semenjak kecelakaan. hidup Almira yang baik-baik saja, berubah 180⁰. ibunya meninggal dan ayahnya lumpuh. hingga harus menjual.semua hartanya.
ketika lulus kuliah. kehidupannya diperparah ketika sang ayah harus masuk rumah sakit akibat serangan jantung. hal itu menyeretnya menjadi seorang istri dari anak teman ayahnya yang meminjamkan uang untuk pengobatan.
bagaimana kisah selanjutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UCAPAN TERIMA KASIH
hai-hai ini bukan up ceritanya ya.
tapi ini adalah ungkapan terima kasih sama para readers yang masih setia.sama kisah.ini.
walau konflik minim dan terkesan kurang seru. karena sang tokoh tidak disiksa secara berlebihan sama othor.
ya, mo gemana lagi. othor kan baik hati tidak sombong, gemar menabung dan masih jomlo eh...
hehehe...
bukan ... bukan karena itu. Tapi, othor kurang tega menyiksa tokoh apalagi tokoh itu adalah perempuan. jadi serasa menyiksa diri sendiri.
othor hanya menyajikan cerita yang beda dari biasanya. di mana tokoh wanitanya tersiksa. nggak bisa membela dirinya, bahkan sang suami ikut menyiksanya padahal si suami cinta mati sama istrinya.
nah, masa iya jika mencintai tapi menyiksa orang yang dicintai? kan nggak banget.
jadi othor memilih yang minim konflik. karena dalam pikiran othor ya satu itu.
orang mencinta adalah orang yang tau bagaimana ia bersikap dalam mengungkapkan cintanya.
oh ya mau tau cerita othor yang lain.
ini ada
Pengantin pengganti dadakan.
tokoh utamanya adalah Ramalia Az-zahra dan Bagaskara Raditya Anugrah.
Kisah tentang nama yang nyaris sama. tiba-tiba menyatu dalam sebuah pernikahan.
othor kasih bab 1 nya ya.
Apa mungkin ada dua nama yang nyaris sama? Bisa saja. Tidak hanya itu bahkan tanggal, bulan dan tahun lahir pun bisa sama.
Inikah yang dinamakan takdir? Bagaimana bisa. Bagaskara Raditya Anugrah. Pria dengan pahatan wajah sempurna dengan tubuh tinggi dan kokoh juga kekar, tampak berwajah pucat.
Nyaris dua jam.ia berdiri di depan pagar besi yang tergembok. Suaranya yang berteriak memanggil seseorang yang ia kenal pun tak menampakkan batang hidungnya.
Diliriknya benda bulat bermerk Gucci keluaran limited edition itu. Serombongan orang yang ia bawa tadi termasuk kedua orangtuanya sudah mulai gelisah. Tak sedikit para teman-teman sosialita sang ibu mulai bergunjing nyaring.
"Bagaimana ini?" tanya Almira sang ibu.
Bagas, begitu panggilan pria itu bergeming. Baju jasnya sudah lusuh, bahkan kalung rangkaian melati yang ia pakai sudah menguning karena layu.
Ya ... mestinya hari ini dia melangsungkan pernikahan dengan wanita yang ia pacari setahun ini.
Ia sudah memberi wanita pujaannya itu uang cukup banyak untuk mengadakan perhelatan sakral ini. Pria berkulit putih itu ingat dua Minggu sebelum hari pernikahan.
Amel, begitu panggilan gadis cantik dengan tubuh proporsional. Wanita idaman Bagas. Memberinya chat terakhir untuk tidak mengganggunya dengan alasan fokus dengan pernikahan ini.
Bagas paham dan mafum sekali. Ia juga sibuk mengurus semua perintilan pernikahan.
Baju pengantin pria sudah dikirim oleh pihak mempelai wanita.
Bagas ingat. Waktu itu ketika fitting baju pengantin, ia tidak mendatangi butik ternama sesuai saran ibunya. Amel merekomendasikan saudara jauhnya.
"Kasian dia sayang. Dia janda ditinggal kabur suaminya," begitu alasan yang gadis itu berikan.
Bagas yang notabene peduli sesama itu langsung terenyuh mendengar cerita tragis itu. Dengan cepat ia menyetujui apapun yang gadis itu katakan.
Bahkan gadis itu mengirim vidio sebuah tenda dan pelaminan yang tengah dibangun.
Bahkan Instagram gadis itu penuh dengan foto-foto pelaminan yang tengah disusun, dengan caption "akhiri masa lajang with my lovely."
Betapa hati Bagas berbunga melihat foto-foto itu. Hatinya tak sabar untuk merengkuh dan menaut bibir gadis idamannya secara halal.
"Bagas!" sebuah sentakan membuyarkan lamunannya.
"Ini bagaimana? Sudah mau tiga jam. Kenapa semuanya malah kosong melompong begini. Katanya semua sudah siap?!" rentetan pertanyaan keluar dari pria sepuh junjungannya. Dia Raditya, papanya Bagas.
Wajahnya tertunduk lesu. Ia telah datang satu jam lebih awal dari jadwal. Akad mestinya mulai pukul sembilan. Pria tampan beserta rombongan datang pukul delapan. Jantungnya seakan berpacu cepat. Ia sangat tahu jika pernikahan ini tak akan pernah terjadi. Padahal tadi ia sangat yakin dengan pernikahan ini. Terlebih adanya janur di mana dua nama mempelai tertera. Namanya dan nama gadis itu.
Sedang di tempat lain. Tampak sosok gadis mungil berbalut gamis pengantin berwarna putih gading. Hijab senada berhias melati nampak tertunduk dengan wajah memerah. Sudah dua jam lebih ia menunggu mempelai pria datang. Tapi, yang ditunggu tak menampakkan batang hidungnya.
**** Nah itu Bab satunya..
oke makasih readers... tolong like love and vote komen
simpel dan gak banyak konflik..
alur ceritanya jg gak mbulet, hehe..
tapi jadinya bab-nya cuma sedikit deh, berasa kurang bacanya..
Terima kasih kak, udah bikin karya sebagus ini..
semoga sehat terus kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
𝚢𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚛𝚊 𝚝𝚑𝚎 𝚋𝚎𝚜𝚝 𝚖𝚘𝚝𝚑𝚎𝚛 𝚊𝚖𝚙𝚎 𝚝𝚊𝚔 𝚋𝚊𝚌𝚊 3×..𝚗𝚍𝚊 𝚗𝚐𝚎𝚋𝚘𝚜𝚎𝚗𝚒𝚗 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊,, 𝚕𝚘𝚙𝚎2 𝚜𝚎𝚔𝚎𝚋𝚘𝚗 𝚝𝚑𝚘𝚛😍😍