NovelToon NovelToon
Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Sekretaris Vs Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Cintamanis / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:15.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: erma _roviko

MISI KEPENULISAN!!

Ayu menolak keras perjodohan dari sang kakek, hingga sang kakek memberinya waktu 3 bulan untuk saling mengenal dengan pria yang bernama Farhan. Ayu menyetujui syarat itu, jika dia tidak merasakan perasaan apapun kepada Farhan, maka dia bisa membatalkan perjodohan.

Farhan juga menentang perjodohan itu, dia terpaksa menerima tantangan selama 3 bulan. Alasan dia menolaknya yaitu telah menyukai seorang gadis yang pernah menyelamatkannya.

Mampukah mereka melewati waktu 3 bulan tanpa perasaan dan membatalkan perjodohan?
Dan bagaimana mereka melewati hari-harinya?

JIKA ADA KESAMAAN ALUR DENGAN NOVEL LAIN, HARAP DI MAKLUMI. ALUR DI BERIKAN OLEH EDITOR!! AUTHOR HANYA MENGEMBANGKAN NASKAH SAJA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erma _roviko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 ~ Kemana semua barangku?

Maudi memanggil sekretaris baru dan menghampiri, dengan membawa berkas di tangannya. "Kebetulan kau ada disini," ucap Maudi dengan angkuh. 

"Ada apa?" Tanya Ayu yang menautkan kedua alisnya. 

"Ada sebuah proyek kerja sama selanjutnya yang harus kau selesaikan," jelas Maudi yang menyerah sebuah berkas dan menjelaskannya. Ayu menerima berkas itu dan membaca isi proyek kerja sama itu dengan sangat teliti, dan tersenyum sekilas. "Terima kasih," ucapannya yang berlalu pergi meninggalkan ketua sekretaris. 

Maudi juga meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal, karena sebelumnya dialah yang menangani proyek kerja sama itu. Tapi Farhan mengalihkan nya kepada sekretaris baru. "Semenjak kedatangan sekretaris baru itu, hidupku seperti tidak tenang. Harusnya aku yang diuntungkan untuk ini, bukan dia," gerutunya. Pada saat ini, tiba-tiba ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk. Maudi menghentikan langkah kakinya dan membaca pesan teks yang dikirimkan oleh Vanya, dia tersenyum smirk saat melihat pesan masuk di layar ponselnya yang meminta Maudi mengusir Ayu. 

Di sisi lain, seharian Ayu disibukkan dengan membaca informasi yang diberikan ketua sekretaris kepadanya dan dia hanya menindaklanjuti kemajuan dari proyek itu. 

"Semangat Ayu, selesaikan pekerjaanmu dengan sangat cepat," gumamnya yang menyemangati diri sendiri. 

Tak butuh waktu yang lama untuk Ayu menyelesaikan pekerjaan nya, menyandarkan punggungnya di kursi dengan meregangkan otot-otot yang terasa kaku. "Akhirnya pekerjaanku terselesaikan dengan baik, lebih baik aku pulang dan beristirahat," lirihnya pelan yang membereskan meja kerja dan mengambil tas kecil yang selalu di bawa. 

Ayu melangkah keluar dari kantor dan menunggu mobil jemputan dari keluarga Hendrawan. Beberapa saat kemudian, mobil berhenti di hadapannya, dengan cepat Ayu masuk ke dalam mobil menuju Mansion.

Saat pulang kerja, Ayu melangkah menuju kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan. Tapi dia sedikit aneh saat masuk ke dalam kamar dengan nuansa yang berbeda, bahkan barang-barang yang dipajang tidak ada di kamar itu. 

"Kemana semua barang-barang milikku?" Gumam Ayu yang mencari beberapa baju yang dia bawa tidak ada di dalam lemari pakaian. Ayu mengepalkan kedua tangannya, keluar dari kamar dengan langkah yang tergesa-gesa. 

Dia berhenti saat melihat salah satu pelayan yang bekerja di Mansion. "Apa kau tahu di mana letak barang-barang yang ada di kamarku?" Tanyanya. 

"Barang-barang Nona ada di lantai satu," jawab pelayan itu. 

"Lantai satu? Tapi siapa yang memindahkan semua barang-barangku, apakah ini perintah dari kakek?" 

"Nona Laras yang melakukannya, saya pamit undur diri." Ayu menatap kepergian dari pelayan itu beberapa saat dan kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju lantai satu. Ayu berjalan mendekati Laras yang sedang melihat beberapa pakaiannya. 

"Oho, jadi kaulah pelakunya?"

