Pegang aku erat-erat, peluk aku dan percaya padaku.
***
Story by MTMH18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Aellya menatap ngeri tujuh orang berbadan kekar yang tadi mengetuk kaca mobil Saga. Mereka menyuruh Saga untuk ke luar dari mobilnya, Aellys sudah menahan Saga untuk tidak ke luar, namun Saga bilang tidak apa. Dia akan baik-baik saja, dengan terpaksa Aellys mengijinkan Saga untuk ke luar menghadapi orang-orang itu.
“Ada apa?” tanya Saga menatap tajam orang-orang itu, Aellys tidak di ijinkan untuk ke luar, sehingga dia tetap di dalam mobil dan berdoa semoga Saga baik-baik saja.
“Bocah ingusan ini menantang kita!” seru salah satu dari mereka yang mempuyai rambut gondrong kepada teman-temannya.
“Iya, bos, enaknya kita apakan orang ini? Lumayan wanita yang di dalam mobil untuk kita,” kelakar satunya yang memiliki kepala botak pelontos, Saga mengepalkan tangannya dengan langsung memberi bogeman entah di rahang yang berkepala pelontos itu.
“Jangan asal bicara! Langkahi dulu saya kalau kalian bisa!” Saga menatap mereka dengan matayang berlikat marah. Aellys di dalam mobil terkejut dengan kejadian di luar, apa lagi jalan ini sangat sepi tidak ada satu pun kendaraan yang melintas. Saga sendirian dan lawannya ada tujuh orang. Aellys takut Saga tidak bisa melawan mereka, dia takut Saga akan terluka.
“Berani-beraninya bocah ini! Kalian habisi dia!” perintah sang bos yang gondrong kepada anak buahnya, langsung saja Saga di kelilingi oleh enam orang, termasuk orang yang sempat dia beri bogeman tadi.
“Kamu akan habis di tangan kita,” ucap salah satu dari mereka dan Saga hanya menatap mereka satu-satu dengan tatapan tajamnya.
“Maju kalian!” seru Saga sambil menginstruksi mereka dengan gerakan tangan, mereka berdecih dan langsung menyerang Saga dengan bersama, Aellys terkejut dan terus merapalkan doa untuk keselamata Saga. Aellys melihat Saga bisa menangkis dan menyerang mereka sampai tersungkur ke tanah.
Perlahan Saga bisa melumpuhkan mereka semua, tinggal satu yang masih belum meneyrangnya. Yaitu, bos dari mereka. Orang dengan rambut gondrong itu menatap Saga dengan kilatan marah dan menatap satu-persatu anak buahnya yang sudah kalah, bahkan sampai ada yang pingsan. Aellys melihat Saga yang sudah kelelahan melawan enam orang dan sekarang bos dari mereka mulai mendekati Saga.
“Kamu akan habis anak muda!” seru bos mereka yang melayangkan pukulan kepada Saga, namun segera di tangkap dan di pelintir oleh Saga. Sang bos itu merintih kesakitan dan Saga menendang punggungnya hingga tersungkur di tanah. Aellys bernafas lega saat Saga berhasil melawan mereka, Saga hendak berbalik ke mobil. Namun, terhenti saat Aellys berteriak.
“Saga di belakangmu!” teriak Aellys yang dapat di dengar Saga, segera Saga berbalik dan melihat salah satu dari mereka menyodongkan pisau. Segera Saga menendang tangannya sehingga pisau tersebut terjatuh dan Saga memberi tendangan di uluh hati orang itu.
“Sampah,” Saga menatap mereka satu-persatu dan kembali ke dalam mobil.
“Kamu tidak terluka kan?” tanya Aellys saat Saga sudah memasuki mobil.
“Kamu melihatku terluka?” tanya balik Saga yang di balas gelengan dari Aellys.
“Jadi, aku tidak terluka. Kamu tenag saja, aku akan selalu melindungimu dnegan nyawaku sendiri,” jelas Saga.
“Tapi, tadi kamu hampir terluka. Kamu jangan sendiri lagi, minimal kamu bawa salah satu orangmu untuk menjagamu! Aku tidak ingin hal semacam ini terjadi lagi nantinya,” ujar Aellys menatap Saga khawatir membuat Saga tersenyum.
“Aku tidak akan pernah terluka untuk melindungimu!” seru Saga.
“Jadi, aku tidak perlu orang lain. Aku bisa menjaga diriku sendiri termasuk menjagamu!” lanjut Saga yang tidak di terima oleh Aellys.
