NovelToon NovelToon
My Husband is Billionaire

My Husband is Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:187.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sariah

Aleysia Aldertina, gadis yatim piatu berumur 18 tahun. Karena kondisi ekonomi dan dihianati oleh pacarnya ia terpaksa menikah dengan pria yang jauh lebih tua darinya, Bryan Dickinson pria berusia 32 tahun yang kaya raya namun berhati dingin dan arogan. Mampukah gadis itu bertahan dalam pernikahan tanpa cinta? Ataukah ia akan terjebak dalam kharisma pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Dokter tua itu menelan salivanya yang terasa pahit di dalam mulutnya. Rencananya untuk kabur

dari Bryan tak semudah pikirannya. Baru saja mendapat angin segar untuk segera

kabur ternyata ia malah dipanggil lagi oleh pria itu. Sungguh sial pikirnya.

“jika hubungan seksual itu dilakukan saat sedang masa subur kemungkinan besar akan terjadi

kemahilan. Tapi jika sebaliknya hubungan seksual terjadi diluar masa subur kemungkinan

terjadi kehamilan akan sangat kecil”

Bryan berpikir sejenak, masa subur? Ya tentu saja ia tahu tentang itu. Ia bahkan sering

menghindari hubungan sex dengan wanita yang ia kencani meski pria itu tak

pernah lupa untuk memakai pengaman setiap kali melakukan hubungan seksual. Tapi

sekarang? Ia bahkan tak tahu apa Aleysia sedang berada dalam masa subur atau

sebaliknya. Jika gadis itu sedang dalam masa subur maka itu akan sangat

menyusahkannya kelak. Ia tidak ingin memiliki keturunan apalagi membina

hubungan keluarga.

“berikan obat atau suntikan  apapun yang dapat

menggagalkan kehamilan. Aku tidak ingin gadis itu hamil.”

Dokter itu hampir melototkan matanya menatap Bryan yang sedang memberi instruksi penuh

ancaman.

“baiklah tuan”

“Apa kau yakinbisa memastikannya. Kau tahu apa yang akan terhadi dengan karirmu jika gadis

itu ternyata hamil dikemudian hari?”

Dokter itu meremas kemeja lagi yang sudah kusut dengan cengkraman kuat tangannya yang

bergetar.

“tentu, anda tidak perlu khawatir tuan. Semua akan sesuai dengan keinginan anda “. dokter

itu mencoba meyakinkan Bryan dengan penuh ketegasan. Karirnya selama puluhan

tahun bergantung dari upaya yang dilakukannya untuk gadis itu. Ia harus

memastikan Aleysia tidak akan hamil.

***

“Akh...”Aleysia meringis merasakan sedikit nyeri dibagian lengannya.

Entah suntikan apa lagi yang perawat itu suntikan di tubuhnya, dan hari ini ia sudah ketiga

kalinya ia menerima suntikan yang ia sendiri tidak tahu untuk apa fungsinya.

Yang jelas ia merasa sakit dibagian  bawah tubuhnya sudah mulai berkurang sekarang.

“suntikan apa ini?” Aleysia nyatanya tak mampu menahan diri untuk tidak bertanya. Rasa

keingin tahuannya yang tinggi akhirnya memicu semangatnya ingin tahu.

“ini suntikan kontrasepsi nona. Anda akan mendapatkan suntikan ini lagi untuk tiga bulan

kedepan”

Kontrasepsi? Bukankah itu suntikan yang dapat mencegah kehamilan? Kenapa ia harus

mendapatkan suntikan itu. Bukankah akan lebih efektif jika mengunakan pil

darurat yang juga dapat mencegah kehamilan. Lagi pula penggunaan kontasepsi

dengan suntikan tiga bulan akan lebih banyak memiliki efek samping. Selain itu,

rasanya sangat berlebihan jika  ia harus

menggunakannya.

Tidak, Aleysia menggeleng sejenak membuang pikirannya buruknya. Tidak mungkin bukan jika pria

itu menginginkan tubuhnya lagi. Aleysia masih merasa sangat trauma dengan apa

yang ia alami akibat tingkah gila Bryan yang membuatnya berakhir di ruang

operasi. Sungguh ia tidak mau mengalami hal serupa lagi.

“ kenapa aku...” Aleysia menghentikan ucapannya ketika terdengar decitan pintu yang

terbuka. Bersamaan dengan itu, perawat yang berada didepannya menunduk hormat setelah selesai

dengan kegiatannya lalu hilang dibalik pintu.

