Series Kedua
Sebelum membaca novel ini hendaknya terlebih dulu baca novel Terjerat Rasa.
Sebuah kisah cinta yang kembali terulang dalam ruang waktu dan jiwa yang berbeda, bertemu kembali merangkai kisah cinta dan mengarungi peliknya kehidupan.
Mutiara Mikha Aditama adalah gadis kalem nan cantik yang tangguh, ia jarang tersenyum karena badai kehidupan itu terlalu kuat mengepungnya.
Akankah ada seseorang yang mampu membebaskan Mutiara dari kepungan badai kehidupan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 - Status Buatan
Mutiara melangkah masuk kembali ke dalam tokonya setelah memastikan pelanggan spesialnya itu pergi membawa cake hasil karya seninya.
Bastian dan Alex melangkah menuju toko Super Cake, meskipun Bastian berjalan tanpa pengawal, tetap saja Ryan menyiapkan pengawal rahasia yang bertebaran dimanapun sang anak berada. Hal itu merupakan salah satu fasilitas Woong yang tidak boleh terlewatkan.
"Sepertinya ini moments yang paling cocok untuk menjalankan misi Papa!"
"Sob!" Bastian menarik bahu Alex.
"Iyah!"
"Sepertinya kamu lebih baik menunggu di mobil saja!"
"Kok gitu!"
"Aku enggak nyaman kalau kamu ada, yang pentingkan hasilnya!" ungkap Bastian.
"Hem, ok!" ucap Alex menerima permintaan Bastian.
Bastian masuk ke dalam toko secara tiba-tiba. Sementara Mutiara sedang sibuk kembali mencetak cake pesanan spesial yang lain bersama para stafnya dan tim kamera. Wanita itu sedikit tampak lelah dan lebih kurus.
"Nona!" panggil Tifani, lalu menyuruh Mutiara agar segera melihat ke arah pintu masuk.
Saat Mutiara menoleh, terlihat Bastian yang mengenakan pakaian santai sedang berdiri menyoroti suasana disana.
Mutiara tampak terkejut dan ia langsung bergegas membuka celemek serta sarung tangannya, lalu menghampiri Bastian yang sedang berdiri dan masih dalam pandangan menyoroti suasana toko Mutiara yang baru saja ia saksikan.
"Maaf Tuan, apa jadwal pertemuan kita dimajukan?" tanya sopan Mutiara yang sedikit canggung.
"Suasana disain toko kamu cukup buruk, harus banyak yang di rubah lagi!" komentar awal Bastian terhadap toko Mutiara.
"Maaf, memang begini adanya!" ucap gadis itu menunduk.
Bastian masih memperhatikan suasana Toko.
"Silahkan duduk Tuan!" ajak ramah Mutiara.
Demi misi membantu sang Ayah, Bastian mulai menjalankan rencananya sekaligus memenuhi keinginan Alex. Ia pun duduk di sofa minimalis, keduanya saling duduk berhadapan. Mutiara tampak begitu tegang, ia begitu bingung harus berbuat apa.
Rupanya tidak bisa dipungkiri, aroma cake yang baru masak berhasil mengguncang perut Bastian yang tiba-tiba ingin sekali memakannya.
Tanpa perintah, Tifani langsung saja bergerak cepat menyodorkan cake yang baru masak ke hadapan Bastian, serta satu botol minuman air mineral.
"Terima kasih Tifani!" bisik Mutiara.
"Aman, saya tau Nona, kamu pasti sangat gugup kan!" goda Tifani.
Mutiara mengangguk kecil, Tifani pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Bastian mulai memandangi cake kecil dalam taburan lelehan coklat hangat serta taburan kacang almond yang cukup menggugah selera bagi siapa saja yang memandangnya.
"Makan enggak yah, tapi sumpah, ini cukup menggoda!" gumam Bastian malu-malu kucing.
"Kerja sama ini, memaksa saya harus mencicipi rasa cake kamu, sekaligus melihat suasana toko super cake!" alasan Bastian padahal ia tampak selera mencicipi cake itu.
"Silahkan Tuan!" ucap bersemangat Mutiara dengan senyumannya yang manis.
