NovelToon NovelToon
Pengorbanan Nayara

Pengorbanan Nayara

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Angst / Tamat
Popularitas:118.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Lalalati

Novel ketiga🍂

Akhirnya Nayara siuman setelah ia mengalami koma pasca melahirkan. Sebagai suami, Deon tentu merasa sangat lega dan bahagia, istri tercintanya telah sadarkan diri dan bisa kembali bertemu dengannya dan juga putranya yang baru saja lahir.

Namun bagi Nayara terbangun dari koma, seperti kembali menghadapi mimpi buruk. Meskipun ia sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan buah hatinya, tapi ia harus kembali menerima kenyataan bahwa ia terpaksa menerima kakak tirinya sendiri sebagai suaminya dan memutuskan hubungannya bersama Giandra, pria yang dicintainya sekaligus ayah kandung dari putra yang baru dilahirkannya.

Giandra dikenal sebagai satu-satunya atlet Basket yang dimiliki Indonesia yang berhasil tembus bermain di NBA dan dikontrak oleh klub ternama.

Siapakah Giandra di masa lalu? Akankah Giandra mengetahui tentang putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Kencan

Saat mobil mazda hatchback 3 berwarna merah itu menepi segera saja aku masuk ke kursi penumpang.

"Yang, kamu kayak copet mau beraksi aja?" celetuk Gian saat aku memasang seatbeltku.

Ia pasti keheranan melihatku menggunakan hoodie berwarna hitam, kacamata hitam, masker, dan topi baseball.

"Udah kamu gak usah banyak komentar. Cepet berangkat," ucapku sambil celingukan.

Gian pun mulai melajukan mobilnya. "Kamu nyantai kali, Yang. Udah buka masker sama kacamatanya."

"Enggak. Aku gak bakal buka. Kalau ada orang yang kenal sama kita gimana?" ujarku waspada.

Gian menghela nafasnya. "Kamu tenang aja kita bakal main ke tempat yang jauh, kok. Aku yakin gak ada yang kenal sama kita."

Tak lama mobil Gian memasuki jalan tol. Cukup lama kami berada di jalan tol hingga akhirnya setelah sekitar 3 jam perjalanan kami sampai di sebuah tempat wisata.

"Ini taman bunganya?" tanyaku saat melihat sebuah gerbang yang dihiasi bunga-bunga bermekaran.

"Iya. Semoga aja bener bagus. Review dari orang-orang sih bagus." Gian melihat ke arah plang kebun bunga itu. "Tapi kamu lepas kacamata kamu dan masker kamu, juga hoodie kamu. Gak akan ada yang kita kenal, Yang."

"Tapi kalau tiba-tiba ketemu seseorang gimana?" tanyaku masih dalam keadaan panik.

"Gak akan, Yang. Aku jamin. 'kan sengaja aku nyari tempat yang jauh buat kita ngedate." Gian meyakinkanku. "Ya udah kamu pake topi tapi jangan pake kacamata sama maskernya. Kita bukan artis kali, Yang. Gak banyak orang yang kenal sama kita."

"Iya juga sih," gumamku. Aku pun melepas kacamata dan maskerku saat Gian keluar dari mobil dan membukakan pintu untukku.

Ia mengulurkan tangannya. "Yuk."

Aku menatapnya sesaat dan tersenyum tipis. Kemudian kusambut tangan Gian dan keluar dari mobil. Satu tangan Gian yang lain melindungi kepalaku agar tidak terantuk pada atap mobil.

Tanpa sadar aku terus menatapnya. Aku kembali terpesona padanya. Gian selalu saja melakukan perhatian-perhatian sederhana yang mampu membuatku merasa jadi seorang perempuan yang paling berharga di dunia.

"Kenapa?" tanya Gian heran karena aku terus menatapnya.

Aku menggeleng. Ia pun tersenyum seraya membetulkan letak topi baseball ku.

Kemudian Gian menggenggam tanganku lagi dan membawaku masuk ke taman bunga itu.

Aku cukup tercengang melihat betapa luasnya taman bunga itu. Di sana-sini terdapat berbagai macam bunga yang sedang bermekaran, mulai dari bunga matahari, bunga mawar dengan berbagai warna, bunga krisan, dan lain-lain.

Benar-benar memanjakan mata.

Hari itu Gian selalu tersenyum. Berbeda sekali dengan dirinya yang biasanya selalu menampakkan wajah dingin pada siapa pun. Membuatku keheranan sendiri, ini betul Gian yang sering disebut 'cowok kulkas' oleh teman-temannya atau bukan.

Sambil berjalan-jalan ia terus menggenggam tanganku. Kadang ia merangkulku, mengecup pelan punggung tanganku, membetulkan tali sepatuku yang terlepas, dan memberikanku minum setelah aku terlihat lelah.

Kami juga sempat mengambil foto. Gian memintaku untuk berdiri di dekat bunga matahari. Sebetulnya aku tidak terlalu suka berfoto tapi karena hari ini adalah kencan pertamaku dengan Gian, aku tidak mau mengecewakannya yang terlihat begitu bersemangat.

Aku juga mengambil fotonya di dekat taman bunga mawar merah yang sedang bermekaran. Tak lupa kami juga mengambil foto bersama-sama.

Hari ini kami benar-benar melupakan status kami. Saat ini kami hanya sepasang kekasih yang saling mencintai.

Kencan ini juga membuat aku melupakan satu hal yang sangat-sangat menggangguku sejak kepulanganku dari Jakarta minggu lalu, yaitu kejadian saat Kak Deon menamparku minggu lalu.

Sampai sekarang, aku masih marah padanya. Aku masih belum bisa menerima sikapnya yang begitu merendahkan aku, menamparku dan mengatakan hal-hal yang menyakitiku.

