Princilia Deandra.
Ia hanyalah seorang gadis manis dengan kehidupan sempurna, keluarga mapan, ayah meyayanginya dan seorang pacar ganteng.
Semua berubah saat ayahnya jatuh sakit dan bangkrut. Terpaksa dengan keadaan, Deandrapun menyetujui penawaran rekan bisnis ayahnya untuk menikah dengan anaknya.
Nicolas Anderson.
Pria arrogant yang selalu merasa benar dan mempunyai banyak wanita. Nico yang tidak percaya akan cinta, menolak menikah dan berusaha untuk mengusir Deandra dari rumah.
Bagaimana kisah cinta Deandra dan Nico? Kisah cinta yang manis, sengit, penuh drama dan komedi.
Yuk ikutin kisahnya ya.
jangan lupa vote, like, comment,dan rate 5 ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Waspada
Author :
Terimakasih yang sudah mampir, sebelum kamu baca jangan lupa tab jempol mu buat like, vote, dan rate ⭐ 5 ya. Jangan lupa tinggalkan jejak juga.
______________
Deandra bergegas memasuki mobil taksi dengan buru-buru. Begitu masuk, ia kemudian menyuruh sopir taksi untuk segera melajukan mobilnya. Ia tidak memperdulikan Nico yang memanggil namanya kencang dengan nada kesal.
"Pak, tolong segera jalankan mobilnya," pinta Deandra kepada supir taxi.
"Mau ke mana, Mbak?" tanya supir taksi
Deandra terdiam sebentar kemudian ia memikirkan kemana ia akan pergi berikutnya. Ia tidak mungkin langsung kembali ke rumah saat ini. Karena dia tahu, pasti Nico sudah menunggunya di rumah.
"Ke CTM Mall saja Pak," sahut Deandra. Ia teringat ia harus segera membeli sesuatu.
"Oke mbk," sahut Pak Supir sambil melajukan mobilnya.
Deandra menghendikkan bahunya resah. Entah apa lagi yang akan dilakukan Nico kepada Dendra saat melihatnya tiba di rumah. Deandra yakin, Nico tidak mungkin akan meminta maaf atas kesalahpahaman yang telah dilakukan Deandra. Karena Deandra yakin, Nico memang sengaja mencari kesalahannya agar ia bisa pergi dari rumah itu sesegera mungkin.
Aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Nico. Bagaimana bisa ia mengikutiku sampai hotel? apa segitu bencinya Iya kepadaku sehingga Iya mencari kesalahan ku terus?
Deandra kemudian meringis memegangi pergelangan tangannya yang sakit akibat cengkraman Nico yang terlalu kencang. Nico memang suka berbuat seenaknya sendiri tidak memperdedulikan orang lain menyukai tindakannya atau tidak. Belum lagi, bibir Deandra yang terluka akibat ciuman dari Nico membuat Deandra merasakan nyeri.
Dasar cowok menyebalkan! Suka berbuar seenaknya. Dia pasti sengaja menciumku untuk melecehkanku tadi malam, dan aku yakin dia pasti mengikutiku dengan sengaja. Ia sengaja mencari kesalahanku kan? Agar bisa menedangku dari rumah. Hufh... sebaiknya, aku haru berhati-hati dengan pria itu!
.
.
.
.
Deandra memasuki sebuah toko serba berada di salah satu Mall yang ia datangi. Ia melihat sekilas beberapa barang yang tersedia di etalase toko tersebut. Seorang pegawai toko datang menghampirinya dengan senyum ramah.
"Apakah ada yang bisa saya bantu, Mbk?" tanya pegawai toko tersebut ramah.
"Ah, aya mencari sebuah alat kejut listrik Mbak," jawab Deandra
"Alat kejut listrik? " tanya pegawai itu bingung sambil menatap Deandra.
"Iya mbak, alat kejut listrik yang dipakai untuk membela diri atau untuk menyetrum penjahat atau maling." jelas Deandra.
"Oh alat kejut buat maling?" tanya pegawai itu memastikan kembali.
"Iya mbak, yang buat nyetrum maling atau penjahat. Saya bekerja di hotel dan terkadang saya pulang larut malam. Saya takut kalau ada maling atau copet yang mendatangi saya, sehingga saya perlu alat itu untuk perlindungan diri sendiri," jelas Deandra.
Nico kan penjahat dan pencuri ciumanku. Aku tidak berbohong kan? Aku memang memang membeli ini untuk perlindungan diriku sendiri. Jangan sampai kejadian semalam terulang lagi.
"Baiklah sebentar ya, Mbak. Saya ambilkan dulu barangnya," ucap pegawai itu ramah.
Deandra hanya mengangguk sambil melihat kepergian pegawai itu yang mencari barang yang diminta oleh Deandra. Tak lama kemudian pegawai itu kembali menghampiri Deandra dengan membawa beberapa kotak di tangannya. Ia lalu meletakkan beberapa kotak tersebut di hadapan Deandra. Ia lalu menunjukkannya satu demi satu.