Laras berbalik dan tersenyum tipis saat mendengar suara yang dia kenal, melipat kedua tangan di depan dadanya sambil menyeringai tipis. 

"Kenapa kau melakukan ini?" Tanya Ayu dengan datar. 

"Kau orang baru dan ikuti peraturannya, bahkan kau tidak pernah membantu sama sekali, hanya bisa numpang tidur dan makan," cetus Laras yang menyindir.

"Kau ini sangat lucu sekali, aku adalah tamu."

"Setidaknya bantulah pekerjaan pelayan, dasar penikmat gratisan!" ejek Laras sembari melihat beberapa barang yang dimiliki oleh Ayu adalah Costum-Made, dirancang khusus. 

"Semua barang-barang nya seperti dirancang khusus," batin Laras yang terus melihat hal itu, Ayu tersenyum miring. Memandang Laras seolah-olah dia adalah orang idiot, kehidupan sebelumnya mengajarkan dia untuk memahami semua sisi dari pengalaman hidup yang tidak mudah. Selalu ada rintangan yang menghalangi jalannya menuju kesuksesan. 

"Jangan menatap barang-barang milikku dengan mata kotormu itu, sekarang kembalikan semua ini seperti semula," Lantang Ayu dengan tatapan tajamnya. Ketika Laras mengalihkan pandangannya ke arah asal suara. 

"Kau sangat cocok tinggal disini bersama dengan para pelayan lainnya."

"Kau tidak ada hak untuk memindahkan semua barang itu, cepat kembalikan sebelum batas kesabaran ku habis."

"Apa? Apa kau pikir jika aku takut kepadamu, hah? Kau hanyalah gadis kampung yang tidak layak menjadi pendamping kak Farhan," ucap Laras dengan lantang. 

Ketika Farhan pulang, dia mendengar suara keributan dan pertengkaran dari lantai satu dan menanyakannya kepada pelayan. "Apa yang terjadi?" 

"Nyonya Wina memerintahkan beberapa pelayan untuk memindahkan semua barang milik nona Ayu ke kamar pelayan, Tuan."

"Apa?" Farhan dengan cepat berjalan menuju ke kamar ibunya dan menanyakan hal itu. Tak butuh waktu yang lama untuk Farhan sampai di kamar Wina, masuk ke dalam dengan raut wajah yang tegas. 

"Kau sudah pulang?" Tanya Wina yang berbinar. 

"Jangan berbasa-basi, kenapa Mama memindahkan semua barang Ayu ke kamar pelayan?" 

"Itu lebih baik," sahutnya dengan enteng. 

"Jika kakek mengetahui hal ini, bagaimana?" Ancam Farhan membuat Wina terdiam, dia tidak memikirkan hal itu. "Cepat kembalikan semua barang miliknya di kamar tamu atau aku akan memberitahukan ini kepada kakek."

"Kau mengancam Mama?" ucap Wina yang tak percaya dengan pembelaan putranya kepada gadis kampung itu. Tanpa menunggu waktu lagi, Farhan mengeluarkan ponselnya membuat Wina dengan terpaksa memerintahkan para pelayan untuk kembali meletakkan semua barang itu di kamar tamu. 

Farhan berlalu pergi menuju kamar pelayan, melerai pertengkaran antara Ayu dan juga Laras. "Hentikan ini!" lantangnya tanpa ekspresi membuat kedua wanita itu terdiam. 

"Semua barang-barang miliknya akan kembali di pindahkan ke kamar tamu, di tempat seharusnya. Sekarang kau pergilah dari sini," ucap Farhan yang menatap Ayu dan melirik Laras dan mengusirnya.

Laras pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan dongkol, karena Farhan selalu saja membela Ayu di setiap situasi. Sedangkan Ayu juga sangat kesal dan kembali ke kamar tamu tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Farhan. 

Di kamar tamu.. 

Ayu membaringkan tubuhnya yang lelah di atas kasur empuk itu, meregangkan tubuhnya yang sedikit pegal. Baru saja dia ingin beristirahat, suara ponsel kembali mengganggunya, Ayu melihat layar ponsel dan mengangkat sambungan telepon. 

"Halo."

"Bagaimana dengan kabarmu?"

"Aku sangat baik, ada apa menelponku?" 

"Aku mendapatkan peran dalam sebuah drama baru dan ingin mengundangmu ke Bar untuk merayakan nya."

"Aku tidak bisa berjanji untuk itu."

"Ayolah, apa kau tega kepadaku?"

"Aku hanya bercanda, tentu saja aku setuju."

"Kau membuat aku khawatir saja, jangan lupa datang ya. Aku akan mengirimkan lokasi dan jadwalnya di pesan singkat."

