tolak Felicia halus.
"Minumlah sedikit-sedikit sampai habis." paksa Angela.
"Tapi nona..."
"Cobalah. Lihat aku dan juga Georges menikmatinya. Kau tidak ingin menjadi satu-satunya orang yang berbeda bukan?"
"Sudah biarkan. Kau tidak perlu memaksanya Angela. Tidak perlu menghabiskan bila kau tidak bisa." kata tuan Georges sambil menyesap anggur merah di gelasnya.
Felicia ragu. Tapi dia memutuskan mencobanya lagi. Dia ingin menjadi dewasa seperti mereka. Satu gelas habis dia tegak. Rasa hangat mulai menjalar di tubuhnya.
Dengan tersenyum simpul Angela mengambil gelas kosong Felicia dan Georges kemudian menuju ke meja bar. Tanpa sepengetahuan mereka berdua dia meneteskan sesuatu kedalam gelas dan mencampurnya dengan anggur merah dan memberikannya kembali kepada mereka.
Sepintas tuan muda merasa heran dengan tingkah Angela yang tidak membawa botol wine tersebut di meja makan melainkan tetap di meja bar.
"Mari kita bersulang. Untuk Cinta dan persahabatan." Angela mengagkat gelasnya dan disambut oleh tuan muda dan Felicia. Ting!
"Ayo bersulang lagi. Untuk Felicia cantik yang ada ditengah kita." Angela kembali mengajak bersulang. Ting!
"Untuk kesuksesanmu Georges." Ting!
"Ayo bersulang lagi. Untuk Angela dan kebebasannya." Ting.
Angela terus menerus mengajak bersulang hingga wine yang ada ditangan habis di tegak.
"Nona, tuan saya permisi dulu." pamit Felicia yang merasa pusing setelah menghabiskan anggur merah kedua.
"Kau mau kemana?" tanya Angela.
"Saya akan ke kamar dulu. Saya merasa pusing dan panas."
"Ayo aku antarkan. Kau tunggu disini Georges. Awas kalau kau pergi."
Angela membawa Felicia masuk ke kamar membantu gadis itu untuk buang air kecil juga mengganti pakaian kemudian membaringkannya di kasur. Setelah itu ia bergegas kembali kepada Georges yang tampaknya mulai kepanasan juga.
"Georges aku sudah lelah. Kau juga tampaknya sudah lelah. Beristirahatlah." ucap Angela dengan lembut.
"Baiklah." Georges hanya pasrah dituntun oleh Angela menuju kamarnya.
"Good night Georges. Beristirahatlah." Angela mencium pipi tuan muda dan mengusap dadanya perlahan. Kemudian, ceklek! Pintu kamar dia kunci dari luar.
Di luar Angela tersenyum puas. Rencananya berhasil. Jalan menuju kebebasan mulai terpampang.
"Hahahaha. Sekarang aku akan terbebas dari pertunangan ini. Siapa mau menikahi pria cacat sepertimu. Aku terlalu berharga untuk pria seperti itu."
Sementara di dalam kamar.
Dada tuan muda Georges makin terasa sesak. Rasa panas didalam tubuhnya mulai membakar. Dihadapannya tampak pemandangan yang membangkitakan gairah. Seorang wanita cantik dengan pakaian minim tampak meliuk- liuk menggoda.
Dia terpana dan tanpa sadar satu tangannya sudah melepaskan kancing-kancing kemeja yang dia pakai.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Tapi langsung ambyar ketika relate sama makanan Thor .ini Eropa apa asia?😁