NovelToon NovelToon
Maidatul Khan

Maidatul Khan

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:158.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rifa Mukherjee

Bukan dari garis keturunan Salman Khan, Amir Khan, apalagi Shahrukh Khan. Hanya anak gadis dari seorang ayah bernama Farkhan. Maka dari itu akhir dari namaku di tambahkan Khan. Bukan ayah pecinta Bollywood juga, hanya untuk genap-genap saja. Agar sedikit beda dari anak tetangga sebelah yang bernama Maidatul Khasanah.

Tidak cantik, tidak menarik. Cuma baik hati dan rela berkorban. Sangking relanya sering di manfaatkan. Hobi rebahan, cita-cita menikah muda tapi sepertinya sulit. Makanan favorit apa saja yang berkuah, terutama bakso kuah.
Mencintai laki-laki yang bisa menerimaku apa adanya. Siapa saja yang menyatakan cinta pasti aku terima. Aku mudah jatuh cinta, apalagi dengan laki-laki tampan. Walaupun ujungnya aku pasti merana.

Gara-gara makhluk sialan bernama jerawat, hidupku harus jungkir balik. Cari kerja nyata susah, apalagi cari jodoh yang kasat mata.

Maidatul Khan namaku dan ini kisahku😏

....

follow author: Rifa Mukherjee
IG: makrifatunbintikhafidzin

cover by: @tiadesign_

selamat membaca😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifa Mukherjee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25: Pengakuan

Tangan Datul gemetar memegang struk tagihan biaya perawatan wajahnya. Hatinya benar-benar merasa bersalah. Jika tadi dia ngedumel gara-gara mengeluarkan uang lima ribu perak, apa kabar Mas Hamam yang harus merelakan uang satu juta susuk lima ratus perak?

Krim pagi, sore, malam dan obat minum juga sudah terbungkus rapi di dalam pouch premium berwarna silver. Mereka tinggal melakukan pembayaran lalu pulang. Demi apa, jika di minta mengganti Datul tak sanggup. Tidak ada barang berharga yang dia punya yang bisa di jadikan barang jaminan pula. Apa Datul tawarkan diri saja jadi budak Hamam seumur hidup? Ah, itu gila. Mending jadi istri Mas Hamam aja, Datul mau. Masalahnya Mas Hamam paling yang ga mau.

"Mas..., aku kog merasa telah melakukan dosa besar" Datul bicara dengan wajah penuh penyesalan.

"Mandi junub kalau gitu!" jawab Hamam enteng sembari menghitung uang kertas dari dalam dompetnya.

"Merasa melakukan dosa besar Mas, bukan hadas besar, dih... malah becanda" Datul ikut melongok isi dompet Hamam. Sedikit was-was, kalau kurang, masak iya mereka mau ninggal KTP, kan malu-maluin.

"Cukup ga Mas?" Datul sedikit berbisik, jangan sampai di dengar orang lain. Bagaimana pun juga dia harus menjaga kehormatan pria tampan di sebelahnya itu.

"Ngremehin orang ganteng! wajah ganteng, dompet juga harus ganteng ya, catet!" Hamam mengangsurkan sepuluh lembar uang kertas merah-merah, baunya wangi. Uang dari dompet pria tampan memang beda.

"Gih, sana bayar! pegel juga dua jam nongkrong di sini, mana dari tadi jadi perhatian cewek-cewek"

Datul mencibir. Lantas menyambar uang pemberian Hamam. Ngacir ke kasir, dan bagaikan orang yang banyak uang, Datul memasang wajah sombong sambil mengatakan,

"Kembaliannya ga usah"

Dih padahal cuma lima ratus perak. Dasar Maidatul Khan. Mbak kasir tersenyum tipis, untung saja ketemunya kali ini orang baik, kalau seperti Mbak yang beralis celurit bisa habis si Datul.

Mereka keluar klinik tepat matahari sedang sombong-sombongnya. Datul benci panas seperti ini, apalagi tadi jerawat di wajahnya baru di laser-laser. Bahaya kalau lama-lama terpapar matahari di luar.

Surat keterangan dari dokter sudah di bawa Hamam. Sekarang Datul bingung plus canggung. Gimana dia pulang, boleh ga sih ngelunjak minta di antar Mas Hamam? Kog ya dari tadi Mas Hamam malah main Hp.

Hamam mendongak, setelah tadi seperti asyik dengan ponselnya.

"Nunggu apa lagi?"

Datul tergagap, "Hah? Mas Hamam ga mau pulang sekarang?"

"Pulanglah, kamu pikir aku mau nginep sini?"

"Boleh nebeng sekalian ga? Kan lumayan, ngirit ongkos," sekalian pengen banget di boncengin Mas Hamam lagi.

"Enggak! aku ada perlu lagi. Kamu bisa pulang sendiri"

Datul menelan ludah, lagi-lagi dia kecewa. Salahnya juga terlalu berharap banyak. Hamam hanya teman, teman yang terlalu baik sampai rela bayarin perawatan wajahnya. Harusnya udah sadar aja, tapi hati Datul ya... memang bandel di bilangin.

"Oh... oke..."

"Duluan..." ucap Hamam singkat setelah menyalakan motor.

Datul setengah berteriak. "Hmmm... makasih!" Hampir saja Datul lupa mengatakan itu.

Datul menyebrangi jalan. Berniat mengadang angkutan menuju rumahnya. Hatinya kembali nelangsa. Di pinggir jalan, berdebu, panas, sendirian.

