NovelToon NovelToon
Nafkah 1juta Untuk Setahun

Nafkah 1juta Untuk Setahun

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Poligami / Mafia / Chicklit
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: aqidatul izaz

Aina, istri dari Aji seorang pelaut yg beroperasi di perairan Srilangka terpaksa harus menelan kepahitan.

karena, sejak dua tahun pernikahannya dengan aji, dia harus menerima kenyataan jika aji memberikannya nafkah yang sangat tidak layak.

di tahun dua ribu satu sampai tahun dua ribu lima, aji hanya memberikannya nafkah sebesar tiga ratus ribu rupiah untuk setahun.

kemudian, di tahun dua ribu enam sampai dua ribu sepuluh, aji memberikannya nafkah sebesar lima ratus ribu untuk setahunnya.

dan mulai tahun dua ribu sebelas sampai dua ribu dua puluh dua, aji memberikannya nafkah untuknya dan untuk ketiga anak anaknya sebesar satu juta untuk setahun.

lalu, bagaimana caranya aina bertahan hidup sampai saat ini dengan nafkah yang tidak layak itu?

ikuti terus ceritanya ya guys, bantu suport terus cerita aku, dan bantu beri kritik dan sarannya agar cerita yg aku buat semakin menarik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aqidatul izaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 24

"Laki-laki kok lemah!!! " Sindirku.

Zain segera membuang pandangannya ke arah lain, mungkin dia takut luluh melihat tangisan sang pacar.

"Zain, ATM yang aku kasih buat beli kebutuhan konveksi mana? " Tanyaku, Zain seketika terkejut mendengar aku menanyakan perihal ATM.

"Emmm, kok kakak nanya ATM?" Alih alih menjawab pertanyaan dariku, Zain justru balik bertanya dengan raut khawatir.

"Iya, soalnya mulai sekarang aku yang mengurus keperluan konveksi itu. " Sahutku datar membuatnya kalang kabut, sebenarnya ada apa si?.

"Cepat berikan ATM itu! " Sentakku.

Zain segera merogoh dompetnya dan mengeluarkan ATM berwarna coklat itu dari dalam Dompetnya.

"Ini kak, " Ucapnya lirih sembari menyerah ATM tersebut.

Aku tersenyum puas saat menanggapinya, ku lirik mawar, dia terlihat tidak suka kala Zain memberikannya ATM itu padaku.

"Mulai sekarang kamu akan menerima gaji sebulan sekali, untuk segala keperluan konfeksi, biar aku yang urus. " Ucapku tegas membuat Zain menunduk pasrah.

"Aku mau cek saldo. " Ujarku sembari melangkah ke arah kasir, Zain segera mengejar langkahku dan mencekal lenganku erat, aku menoleh ke arahnya yang nampak pucat pasi seperti maling yang baru saja ketangkep.

"Lepasin! " Aku menyentak kasar tanganku hingga cekalan tangannya terlepas begitu saja, aku segera melanjutkan langkahku menuju kasir.

"Kak,,, " Suara Zain tertahan saat aku menoleh ke arahnya dan menatapnya tajam.

"Kak, aku mau cek saldo. " Ucapku pada penjaga kasir tersebut sembari menyerahkan ATM ku.

Dia segera menggesekkan kartu ATM yang aku berikan, dan memintaku mengetikkan password-nya.

Aku segera mengetik enam digit angka pada alat pengecekan saldo tersebut.

Setelah beberapa saat menunggu, keluarlah struk dari alat tersebut.

"Ini mbak, adminnya dua ribu saja. " Ujarnya sembari menyerahkan struk tersebut padaku.

"Ini mbak, makasih." Ucapku sembari menyerahkan uang dua ribuan.

Aku segera menarik tangan Zain ke tempat mawar yang tengah menatapnya frustasi.

"Baru saja kemarin aku transfer sepuluh juta, kenapa sudah berkurang tiga juta, padahal kamu belum beli apa apa? " Tanyaku sembari menatap Zain dengan tatapan tajam.

Seketika Zain gelapan, dia menatap mawar dengan tatapan memelas, sedangkan mawar yang di tatapnya justru hendak melangkah meninggalkan kami di sini.

Aku segera mencekal lengannya dengan kuat hingga dia meringis kesakitan.

"Cepat jawab Zain! " Sentakku.

"Emm, itu ,,, baru saja tadi pagi mawar minta uang buat beli make-up kak, " Sahut Zain tergagap sembari menundukkan kepalanya.

Aku menatap tajam mawar, lalu merampas tas selempang yang di bawanya.

