NovelToon NovelToon
KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan telah mencapai puncak alam surgawi dan hanya selangkah lagi naik ke alam dewa. Namun saat ia mencoba kembali ke Bumi demi menebus hutang karma kepada kedua orang tuanya, tubuh fananya justru terhempas ke tengah badai kehampaan dimensi.

Dan ketika ia membuka matanya kembali…

Bumi yang ia kenal telah berubah menjadi dunia dungeon dan para hunter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Master Penempa 5

Lima menit berlalu dalam keheningan yang mencekik. Tidak ada denting palu, tidak ada suara napas dari puluhan penempa di ruangan itu. Semua mata hanya terpaku pada pemuda yang duduk bersila di depan meja obsidian.

Kelopak mata Wu Xuan perlahan terbuka.

Ia mengangkat tangan kirinya dengan santai. Tanpa rapal mantra, tanpa aktivasi Skill dari Sistem Menara, sebuah nyala api berwarna biru safir tiba-tiba meledak dari telapak tangannya. Api itu menari-nari dengan lembut, membelai kulit pucatnya tanpa meninggalkan bekas luka bakar sedikit pun.

Namun, keindahan api itu adalah sebuah kebohongan yang mematikan.

Juhao, Goliath, dan Tong Peng—semuanya dengan mata seorang Mountain Tier—mendekatkan pandangan mereka karena rasa penasaran. Namun, sesaat kemudian ketiganya tersentak kaget. Di balik pendaran biru yang indah itu, insting tingkat tinggi mereka menangkap sesuatu yang sangat mengerikan.

Itu bukanlah elemen api biasa yang diciptakan dari pembakaran mana. Di dalam inti nyala api biru itu, terdapat ribuan entitas mikroskopis yang bergerak liar layaknya parasit kelaparan. Api itu tidak hanya membakar; ia menggigit, mengunyah, melahap energi di sekitarnya, dan memancarkan tekanan spiritual yang bisa menginfeksi kewarasan.

'Bakat macam apa ini?' batin Tong Peng, jantungnya berdetak liar. 'Jika api itu menyentuh tubuh manusia biasa, ia tidak akan membuat mereka hangus, melainkan memakan mereka dari dalam hingga tak tersisa!'

Wu Xuan berdiri perlahan. Meridian di tubuhnya kini terasa luas, kokoh, dan stabil secara permanen di Level 15.

Pemuda itu berjalan kembali menuju pilar kaca yang mengurung magma bawah tanah. Tanpa ragu, ia kembali memasukkan tangan kirinya ke dalam lahar yang mendidih.

Para penempa senior menahan napas, bersiap melihat daging yang terbakar lagi. Namun kali ini, tidak ada suara mendesis. Tidak ada bau daging hangus. Magma yang bersuhu ribuan derajat itu justru beriak menjauhi tangan Wu Xuan, seolah ketakutan.

Wu Xuan mengalirkan Api Biru miliknya langsung ke dalam reaktor.

WUSSSHH!

Dalam hitungan detik, seluruh pilar magma yang tadinya berwarna merah jingga itu berubah total menjadi biru safir yang pekat! Hawa panas di ruangan itu tidak lagi terasa menyesakkan, melainkan berubah menjadi hawa dingin yang membakar.

Semua orang di ruangan itu, dari penempa junior hingga Goliath, ternganga dengan kekaguman. Mengubah elemen dasar bumi dengan tangan kosong? Apa Itu keajaiban!

Namun, bagi Wu Xuan, menghidupkan api dan melakukan penempaan adalah dua tatanan alam yang berbeda.

"Sekarang, perhatikan baik-baik," ucap Wu Xuan datar.

Ia tidak melakukan persiapan panjang. Wu Xuan mengambil Tulang Naga Bumi (Level 32), Kristal Hitam Kaimon (Level 31), dan Logam Reruntuhan Emas (Level 35) dari meja. Bukannya meleburkannya satu per satu sesuai prosedur pandai besi bumi, ia melemparkan ketiga material tingkat kota itu secara bersamaan ke dalam tungku api birunya!