“Tidak! Kamu harus membawa minimal satu orang untuk membantumu! Itu sangat membahayakan. Kalau kamu tidak mengikuti perintahku, jangan harap aku bertemmu denganmu! Bahkan untuk berbicara saja aku tidak mau!” ancam Aellys membuat Saga tertawa kecil.
“Aku serius!” seru Aellys dengan suara datarnya membuat Saga mengehentikan tawanya.
“Iya, nanti aku akan membawa orangku untuk menemaniku kemana saja,” putus Saga membuat Aellys tersenyum lega.
“Aku suka kamu yang cerewet mencemaskan aku, kamu tambah manis saja,” bisik Saga di telinga Aellys. Aellys menjauhkan wajah Saga diri wajahnya dengan tangannya. Saga tertawa kecil melihat wajah memerah Aellys dan kembali menghidupkan mobilnya, mereka melanjutkan kembali perjalan yang tertunda.
Aellys memperhatikan jalanan saat menuju ke rumah mamih Saga, sungguh tempat yang sangat indah, di dominasi dengan pemandangan perbukitan yang indah, sungguh mata Aellys seprti di manjakan saja. Sampai Saga berhenti, saat itu Aellys pun tersadar kalau mereka sudah sampai.
“Mamih sudah menunggu kita di dalam,” bisik Saga saat mereka berdua memasuki rumah mamih Saga yang mirip seperti istana saja.
“Aellys, sayang!” mamih Saga langsung menarik Aellys ke dalam pelukannya. Dia tidak menghiraukan putranya yang berdiri di samping Aellys.
“Mamih akan menunjukkan sesuatu untukmu, ayo ikut Mamih!” mamih Saga benar-benar mengabaikan putranya dan membawa Allys ke halaman belakang rumah.
“Saga ini sebenarnya anak siapa?” teriak Saga.
“Anak Papih!” balas mamih Saga dengan berteriak, terdengar suara tawa Aellys dan mamihnya.
“Sabar, Mamih kamu lupa di kasih jatah sama Papih,” suara papih Saga mengejutkan Saga, ternyata papihnya sedang berada di sofa.
“Kenapa?” tanya papih Saga dengan wajah polosnya. Sedangkan Saga hanya mendengus dan memilih duduk di sofa depan papihnya, dia meminum kopi yang berada di meja yang tak lain adalah milik sang papih. Dia menghabiskan kopi itu tanpa merasa bersalah dengan papihnya yang menatap sedih ke arah cangkir yang sudah kosong itu.
“Apa?” tanya Saga dengan wajah tak berdosanya.
“Tidak ada,” jawab papih Saga dengan wajah cemberutnya.
“Saga bosen lihat wajah Papih, mendingan Saga lihat Aellys saja,” Saga beranjak dari duduknya dan meninggalkan papihnya yang masih melongo mendengar penuturan putranya.
“Dasar anak kurang ajar, semua tidak ada yang menginginkanku. Apa aku menjadi putri salju saja, biar mereka puas,” gumam papih Saga sambil menatap ke arah halaman bekalang, dimana istri dan anaknya yang selalu menistakannya tertawa.
“Sepertinya mereka akan bahagia jika aku benar-benar menjadi putri salju, eh—tapi kan aku lelaki. Tidak mungkin putri, berarti putra salju,” papih Saga berbicara sendiri.
“Kayaknya Papih salah makan deh! Tapi, Mamih masaknya gak sembarangan kok, tapi kenapa Papih jadi tidak waras begini?” mamih Saga yang mendengar ucapan suaminya pun merasa ngeri melihat tingkah lakunya.
“Papih kan di kasih makan paku sama beling, ya otak Papih jadi begini!” seru papih Saga membuat istrinya meleparnya dengan sandal yang di gunakan dan mengenai wajah suaminya.
“Oh ya, Papih lupa. Tadi, Papih juga di kasih minum oli sama Mamih!” lanjut Papih Saga membuat istrinya geram.
“Oke-oke, kita damai!” papih Saga menyerah menghadapi istrinya yang bruntal dengan memukulnya dengan sandal yang sempat di lempar kepadanya tadi.
“Papih mau ngomong serius dengan Aellys, sini Aellys dekat Papih!” suruh papih Saga menginstruksi Aellys untuk mendekat, dengan bingung Aellys melangkah, tapi dengan cepat Saga menariknya untuk duduk di sampingnya.
“Aellys di sini saja!” Saga menatap papihnya tajam dan di balas papihnya dengan mengendikkan bahu acuh.
“Terserah,” acuh papih Saga dan membenarkan duduknya. Raut wajahnya juga sudah berubah menjadi serius membuat atmosfir yang tadinya berwarna berubah menjadi kelam membuat Aellys sedikit takut.
