Usia 17 tahun dihadapkan dengan masalah pernikahan yang dilandaskan perjodohan. Sebuah pernikahan rahasia. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia?
///
Ternyata calon suamiku merupakan pria yang menyaksikanku diputuskan pacarku saat memergokinya selingkuh.
///
Di sisi lain pria itu terpaksa menggantikan sang kakak untuk menerima perjodohan demi mendapatkan kebebasan. Dan ternyata sahabatmu menyukai instrimu. Apa yang harus dilakukan? Mendukung? Mencegah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rtgnda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Sava mematung mendengar Al memujinya cantik. Ia teringat kata-kata sahabatnya semalam. Ia lalu menggelengkan kepalanya menepis pikirannya itu.
"Tadinya aku kesal dengan acara keluargamu itu mengganggu janji kita, tapi sekarang aku bersyukur karena dapat melihatmu berdandan seperti ini. Mungkin gak akan ada kesempatan lain. Tidak sia-sia aku menunggu berjam-jam", lanjut Al.
"Jangan menggodaku lagi. Jadi kita mau ngapain sekarang di mall ini? Kamu tau Al kita buang-buang uang saja ke mall", jelas Sava.
Al tersenyum, baru kali ini ia menemukan wanita tidak senang dibawa ke mall.
"Aku sengaja membawamu ke mari. Kamu itu terlalu sibuk bekerja. Jadi aku ingin membawamu jalan-jalan dan hmm makan", ucap Al.
Sava menarik lengan Al lalu berkata, "Kita bisa makan di tempat lain Al. Ayo kita pergi dari sini".
Al menahan Sava dan mendudukkannya ke bangku sampingnya.
"Aku mau kasih tahu kamu kalau aku sudah dapat pekerjaan. Jadi hari ini semua aku yang bayar. Aku gak mau kamu menolaknya. Kamu tahu aku sangat berterimakasih padamu. Kamu menyelamatkan nyawaku, kamu bahkan mengurusku saat aku tidak tahu apa-apa tentang dunia ini. Banyak hal yang kamu ajarkan padaku", jelas Al.
"Kamu sudah mendapat pekerjaan? Sungguh? Aku ikut senang mendengarnya. Tapi kamu gak perlu melakukan ini. Mending uangnya kamu simpan untuk keperluan lain", jawab Sava.
Al menggeleng kepalanya lalu berkata, "Sekarang kita makan. Kamu mau pesan makan apa?".
"Aku sudah makan tadi. Aku minum saja", jawab Sava.
Sava dan Al menghabiskan waktu di mall sampai jam 10 malam.
///
Saat makan malam dengan keluarganya, Fariz terus menatap layar ponselnya yang sengaja ia letaknya di samping piringnya. Saat pesan masuk dengan sigap Fariz meraih ponsel itu sampai sendok yang ia gunakan jatuh ke lantai.
Kekecewaan terlihat di wajah Fariz. Ternyata itu hanya pesan operator. Berhubung sendok yang ia gunakan jatuh ia memutuskan untuk tidak melanjutkan makan malamnya dan masuk ke kamar.
Ponselnya kembali berbunyi dan mendapat pesan grup "Pia Idaman😎"
Kenzie
"Huh chat terakhir gue cuma di read"
"Hiburlah daku wahai sahabat-sahabatku"
Shadiq
"Tidur lo"
"Besokkan ketemu di sekolah"
Kenzie
"Gue libur aja besok"
"Gak kuat gue dengar berita jadian mereka"
Shadiq
"Bilang aja malas sekolah"
Kenzie
"Fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan"
Fariz meletakkan ponselnya ke atas nakas samping tempat tidurnya. Jam menunjukkan hampir pukul 10 malam. Ia menarik selimut dan memejamkan matanya.
///
Sava tiba di rumahnya. Di sambut dengan tatapan tajam mamanya.
"Dari mana saja kamu Sava? Mengapa kamu pergi dari acara tadi? Orang mama gak enak sama keluarga Fariz. Fariz juga terlihat kesal saat tau kamu pergi meninggalkan acara", ucap mamanya.
"Hah? Dia datang? Apa dia mencariku? Tapi biarkan saja. Akhirnya aku bisa membalasnya juga hahaha. Rasain", batinnya.
"Sava, dapat dari mana barang-barang itu? Apa kamu punya pacar? Ingatlah nak kamu akan menikah 2 minggu lagi. Putuskan pria itu dan jadilah istri yang baik", lanjut sang ibu.
"Sava tadi bosan di sana jadi pergi menyusul teman Sava di mall dan bermain di arena bermain. Ini semua hadiah Sava menangin. Bukan dari pacar Sava. Oiya Sava gak punya pacar ya ma. Mama jangan asal menuduh Sava", jelas Sava kesal.
"Syukurlah kalau begitu. Sekarang pergi bersihkan tubuhmu lalu istirahat", ucap mamanya.
mudhn ceritanya masih lanjut,semangat ya buat author nya💪💪💪
giliran faris udah bucin sava malah nyebelin