"Gila! Titik lebur ketiga bahan itu berbeda ekstrim! Mereka akan meledak jika dicampur secara mentah!" teriak seorang penempa senior tanpa sadar, melupakan rasa takutnya demi ilmu penempaan.

"Diam dan lihat!" bentak Tong Peng, meski matanya sendiri terbelalak tak percaya.

Wu Xuan tidak mempedulikan teriakan itu. Ia mengambil palu dari rak. Dalam sekejap, ia mengalirkan Qi dari Bakat Pengendali Jiwa yang berwarna aura hitam pekat, lalu melapisinya dengan Api Biru. Palu biasa itu kini tampak seperti artefak iblis yang meneteskan kabut beracun.

Dengan tangan kirinya yang masih berada di dalam tungku, Wu Xuan menarik gumpalan campuran tiga logam yang kini meleleh secara ajaib menjadi satu entitas cair, lalu meletakkannya di atas meja anvil obsidian.

Pemuda itu tidak menggunakan penjepit besi.

Ia hanya menatap logam itu, dan seketika, tekanan Qi yang sangat padat menekan cairan logam itu dari segala arah, menguncinya di atas meja layaknya dijepit oleh kekuatan dewa tak kasat mata.

Lalu, palu di tangan kanannya turun.

TRAAANG!

Bukan pukulan membabi buta. Pukulan Wu Xuan sangat lambat di awal, namun saat palu itu bersentuhan dengan logam, ledakan tenaganya merambat menembus setiap atom material tersebut. Ia menempa dengan kebrutalan, namun presisinya melebihi mesin nano.

TRAANG! TRAANG! TRAANG!

Bunga api biru dan hitam memercik ke segala arah. Setiap kali palunya menghantam, kotoran dari logam Level 30-an itu dipaksa keluar. Logam itu dipipihkan, dilipat, dan dibentuk hanya dalam belasan pukulan.

Di pertengahan tempaan, Wu Xuan menggunakan kuku jarinya yang dilapisi api biru untuk menggoreskan sebuah garis melengkung yang sangat rumit di pangkal pedang yang baru setengah jadi itu. Ia menanamkan sebuah Rune penyerap yang sama sekali tidak dipahami oleh para penempa.

"Bawa senjataku sebelumnya," perintah Wu Xuan tanpa menoleh.

Asisten penempa di belakang kebingungan mencari pedang hitam lama milik Wu Xuan yang terletak di meja ujung ruangan.

Namun Wu Xuan tidak punya waktu untuk menunggu cacing bergerak. Ia menggunakan manipulasi Qi dan teknik mentalnya.

Wusss!

Pedang hitam lama yang berjarak dua puluh meter itu tiba-tiba bergetar, terangkat dari meja, dan melesat terbang melewati udara, mendarat dengan patuh tepat di tangan kiri Wu Xuan!

Goliath mundur satu langkah. "T-Telekinesis?! Menggerakkan benda dari jarak jauh tanpa Skill elemen angin atau gravitasi? Apa dia monster?!"

Wu Xuan tersenyum fokus tidak menjawab. Ia menancapkan pedang lamanya tepat di sebelah logam panas yang sedang ia tempa. Dengan satu tarikan napas panjang, mata Wu Xuan menyala emas.

"Pindah," desisnya.

Akar-akar Qi hitam keluar dari telapak tangan Wu Xuan, mencengkeram pedang lama itu. Suara jeritan ratusan Orc dan Goblin kembali memenuhi ruangan. Wu Xuan menyedot seluruh jiwa, esensi darah, dan aura penderitaan dari pedang lamanya dengan sangat brutal, lalu memaksukkannya secara paksa ke dalam bilah logam baru yang sedang membara di atas anvil!

KRAAAK.