Setelah kejadian itu sikapnya juga berubah. Seketika rasa hormatku hilang terhadapnya. Sejak aku kembali ke Bandung, setiap hari ia selalu mengirim pesan atau meneleponku. Pada intinya, ia meminta maaf padaku.

Tapi saat aku hanya membacanya dan tidak membalas, ia akan mulai memarahiku.

Sungguh membuat kesal. Tapi sampai hari ini aku belum membalas pesan-pesannya atau pun telepon dari kakak sambungku itu.

"Yang, kita istirahat dulu yuk," ajak Gian saat kita melewati banyak kedai makanan di dalam taman bunga itu.

"Boleh," ujarku.

"Kamu lapar gak?"

"Lumayan sih."

Kami pun memesan makan siang dan menempati salah satu meja yang menghadap ke taman bunga.

"Kenapa sih liatin?" tanyaku saat sejak kami duduk di sini, Gian tidak mengalihkan pandangannya dariku.

"Aku seneng banget." Gian meraih pipiku dan membelainya, "Masih gak nyangka aja kita lagi ngedate. Biasanya aku cuma ngehalu aja bisa ngedate sama kamu. Biasanya aku cuma lihatin kamu dari jauh kalau di sekolah, atau lihatin rumah kamu aja. Sekarang aku bisa lihatin kamu dari jarak sedekat ini," Gian meraih tanganku, "bahkan bisa megang tangan kamu kayak gini."

"Seneng banget ya emangnya?" tanyaku tersipu.

Gian mengangguk. "Emang kamu nggak?"

"Seneng banget aku juga," ucapku seraya menatapnya lekat.

"Seseneng apa?" tanyanya ingin tahu.

"Ya... Seneng banget aja."

Aku bingung menjawab apa, memang aku tak bisa menggambarkan rasa bahagiaku ini kepada Gian.

"Masa gitu sih ngomongnya. Bilang dong apa yang bikin kamu seneng. Jelasin gitu, Yang."

"Abisnya gimana ngomongnya? Aku emang gak bisa ngungkapinnya dengan kata-kata."

"Gak pake kata-kata juga boleh, kok. Pake yang lain aja jelasinnya."

Ku kerutkan dahiku, "Dasar ih kamu jangan macem-macem. Kita lagi di tempat banyak orang."

Gian terkekeh, "Iya deh."

Tiba-tiba wajah Gian berubah serius. "Oh iya, aku belum bilang ya sama kamu. Aku udah keterima di Universitas Z jurusan olahraga. Di pertandingan terakhir waktu itu official klub basket X dateng dan langsung rekrut aku. Ternyata dia dosen juga di Universitas Z. Jadi dia bilang bakal rekomendasiin aku. Dan kemarin itu aku dikabarin sama pihak sekolah, kalau aku udah diterima di sana," ujar Gian dengan mata yang berbinar.

"Serius? Aku ikut bahagia ya, akhirnya mimpi kamu udah bakal kesampean sebentar lagi. Selamat ya, Sayang." Saking gembiranya aku tanpa sadar mengatakan 'sayang' untuk pertama kalinya pada Gian.

Gian tertegun beberapa saat. "Sekali lagi, Yang."

"Apa yang sekali lagi?" Aku pura-pura tidak mengerti.

"Bilang sayangnya, " ucapnya sumringah.

"Ih serius.. Sayang," ujarku perlahan, membuat Gian merangkulku gemas.

"Jadi kamu udah yakin bakal ambil tawaran universitas Z?" tanyaku.

Gian terdiam sejenak. "Gak tahu. Aku belum terlalu yakin, sih. Karena sebenernya aku udah diterima juga di Universitas D."

"Universitas D?" Aku terdiam sejenak, lalu aku sedikit berteriak, "Universitas yang di Amerika itu?!"

1
justFlio
👍👍👍👍👍👍
lalalati: makasih bintang limanya kak😍
total 1 replies
Dedeh Dian
pokoknya AQ seneng banget ceritanya..bagus keren banget.. makasih author
lalalati: makasih banyak kakak bintang limanya 😍
total 1 replies
Dedeh Dian
wow ajaib cerita nya super keren... makasih author
Siti Nina
Slalu keren ceritanya sukses selalu buat kak lala 👍💪
Siti Nina
Si naya keras kepala banget sih jadi orang gedek banget 😏
Siti Nina
Good job gian 👍
Siti Nina
mewek aku bacanya 😭😭😭
Siti Nina
pen nonjok tuh muka si dion 👊
Siti Nina
wo'oo kamu ketauan lagi pacaran 😄
Siti Nina
Selalu oke ceritanya 👍👍👍
Atikah'na Anggit
Luar biasa
lalalati: makasih kak bintang limanya 🤩
total 1 replies
Nurina Ningrum
Lumayan
Nurina Ningrum
Kecewa
Nur Azizah
sikap nay sangat menyebalkan
Nur Azizah
segerakan di persatukannya andra bersama Gian dan ibunya kak author
kasihan andranyaa
Nur Azizah
sikapnya nayara jd nyebelin gitu si kak aithor sok jual mahal bngt ,,
Nur Azizah
iya karna ikatan bathin seorang anak dan ayah kandung pasti terasa
Nur Azizah
semoga kamu berjodoh sama Gian naraya agar merasakan kebahagiaan yg utuh atas pengorbananmu
Nur Azizah
pertemukan kembali Nayara sama gian dlm satu keluarga yg utuh kak author
Nur Azizah
maaf baru komen kak authorr saking asyik baca ceeitanya yg sngt bagus inii lanjutiinnn kakak autthoorrr
lalalati: makasih kak. jangan lupa like dan ulasannya ya kak. biar bintangnya naik 😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!