NovelToon NovelToon
Wanita Simpanan Yang Menawan

Wanita Simpanan Yang Menawan

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: fitry handayani

Elisa adalah gadis desa yang sangat cantik,namun karna ekonomi yang memaksa sehingga dia menjadi wanita murahan.
tidak ada pilihan,Kerja cantik dapat uang banyak itu kata penghibur di ujung keputusasaannya.

siapa sangka ia bertemu dengan seorang yang sangat kaya.menjadikannya simpanan.
ku pikir dia pria ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitry handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu Ibu kandung

Kamar Luas hanya ada tempat tidur dan satu lari kecil, Elisa mengikuti Edward masuk ke dalam kamar, Edward tampak mengambil kotak P3K di dalam lemari kecil di sudut kamar."Kemari lah ,aku akan mengobati lukamu!" kata Edward sembari duduk di atas tempat tidur.

"Baik"singkat Lisa menuruti dan duduk di sebelah Edward,

"Apa tidak bisa kau menjaga tubuh mu sedikit saja !" ketus Edward seraya mengoleskan obat luka pada jari Lisa, saat itu Lisa tak begitu merasakan sakit karna luka itu sudah di cuci terlebih dahulu oleh BI Imah.

"Apa maksud tuan?" tanya Lisa menatap pria yang fokus membalut jari kecil Lisa dengan lembut.

"Heh, Haruskah selalu bertanya saat aku berkata, "tersenyum sinis "Kau ini Polos atau Munafik ?" ketus Edward memegang dagu Lisa sehingga Lisa menatapnya serius.

"Bisa jadi keduanya"Lisa melepaskan tangan Edward dari wajahnya."Polos dan munafik bukankah itu hal berbeda, tapi jika tuan menginginkannya saya bisa menjadi keduanya" Melepas kan plester di jarinya sendiri !" Tuan tidak perlu membalut luka kecil ini, "tambah Lisa kian melepas plester di jarinya.

"Kau marah padaku Lisa?" tanya Edward sedikit pelan ,sepertinya ia mulai menyadari perkataannya.

"Tidak!" singkat Lisa.

"Boleh aku bertanya Tuan !" tambah Lisa berdiri tanpa menoleh Edward.

"Apa?" singkat Edward mengetahui gadis di hadapannya tengah serius.

"Sebenarnya tujuanmu mengontrak ku untuk apa?" tanya Lisa sedikit tegas menekan nada bicaranya.

"Jangan menguji kesabaran ku Lisa !" jawab Edward turut berdiri

"Aku hanya ingin tahu, jika anda memberitahu ,aku tidak akan bertanya lagi, dan mengikuti semua permainan mu!" tambah Lisa mantap menoleh pada Edward di belakangnya.

"Kemarilah !" kata Edward mengacungkan jari telunjuknya pada Lisa agar ia mendekat.

"Apa,?" tanya Lisa heran tidak sesuai jawaban yang ia inginkan

"Kemari lah !" Edward menarik paksa tangan Lisa hingga dekat di tubuhnya.

"Apa maumu?" tanya Lisa semakin heran.

"Letakkan tanganmu di di leher ku !" Edward meraih kedua tangan Lisa dan mengalungkannya pada leher edward., Elisa hanya diam sembari menatap aneh pria yang nyaris berada di ujung nafasnya, kemudia Edward memegang panggul Lisa dengan kedua tangannya begitu erat, sementara Lisa sedikit berjinjit saat itu, karena postur tubuh Edward sangat lah tinggi.

"Cium aku !" tambah Edward pelan

"Apa?"

"kau tuli, cium aku !" Edward mengeraskan suaranya.

"kau bercanda ,bukan ini pertanyaanku!"

"Tapi ini kemauanku " Edward tampak serius menatap Elisa begitu sebaliknya, terasa nafas hangat Edward membalas nafas pendek Lisa.

 

Deg....

Deg..

Deg...

 

"Aku merasakannya!" bibir Edward terbuka sedikit

"Apa?"