"Baiklah." Ayu mematikan sambungan telepon dan tersenyum. 

"Siapa yang menelpon mu?" Ucap seseorang dari belakang membuat Ayu segera berbalik badan. 

"Bukan urusanmu," cetus Ayu yang tidak ingin mengatakannya. Ucapan darinya berhasil membuat Farhan mengeraskan rahang dengan tatapan elang miliknya, dia kesal karena Ayu tidak mengatakan siapa yang baru saja menghubunginya. 

"Ck, kau membuat aku kesal saja."

"Terserah padamu saja, kenapa kau ada di kamarku? Dasar tidak sopan, seharusnya kau mengetuk pintu terlebih dahulu."

"Aku ingin membawamu mengunjungi Kakek di akhir pekan," jawab Farhan. 

"Hem, baiklah." Ayu setuju untuk mengunjungi kakek Farhan di akhir pekan karena hal itu cukup masuk di akal. "Hanya itu saja?" celetuk Ayu. 

"Memangnya kenapa?" Farhan menyatukan kedua alisnya.

"Keluar dari kamar ini!" usir Ayu yang mendorong tubuh Farhan dan menutup pintu, dia sangat kelelahan dan tak ingin diganggu oleh siapapun termasuk Farhan. 

1
ninuk srisuwarni
suka
zayick
untuk sikap ayu dlm episode ini 👎👎👎👎👎
Nf@. Conan 😎
bukannya Ayu jago taekwondo ya, knapa nggak s gunain
Ell Beke
menarik
Helpy Arifien
bukannya farhan sdh bertemu dg kakeknya ayu. masa masih belum tau identitas ayu
Helpy Arifien
di novel ini menunjukkan kecerdasaan ayu dalm menghadapi masalah. meski sering di fitnah tp ayu cukup membuktikan dg kecerdasan otak. bukan kekuatan otot maupun kekuatan kekuasaan.
karena hal ini pasti sering terjadi dlm dunia nyat.
ambil pembelajarannya sj.
kalo bosan membaca. cukup berhenti membaca.

sebaik baiknya kritik adalah kritik yg membangun. bukan menghujat
Muhammad Rizky
Thor gak seru bacanya cuma muter" aja
erma _roviko: Cari bacaan sesuai selera
total 1 replies
Sidieq Kamarga
Waaaah ternyata pencurinya langsung berteriak, tidak usah cape mencarinya. Maya punya dendam lama ternyata !!!🤔🤔🤔
Sidieq Kamarga
Nah lho nah lho . . . Profil kinerja Ketua Sekertaris yang mulai harus diinstrospeksi, diselidiki dan diperbaiki bahkan kalau lerlu diganti !!!
Erlinda
terlalu bertele tele dgn konflik aq mulai bosan .seperti nya author kehabisan ide utk cerita ini terbukti dari konflik yg ada berputar disitu terus dan ga ada henti nya sorry Thor aq kecewa aq stop sampai disini
erma _roviko: Alur bukan dari aku, INI MISI KEPENULISAN jadi alur yg buat editor pusat
total 1 replies
Erlinda
si ayu berasa hebat tapi bodoh kok bisa hasil design nya di ambil orang .dan dari awal aq baca novel ini penuh dgn kejahatan.iri dan dengki aja ga pernah habis nya dan seperti nya perusahaan tempat ayu bekerja ga bonafit deh .masa para karyawan nya berhati jahat semua dan sang CEO ga peka. bertele tele
Ajumma
👍🏻
Inez Putri
sangat bgus, puas q membcnya gak mengecwakn
Neneng Sumiati
aq suka endingnya thor...sukses for u....tetap semangat dlm berkarya...
Mmh Lilisk
jd kurang respek nih sama sikap ayu
Yusnita Mantua
Kecewa
erma _roviko: Kenapa sih harus bintang satu? Kalau kecewa ya di tinggal, jangan jatuhin karya author begini. Nulis itu ribet, butuh waktu sejam buat satu bab lho😤di kira gampang apa. Di sini bacanya gratis ya kak, coba deh bacanya berkoin, jangan asal ceplok tu jari
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Assalamu'alaikum Kak, karya yg ini benar-benar lolos Misi Kepenulisan? Kalo lolos misi?
Lina Zascia Amandia: Berapa Kak uang misinya....
total 4 replies
Atoen Bumz Bums
capek...
masalah gak kelar2
Nouaf Maula
bagus
Iis Isma
sebenarnya seneng baca cerita ini tapi makin kesini makin g jelas thor kompliknya g habis " jd bikin malas bacanya masak farhan sang ceo g tegas plinplan banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!