NovelToon NovelToon
CEO Galau Jatuh Cinta

CEO Galau Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:CEO / Romantis / Office Romance / Kehidupan di Kantor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:657.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: adhilla

Hai aku kembali, kali ini aku akan membawakan cerita Vino adik dari Vano.

Alexandro Marvino William, anak kecil yang dulunya sangat rusuh sekarang sudah berubah menjadi lelaki dewasa yang sangat tampan.

Vino merasakan apa itu yang namanya cinta, dia mencintai sahabatnya sendiri Lexa yang berprofesi sebagai sekertarisnya di perusahaan William Company yang saat ini dia pegang.

Tapi sayang seribu sayang, wanita yang dia cintai ternyata sudah menjalin hubungan dengan orang terdekatnya, yang tak lain adalah Lucas tanpa sepengetahuan Vino.

Hingga waktu dimana memberkati hari pernikahan mereka, Vino baru mengetahuinya, dan sudah bisa di pastikan bagiamana perasaan Vino saat itu.

Hancur, kecewa dan sakit hati menjadi satu.

Vino menjadi lelaki galau karena patah hati cintanya tak terbalaskan.

Tak cukup sampai di sana, ada sekertaris baru yang menggantikan Lexa, orang itu adalah Amoora Starla Argantara.

Akankah nanti akan ada rasa spesial diantara mereka berdua?

....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adhilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CGJC#25

"Maksud kamu?" tanya Amoora tidak mengerti.

"Udah nanti kamu juga akan tahu, ayo cepat kita naik." Vino masuk ke dalam lift dan menyuruh Amoora agar segera mengikutinya.

Amoora pun masuk ke dalam lift yang Vino masuki, dia baru menyadari kalau lift yang tengah dia naiki ini adalah lift khusus, yang hanya orang orang tertentu saja yang menaikinya.

Ditambah lagi dia melihat tangan Vino yang memencet lantai 30, di mana itu adalah tempat apartemen yang paling elite dan harganya bermiliar-miliar rupiah.

"Kita serius mau ke lantai 30?" tanya Amoora.

"Iya, emang kenapa?" balas Vino.

"Bukannya itu apartemennya hanya ada satu ya di sana, oh atau kamu mengenal pemiliknya ya?" tebak Amoora.

"Tidak juga, karena aku pemiliknya." balas Vino jujur.

"Hah, kamu serius?" tak percaya Amoora.

"Kenapa tidak, apartemen segitu saja bukan masalah kecil buat aku." balas Vino songgong.

Ah, apakah Amoora melupakan sesuatu, Vino itu anak dari pemilik perusahaan nomor satu di negara ini, bahkan cabangnya ada di mana mana. Lantas kenapa dia masih kaget saat mendengar kalau Vino yang mempunyai apartemen di lantai 30 itu, bukannya hal itu sudah biasa bagi orang sekaya Vino.

"Kamu tahu gedung apartemen ini?" tanya Vino.

"Iya aku tahu, dulu waktu aku kuliah aku sempat mencari tahu tentang apartemen ini dari internet buat tugas kuliah." jawab Amoora.

"Oooh."

Ting.

Pintu lift pun terbuka, Vino langsung keluar dari dalam lift dan di ikuti Amoora di belakangnya.

Vino memasukkan kode apartemennya dan setelah itu pintu apartemen pun terbuka.

"Pinnya tanggal lahirku, jadi nanti kamu harus menghafalkan tanggal lahirku." ucap Vino sambil masuk ke dalam apartemen miliknya.

Amoora yang tidak mengerti maksud Vino sedari tadi pun memutuskan untuk mengikuti Vino saja, nanti pasti juga akan di jelaskan sama Vino, yang penting dirinya menuruti perintah Vino untuk menghafalkan tanggal lahir Vino dan juga jalan tadi menuju apartemen ini.

Saat masuk ke dalam apartemen, Amoora langsung di suguhkan pemandangan interior apartemen yang sangat elegan, dengan di dominasi warna abu-abu dan putih membuat siapapun yang melihatnya pasti langsung tahu kalau pemiliknya adalah laki laki.

