Novel ini adalah sekuel dari novel religi yang berjudul "Menikahi Calon Suami Kakak'Ku" Sekaligus Sekuel dari novel romantis "Perjalanan Cinta Sang duda"
Menceritakan tentang Zayn Athallah seorang Model yang di hukum dengan di masukan ke pondok pesantren terpencil karena pergaulannya yang tidak bisa lagi di tangani oleh orang tuanya, Membuat Zayn harus menjalani hari-harinya yang berbanding terbalik dengan kehidupan glamor yang sebelumnya Ia jalani.
Kehidupan yang sangat membosankan di pesantren membuat Zayn terus berbuat onar agar Ia di keluarkan dari pesantren. Namun saat Ia menjalani hukuman terakhirnya, Zayn melihat Faza putri dari Pak Kiai dan jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Lalu bagaimana reaksi Pak Kiai saat mengetahui santrinya yang terkenal paling bandel dan selalu berbuat onar mencintai putrinya?"
Dan bagaimana dengan Faza, Akankah Ia membalas cinta Zayn, Atau Faza lebih memilih Ustadz Adnan sesuai keinginan Abi'nya?
📌 IKUTI TERUS "BERSAING CINTA DENGAN USTADZ"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Tersenyum
Keesokan harinya Faza berjalan-jalan di area pesantren berharap bertemu dengan Zayn yang sejak kemarin tidak juga Ia lihat, Faza benar-benar di buat resah oleh ketidak hadirannya, Tapi mau bertanya pada Abi takut Abi curiga, Ke Ustadz Adnan tidak mungkin.
Di dalam kegundahan hatinya Ning Faza berpapasan dengan Bimo yang tengah membawa piring penuh makanan di tangannya.
"Bimo untuk siapa makanan itu, Apa ada yang sakit?"
"Iya, Ada yang sakit Ning."
"Apakah Zayn sakit?"
Bimo yang tadinya menunduk langsung mengangkat kepalanya dan menatap Ning Faza.
Ning Faza langsung menurunkan pandangannya dan merasa pertanyaannya telah membuat Bimo curiga.
"Bukan Ning."
Faza yang merasa malu langsung melangkah pergi.
Bimo menoleh ke belakang dan menghentikan langkah Ning Faza dengan ucapannya.
"Zayn pulang ke Jakarta Ning, Zayn bilang tidak mau lagi menggangu hubungan Ning Faza dengan Ustadz Adnan." pekik Bimo.
Mendengar hal itu, Seketika itu juga Ning Faza meneteskan air matanya. Hatinya benar-benar tidak rela Zayn pergi begitu saja setelah Ia mengobrak-abrik perasaannya, Bahkan Zayn sampai menyusulnya ke Jogja hanya untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi kenapa sekarang Dia malah meninggalkannya begitu saja. Berbagai macam pertanyaan terbersit dalam pikirannya. Kenapa cintanya begitu sakit dan rumit.
"Ning Faza..."
Suara itu langsung membuat hatinya berdebar, Suara yang dua hari ini begitu Ia rindukan, Tak terasa senyumnya terukir meskipun Faza belum melihat wajahnya. Faza mengusap air matanya dan memutar tubuhnya melihat ke belakang.
"Mas Zayn..." lirih Faza yang suaranya tidak terdengar oleh siapapun.
Zayn tersenyum penuh pesona sembari menaikan dagu dan kedua alisnya.
Faza menggeleng pelan, Ingin rasanya Ia berlari memeluknya, Mengungkapkan kerinduan dan keresahan hatinya selama tidak melihatnya. Namun Imannya tidak mengizinkannya.
Zayn melangkah mendekati nya. Seketika Faza langsung menundukkan kepalanya.
"Ning Faza merindukan ku?" goda nya.
Faza langsung melangkah membelakangi Zayn.
"Dari kemarin gak ada di cariin, Sekarang udah ada di depannya di cuekin." godanya lagi.
"Kenapa Bimo berbohong? Dia bilang..."
"Dia hanya ingin menggoda Ning Faza, Aku tidak kemana-mana,
Dari kemarin Aku merasa tidak enak badan, Itu tadi Bimo ambilin makan untuk ku."
Faza bernafas lega, Ternyata kekhawatirannya tidak terjadi.
"Jika cinta itu Fiqh, Maka Aku akan memfatwakan pada diriku sendiri bahwa mencintai keindahan ciptaan Allah seperti Ning Faza hukumnya adalah wajib, Jadi tenang saja, Aku tidak akan pernah meninggalkan Ning Faza sampai Allah memutuskan siapa yang akan menjadi jodoh Ning Faza nanti." dengan senyum dan langkah khasnya Zayn meninggalkan Ning Faza penuh percaya diri.
Faza menatap punggung Zayn dengan senyum kebahagiaan di hatinya.
•••
"Hahahaha... Di asrama Bimo tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang Zayn ceritakan, Bimo yang memang jail sebenarnya tidak pernah berencana membohongi Ning Faza. Namun melihat keresahannya mencari Zayn membuat ide jailnya muncul.
"Dan kamu lihat bagaimana ekspresi Ning Faza saat dengar Kamu pulang ke Jakarta?" tanya Bimo yang di akhiri dengan tawanya.
Zayn tertawa menggelengkan kepalanya kemudian menyandarkan kepalanya di ranjang kayunya.
Kemudian Zayn menatap langit-langit kamarnya dan kembali memikirkan Ning Faza.
Meskipun Ia tidak tau bagaimana akhirnya nanti, Tapi selama masih memiliki harapan Zayn akan terus berusaha.
•••
Selepas shalat magrib seperti biasa Pak Kiai memberikan tausiyah nya.
kali ini Pak Kiai memberikan tausiyah tentang Ziarah kubur di Zaman Rasulullah Saw.
"Al-‘Utsaimin rahimahullah menerangkan dalam asy-Syarh al-Mumti’ (5/379), “Pada awalnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ziarah kubur, karena kaum muslimin baru saja lepas dari kekufuran dan kesyirikan, sehingga beliau khawatir ziarah kubur akan menjadi wasilah (sarana) terjadinya kesyirikan. Oleh karena itu, tatkala keimanan telah mengakar dalam kalbu-kalbu kaum muslimin, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan ziarah kubur.”
نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا
“Aku pernah melarang kalian dari ziarah kubur, maka ziarahlah (sekarang).” (HR. Muslim)
"Karena tidak lama lagi kita akan menyambut bulan Ramadhan.
Maka seperti tahun-tahun sebelumnya Kita akan berziarah ke makam wali songo pada hari minggu depan, Dan untuk biyaya nanti Ustadz Adnan yang akan menjelaskan."
Setelah Pak Kiai selesai memberikan tausiyah dan pengumumannya tentang Ziarah wali songo kemudian di lanjutkan dengan Ustadz Adnan yang mengumkan biayanya yang harus Mereka bayar untuk mengikuti Ziarah. Namun Zayn tidak lagi mendengarkannya karena pikiran Zayn sudah berkelana jauh ke sana.
Pikiran nakalnya kembali muncul membayangkan bagaimana serunya mencuri-curi kesempatan untuk mendekati Ning Faza di sela perjalanan nanti.
"Ini pasti akan menjadi Ziarah yang sangat menyenangkan." batinnya.
Bersambung...
btw q ndiri juga penasaran ma adnan ngajarin saki..semangat thor m
jgn taubat krn jtuh cinta liat cewek,ntar d tolak cewek taubatnya jd batal