"Kak, jangan main rebut, kembalikan. " Rengek mawar sembari berusaha meraih yas yang berada dalam genggamanku.

Aku segera menumpahkan seluruh isi tas mawar, beberapa lembar uang langsung jatuh berserakan ke lantai.

Mataku membulat sempurna kala melihat ATM yang aku berikan untuk Zain dua tahun yang lalu.

Melihat ATM jatuh dari tasnya, mawar buru buru hendak mengambilnya tapi kalah cepat dengan ku.

"Selain murahan, kamu juga matre ya! " Aku terkekeh sinis ke arahnya.

Wajah Mawar merah padam seketika, lantaran tidak Terima dengan yang aku ucapkan untuknya.

"Jaga mulutmu kak! Aku tidak seperti yang kamu tuduhkan. " Teriaknya tidak Terima.

"Bermesraan dengan masa lalu,

Dan memegang ATM yang bukan miliknya, apa itu namanya kalau bukan murahan dan juga matre?! " Tanyaku sinis membuatnya mengepalkan kedua tangannya.

"ATM itu Zain yang beri! " Sentaknya.

Aku menoleh ke arah Zain dan meraih dagunya dengan kasar.

"Benar begitu? " Tanyaku.

"Iya kak, karena Mawar bilang dia lagi kesusahan, dan butuh untuk kebutuhan keluarganya sehari hari. " Sahut Zain lesu.

Ya, aku harus memakluminya, karena seseorang kalau sudah bucin, semuanya akan di berikan.

"Ternyata benar ya, orang miskin kalau di kasih hati malah minta jantung! " Ucapku sinis, lalu berbalik dan menarik lengan Zain untuk keluar dari toko sepatu itu, tak lupa juga membawa beberapa uang yang berada dalam tas Mawar.

"Kak, kembalikan uang itu, aku mau membayar sepatu ini! " Teriaknya memanggilku.

"Kerja sana biar punya uang!! " Teriakku tak kalah keras ke arahnya, membuat beberapa pengunjung menoleh ke arahku lalu beralih ke arahnya.

"Cepat Zain! " Aku menarik kasar lengan Zain untuk menjauh dari kerumunan pengunjung toko.

"Lama banget si! " Gerutu mama saat aku baru saja sampai ke parkiran.

"Maaf ma, tadi ada masalah sedikit. " Sahutku sembari membuka pintu mobil lalu memasukinya.

Zain juga melakukan hal yang sama, bedanya, dia tampak begitu lesu saat ini.

Aku menyalakan mesin mobil dan segera melajukannya dengan kecepatan sedang.

"Kan udah aku bilang, jangan dekati dia! " Ucapku geram.

"Maaf kak, " Sahut Zain lirih.

Aku menghela nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.

"Mulai sekarang, fokuslah kerja, jangan mikir yang lain lain, apalagi soal pacar! " Tegasku.

"Iya kak, Zain janji. " Sahut Zain.

"Kalau sampai aku tau kamu begini lagi, aku akan mengeluarkan kamu dari konveksi yang kamu kelola saat ini, cari kerja sendiri di luar! " Ancamku membuatnya menunduk dalam.

"Iya kak, " Lirihnya terdengar pasrah.

Aku tak menanggapinya lagi, dan memilih kembali fokus ke jalanan agar cepat sampai di rumah.

Sebelum sampai ke rumah, tak lupa aku mampir ke warung nasi megono khas pekalongan.

Setelah mendapatkan dua porsi nasi megono dan empat biji tempe goreng sebagai pelengkap lauknya, aku segera melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumah.

****

Sesampainya di rumah

"Zain, tolong bawakan kapal itu! " Pintaku pada Zain agar membawa kapal satunya ke dalam rumah.

"Iya kak!" Sahutnya patuh sembari mengangkat kardus berisi kapal tersebut dan di bawanya ke dalam rumah.

"Mana makanan papa? " Todong papa.

"Nih, dua puluh ribu! " Sahutku sembari memberikan dua bungkus nasi dan juga gorengan ke arahnya.

"Ya di sini itu mahal semua pak, nggak kayak di tangerang yang uang satu juta bisa cukup untuk setahun. " Sahutku ketus membuat papa membuang pandangannya ke arah lain.

Sedetik kemudian papa segera merampas plastik berisi nasi untuknya lalu memberikan uang sesuai nominal yg aku tetapkan tadi.

Tanpa mengucapkan Terima kasih, dia segera berlalu ke kamarnya di belakang.

Aku tak lagi menghiraukannya, segera mengambil beberapa jajanan yang di belikan mama di dekat pasar tadi, lalu menyantapnya bersama Zain.