“Kau sudah bisa pulang sore nanti”

Bryan mengambil tempat duduk di kursi tempat Aleysia berbaring. Setelan kemeja abu tua dan jas

hitam yang terpasang rapi ditubuhnya membuat pria itu terlihat segar.

“Apa kau yang memerintahkan perawat memberi suntikan kontrasepsi padaku?”

Aleysia memicingkan matanya menatap Bryan yang duduk santai dengan sebuah Koran yang sedang dibacanya

“emm” Bryan mengangguk singkat dengan pandangannya yang masih terfokus pada Koran yang ia baca.

“untuk apa kontarsepsi itu? Kau tidak berpikir untuk meniduriku lagi bukan?”

Kali ini Bryan mau tak mau harus mengalihkan pandangannya pada Koran yang ia baca, mata

pria itu kini bertatapan langsung dengan Aleysia

“penggunaan alat kontrasepsi akan mencegah terjadinya kehamilan. Ku pikir itu akan sangat

efektif untukmu. Terkecuali jika kau memang menginginkan anak dariku?”

“jangan gila, aku tidak akan sudi mengandung anak darimu!”

“ lalu? Kenapa kau harus protes dengan suntikan kontrasepsi jika kau memang tidak bersedia

untuk mengandung anakku?”

“Kau tahu, kontasepsi yang disuntikan padaku adalah suntikan dengan dosis untuk tiga

bulan. Bukankah sudah cukup jika aku hanya mendapatkan suntikan untuk satu bulan

saja atau mungkin kontrasepsi darurat saja”

“Aku hanya meminimalisir kemungkinan untuk tiga bulan kedepan. Siapa tahu aku akan bernafsu

lagi padamu. Akan sangat merepotkan jika aku harus membawamu bolak-balik ke

rumah sakit hanya untuk memberikan suntikan pencegah hamil lagi”

“Apa…” Aleysia menganga memastikan pendeangarannya. Seperti dugaannya Pria ternyata

benar-benar memiliki niat terselebung dengan suntikan itu.

“Aku bahkan hampir mati menahan sakit karena perbuatanmu. Dan  kau berpikir untuk kembali melakukannya! Apa kau waras tuan Bryan?”

“ Aku akan melakukannya dengan lembut kali ini. Hingga kau berpikir untuk memintanya

kembali” Bryan mengedipkan sebelah matanya, berusaha menggoda Aleysia yang

semakin murka padanya.

“Beristirahatlah! sebelum keluar dari rumah sakit, akan ada perawat yang nanti akan membantumu

membersihkan diri” setelah menyelesaikan ucapannya Pria itu bangkit berdiri. Menarik

selimut yang Aleysia gunakan hingga menutupi leher gadis itu lalu berjalan

pergi.

***

Setelah beberapa perawat membantu Aleysia membersihkan diri dan berganti pakaian kini

gadis itu tengah duduk dikursi roda yang tengah didorong seorang perawat berpakaian

khas rumah sakit. Seperti janji Bryan, ia akan pulang sore ini. Tapi,  hingga ia hampir masuk ke dalam mobil pria itu

juga tak kelihatan batang hidungnya.

Aleysia meringis menahan dingin ketika hembusan angin menerpa kulitnya, gadis itu kemudian cepat-cepat

merapikan gaunnya yang berwarna merah muda dengan motif bunga-bunga itu ketika

tiupan angin juga hampir mengibarkan sebagian gaunnya.  Gadis itu memandang ke sekeliling sebelum

akhirnya sampai di depan mobil yang akan ia tumpangi.

“Tuan sedang ada urusan nona, saya akan mengantarkan anda untuk pulang kerumah” Supir itu

berdiri sedikit membungkuk lalu membukakan pintu mobil.

Aleysia menggaguk patuh. Dengan bantuan seorang perawat Aleysia kini sudah masuk ke dalam mobil

yang siap membawanya menuju Rumah.

BRAKKK suara decitan ban mobil yang direm mendadak membuat Aleysia hampir terpental ke

depan.

“Apa yang terjadi?” Aleysia bertanya kepada supir dengan cemas.

“Sepertinya saya telah menabrak seseorang nona” supir itu berbicara dengan gugup. Tangannya

yang gemetar langsung berkeringat dingin. Dengan cepat supir itu keluar dari

mobil, setengah berlari untuk melihat korban yang ditabraknya.

