NovelToon NovelToon
Treasure Hunter Kebangkitan Menantu Sampah

Treasure Hunter Kebangkitan Menantu Sampah

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Anak Lelaki/Pria Miskin / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pinocchio

Mervin Brooks adalah seorang pria miskin. Dia bekerja sebagai seorang loper koran. Namun ia menjadi menantu dari keluarga terpandang, Eric Floyd.

Karena miskin pria itu dipandang rendah, di hina juga dicaci maki oleh mertuanya serta lingkungan sekitar.

Hidupnya berubah setelah mendapatkan warisan jam tangan kuno dari kakeknya yang meninggal yang ternyata merupakan alat yang dapat membuatnya kembali ke masa lampau.
Dengan jam kuno itu ia masuk ke masa lalu dan menemukan banyak barang berharga.

Mervin menyukai sejarah dan literasi kuno lainnya sehingga dia memutuskan untuk menjadi Treasure Hunter dengan menjelajah ke masa lalu untuk mencari harta karun yang bisa membuatnya menjadi kaya. Ia pun
membuktikan kebangkitannya pada mertua juga dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pinocchio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 25 Perampokan

“Aku ingin lihat yang ini, Tuan Mervin. Boleh?” Tunjuk seorang pria pada sebuah etalase.

“Tentu.” Mervin mengeluarkan benda antik yang ditunjuk oleh calon pembeli.

Setelah kejadian beberapa waktu yang lalu, Mervin melakukan diskusi dengan Gwen. Jika ia tetap menaruh semua benda antiknya di rumah mertuanya pasti akan banyak pengunjung berdatangan ke sana. Plus itu akan membawa masalah lagi bagi Mervin.

Mereka kemudian memutuskan untuk membuka toko sendiri, daripada menyewa sebuah tempat. Mervin membeli sebuah toko yang berlokasi di dekat rumah Kakek Ethan, itu dimaksudkan untuk memudahkannya menyimpan barang.

“Berapa harga telur naga emas ini, Tuan?” tanya pembeli. Mervin menyebutkan harganya, namun pembeli itu menawarnya.

“Apa tidak boleh harganya sekian saja?”

Mervin diam dan memikirkannya ulang akan melepasnya atau tidak. Mengingat mencari barang antik itu cukup sulit dengan bahaya yang mengintai kapan saja, ia benar-benar mempertimbangkannya sekali lagi.

“Berikan saja, barang kita masih banyak, harganya juga sudah oke,” bisik Gwen lirih.

Gwen ada di sana dan ikut membantu Mervin menunggu toko.

“Baiklah, Tuan.” Akhirnya Mervin melepas barang itu juga karena Gwen.

Sampai sore barulah Mervin menutup tokonya. Tokonya itu dilengkapi dengan kunci pengaman ganda, yang tidak bisa dibuka dengan mudah. Hal itu untuk menyiasati aksi pencuri atau perampok yang ingin menggasak barangnya.

“Ayo kita pulang,” ajak Mervin, setelah mengunci toko.

“CCTV itu aktif tidak?” tanya Gwen, menunjuk kamera di depan toko.

Selain dilengkapi kunci pengaman ganda, toko Mervin juga dilengkapi kamera CCTV. Tak hanya ada satu kamera di sana tapi ada 5 kamera yang dipasang mengelilingi toko.

“Aktif,” sahut Mervin, sudah mengecek kamera tersebut dari layar ponselnya.

Kamera itu di setting terhubung dengan ponsel, jadi jika ada sesuatu yang terjadi secara otomatis notifikasi akan muncul pada ponsel.

Di saat kedua orang itu sudah pergi dari toko dari kejauhan terlihat sepasang mata mengawasi tokoh tersebut.

“Sekarang saat yang aman untuk beraksi,” seringai seorang pria.

Pria itu kemudian keluar dari persembunyian tapi dia menuju ke belakang toko.

Tak! Dia melihat ada kamera CCTV di sana dan menghancurkannya semua dengan cepat.

“Hanya CCTV murahan begini, kecil untukku,” decihnya, meremehkan.

Pria botak dan berotot itu kemudian langsung menuju ke pintu dan membukanya.

“Oh, tak ada alarm di sini, mudah sekali.” Lagi-lagi ia tersenyum lebar.

Pria itu berhasil membuka kunci pertama. Kemudian lanjut membuka kunci kedua.

Krak! Pintu terbuka setelah kunci kedua berhasil dibobol.

Wow! Mata pencuri itu seketika berkilat saat melihat kilauan barang antik di etalase.

“Semuanya akan jadi milikku, mudah sekali masuk ke toko ini,” gumamnya, penuh kemenangan.

Prang! Bahkan dengan sekali pukulan saja etalase yang terbuat dari kaca itu pecah. Hancur berkeping-keping.

