NovelToon NovelToon
Penjara Cinta Sang Badboy

Penjara Cinta Sang Badboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Persahabatan / Romansa / Slice of Life
Popularitas:38.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rini IR

Enigma, yang berarti teka-teki, atau keadaan yang membingungkan.

Enigma, adalah kata yang tepat untuk menjelaskan kondisi Shiren saat ini.

Enigma, sedang dihadapi Shiren dalam wujud Bryan Norm Cakrawala-Pacarnya. Mereka sudah berpacaran selama dua tahun.

Semenjak naik ke kelas tiga, Bryan yang mulanya ramah, hangat, dan penuh perhatian. Mendadak berubah menjadi kasar dan dingin. Bryan dengan segala kesibukannya, sering sekali lupa bahwa dia punya Shiren untuk diperhatikan.

Shiren lelah dengan segala tingkahnya, dia ingin mengakhiri saja hubungan itu. Tapi Bryan selalu menolaknya. Bryan tidak memperhatikannya, juga tidak melepaskanya. Shiren terpenjara dalam sikapnya Bryan.

Akankah hubungan keduanya bertahan sampai pelaminan, bahkan sampai maut memisahkan? Apalagi dengan wanita yang kian banyak mendekati Bryan? Ataukah akhirnya Bryan akan melepaskan Shiren? Apa alasan kuat mengapa Bryan berubah?

Peringatan : "Cerita ini murni hanya cerita imajinasi author semata."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia itu sama aja

"Dih, apaan sih lo, baru datang, ganggu orang, berisik, sok tau masa depan. Lo siapa bilang hubungan Shi sama Bry gak panjang?! Mereka bakal langgeng sampai akhir hayat tau!"

Bukan Shiren, bukan Bryan, dan jelas bukan Nanta yang tidak ingin turun tangan. Ini adalah perkataan Alma, meskipun dia sering ribut dengan Bryan, tapi dia mendukung keras hubungan keduanya. Dengarlah suara dukungan dari Alma kecil kita.

Galaksi mengalihkan pandangannya agak ke bawah, pasalnya gadis yang baru menyanggah perkataanmya sangat pendek.

"Lha? Lo sendiri siapa? Sok tau masa depan? Kali aja yang gue bilang bener kan?"

"Galaksi!" Shiren memekik, dia sangat tidak suka ada yang kasar dengan Alma-nya.

"Sorry, bukan maksud gue gitu. Gue cuma bilang aja, rumornya kan kalian gak damai." Galaksi mengangkat kedua tangannya santai tanpa merasa bersalah.

Shiren semakin menajamkan pandangannya pada cowok itu.

"Udah Shi, pulang aja ayo. Toh gue juga udah selesai main buat hari ini." Bryan menarik tangan Shiren segera menjauh. Dia tidak ingin ada keributan di sekolah lain, bukan karna dia malu, takut ataupum segan. Dia hanya tidak ingin Shiren-nya terkena masalah, jadi bahan gosipan yang buruk. Tidak apa-apa jika yang dianggap buruk adalah Bryan, asal jangan Shiren.

"Tau tuh! Ayo Shi pulang, gak kenal siapa datang-datang buat rusuh! Hu!" Alma juga menggandeng tangan Shiren.

Galaksi menghentikan tangan Bryan, bukan tangan Shiren. Dia membisikkan sesuatu di telinga Bryan. "Berarti rumornya bener ya?" Cowok itu menerbitkan senyuman tipisnya, dan hanya Bryan yang bisa melihat itu. Bahkan Shiren juga tidak sadar.

"Kalo itu bener, bukan rumor lagi, tapi namanya udah jadi berita. Bedakan gitu doang gak tau, duta cerdas cermat apaan." Jawab cowok tampan yang satu ini. Bryan sama sekali tidak gentar dan gemetar apalagi takut pada bisikan cowok yang selalu bersaing dengannya.

Dia menepis tangan Galaksi dan melanjutkan jalannya. Setelah Bryan dan Shiren menjauh, semuanya kembali normal, tidak ada pandangan yang tersisa untuk Galaksi, tapi masih ada yang berbisik-bisik.

Raut wajah Galaksi sudah sangat kesal, dia tidak ingin berbicara dengan siapapun. Dia benci suasana hatinya yang panas bagai bara api yang membara.

"Njir, licik banget mereka. Giliran udah selesai buat keributan, ninggalin gue sendirian dengan makanan yang belum dibayar. Awas aja!"

Nanta masih diam ditempatnya, dia sudah bodoamat dengan masalah Shiren dan Bryan beserta Galaksi sekarang. Dia hanya kesal, marah, dan ingin menepuk jidat ketiga umat yang makan bersamanya tapi pergi tanpa membayar makanannya.

"Gue lagi gue lagi, kesel juga lama-lama."

Nanta segera bangkit berdiri, dia pergi membayar makanan yang dia dan teman-temannya habiskan.

-

-

-

Shiren, Bryan, dan Alma sudah berada di parkiran sekolah, tepatnya di sebelah mobil Bryan. Tapi ada yang aneh, sedari tadi Alma selalu tersenyum manis, kebahagiaan mungkin tengah mendarat di hatinya.

"Agak sakit ya sekarang Al?" Shiren mengernyit menatap sahabatnya ini.

"Gak gitu, untung ada keributan, gue bisa makan gratisan. Yang bayar totalnya pasti Nanta." Jawaban Alma sanggup membuat Shiren semakin heran.

Dia saja ingin mengganti uang makan, tapi sahabatnya malah kegirangan menyiksa orang?

