Azura seorang gadis cantik yang hidup dalam sangkaan buruk semua keluarganya kurang lebih 13tahun. Ia di sangka telah membunuh mamanya rasa sakit yang ia alami kerap membuat nya salah dalam mengambil tindakan.
Semua rasa sakit dan kekecewaan hampir semuanya ia alami, namun di sisi itu dia di temani oleh seorang pria yang senantiasa bersabar dalam memberikannya arahan.
Cinta pertamanya yang entah akan berakhir seperti apa kisah mereka, akankah hidup Azura berakhir dengan bahagia dan berdamai dengan keluarganya? Atau justru malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Jalan-jalan bersama Rayyen
"Wahhh,kalo gini tiap hari kan asik, bisa couple sama sepupu cantik spek bidadari hutan" ucap Rayyen yang mendapat getokan di kepalanya oleh Azura.
"Jaga jarak sana,dari tadi mepet-mepet terus kek jalannya kecil aja" ucap Azura dengan kesal sebab sedari tadi Rayyen terus mepet-mepet kan dirinya ke arah Azura.
"Nga,kalo kita jauhhan nanti di sangka lagi marahan" ucap Rayyen sambil merangkul pundak Azura.
"Siapa juga orang aneh yang ikut mencampuri urusan orang lain,gada kerjaan" ucap Azura sambil melepaskan rangkulan Rayyen.
"Uhh,susah banget sih nyari kesempatan dalam kesempitan itu" batin Rayyen.
"Sayang aku tau kalo kamu lagi marah,tapi jangan kaya gini donk aku kan udah minta maaf. Aku janji lain kali ga bakalan sibuk terus sama kerjaan" ucap Rayyen sedikit keras yang mana hampir semua pengunjung melihat ke arah Azura dan Rayyen yang memakai baju couple.
Azura menghentikan langkahnya dengan tersenyum kesal lalu berbalik melihat ke arah Rayyen yang pura-pura memang wajah menyesal, Azura berjalan ke arah Rayyen dengan tersenyum tipis.
"Kena kamu heheh,yuhuuu maa anak tampanmu akan di peluk cewek cantik" batin Rayyen dengan percaya diri.
"Iya selain sibuk sama kerjaan kamu juga sibuk sama yang lain. Masih untung aku tidak mempermasalahkan nya, eh tapi sekarang kamu malah bilang seolah-olah aku lah yang mudah emosian,plak" ucap Azura sambil menampar pipi Rayyen, setelah itu Azura pergi dari hadapan Rayyen.
"Emang yah ucapan laki-laki itu ga bisa di percaya,mulai sekarang kita putus,aku bakalan bilang sama mama papa buat batalin acara pertunangan kita" ucap Azura dengan ekspresi marah.
"Kamu kira aku cewek yang mudah di mainin apa" batin Azura.
"Wahh, kasihan banget yah mba nya,udah di selingkuhhin tambah di salahhin lagi" ucap seorang wanita yang ada di sana.
"Iya mana udah mau tunangan lagi" ucap seorang teman wanita tadi.
"Dasar tidak tau diri banget itu cowok"
"Ckk,aku do'a in si cowok nya menyesal seumur hidup"
"Sudahlah ayo bubar,dari sini kita dapat mengambil pelajarannya percuma cantik kalo ga pinter,apalagi ga pinter cara mainin balik cowo"
Para pengunjung pun bubar, sedangkan Rayyen berlari mengejar Azura yang akan keluar dari pintu mol.
"Si**an niat hati mau cari untung eh malah buntung" batin Rayyen dengan kesal.
"Azura, tungguin aku donk" ucap Rayyen yang sudah berada di samping Azura.
"Kamu siapa?" Tanya Azura dengan pura-pura tidak tahu.
"Calon masa depan kamu" ucap Rayyen sambil menggandeng tangan Azura, Azura melepaskan gandengan tangan Rayyen dengan sedikit kasar.
"Minimal ngaca!" ucap Azura dengan acuh.
"Ya ampun, gini banget punya sepupu, rasanya pen aku tampol tapi nga berani" batin Rayyen.
"Aku yang bawa motornya" ucap Azura setelah mereka sampai di parkiran.
"Yaudah nih" ucap Rayyen sambil memberikan kunci motornya.
"Heheh, gapapa kesempatan yang tadi buntung sekarang waktunya untung" batin Rayyen dengan licik.
Azura sedang fokus memarkirkan motor dan menyalakannya jadi Azura tidak mengetahui niat busuk Rayyen.
"Buruan naik,kalo lama Azura tingaliin juga kamu"
"Bentar, lagian kan ini juga motor aku. Masa pemiliknya ditinggal peminjamnya jalan,nga adil banget" ucap Rayyen sambil menaiki motornya.