"Jadi ini adalah alat kejut untuk maling yang kita miliki Mbk. Ada berbagai merek. Ini merek A bagus dengan level kejut sampai 10 sedangkan ini Merek B dan ini merek C," Jelas pegawai itu sambil menunjukkan satu-persatu kotak yang berada di depan Deandra.
Duh aku harus pilih yang mana ya Aku tidak mengerti barang seperti ini
"Mbk, alat ini tidak akan membunuh orang kan?" tanya Deandra ragu.
"Tentu tidak Mbak, ini hanya alat kejut ringan. Mungkin bisa melumpuhkan beberapa saat ketika ada orang penjahat atau maling sedang menganggu kita," jelas pegawai toko sambil tersenyum.
Deandra mengamati satu per satu alat terkejut untuk paling ia kemudian melihat sebuah alat kejut yang mungil.
Sepertinya ini praktis dan bisa kubawa kemana-mana.
"Saya pilih yang ini aja, Mbak. Sepertinya ini kecil dan praktis, bisa dibawa ke mana-mana," kata Diandra sambil menunjuk sebuah kotak mungil berwarna putih.
"Yang ini ya mbak?" tanya pegawai itu sambil menunjuk kotak yang ditunjuk oleh Diandra memastikan bahwasanya kota tersebutlah yang dipilih oleh Deandra.
"Iya mbak yang ini aja sepertinya aku lebih menyukai yang ini," jelas Diandra memastikan kembali kotak yang telah dipilihnya.
"Baiklah kalau begitu saya buatkan nota ya Mbak. Untuk pembayaran, silahkan nanti mbk dapat melakukan membayaran di kasir No 1. Saya akan antarkan barangnya ke kasir, jadi barang bisa langsung diambil di kasir," jelas pegawai itu.
"Oke Mbk,"
Pegawai toko itu mengambil sebuah nota, kemudian menuliskan sebuah nota untuk pembelian Deandra. Setelah selesai ia menyerahkan ke Deandra.
"Ini mbk,"
"Terimakasih ya, Mbk." Deandra menerima nota tersebut dan bergegas ke kasir untuk melakukan traksaksi pembayaran.
Setidaknya dengan memiliki ini, aku bisa mencegah Nico berbuat hal yang tidak mengenakkan seperti semalam. Meskipun aku memang sudah mengiyakan untuk menikah dengan Nico, dia masih menolakku. Setidaknya aku harus menjaga diriku sendiri sampai uangku terkumpul dan dapat melunasi hutang-hutang ayah.
*
*
*
Sesampainya di rumah, Deandra memasuki rumah dengan perlahan. Ia tersenyum sepintas saat melihat rumah sudah tampak sepi, artinya Nico tidak kembali ke rumah dan ia selamat dari cengkraman Nico. Deandra tahu, Nico pasti sudah marah sampai ke ubun-ubunnya. Ia melangkah kaki dengan riang memasuki rumah.
Syukurlah dia tidak disini, meski aku sudah membeli alat kejut, tentu saja aku masih was-was. Tenaga pria bertubuh atletis seperti Nico, tentunya sangat kuat. Aku tidak boleh lengah sedikitpun. Untunglah dia masih di kantornya. Aku aman.
Deandra hendak melangkah menaiki tangga, namun langkahnya terhenti saat didapatnya Nico berada di ujung tangga tengah menatapnya dengan kesal. Deandra hanya menelan ludah, iapun memutar badannya berusaha untuk melarikan diri.
Kenapa dia disini? Harusnya aku pulang tengah malam agar tidak bertemu dengannya. Hm... Sebaiknya aku segera pergi sebelum dia berbuat aneh-aneh lagi. Aku sedang tidak ingin terlibat konflik apapun dengannya.
"Mau kemana kamu?" tanya Nico tegas.
Deandra hanya terdiam, ia lalu menoleh sekilas. Wajah Nico terlihat merah karena menahan marah, tampaknya ia masih kesal kepada Deandra. Deandra kembali berbalik, dan melangkahkan kakinya perlahan, ia ingin segera pergi. Namun, lagi-lagi Nico mencegah Deandra dengan menarik tangan Deandra.
"Aku ada perlu sebentar di luar. Ada yang tertinggal di hotel," sahut Deandra tegas. Ia berusaha untuk melepaskan tangan kirinya yang dicengkram oleh Nico.
"Mau pergi? Mau kabur lagi?" Nico menatap tajam Deandra.
"Kabur, gak. Buat apa kabur darimu," jawab Deandra berusaha untuk tenang. "Aku tidak punya salah apapun. Untuk apa kabur."
"Oh, begitu menurutmu," Nico mendorong Deandra terpojok di dinding tangga.
"Nico! Lepaskan!!" bentak Deandra kesal. Tangan kanan Deandra bersiap untuk merogoh sesuatu dari dalam tasnya.
____**Bersambung____
Hai, terimakasih pada semua pembaca yang masih setia mengikuti karyaku. Jangan lupa dukung karyaku dengan tab jempol buat like, vote dan tinggalkan jejak ya**....
Terimaksih banyak 😍😍**
tunangan nya Dea apa kbar ny tu