Bastian langsung mencicipinya. Saat satu sendok itu berhasil mendarat di lidah Bastian.
"Nyeeeeeeesss... nyeeeeesss...Dueer💥!" kenikmatannya serasa meledak-ledak di mulut Bastian, Lidah pemuda itu langsung menari-nari minta lagi💃💃💃💃
"Coklatnya benar-benar enak!" gumam Bastian.
Jantung Mutiara begitu deg-degan dengan hasil penilaian Bastian yang baru itu mencicipi cake hasil buatannya.
"Ba...Bagaimana Tuan, a..apa rasanya begitu buruk menurut Tuan," tanya tegang Mutiara begitu fokus menatap Bastian.
"Tolong kamu jangan memandangi ku seperti itu, saya tidak nyaman!" ucap Bastian.
"Ouh Iyah!" Bastian tidak lagi mengambil satu sendok, namun langsung mengangkat cake plus tempat-tempatnya.
"Rasanya tidak terlalu buruk!" jawab Bastian, tidak terasa melahap habis ukuran cake yang kecil itu. Terlihat mulutnya sampai belepotan kecil.
"Saya sebenarnya kurang menyukai cake, namun ini karena masalah pekerjaan!" ucap gengsi Bastian yang sudah melahap habis cake itu.
"Saya mengerti Tuan!" jawab patuh Mutiara.
Suasana sempat hening. Bastian kembali bicara;
"Mutiara, ada banyak hal sistem kerja yang harus aku kerjakan kepadamu dan aku sampai bingung harus memulai darimana. selain kemampuan dan kualitas toko super Cake yang saat ini kamu miliki sebenarnya belum memenuhi standard kualifikasi perusahaan bahkan CV untuk bekerja dengan Woong. Namun, kedua orang tuaku sangat ingin bekerja sama denganmu sekaligus membantu Super Cake hingga berbentuk menjadi sebuah Perusahaan. Ini adalah tantangan besar yang harus aku jalankan. Aku tidak bisa jelaskan semuanya disini, karena ini terlalu banyak dan cukup rumit.
Bastian mengirim memo ringkas ke nomor WhatsApp Mutiara dan memerintahkan untuk segera membacanya.
Mutiara reflek membaca isi memo itu;
Kewajiban Langka awal tindakan Mutiara menuju kerja sama bersama Woong.
Bersedia meninggalkan keluarga demi woong dan tinggal beberapa bulan di rumah Bastian Enzo untuk mendukung support sistem super cake menuju Perusahaan.
Setelah membaca memo singkat itu, wajah Mutiara tampak bingung.
"Tapi aku benar-benar tidak bisa meninggalkan keluargaku, mereka sangat membutuhkan ku!"
"Membutuhkan mu dalam segi apa? uang, waktu, kebersamaan?"
"Ibuku seorang wanita yang mengalami gangguan kejiwaan, aku tidak mungkin meninggalkannya, opa sakit struk dan Oma juga sudah cukup tua!"
"Saya akan mengurus ibumu, mengirimkannya ke Singapura untuk menjalani pengobatan terbaik sampai semaksimal mungkin atau jika bisa sampai sembuh!
Opa dan Oma kamu sudah tua, tidak perlu menunggu mereka, saya akan menugaskan seseorang untuk mengurus mereka."
Mutiara langsung terdiam menatap Bastian
"Mengejar karir impian, bukanlah sebuah permainan. Jika kamu tidak serius segera putuskan hari ini! karena saya tidak suka mengerjakan sesuatu hal yang ujung-ujung akan menjadi sia-sia. Sekarang pilihan itu ada pada kamu. Kamu hanya menjalani proses belajar bukan melupakan keluargamu.
Mustahil jika kamu bisa berkembang dengan sisa-sisa waktumu yang ada!
Ini hanya sekedar informasi, lebih lengkapnya akan dijelaskan oleh Jin Hui."
"Jujur aku bahagia banget mendengar berita ini, tapi apa Oma bakalan setuju enggak yah!" batin Mutiara.
"Saya harus membicarakan ini kepada Oma, berikan waktu untuk saya berpikir!" pinta Mutiara.