"Cium aku !" Edward memainkan lidahnya membuat Elisa sedikit geli.

"Aku saja yang menciumku!" tambah Edward seraya mencium bibir Elisa sedikit lama, Elisa seketika merespon kecupan Edward itu seketika.

"Kau mulai pandai !" ujar Edward memberhentikan kecupannya dengan sedikit tersenyum, sementara Elisa tampak tersipu malu untuk pertama kalinya, jantungnya berdebar dan panas.

"aku ingin ini di lakukan setiap mau tidur ,berangkat kerja atau ingin pergi kemanapun !" tambah Edward

"Apa?"

"Kau tidak mendengarkan ?" ketus Edward masih dalam posisinya sementara Elisa sudah sangat risih pada posisi itu, kakinya mulai keram untuk berjinjit.

"Aku dengar , hanya saja ..."

"Hanya saja jika kau tidak melakukannya aku akan menghukummu !" tambah Edward mencium lembut kening Lisa dan melepaskan tangannya..

Akhirnya bebas, Elisa tampak menggoyangkan kedua kakinya akibat keram seraya sedikit menjauh dari Edward, sementara Edward masih memperhatikannya dengan senyum liciknya..

"Aku akan membuat agenda untuk mu !" tambah Edward kembali duduk di tempat tidur.

"Nanti ku suruh Rena memberikannya untukmu, kau harus lakukan apa yang tertulis di agenda itu"

"Mandi lah, aku akan turun ke bawah menemui ibu, setelah mandi kau harus menyusul!" tambah Edward bangkit berdiri.

"Tapi Tuan !" Lisa tidak mendengar jelas apa yang di ucapkan Edward karena fokus pada kakinya uang keram

"Besok aku akan mengurus surat nikah kita !" tambah Edward seraya berlalu.

"Apa Tuan?" sontak Elisa sedikit terkejut.

"Jangan panggil aku Tuan lagi ,terutama di depan ibu !" tambah Edward tak menggubris kekagetan Elisa .

"Tapi ?" Elisa menatap pria itu yang telah hilang di balik pintu.

Surat nikah , Benarkah ini? Dia tidak salah ,benar ingin menikahi ku..Elisa sangat heran dan bingung , bagaimana bisa dia akan mendapat kan posisi seperti itu.

_

_

_

_

_

_

Ruang makan

"Ayo sini nak !" Zelin memanggil Elisa yang baru saja turun dari kamar atas.

"Apa kau nyaman dengan pakaian itu ?", tambah Zelin menanyakan pakaian yang ia siap kan untuk Elisa .

"Nyaman Nyon..maksud ku Ibu " Elisa melangkah penuh keraguan sembari menoleh pada Edward yang lagi lagi menatap nya aneh

"Kau ini ,kemari lah duduk dekat ibu !" tambah Zelin lagi menyodorkan kursi di sebelahnya, Elisa seketika duduk menghormati permintaan ibu berusia seperempat abad itu.

"Maaf Bu, Elisa tadi tidak jadi memasak untuk ibu !" melihat banyak makanan yang sudah tersedia di atas meja

"Tidak apa nak, lain kali kan bisa !" tambah Zelin mengelus lembut pundak Lisa .

"Kapan kita makan nya Bu, aku sudah lapar!" sambung Edward mengangkat piring ke arah Lisa,

"Apa?" Elisa menatap nya ,kemudian mengerti maksud Edward ia pun langsung bangkit dan menyedihkan nasi pada Edward dan piring ibu, Zelin pun tampak tersenyum melihat keadaan itu.

"Apa ibu ingin sayur ini!" Lisa tampak menawarkan sepiring sayur pada Zelin.

"Boleh !" kata Zelin menyodorkan piringnya,

"Heh, aku yang minta dulu, malah ibu yang mendapatkannya !"ketus Edward mengambil sayurnya sendiri .