"Bukannya bokap lo Pengusaha parfum ternama ya? Regata Tara kan? Kaya loh bokap lo. Kok anaknya melarat sih?" Bryan juga ikut tak habis pikir.

"Yang kaya kan bokap gue, gue mah numpang nama doang. Lagipula, kalian gak tau ya? Kalau makanan gratis itu, enaknya berkali lipat. Dan--"

Cup!

Alma masih menjelaskan betapa nikmatnya berkah makanan gratis, namun dari sebelahnya sudah ada cowok yang menempelkan bibirnya di pipi mungil Alma kita.

"Woy apa sih?!" Alma mendorong wajah cowok itu menjauh, dia sudah menajamkan matanya dan ingin menampar sang oknum pencium.

"Apanya yang apa?! Itu bayaran makanan tadi." Nanta yang sudah kesal sejak tadi merasa puas dengan bekas air yang dia tinggalkan di pipi Alma.

"Ish apasih! Lebay amat! Makanan doang juga! Lo kira makanan itu lebih berharga dari pipi cakep gue apa!!" Alma mengusap kasar pipinya, "Uerghhh, najisss, please deh, sabun doang gak cukup. Gue harus ke tempat nenek gue nih, mandi tujuh sumur, dengan kembang tujuh rupa."

"Lha bodoamat! Gue gak-pe-du-li." Nanta juga sama sekali tidak merasa bersalah.

Kali ini gantian, Shiren dan Bryan yang menatap kedua sahabat mereka itu dengan datar.

"Pulang yok sayang, atau mau makan dulu?" Bryan merangkul Shiren, dia membukakan pintu mobilnya untuk sang kekasih.

"Pulang aja, cape mau tidur."

"Oke."

Bryan ingin memasang sabuk pengaman Shiren, namun Shiren sudah memakainya lebih dulu.

"Gue punya tangan, jadi bisa make sendiri."

"Ck! Kok gue kesel ya?"

Mobil mereka berjalan keluar dari gerbang meninggalkan Nanta dan Alma yang sibuk berdebat sendiri.

"Shi, hubungan lo sama Galaksi apa? Kenapa dia sebegitu penasarannya sama hubungan kita?"

Bryan tidak tahan, setelah mendengar perkataan ambigu Galaksi yang seolah mengajaknya perang terang-terangan. Dan niat yang dia rasakan dari Galaksi untuk merenggut kekasihnya. Mana bisa Bryan diam saja, saat dia sadar sirine peringatan telah berbunyi, pertanda ada pengacau baru dalam hubungan mereka.

"Temen sih, dia kan adiknya rekan Kak Arfen. Ada apa?"

Shiren tau Galaksi menyukainya, tapi kenapa Shiren berkata begitu?

Ya temen, semoga dengan ini gak ada keributan. Dan Galaksi aman dari Bryan.

Shiren sengaja ingin menyembunyikan kelakuaan Galaksi yang menggodanya dan selalu merengek untuk menjadikannya kekasih. Bukan karna Shiren suka bermain dengan dua pria. Dia hanya ingin Galaksi aman dari cengkraman Bryan. Bryan sang berandal jalanan, tentu Shiren tau separah apa kekasihnya, dan se-ekstrem apa dia saat Shiren merasakan berada di tengah tawuran.

Shiren hanya takut, Galaksi menjadi bulan-bulanan Bryan.

"Temen ya? Sip."

"Gue gak boleh temenan sama dia?" Shiren melirik Bryan yang seri wajahnya sudah hilang, dia tampak sedikit pundung.

Bryan seketika menerbitkan senyumannya. "Boleh, asal itu cuma te-me-nan doang, gak apa-apa."

"Emang cuma temen kok!" Shiren mencoba meyakinkan Bryan lagi. Karna kelihatannya Bryan tidak percaya, lagipula selama ini Shiren memang menggap Galaksi hanya temen kan?

"Iya sayang iya."

"Lo sendiri kenal Galaksi dari mana? Akrab sama dia karna sering tanding futsal bareng?" Shiren cukup penasaran, pasalnya hubungam yang kekasihnya milikki dengan Galaksi, bukan hubungan biasa. Ada yang aneh dan menarik untuk di ulik.

"Sering tanding futsal sih, sering main basket juga. Tapi lebih sering ketemu anak itu pas tawuran, balapan liar, dan ribut di jalanan."

"Apa? Apa maksudnya? Maksudnya Galaksi juga berandal gila yang suka buat keributan?!"

1
Inna Sholikah
Kakak plissss ini lanjutannya mana atau pindah di aplikasi mana ???
Mei Meisin
bagussss,t o p,,,tinggal up nya doang di lanjut,jangan mandek Thor.👍
Andi Asrah
up dong jangan di gantung gitu ceritanya
Rahmawaty❣️
Yahhh digantungg ceritanya🥲
Rahmawaty❣️
Gw curiga ni , jangan² kurir itu si bryan
Rahmawaty❣️
Haha kacian dehhh abang gal gal😂😂
Rahmawaty❣️
Yah mundur alon alon deh
~SiTa~
knp gk lanjut lg?
miyura
penasaran othor semangat othor..
Myra Myra
sape ae
miyura
semangat othor lanjut..
miyura
jangan2 itu kurir si bryan .. bener gak othor..
🌻Villya Raa🌻
Bryan 🤭
🌻Villya Raa🌻
Next Thor
Tihat Septian
maksih thor semngt trs y
miyura
lanjut othor semangat..
Tihat Septian
maksh udh up...semngt trs y thor
miyura
ditunggu lanjutannya..
miyura
semangat othor..
🌻Villya Raa🌻
Next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!