"Ngapain pegang-pegang" ucap Azura ngegas karena Rayyen melingkarkan tangannya ke perut Azura.
"Takut jatuh" ucap Rayyen dengan manja.
"Jatuh juga ke bawah bukan ke atas, lepasin nga,kalo ga mau Azura teriak kamu cabul" ucap Azura dengan kesal.
Rayyen pun melepaskan pegangannya dengan cemberut, tapi beberapa saat kemudian Rayyen mulai melingkarkan kembali tangannya ke perut Azura setelah Azura menjalankan motornya.
"Kecepatannya sedang jadi lepasin pegangannya" ucap Azura sedik keras agar terdengar oleh Rayyen.
"Nga mau, Rayyen takut jatuh, apalagi sekarang Rayyen udah jatuh hati sama kamu" ucap Rayyen.
Azura membulatkan matanya bukan karena mendengar ucapan Rayyen tetapi karena Rayyen memeluknya sedikit erat dengan kepalanya yang menyandar ke punggung dekat leher Azura.
"Udah nyampe,lepas dan turun sana" ucap Azura yang sudah sampai di taman,taman yang di penuhi dengan pedagang kecil-kecilan yang masih menggunakan gerobak.
"Iya-iya sabar kenapa sih"ucap Rayyen sambil turun dengan terpaksa.
"Mau beli apa?" tanya Rayyen setelah Azura berada di sampingnya.
"Mau sosis bakar, cilok, siomay, telor gulung, kebab, ice cream, es cincau, es cendol dan yang terakhir baso isi daging ayam" jawab Azura dengan semangat.
"Banyak banget" ucap Rayyen dengan tak percaya.
"Iya lah"
"Tau aja kamu cara habisin duit orang"
"Tau lah,kapan lagi porotin duit orang" ucap Azura sambil berjalan ke arah tukang sosis bakar yang tak jauh dari tempatnya.
"Mang, mau dua porsi ya. Yang satunya banyakin saos nya yang satunya ga usah pake" ucap Azura.
"Siap di tunggu ya neng" ucap pa penjual dengan tersenyum.
"Iya, Rayyen sini duduk dulu" ucap Azura sambil memanggil Rayyen yang beberapa langkah berada di depannya.
"Eum di mana?" Tanya Rayyen.
"Di sini lah" ucap Azura sambil menunjuk ke arah bangku yang terbuat dari kayu.
"Tap-" ucapan Rayyen terpotong saat Azura membawanya untuk duduk.
"Ini neng pesanan nya" ucap pa penjual dengan memberikan sosis bakar kepada Azura.
"Iya" ucap Azura.
"Nih,makan" ucap Azura sambil menyodorkan sosis bakar yang tidak pakai saos kepada Rayyen, Rayyen menerimanya dengan ragu namun setelah itu ia memakannya.
"Sosis bang" ucap Azura basa-basi saat melihat beberapa pemuda yang ikut duduk di bangku yang sama dengan Azura.
"Iya teh, mangga" ucap seorang pemuda saat mendengar Azura yang menawarinya sosis sebelum makan.
"Nga teh,nga beli juga udah punya dari lahir malahan" timpal teman pemuda yang menjawab pertanyaan Azura tadi.
"Kamu, mulutnya minta di hajar yah" ucap pemuda tadi sambil menjitak kepala temannya.
"Hehe bercanda" ucap temannya.
"Pacarnya teh?" Tanya pemuda tadi saat melihat Rayyen yang berada di depan Azura.
"Bukan" jawab Azura yang membuat Rayyen mencebikan mulutnya.
"Jawab pacar aja kenapa sih, susah banget" batin Rayyen.
"Ouh,kirain pacaran. Pakaian couple begitu soalnya" ucap pemuda tadi dengan tersenyum.
"Pake pakaian couplelan bukan berarti pacaran bang, aku aja yang couplelan satu sekolah ga punya pacar" ucap Azura dengan tersenyum tipis,yang mana membuat pemuda tadi mengangguk lehernya yang tidak gatal.
Rayyen melihat ke arah Azura dan pemuda tadi yang asik berbicara dengan kesal, Rayyen memakan sosis bakar nya dengan kesal.
Azura melihat ke arah Rayyen yang sedang kesal, Azura mengambil tisu lalu mengelap ujung bibir Rayyen yang terdapat mayonaise.
"Pelan-pelan makanya,nanti keselek lagi" ucap Azura yang membuat Rayyen tersipu malu oleh tindakan Azura.
"Bilangnya bukan pacar,tapi tindakannya kaya ke pacar" ucap teman pemuda tadi dengan memandang ke arah Azura dengan bingung.
"Kami permisi bang,udah selesai soalnya" ucap Azura dengan tersenyum tanpa membalas ucapan temen pemuda tadi.