“Apa anda tidak apa-apa Tuan? Maafkan saya tuan!” Supir itu terlihat membantu berdiri

seorang pria yang menahan sakit pada kakinya

“Aku tidak apa-apa!, maafkan aku karena menyebrang dengan tidak hati-hati” Pria itu

berjalan dengan gontal sambil meringis menahan sakitnya

“Tunggu! kakimu terluka!” Aleysia yang ternyata sudah berdiri dibelakang supir mencegat tangan

pria itu yang hampir berjalan menjauh

Dengan refleks pria itu menoleh, menatap gadis muda itu dengan keterkejutan

“kakimu berdarah!, kau harus segera diobati” Aleysia menatap luka pria itu yang

mengeluarkan darah dengan cemas

“Tidak apa-apa ini hanya luka kecil nona. Kau tak perlu cemas” seperti dapat membaca

ekspresi Aleysia pria itu tersenyum ramah lalu kembali berniat melangkahkan

kakinya.

“Tunggu” pria itu kembali menoleh ketika lengannya ditarik setengah paksa oleh Aleysia.

“pakailah ini. Maafkan supirku yang tidak sengaja menabrakmu!” Aleysia menyematkan saputangan

dikaki pria itu yang terluka. Darah segar langsung saja merembes membasahi saputangan

putih itu. Harusnya pria itu  segera mendapat

perawatan dirumah sakit untuk mengobati lukanya. Tapi apa dayanya, ia bahkan

tak memiliki sepeser uangpun saat ini untuk menolongnya.

“te…terimaksih Nona. Siapa nama Anda?”

“namaku Aleysia”

***

Hai para

readers yang begitu lama menunggu novel ini Up lagi. Maafkan author yang

tiba-tiba hilang dan lama banget update. Sebenarnya author sempat berpikir

untuk berhenti menulis novel ini, karena susah banget membagi waktu antara

novel dan pekerjaan didunia nyata . Tapi karena banyak yang nagih kelanjutan novel ini akhirnya author

berusaha menulis lagi ( sudah lama gak nulis lupa ceritanya ). Semua karena kalian yang mendukung cerita ini. Terimakasih semoga author bisa segera menyelesaikan novel ini sampai chapter terakhir.

1
sisimi ati
lanjuut
Nindita Larasaty
Bnr" Aleysia lu istri gk tau diri udh di angkat derajat ya dri miskin smpai jdi istri orng kaya malah ngelunjak bngt. Udh gtu sok pecahin piring orng lg emng lu bsa ganti apa duit aja gk pnya sok" an pecahin piring
Nindita Larasaty
Eh Aleysia klau lu cerai sma Bryan lu gk pnya apa" sedangkan lu aja cwek miskin sma yatim piatu, emng siapa yg mw sma lu yg janda miskin? Apalagi prnh di khianati mntn pcr ya, jelas lah psti Aleysia itu jelek, gk tau diri dan sok kecantikkan
Nindita Larasaty
Dsr lu Aleysia di baikkin malah ngelunjak bngt apalagi sma suami itu namanya durhaka bngt di akhirat nnti di tanya knp gk sopan sma suami
Nindita Larasaty
Msa Aleysia yg terima warisan dia itu bkn siapa" keluarga bkn cucu bkn dia cma orng asing jdi gk pantas terima warisannya
Nindita Larasaty
Dasar istri gk tau diri bngt lu Aleysia gk ada sopan santun bngt sma suami bsanya bentak gigit di lengan tangan sma nampar. Di ksh hati malah ngelunjak jdi orng.
Uni Shika
ayo Thor lanjutkan
Uni Shika
kau sungguh terlalu thoooor. ak menantimu hingga sekian purnama
felicia
Hai Author, izin ngisi suara di novelnya yah
Choopy y
lanjut dong thor.....🤔🤔🤗
Yulia Rastar Saimona
lanjut thor ceritany mantap...
Agus Maulia Hanafiah Lia
Thor sayang kapan lanjut... kangen bgt ama Brian dan Aleysia ❤💛💚💙💜❤💛💚💙💜
Rosen Lie
makin menarik
Rosen Lie
ceritanya menarik
Mama Acha Ara
up nya lama betul..... betul betul betul .......m
Agus Maulia Hanafiah Lia
Thor kapan up lagi 😭😭😭😭
Umi Kalsum
wah alesyiah cari masalah lg...😩
Umi Kalsum
awal mula kyknya ni si bryan... 😊
Naya
Lanjut
Suratih Fadillah
ayo thor semangat...mana up nya....?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!