🏆 JUARA KARYA KOOPERATIF LOMBA "MENGUBAH TAKDIR" SEASON 3 🏆
Daniel Hao, seorang sopir yang menyelamatkan Tuan Besar Jimmy Li saat terjadi pengeboman di pabriknya. Sebagai ucapan terima kasih Daniel dinikahkan dengan Sandra Li, gadis kesayangan dan kebanggaan dari keluarga besar Li.
Daniel dipandang rendah dan hina oleh keluarga Li lainnya. Bahkan disebut sebagai menantu sampah karena tidak berguna sama sekali keberadaan dia dia keluarga Li dan menjadi aib bagi mereka. Akan tetapi, mereka tidak bisa berbuat semena-mena kepadanya. Sebab laki-laki itu berada dalam perlindungan Tuan Besar Jimmy Li.
Suatu hari Daniel menemukan selembar kupon lotre di tong sampah, dengan nomor seri sama dengan tanggal ulang tahun ibunya. Ternyata kertas itu merupakan pemenang lotre dengan hadiah uang sebanyak 300 juta Yuan. Maka Daniel pun membeli banyak saham di beberapa perusahaan dan sebagiannya dipakai buka usaha bersama teman baiknya untuk membuktikan kalau dia pun bisa menjadi orang yang setara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Mencari Surat Kuasa
Bab 25
Damian dan Arthur memasuki ruang kerja yang dulu sering digunakan oleh Jimmy Li. Mereka ingin mencari surat kuasa yang pernah ditandatangani oleh ayah mereka.
"Di mana berkas itu disimpan," gumam Damian dengan kedua tangannya sibuk membuka laci-laci yang ada di meja kerja.
"Pengacara itu tidak menyimpan surat kuasa, jadi kemungkinan besar masih ada di rumah ini," ucap Arthur.
Daniel yang berhasil menyusup lewat jalan rahasia untuk keluar masuk ke ruangan itu. Di koridor ada sebuah patung Dewi, jika itu digeser maka ada ada lubang masuk ke ruang di balik dindingnya. Dia dulu diberi tahu oleh Jimmy Li saat mereka sedang membahas perusahaan dan Daniam tiba-tiba pulang ke rumah. Saat itulah Jimmy menyuruh Daniel untuk pergi dari ruangan ini lewat lubang dinding.
'Kenapa mereka mencari surat kuasa? Bukannya surat itu dipegang oleh pengacara, Tuan Leon, dan aku?' batin Daniel.
Kedua laki-laki itu masih berkutat mencari dokumen yang akan membawa perubahan pada masa depan mereka. Apalagi Arthur yang tidak akan berdiam karena mendapat harta warisan yang banyak sepeninggal Jimmy Li.
"Bagaimana, apa ketemu?" tanya Arthur.
"Di sini juga tidak ada," jawab Damian dengan sedikit kesal karena sejak semalam mereka mencari surat kuasa itu.
Arthur dan Damian ingin mengubah surat wasiat milik Jimmy Li, setelah tahu isinya. Kemarin kedua orang itu mendatangi pengacara keluarga yang bekerja untuk ayah mereka. Pengacara itu mengatakan isi surat wasiat sama dengan isi surat kuasa saat ini. Tentu saja keduanya merasa keberatan, karena perusahaan sekarang berada di bawah pimpinan Leon dan pemegang saham tertinggi adalah Sarah yang berada dalam kuasa Daniel.
"Apa Kak Leon yang menyembunyikan surat itu?" tanya Arthur.
"Iya, mungkin saja. Tapi, di mana dia menyimpan berkas-berkas penting miliknya?" tanya Damian membalas ucapan saudaranya.
"Kalau sudah surat wasiat dibacakan akan sulit bagi kita untuk mendapatkan harta keluarga Li. Lagian kenapa ayah membeda-bedakan kita dengan Kak Leon. Bukannya kita ini adalah anaknya juga," racau Damian yang mulai kesal.
Daniel masih bersembunyi di balik patung yang dekat dinding. Dia merekam perbuatan kakak beradik itu, dia berpikir hal ini akan berguna suatu hari nanti.
Saat Arthur menarik sebuah map berisi berkas milik Jimmy Li, dengan tangan bergetar dia melihat hasil tes DNA miliknya juga milik Damian dan Leon. Kertas itu sudah terlihat menguning dimakan usia. Sekilas itu terlihat berkas tidak penting karena berada di tumpukan berkas-berkas lain, tetapi bagi Arthur dan Damian itu merupakan separuh nyawanya.
Mereka berdua bisa menduduki jabatan sebagai anggota elit Black Eyes, karena mereka merupakan anak pengusaha besar, mapan, dan memiliki pengaruh di masyarakat juga negara.
Damian dan Arthur memanfaatkan nama marga Li saat bekerja sama dengan banyak perusahaan yang berada dibawah kekuasaan Black Eyes. Orang-orang itu tidak peduli dengan yang lainnya yang penting mereka me dapatkan keuntungan yang banyak.
Mata Daniel terbelalak saat tiba-tiba saja Nathan menelepon dirinya. Dengan cepat dia mematikan panggilan itu. Meski suara yang itu langsung terdengar oleh beberapa orang.
"Suara apa itu?" tanya Arthur dengan siap siaga. Dia sampai lupa meletakan kembali berkas tadi dan kini tergeletak begitu saja di atas meja kerja.
Damian melihat ke arah sumber suara yang berasa di sekitar Patung Dewa. Langkahnya bergerak menuju tempat persembunyian Daniel dengan satu tangannya memegang pistol.
***