Kehilangan inti jiwanya, pedang hitam lama itu langsung berkarat, retak, dan hancur menjadi debu besi yang berserakan di lantai.

Sebagai gantinya, pedang baru di atas meja obsidian itu mulai mendingin dan membentuk wujud sempurnanya.

DOOOOOM!

Sebuah ledakan energi berbentuk cincin menyapu seluruh ruangan penempaan bawah tanah. Getarannya bahkan terasa hingga ke lantai dasar gedung Guild.

Di saat yang bersamaan, rentetan notifikasi dari Menara membombardir telinga semua orang.

[Notifikasi Global Tower: Sebuah Artefak Tingkat Kota Telah Lahir di Sektor Bumi!]

[Pembuat: Wu Xua--]

Sebelum nama itu disiarkan ke seluruh dunia dan memicu reaksi yang tidak diperlukan, sistem di dalam mata Wu Xuan bergerak dengan kecepatan cahaya.

[Sistem Akar Spiritual: Meretas Saluran Pengumuman!]

[Memanipulasi Data Pembuat. Mengacak Sinyal...]

[Notifikasi Global Tower (Telah Diretas): Sebuah Artefak Tingkat Tinggi Telah Lahir di Sektor Bumi! Pembuat: Disembunyikan.]

Wu Xuan hanya tersenyum tipis melihat keberhasilan retasannya.

Asap di atas meja obsidian perlahan menghilang.

Tergeletak di sana, sebuah pedang lurus panjang. Wujud fisiknya tidak jauh berbeda dengan pedang sebelumnya, namun auranya telah berada di tingkat yang berbeda. Bilahnya berwarna hitam pekat layaknya malam tanpa bintang, dihiasi oleh corak urat-urat biru safir yang menyala redup, seolah ada darah mengalir di dalamnya.

Tong Peng dengan tangan bergetar mengarahkan pemindai sistemnya ke arah pedang tersebut.

[Item: Pedang Iblis Reruntuhan Biru (Artefak Unik)]

[Status: Tidak Teridentifikasi secara Penuh.]

[Biaya Analisis Detail: 1.000.000 Poin Menara.]

"S-Satu juta poin..." gumam Tong Peng, kakinya lemas.

Untuk mengetahui stat dasar dan efek pasif dari pedang itu, Menara meminta bayaran satu juta poin!

Kedua dewa penempa itu, Tong Peng dan Goliath, menatap Wu Xuan dengan tatapan kosong. Mereka tahu persis bahwa material yang digunakan tadi (Tulang Naga, Kaimon, Logam Emas) hanyalah bahan dasar tingkat kota. Jika mereka yang menempanya, paling banter benda itu akan menjadi pedang langka seharga seratus ribu poin.

Tapi pemuda ini... dengan cara memukul yang brutal, teknik tanpa penjepit, api biru parasit, dan pencurian jiwa... ia telah melahirkan sebuah Artefak yang membuat Menara terpukau!

'Dari mana semua pengetahuan ini berasal?' batin Goliath, menelan ludah dengan susah payah. 'Apakah ini kekuatan dari bakat 'Perpustakaan'? Apakah bakat itu memberinya cetak biru dari peradaban dewa masa lalu?!'

Wu Xuan meraih pedang barunya. Beratnya sempurna. Ia mengayunkannya sekali ke udara kosong, dan seberkas garis biru tertinggal di udara selama beberapa detik sebelum memudar.

Ia menyarungkan pedang itu dengan bunyi klik yang elegan, menatap wajah-wajah pucat di sekelilingnya.

"Berhentilah menatap dengan wajah bodoh seperti itu," tegur Wu Xuan santai, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. "Ini hanyalah barang rongsokan hasil dari material kelas bawah. Aku bahkan malu jika harus mencantumkan namaku sebagai pembuat di gagang pedang ini."

Pernyataan arogan itu membuat para penempa senior nyaris muntah darah karena terhina, namun mereka tidak bisa membantahnya.