“Papih sama Papa kamu akan ada perjalan bisnis di bandung selama tiga hari, saat itu Papih akan mencoba menjelaskan semuanya agar Papa kamu mengerti. Kalian tenang saja, semua akan baik-baik saja, Papih akan memperbaiki semua yang sudah Papih lakukan, maafkan Papih yang begitu egois memisahkan kalian. Papih juga takut dengan keselamatan Saga saat masih berada di sini, semua musuh Papih dan keluarga Rachel mencoba
untuk mencelakai Saga, Papih tidak bisa membiarkan Saga berada di sini sebelum semuanya benar-benar selesai,” jelas papih Saga kepada Aellys.
“Selesai? Maksud Papih?” tanya Saga yang bingung dengan semua itu.
“Sebenarnya sekarang saatnya Papih jujur kepadamu,” ucap papih Saga menatap putra semata wayangnya.
“Nyawa kamu sangat terancam saat itu, banyak saingan bisnis Papih yang ingin menjatuhkan Papih dengan memanfaatkanmu, tidak sedikit dari mereka yang ingin membunuhmu. Termasuk orang tua Rachel, saat tahu kalau putrinya dekat denganmu, mereka memanfaatkan putrinya itu. Tapi, kalian tahu kalau Rachel ternyata mencintai Reno bukan?” tanya papih Saga yang di balas anggukan kompak dari Aellys dan Saga.
“Rachel memang ingin melenyapkanmu, tapi dia ingin mendapatkan Reno juga saat itu. Rachel yang tidak sengaja melihat Aellys bersama Reno, berinisiatif untuk menghancurkan hubungan kalian dengan adanya foto-foto itu. Dia menghasut Saga dengan perkataan bohongnya, setelah tahu kalau Aellys meninggalkan Saga dan Saga menghajar Reno sampai dia di rawat. Rachel ingin membalas dendam kepada Saga dengan mencelakai Aellys, tapi Aellys dapat menghindari dan Saga yang datang di saat dia hendak mengejar Aellys.
Rachel mencoba membunuh Saga saja, tetapi naasnya pisau itu menusuk dirinya sendiri, karena dia tersandung dan Saga tidak melakukan apa-apa saat itu. Dia yang ada di sana di tuduh menjadi tersangka terbunuhnya Rachel, tapi Tuhan berpihak dengan kita dengan adanya cctv yang tidak ketahui keluaga Rachel. Cctv itu menjadi bukti
kuat kalau Saga bukan tersangkanya. Tapi, mereka tidak terima dan ingin membalas dendam dengan menculik Saga. Papih sudah menyiapkan orang-orang Papih untuk menjaga Saga dan Saga selamat dari mereka berkat orang-orang Papih,” papih Saga menjeda ucapannya.
“Sejak saat itu, Papih ingin Saga aman dan membawanya ke New York. Setelah Saga benar-benar aman, Papih dan semua keluarga besar Kith mencari semua keluarga Rachel dan mencoba berbicara baik-baik, tapi mereka tetap melawan, sehingga kami terpaksa membuat mereka jatuh sejatuh-jatuhnya dan sampai sekarang mereka sudah tidak di ingat lagi oleh masyarakat,” jelas papih Saga membuat Saga terkejut, dia tidak pernah tahu kebenarannya ini.
“Jadi, ini adalah kesalahan Papih yang terlalu egois memikirkan keadaan Saga. Tapi, tidak memikirkan keadaanmu yang sedang mengandung waktu itu. Papih sebenarnya tahu saat kamu sudah satu bulan ke New York, saat itu Papih di kabari sama om kamu yang bilang kalau ada pasiennya yang bernama Aellys Dhima Arsidita yang sedang memeriksakan kehamilannya. Sejak, saat itu Papih merasa bersalah, apalagi keadaan kamu yang sangat kacau saat itu.
Hati Papih sangat sakit mengetahui situasi itu sampai perusahaan mengalami penurunan drastis, karena Papaih sangat teledor dan hampir membuat musuh mengambil alih. Papih akan memperbaiki semuanya, Papih janji akan menceritakan semuanya kepada Papa Aelly. Maafkan, Papih,” papih Saga menangis di hadapan putranya, sungguh memalukan. Tapi, dia tidak bisa menahannya lagi. Bahkan, mamih Saga sudah menangis sedari tadi.
“Pih, itu sudah berlalu. Aellys sudah menerima takdir itu, lagi pula Aellys senang dengan hadirnya Leo dalam kehidupan Aellys,” ujar Aellys dengan menangis, dia menghampiri papih Saga yang mengumamkan maaf kepadanya dan Saga.