"Besok kita jadi liburan nggak kak? " Tanya Zain polos.

"Liburan, liburan, dan liburan, hanya itu yang ada dalam otakmu. " Sahutku kesal, membuatmu nyengir kuda.

____

Selesai menghabiskan jajanan, aku membuka data seluler ponselku yang sedari tadi aku non aktifkan.

"Ting..

Ting...

Ting..

(" Kamu memang keras kepala ya!, baru tadi siang ayah nasehatin kamu, tadi malah ketahuan ugal ugalan sama Zain juga. ")

(" Baru di tegur sama pak Adam, kamu langsung melesat, kayak setan nyetirnya. ")

(" Besok, biar ayah yang nyetir! ") .

Begitulah pesan dari ayah.

" Bapaknya nenek lampir mulai deh, " Gerutuku kesal bukan main.

"Hahahaha." Zain tergelak setelah melihat omelan ayah lewat chat.

("Maaf ayah, tadi Laura kesal sama mama, makannya ngebut ngebut,")

("Besok nggak akan begitu lagi kok,")

("Biar Laura yang nyetir sendiri yah, pliiiis.")

Aku segera membalas pesan ayah dengan kata kata memelas.

Ting..

("Boleh, asal GPS di aktifkan terus!") Balas ayah.

("Oke siap.") Balasku cepat, centang biru tapi tak kunjung mendapatkan balasan.

Akhirnya aku menonaktifkan kembali data seluler ponselku, lantaran aku hendak rebahan sebentar sebelum mandi nanti.

Sesampainya di ruang tengah, ku lihat Darren dan juga Sahim tengah terlelap di atas sofa tunggal.

Sedangkan kapal kapalnya di biarkan tergeletak di lantai dekat sofa tersebut.

"Ya Allah, tidur mulu kerjaannya." Gumamku sembari merebahkan tubuhku di atas kasur lantai yang terbentang di depan televisi.

"Capek mungkin," Sahut Zain.

1
M42H 1Q84L
lanjut thor...critany ok...klw up yg bnyk thor
scabious97
hai kak aku sudah mampir nih, cerita nya menarik kak, tetep semangat ya nulisnya 😊
Izaz Id: terimakasih udah mau mampir🥰
total 1 replies
Mahira
nama selalu huruf besar.
Izaz Id: ouh iya kak, nanti saya revisi lagi, terimakasih koreksinya 😍
total 1 replies
Mahira
kalau sahut, jgn titik kk. harus tanda ," . yang jangan di singkat
Izaz Id: ooh begitu ya kak, makasih kak koreksinya 😍
total 1 replies
"Assalamualaikum," ucap ...

"Masuk!" balas


jagan lupa koma sebelum di tutup petik 2

atau tnda seru setelah kta perintah
Sri Fauziahanwar
knp laura gak nikah aja sma laura...secara ayah juga baik dan mengayomi gak masalah dngn umur mah!
Sri Fauziahanwar: skrngkan lagi trend thorr...perempuan muda nikah sma yg sdh mateng...drpd ngambil laki orang wkwkwk...
total 2 replies
Syafa Aprilia
Seru banget ceritanya Thor
Syafa Aprilia
Ckkkk kata²nya di bintangi ya Thor🤭 sensor matiketu..🤣🤣🤣🤣
Syafa Aprilia: Biasa kalo di Manga mang bisa sembarang 😊
total 2 replies
Syafa Aprilia
Hai! Aku dah mampir ya!😊
Bagus ceritanya 👍☺️
Penulisannya juga rapi, jadi enak bacanya 😊
Ini sih kayaknya author dah pengalaman😂
Soalnya beda banget sama yang masih belajar😁😁🤭
Izaz Id: hahahahah ahsiaapp, Amiinn, makasih do'anya kak😁😁
total 4 replies
Sri Fauziahanwar
enak bngt laura punya ayah angkat yg super baik!!
Fetnayeti Winarko
lumayan
Izaz Id: terimakasih😍
total 1 replies
Sri Fauziahanwar
nikah sma sampah y jdiny punya anak sampah juga...berbeda sma laura...laura berkelas lahir dri seorang ibu yg mental baja dan terhormat bukan lahir dri pelakor wkkwkwk...
Izaz Id: heheheh makasih kak udah mau mampir🥰🥰🥰
total 1 replies
Devii Arga
hai kak
aku mampir nih
salam dari langit 😊
btw judulnya serem amat yak😂
1 juta utk setahun😂
Izaz Id: waduh😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!