"Tidak bisa, Kamu sudah berada di perempatan perjalanan, jika setuju katakan iya, jika menolak katakan tidak. Keputusan ini tidak bisa hasil dari buah pemikiran orang lain, semua harus ada pada kamu!" ucap tegas Bastian.
"Tapi...kesempatan hanya datang satu kali!" gumam Mutiara.
"Baiklah!" ucap pasrah gadis itu.
"Bismillah aja deh!" batinnya.
"Ok, next. Pekerjaan ini akan membuat kita cukup menghabiskan waktu bersama, akan banyak pertanyaan mengenai status hubungan kedekatan ini dan mengenai kamu yang tinggal di rumah ku, baik dari rekan bisnis lainnya, media, maupun kompetitor. Jika saya tidak bisa menjelaskan alasan yang logis maka mereka akan menjatuhkan mental kita dan aku khawatir kamu tidak siap.
Demi mengatasi hal itu, siapapun yang bertanya tentang status hubungan kita serta kedekatan karena sistem projects kerja ini, katakan saya jika kamu ada pacarku dan setiap makan malam yang kita jalankan bersama anggap itu merupakan kencan layaknya memang orang yang sedang berpacaran. Tapi kamu jangan baper dan berpikir, jika aku ini menyukai kamu, itu semua hanya trik untuk menangkis orang-orang kepo, iri yang berusaha untuk menjatuhkan kamu, karena Woong memberikan dukungan spesial terhadap super cake."
Mutiara sedikit kaget dan terkejut dengan perkataan Bastian.
"Status berpacaran ini adalah alasan paling logis diterima oleh akal mereka yang tentu mempertanyakan hubungan ini.
Saya sendiri sudah memiliki kekasih, jangan pernah usik masalah pribadiku, kau harus menyadari jika status ini hanya merupakan jalan aman untuk Woong membantu super cake menuju Perusahaan.
*
Tidak berapa lama terlihat Alex mendorong pintu kaca dan masuk melangkah menuju toko Super Cake milik Mutiara. Pria itu serasa berjamur di dalam mobil menunggu kedatangan Bastian.
ikut merasa senang dan gembira dengan akhir cerita yang berakhir bahagia, Farel pun akhirnya mnyadari kesalahannya serta mau meminta maaf.
Setiap kehidupan ada hal2 yang harus kita lalui baik ataupun buruk. terkadang kita menanyakan mengapa hal2 buruk harus menimpa diri kita..namun yakinlah setiap kejadian yg kita lalui adalah garis hidup yg harus kita lalui yang mngkin saja memberikan pelangi buat hidup kita kedepannya.
Begitu juga dengan kehidupan Mutiara..yg sedari kecil harus menderita, memiliki ibu yg gila dan ayah yg sudah tiada. Namun berkat doa, jerih payah, usaha, kepintaran dan hati yang tulus menerima semua kehidupannya dengan ikhlas dan sabar semuanya akhirnya berakhir bahagia dan indah untuknya
Tentunya banyak hal yg dapat kita petik dari novel ini seperti ttg kasih sayang seorang nenek dan Bunda Adinda kpd cucu dan anaknya. Serta ketulusan hati mutiara dalam mnjalani kehidupannya
Terima kasih Kak Mai atas novelnya..ditunggu utk novel berikutnya.
Tetap semangat, sehat selalu dan sukses utk karya2nya...🙏
ini adiknya Mutiara akan seumuran sama anaknya dong 🤭🤭🤭
semoga bs mngikuti jejak Bastian dan Mutiara 🤭🤭
jgn kalah lahh..coba dekatin Tiffani
itulah buah dari kedengkian dan keserakahanmu..
dan alhamdulillah semua happy ending dengan pasangan'y masing", trimakasih banyak buat ka'Sarah yang telah membuat karya luar biasa ini banyak hikma yang di petik dari kisah MH banyak pelajaran hidup terutama PERJUANGAN, SABAR juga Keikhlasan... jangan menyerah dengan ke ada'n di saat qita berasa dalam titik terendah selalu berserah diri dan berpasrah kepada Allah...
trimakasih banyak ka'sarah di tunggu lagi karya" hebat mu tetep semangat dan sehat selalu ya🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