Pencuri itu melihat sekali lagi semua barang antik berharga Wah itu sebelum membawanya keluar dari sana.

Kring! Di tengah jalan, ponsel Mervin berdering nyaring.

“Ponselmu berdering,” tunjuk Gwen.

Mervin sebenarnya panik karena itu bukan dering telepon biasa melainkan dering alarm jika sesuatu terjadi pada tokonya, sengaja ia menyeting sedemikian rupa nada dering tersebut menyerupai dengan nada panggilan masuk, untuk menyamarkannya.

Ada yang membobol toko.

Perhatiannya lalu beralih pada Gwen. Jika ia memberitahukan padanya sudah pasti wanitanya itu akan panik, dan tentu saja akan menambah masalah lagi baginya.

“Kenapa tidak di angkat?” tanya Gwen.

“Ini telepon penting. Kau pulang lah dulu, aku akan menyusul.”

Selepas bicara demikian, Mervin turun dari mobil. Ia menyerahkan kunci mobil pada Gwen.

“Cepat pulang. Jangan keluar rumah sebelum aku sampai,” ucapnya, tampak serius.

“Itu telepon dari siapa?”

Mervin tidak menjawab, malah langsung pergi meninggalkan Gwen dengan cepat.

Kenapa Mervin serius begitu, apakah terjadi sesuatu?

Gwen seketika panik meskipun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun mendengar perintah Mervin juga melihat raut muka serius lelakinya begitu, dia langsung menginjak gas dengan kencang, menuju ke rumah.

***

Mervin tiba di depan tokonya. Benar saja tokonya sudah tidak karuan. Semua kamera CCTV rusak. Bahkan kunci pengaman ganda pun ikut rusak.

“Siapa yang berani main-main denganku?!” pekiknya, geram. Tangannya terkepal sempurna dengan sorot mata penuh amarah, masuk ke toko.

Ada seorang pria asing tak dikenalnya sudah mengeluarkan semua barang antiknya dari etalase yang sudah pecah.

“Kembalikan itu padaku!” hardiknya, langsung.

“Oh, ternyata cepat juga kau tanggap dan langsung kemari, ck,” decaknya mencebik, juga merendahkan.

“Turunkan atau kau tak akan selamat keluar dari sini!”

“Coba saja ambil jika bisa.” Pencuri itu malah meledek Mervin. Dalam hati ia senang sudah berhasil memancing emosi Mervin.

Namun ternyata dugaannya salah. Mervin tampak tenang, dan menunggu serangan.

“Bilang saja kau takut!” Pencuri itu pun tak segan-segan mulai menyerang Mervin.

1
heirs
tinggalin si anderson di sana, jgn ajak kembali.. and mc di beri kekuatan juga dong thor..
pencari harta karun kan memang harus kuat dan punya bekel bela diri..
heirs
😱🤭🤔😱🤭🤔
heirs
diuh kembali ke rumah susah amat yaa..
heirs
ketemu emak si telor 😱😱
heirs
guobloookkkk… kunci rumah kok ga di copot siyyy.. ceroboh sekali😱🤭😠
gudlak888
cerita apa ini.. ah..
Anggun Harmayati Lubis
🤗.terima.kasi
Nadja 🎀
thor, ada kabar baik.. novelmu jadikan buku lemari cek sana gih
Nadja 🎀: ada kok chat aku ya !
total 3 replies
nacl di Goodnovel
yakan dari iseng iseng mengikuti arus ternyata berkah juga ya
Pinocchio
Makasii kak... Dah bnyk comment di sini. Novel ini kayanya ga akan q lanjut
heirs: semangat dong author..💐💪🏇🏻
total 8 replies
nacl di Goodnovel
Merv sini gue kasih tahu ya. harusnya itu anaconda jangan dibunuhhh 😣
masukan ke dalam karung mayan buat bikin kejutan Kakek Eric 😈😈😈
nacl di Goodnovel
boa gitu ya thor🐍
bayangin lidahnya serem banget dah 😌
nacl di Goodnovel
beruntung bisa ke masa lalu 😎
nacl di Goodnovel
gak usah bingung
buat aku aja
kakek Eric jangan dikasih biar aja dia cari sendiri
nacl di Goodnovel
heh om Eric kalau engga mau jangan dibuang apalagi itu bibir jahat sekali
aku rela bawa kantong kresek buat tempat uang, sini dah Merv buat aku aja
Pinocchio
Apa cerita ini di end paksa saja ya... Krn sepi skr
Pinocchio
Mau intip dulu...
nacl di Goodnovel
gucci apa itu? 🙄
nacl di Goodnovel
ngopi ya thor biar makin semangat 😉💪
Pinocchio: Makasii kk
total 1 replies
Pinocchio
Tok! Tok! Tok!
Dimana yang lainnya, kog sepi kembali ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!