Entah Vino pergi ke mana setelah itu Amoora tidak peduli, dia masih sibuk melihat seluruh bagian apartemen yang menurutnya sangat mewah itu.

"Nih hadiah yang aku bilang," ucap Vino menyodorkan kunci mobil untuk Amoora.

"Untuk mobilnya ada di parkiran bawah." lanjut Vino.

Amoora masih terbengong, benarkah Vino memberikannya mobil? Mobil beneran loh ini, bukan mobil mobilan.

"Apakah kamu tidak mau?" tanya Vino karena Amoora tak kunjung mengambil kunci mobil yang dia berikan.

"Ini beneran?" tak percaya Amoora.

"Ya benerlah, lagian hadiah ini juga tidak seberapa dengan apa yang sudah kamu lakukan tadi." balas Vino.

"Udah ini ambil saja, gak usah merasa gak enak." lanjut Vino memaksa Amoora agar mau menerima pemberiannya.

"Terimakasih tuan, terimakasih." ucap terimakasih Amoora dengan tulus.

"Udah santai aja, lagian itu nanti juga biar kamu gak kerepotan mencari kendaraan buat ke sini tiap hari." balas Vino.

"Jadi yang jadi sopir anda itu beneran tuan?" tanya Amoora, Amoora kira tadi Vino cuma becanda.

"Ya iyalah, emang kamu kira aku bohong."

"Mulai besok kamu sudah mulai jadi sopir aku, jadi setiap pagi kamu harus datang ke sini jemput aku saat mau pergi ke kantor."

"Nanti kamu langsung masuk saja sesuai dengan pin yang aku bilang tadi." lanjut Vino menjelaskan.

"Siap tuan, saya janji besok akan berangkat pagi, dan akan menjadi sopir yang baik buat tuan." balas Amoora sambil menghormatkan tangannya pada Vino.

"Lebay deh kamu, udah gak usah bicara formal lagi kalau di luar jam kerja."

"Hehehe, habisnya saya senang tuan, kalau seperti ini terus uang saya akan cepat banyak." balas Amoora dengan raut wajah yang berseri-seri.

"Terimakasih ya tuan, anda sudah baik banget sama saya, saya doakan semoga tuan mendapatkan jodoh yang baik juga seperti tuan."

"Dan orang itu adalah saya." lanjut Amoora yang pastinya hanya dalam hati.

"Aamiin, semoga saja, tapi sepertinya tidak mungkin karena wanita itu sudah mau menjadi milikku orang lain." balas Vino.

Jleb.

Bagai di tusuk ribuan anak panah, hati Amoora rasanya sangat sakit. Belum juga dia mulai perjuangannya, ehh ini malah sudah di hadang oleh tembok raksasa yang begitu besar.

"Sudahlah, kamu pasti belum makan kan, ayo kita cari makan di bawah." ajak Vino dan mulai berjalan menuju pintu apartemennya.

"Huh." Amoora berjalan mengikuti Vino dengan semangat yang sudah menghilang.

"Ingat Amoora jangan pernah jatuh hati pada Vino, sebelum kamu semakin sakit hati." batin Amoora sambil berjalan di belakang Vino mengikuti Vino.

Mulai sekarang Amoora sudah bertekad tidak akan lagi baper atau pun terpesona dengan apapun yang Vino lakukan, mungkin nanti hanya sekedar kagum itu saja tidak boleh lebih.

Sampai di lantai bawah Vino langsung mengajak Amoora makan di cafe yang ada di lantai bawah gedung apartemen, selesai makan Amoora langsung pamit pulang dengan membawa mobil pemberian Vino.

"Alhamdulillah ya Allah akhirnya Amoora bisa menaiki mobil Amoora sendiri meskipun ini hasil pemberian orang, tapi ini sangat bermanfaat banget bagi Amoora nanti ya Allah." ucap syukur Amoora yang tak pernah bosan Amoora panjatkan karena betapa banyaknya pemberian Allah yang sudah Amoora terima.