"Kau ini, bukan nya sering Elisa melayanimu seperti itu, sedang diriku baru kini, bukan begitu Elisa ?" Zelin menoleh pada Lisa yang masih berdiri

Sementara Elisa menatap Edward yang mulai makan duluan tanpa peduli,

"Ya Bu!" jawab Elisa pelan seraya duduk kembali ,

"Ya sudah ayo makan !" Zelin mempersilahkan Elisa makan.

"Bagaimana dengan perusahaan mu edward?"

tanya Zelin di tengah makannya .

"Lumayan terkontrol Bu,!" jawab Edward pelan sembari mengunyah makanannya.

"Pasti terkontrol dong, kan Elisa sendiri yang terjun jadi sekretarisnya !" senyum Zelin tertuju pada Lisa yang sedikit menahan sesaknya karena tersedak.

Edward menatap Lisa dan memberinya minum, agaknya Edward mulai paham apa yang di rasakan Lisa ,dengan segera Lisa meneguk air itu secara cepat

 

glekkkk

 

tenggorokan nya terasa lega, sesekali ia mengelus dadanya... ya ampun, menghadapi ibu Edward ternyata lebih rumit dari mengatasi anaknya, tukas Lisa melirik ke dua orang yang tengah menatapnya.

selesai makan

"Apa kalian tidak ingin menginap di sini?" tanya Zelin di depan pintu saat Edward dan Lisa akan pulang dari rumahnya.

"Lain kali saja Bu, besok Edward pergi ke kantor sangat pagi ,takut tidak terkejar jika berangkat dari sini, berhubung Edward ada janji dengan Adnan malam ini, besok jiga jadwalnya sangat padat"

"Anak yang sibuk, ya sudah pulang lah ,"Zelin tampak sedikit kecewa seraya memeluk Elisa yang sedari tadi hanya diam.

"Hati-hati di jalan nak,!" tambah Zelin dalam pelukannya, membuat Elisa merinding dan bergetar mendengar hal itu, Ibu akankah kau melihat semua ini di atas sana, pandangan mata Lisa tertuju pada langit biru yang mulai menggelap.

"Iya Bu, ' tambah Lisa mencium tangan Zelin dengan haru, karena Zelin sangat lembut padanya membuat ia merasakan kehangatan keluarga kembali, sementara Edward tampak senang melihat kedua wanita di hadapannya saling mengasihi meskipun baru pertama kali bertemu, Zelin sudah menyukai Elisa.

1
Nabulla 95
neks= next
Nabulla 95
sispeak= six pack
resain= resign
lip= lift
Iis Sumarni
aku suka bgt dengan alur cerita nya
Tika Tika
cerita ini sangat bagus😍
Kusniasri Kus
saya suka lanjut....
Rosita Hendriyani
duh lemah banget si Lisa, abis tangan, kaki kena batu, keiiris jarinya. ayukkk strong dong Thor
Evrilia_Evril
permisi mau tanya setau aq greentea itu teh kan bukan kopi..
Temy Gerrard Ynwa
lift bukan lip, HVS bukan HPS..
Dwi handayani
terlalu sekali ya itu belinds
Yani Sulastri
bagys certa'x
Wiski zoe
udh tamat ya thor?
Novelable uwwu
suka dimas jadinya aq..
Novelable uwwu
klien(client) bukan klain thor..tus lift ya thor bukan lip jd ingat lip sing gtu klo bc lip hee..
Novelable uwwu
pikirannya jorok itu apakah pikirannya nggak hygienis gak suka bebersih gitu maksutnya thor wkwk
Novelable uwwu
c ajah
Novelable uwwu
weww..
Novelable uwwu
mampir thor..kyknya elisa sbnrnya masih virgin ya..dy pny trik sendiri bwt nglindungi dirinya sendiri
Asiah
lanjut
Nisfu Unie Syafanie Pratama
tetetp semangat kak
Maria Binawati
semangat kak semoga badai cepat berlalu dan Tuhan kasih solusi yg terbaik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!