Goliath terdiam. Raksasa itu tiba-tiba tertawa pelan. Ia mengakui kekalahannya secara total.

"Kau benar-benar monster, Tuan Muda," ucap Goliath jujur. Ia kemudian merogoh inventory sistemnya. "Jika kau menyebut material tadi sebagai barang kelas bawah... maka izinkan aku menguji mata dan bakatmu itu. Aku ingin tahu apakah bakat perpustakaanmu dapat mengenali benda ini?!"

Goliath meletakkan sebuah benda kecil berdebu di atas meja obsidian. Benda itu terlihat seperti sebuah cincin logam berkarat yang terbuat dari perunggu murahan, tanpa permata, tanpa ukiran yang jelas.

"Aku menemukannya di sebuah reruntuhan tersembunyi di Lantai 40," jelas Goliath. "Sistem Menaraku mengklasifikasikan ini sebagai 'Cincin Perunggu'. Dan kau tahu berapa biaya yang diminta Menara untuk mengidentifikasinya?"

Goliath tersenyum penuh kemenangan. "Seratus Juta Poin Menara. Bahkan Asosiasi Guild Informasi di Beijing pun menolak membelinya karena benda ini tidak ada di dalam ensiklopedia mereka. Bisakah kau mengidentifikasi benda apa ini?"

Wu Xuan menoleh dengan santai.

Namun, saat matanya menangkap bentuk cincin berkarat itu, jantung sang tiran itu berdetak satu ketukan lebih cepat. Topeng ketenangannya nyaris retak, namun ia berhasil menahannya dan mengubahnya menjadi senyum yang sangat menawan.

Di dalam database bumi, benda itu mungkin misteri. Tapi bagi seorang kultivator, benda itu adalah relik paling dasar yang harus di miliki.

'Bagaimana mungkin barang dari dunia kultivasi bisa berada di dunia tower?' batin Wu Xuan, otaknya berputar dengan ribuan teori kosmik.

Benda berkarat di atas meja itu bukanlah cincin biasa, dan sama sekali bukan bahan untuk ditempa.

Itu adalah Cincin Ruang.

Bersambung...

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai mereka semua thor bikin mereka semua ada di telapak tangan permainan wuxuan
Fajar Fathur rizky
thor itu nanti pas wuxuan pulih kembali apakah dunia itu sanggup menanggung tingkatkan kultivasi wuxuan thor tolong di jawab thor
EGGY ARIYA WINANDA: Kalau kekuatan Wu Xuan (Dao Surgawi) gak sanggup, makanya di chapter satu ia mengirim wadah fisik yang lemah. 🥸👍
total 1 replies
Novi Prihartono
lanjuuuuuuuuut
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Novi Prihartono
up lagiiiiiiiiiiiiiii
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡👍👍👍👍
total 1 replies
EGGY ARIYA WINANDA
Bantu like dan komentar untuk mendukung cerita ini agar terus berlanjut 🫡🫡
Fajar Fathur rizky
thor ini wuxuan jika nunjukin ranah kultivasi apakah dunia bakal hancur thor
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor novel satunya bab 393 dan bab 394 thor
Hiatus
jejak dulu 👣👣
Hiatus
semoga dapat retensi ya/Determined//Determined/semangattt 🔥🔥🔥
Hiatus
/Slight/
Hiatus
/Hunger/
Hiatus
/Proud/
Hiatus
semangat 🔛🔥
Hiatus
/CoolGuy/
Hiatus
🤧bisa dong
Fajar Fathur rizky
cepat naikin level wuxuan
ABSOLUTE [2]
aaaaaaaaahhhhhhhh, lagi seru-seru nya baca malah abis
EGGY ARIYA WINANDA: Teknik marketing 🤭🤭
total 1 replies
Hiatus
👣
Hiatus
/Grimace/
Hiatus
/Slight//Proud/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!