...**...

Keesokan harinya, Amoora bersiap pagi pagi sekali dengan semangat 45 dia mulai mengendarai mobilnya pergi menuju apartemen Vino untuk menjemput Vino.

Bahkan Amoora sampai melupakan sarapannya karena saking excitednya Amoora mulai bekerja sebagai sopir pribadi Vino.

Sampai di parkiran apartemen Vino, Amoora langsung turun dari mobil dan berjalan masuk menuju apartemen Vino.

Sampai di depan apartemen Vino pun Amoora langsung memasukkan PIN yang di beritahukan Vino kemaren, saat pintu apartemen sudah terbuka, Amoora langsung berjalan memasuki apartemen Vino.

"Tuan Vino ayok kita berangkat." ucap Amoora memanggil Vino tapi tidak ada jawaban dari sang empunya apartemen.

"Tuan Vino, apakah anda sudah siap?" ucap Amoora lagi, dan masih sama tidak ada jawaban dari Vino.

"Ini tuan Vino kemana sih, kok gak nongol nongol?" tanya Amoora pada dirinya sendiri.

Amoora pun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar Vino, saat sudah sampai di depan kamar Vino Amoora menempelkan telinganya di daun pintu kamar Vino untuk mengecek apakah ada Vino di dalam.

"Kok sepintas ya, masak iya tuan Vino gak ada di sini?" gumam Amoora.

Amoora pun mencoba untuk menghubungi Vino, tapi tidak bisa karena handphone Vino tidak aktif.

"Apa aku buka saja ya pintu kamarnya, siapa tahukan kalau tuan Vino masih tidur di dalam." Dengan perlahan Amoora pun membuka pintu kamar Vino yang memang kebetulan tidak Vino kunci.

"Lexa kenapa kamu tinggalin aku, kenapa kamu lebih memilih dia dari pada aku."

Deg.

...***...

1
M Grace Gheda
semangat thor, masih penasaran dg cintanya daniel
Alyona Margaretha Alvina
lnjut dong thor,,makin seru ceritanya
M Grace Gheda
terimakasih thor sudah up 4 bab untuk hari ini.
masih sangat penasaran sampai mana kesabaran Devi😁😁
M Grace Gheda
pura-pura tidur setelah menghabiskan bubur 1 mangkok. daniel terlalu gengsi😁😂😂
Ruth Khoiriyah
dua2nya suka ngeyel
Ruth Khoiriyah
klo aku tak getok kepalsnya biar otaknya encer
Ruth Khoiriyah
rasain lo vino memang enak ditinggal,ini yg mbulet siapa ya
Ruth Khoiriyah
bodoh nya vino cinta sih cinta ,dah tau cewekbya dah jadi ustri orang kok masih dipikir
Alyona Margaretha Alvina
terlalu singkat kka episode nya
Nafisa Nov01
Luar biasa
Megaa Tobiing
kenapa si lamah2 kali up nya thor
Alyona Margaretha Alvina
huft up ceritanya kependekan
Heny Rahayu
gue bayanginya geli Thor /Facepalm/
megatobing
lanjut yhor
megatobing
lanjut thor
Asih Asih
Thor jngn di bikin meninggal viannya dong Thor kasihan vanonya,masa ngga punya anak,atau ngga bayi nya di slametin😭😭😭✌️✌️🙏🙏
mawar
kok di ulang lagi sih, gmna sih 😌😌
M Grace Gheda
saya kira uo terbaru thor, sudah semangat buka eh mala ulang upnya
Alyona Margaretha Alvina
kan ini udh di baca kok di ulang lagi,,lah percuma di up sampe sejauh itu klo di ulang
adhilla: nanti malam aku up yang baru, itu kemaren aku jadikan satu biar bab gak banyak"🙏
total 1 replies
Frisnand
kan lexa punya suami tinggal bilang SM Lucas klau istrinya dlm bahaya ngapain repot" cepat ngajak istrinya pulang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!