Orang jelek sepertiku, apa yang aku harapkan? berharap diistimewakan oleh laki-laki? sampai Fir'aun bangun lagi pun, itu mustahil!

_

_

Berkali-kali Datul sudah berusaha biasa saja, mengingatkan hatinya sendiri jika Hamam bukan level sepadan untuk dia bisa menaruh hati. Level Hamam ada di tangga paling atas, sedangkan dirinya siapa? Gadis berjerawat, pengangguran dan tidak punya cita-cita jelas.

Pernah dulu Datul punya cita-cita, jadi penyanyi dangdut. Tapi baru dia nyanyi di dalam kamar mandi, Pak Farkhan sudah gedor-gedor pintu.

Katanya, saru di dalam kamar mandi bicara apalagi bersenandung. Penjelasan Pak Farkhan lagi, setan itu bakal nari-nari kalau ada manusia yang banyak cakap di dalam toilet. Padahal Datul nyanyi juga udah pas pakai lagu di obok-obok punya Abang Joshua. Dari pada di bilang ga nurut Bapak, Datul milih ganti cita-cita. Jadi mayoret. Itu loh yang lenggok-lenggok kemayu bawa tongkat kalau lagi ada marching band. Tapi sampai lulus SD pun dia gagal, mentok jadi pembawa spanduk.

Karena apa, ya karena Datul ga cantik, kurang tinggi, kurang menarik, selalu saja jadi figuran. Seringnya malah ga di anggap.

Setelah dari klinik kemarin, Hamam tidak menghubungi Datul lagi. Menghubungi untuk apa, wong Datul juga udah mundur jadi Mak comblang. Sebenarnya ga ada urusan lagi. Kalau Hamam mau mengabaikan Datul harusnya Datul terima.

Tapi Datul malah sedih begini. Lihat batu kerikil di pojok kamar mandi saja rasanya mau di jadikan alat bunuh diri, sangking frustasinya.

Gini banget ya hidupku... sepoh! kayak makan permen karet yang sudah hilang manisnya...

Datul beranjak dari kamar mandi, takut kalau malah khilaf menjalankan bisikan setan tadi. Rumah sepi, Pak Farkhan biasa sedang sibuk mengantar dagangan ke pasar. Tak ada hal yang bisa Datul lakukan. Hanya ponsel dan kipas angin yang setia menemaninya sekarang.

Datul membuka notifikasi WhatsApp yang terlihat menumpuk seperti dosa-dosanya. Betapa kaget dia saat menonton sebuah Vidio di grup chat RemaT. Ternyata Vidio kiriman dari Mas Hamam.

Wajah Ella muncul di dalam Vidio itu. Dia terlihat menunduk seperti ketakutan dan menyesal.

"Teruntuk warga Tanjungsari, maaf kan saya, saya mengaku salah, karena sudah menebar hoax. Mbak Datul tidak terkena virus cacar monyet. Saya yang salah dan bersedia meminta maaf langsung nanti"

Datul menutup mulutnya tak percaya. Pernyataan itu di perkuat dengan surat dari dokter yang ikut Hamam lampirkan di chat tersebut.

Saat Datul tak berharap lebih, Hamam lagi-lagi menghujani Datul dengan kebaikannya yang di luar batas. Datul saja sama sekali tak terpikirkan sampai sana. Kayak gini kog di larang baper, yo angel...

-

-

-

-

Bantu terus ya teman-teman, sebarin cerita Maidatul Khan ini, biar dia lebih di kenal😌

1
Juwadi Pranoto
ngekek abis 😂😂😂
yani
ketawa Ampe sakit perut Thor😂
falea sezi
lagian murahan sih jd cwok
falea sezi
kapok cwek. bodoh sih
Sriza Juniarti
luwak...luwak...gimanapun..tetep item bang wkwkwk
Sriza Juniarti
wkwkwkckk..k9cak tomi
Sriza Juniarti
bagusss....seperti keseharian yg tak berlebihan..saya suka bingit...💕💕💕
sjs
pokok nya beda dari yg lain 👍👍 mhantapph
Sriza Juniarti
baguuus...suka..kocak 🤣🤣🥰💕💕
Ummi Nza
kenapa si datul bego nya ngga sembuh2 sampe novel nya mau tamat 😂😂
Ummi Nza
sebenernya kesel sm novel kalo karakternya cewe bego tp penasaran juga wkwkwkwk tanggung sbentar lagi tamat
Ummi Nza
si datul tu persis banget kya tmen aku gamoang banget d manfaatin cowok..
Satri Eka Yandri
suka dengan ceritanya, ringan, lucu.. kehidupan sehari-hari ☺
Any Zamcute
keren.. alurnya
Nurul Fuadi
ngakak bc nya, blm lg liat fotonya 🤣🤣🤣🤣
Bu latif
😂😂😂😂tau gitu udah dari dulu di belikan seblak aja mas Hamam datulnya wkwkwkwk datul datul random banget sih kamuh
Mrs Sunshine
suka banget sama karyanya...cerita real life beda dng yg lain...lucu...kocak seru...pokoknya paket komplit...sangat menghibur....
Mrs Sunshine
cuzzzz maraton ke karya barumu thor...
Mrs Sunshine
slmt ya datul...akhrnya menikah dng pria idaman...plus bonus jerawat hilang....glowing datang...paket komplit get merit yaaa
Mrs Sunshine
hah tamat serius ini thor.... msh penasaran cerita selanjutnya nih....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!