“Tapi, kamu menderita, karena ke egoisan Papih,” papih Saga menatap Aellys dengan tatapan bersalah.
“Itu sudah berlalu, Aellys sudah memaafkan semuanya,” ujar Aellys dengan tulus membuat papih Saga menatapnya haru dan memeluknya.
“Terimakasih, Nak,” ucap papih Saga.
“Saga juga memaafkan Papih, Saga paham orang tua mana yang ingin membuat anaknya celaka,” Saga juga menghampiri papihnya dan ikut berpelukan.
“Sekarang tinggal Papa Aellys yang belum bisa memaafkan Papih. Kalian akan mendengar kabar gembira nantinya, Papa Aellys akan memaafkan Saga. Papih janji,” ujar papih Saga setelah mereka melepaskan pelukan mereka.
“Seharusnya Saga yang membuat Papa Aellys memaafkan Saga bukan Papih! Papih tenang saja, Saga pasti akan mendapat maaf dari Papa Aellys dan juga restu,” Saga melirik Aellys yang juga meliriknya.
“Tapi, Papih harus menjelaskan semuanya!” seru papih Saga yang di balas gelengan dari Saga.
“Tidak, Pih. Saga ingin menunjukkan seberapa besar cinta Saga terhadap Aellys! Biarkan Saga yang berjuang,” ujar Saga membuat papihnya menghela nafas dan mengganggukkan kepalanya.
“Kalau memang begitu, Papih bisa apa?” papih Saga menyerah dan menerima keputusan yang akan di ambil putranya itu.
***
Aellys dan Saga sedang berada di kamar Saga yang berada di rumah mamih Saga. Kenapa rumah mamihnya? Karena rumah ini memang rumah milik keluarga mamih Saga yang di wariskan kepadanya. Aellys sedang berdiri di balkon kamar Saga yang memperlihatkan langsung pemandangan bunga-bunga indah yang di rawat oleh mamih
Saga di halaman belankang rumah ini. Aellys merasakan sebuah tangan yang memeluk perutnya dan menopangkan kepalanya di bahu Aellys.
“Kamu suka sama bunga-bunga itu?” tanya Saga yang memeluk Aellys dari belakang.
“Iya, sangat indah dan warnanya sangat cantik,” jawab Aellys sambil mengusap lengan Saga yang memeluk perutnya.
“Tapi, kamu lebih indah dan jauh lebih cantik dari bunga-bunga itu!” seru Saga membuat Aellys mencibirnya.
“Tidak perlu menggombal!” seru aellys.
“Oh ya, aku lupa! Apa kamu yang menulis pesan dan menulis surat di lembaran yang berada di dalam kotak itu?” tanya Aellys.
“Iya, memangnya siapa lagi?” tanya balik Saga.
“Aku mengiranya Reynad atau orang lain,” ucap Aellys membuat Saga mengernyit dan menegakkan tubuhnya, dia merubah posisinya dengan merangkul Aellys.
“Kenapa kamu berpikiran seperti itu?” tanya Saga dengan menatap wajah Aellys yang menatap bunga-bunga di taman mamihnya.
“Kamu kan paling tidak suka dalam hal menulis surat, oleh sebab itu aku tidak yakin kalau itu kamu!” Aellys berkata jujur dan Saga hanya menatapnya cemberut.
“Kok kamu malah cemberut?” Aellys menatap Saga bingung.
“Kamu sih buat aku badmood aja!” seru Saga dan memilih masuk ke dalam kamarnya, Aellys mengendikkan bahu acuh dan kembali menatap hamparan bunga indah di depannya itu.
“Kamu selidiki orang yang bernama Calvin Pytren!” Saga memerintahkan Reynad yang baru saja dia panggil untuk menemuinya di dalam kamarnya.
“Baik, Tuan. Saya permisi,” pamit Reynad setelah menerima perintah dari Saga.
“Aku rasa tidak asing dengan orang itu,” gumam Saga dengan tatapan dinginnya.
Kalau aq sih nggak masalah tak dibls koment aq.. yg penting aq senang baca, ksh like, ksh hadiah.. kadang gak komentar... saking asiknya baca.. 😂😂😂
Semangat terus ajah Thorr.. bikin novel lagi yg lbh seru.. Aktor pake nm yg blm dipakai di novel" sini.. kek Antonio Candra, Bonifatius, Cherryl, Gladhis, Joel, atw Sukiran, Paijo, Parno... wkwkkk.. 😂😂😂😂🙈🙏
Tetap lanjut ahhh.. penasaran cerita halunya.. 😄😄😄🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