Lanjutan dari ZARA, Aku Mencintaimu. Kisah anak dari Juna dan Zara.
Menceritakan masa remaja Queen Nara yang biasa di panggil Nara. Dengan gayanya yang tomboy jago karate juga karena sahabat-sahabatnya semua laki-laki.
Di pertemukan dengan Raja Prasaja Putra kakak kelasnya di bangku SMA yang juga jago karate tapi begitu dingin cuek dan keras kepala seperti es batu. Tapi ternyata Raja adalah teman masa kecil Nara yang dulu pergi tanpa pamit pada Nara.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Bisakah si es batu mencair?
Apakah Nara akan tahu kalau Raja adalah Suga teman masa kecilnya?
Happy reading 🥰🥰
Hanya kisah fiktif jauh dari kenyataan ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sapu tangan yang sama
"Nara dan Ar masih disini?" gumam Raja.
Raja meminggirkan mobilnya dan mengambil payung untuk menghampiri Ar dan Nara. "Mbok tunggu sebentar ya."
Raja turun dari mobilnya dan menghampiri Nara juga Ar dengan payungnya karena hujannya begitu deras.
"Kalian disini? ayo pulanglah bersamaku. Kebetulan aku bawa mobil," ajak Raja.
"Eh kak Raja ada disini juga?" tanya Nara.
"Tadi habis ada acara keluarga di hotel sana," jawab Raja.
"Kalian sedang apa disini?" tanya Raja.
"Kita mau pulang tapi malah hujan soalnya aku bawa motor jadi nunggu reda dulu," jawab Ar.
"Bareng aku aja! sepertinya hujannya semakin deras. Apalagi baju kalian basah nanti kalian bisa sakit," ucap Raja.
"Tapi aku bawa motor," ucap Ar. Ar melihat Nara yang menggigil kedinginan dan khawatir kalau Nara bisa sakit. "Emmmh biar Nara aja yang ikut kak Raja pulang," cetus Ar.
"Aku mau sama kamu aja Ar," ucap Nara.
"Sudahlah Nara! pulang saja bersama kak Raja aku kan naik motor nunggu dulu hujannya reda," ucap Ar.
"Ayo!" ajak Raja.
"Kamu gak apa-apa Ar sendirian disini?" tanya Nara.
"Tidak! sana pulanglah," tegas Ar.
"Baiklah kalau begitu," Nara setuju.
"Aku minta tolong ya kak, antarkan Nara ke rumahnya." Pinta Ar.
"Iya tidak masalah, Ayo Nara!" ajak Raja.
"Kamu hati-hati ya, kalau udah sampe rumah kabari aku." Nara melambaikan tangannya dan berlalu menuju mobil Raja sepayung berdua.
"Maaf ya mobilmu jadi basah," ucap Nara.
"Tidak apa-apa," ucap Raja.
Raja melihat Nara menggigil kedinginan karena tadi bermain hujan kemudian Raja melepaskan jas yang di pakainya lalu memakaikannya pada Nara.
"Biar gak dingin!" ucap Raja.
"Oh makasih kak," senyum Nara. Nara juga tersenyum pada Mbok Sum yang duduk di kursi belakang.
Raja melajukan mobilnya dan Nara melambaikan tangannya pada Ar.
Nara perhatian sekali pada Ar? dan dia juga khawatir pada Ar.
Batin Raja.
"Habis darimana kamu sama Ar?" tanya Raja pura-pura tidak tahu.
"Emmmh cuman jalan-jalan aja dan menikmati pemandangan di pinggir danau," Nara jujur.
"Oh!"
"Kak Raja ada acara apa di hotel sana?" tanya Nara penasaran.
"Acara keluarga!"
"Emmmh tapi cuman berdua aja?" heran Nara.
"Gak perlu tahu!" ketus Raja.
Ciiih kak Raja gak asik! padahal aku kan cuman ingin ngobrol aja biar gak bosen.
Hati Nara.
Mereka tidak mengobrol lagi dan Nara hanya diam, sedangkan Raja pokus menyetir. Nara sesekali menatap Raja, Raja begitu kaku dan dingin seperti mayat hidup pokus menyetir tanpa senyum tanpa bicara.
Sesampainya di rumah Nara. Hujannya sudah tidak lebat hanya gerimis saja.
"Sampai sini saja kak! biasanya di pos juga ada payung kok," ucap Nara.
"Oke baiklah!"
Raja menurunkan Nara di pos satpam tanpa mengantarnya ke pintu utama.
"Makasih kak." Nara membungkukan badannya.
"Sama-sama. Aku duluan!" Raja melajukan mobilnya kembali.
Nara menemui pak Mus di pos satpam dan meminta payung. Nara berjalan ke pintu utama memakai payungnya dan tersadar kalau jas kak Raja masih di pakainya. "Ya ampun ini jas kak Raja aku lupa mengembalikannya." Gumam Nara yang terus berjalan.
"Ya sudahlah biar aku cuci dulu sekalian." Nara masuk ke dalam rumahnya dan tentu saja sudah di sambut dengan omelan Zara karena pulang dengan keadaan baju basah dan pulang sendiri tanpa Ar mengantarkannya lagi.
Di rumah Raja.
"Siapa tadi tuh den?" tanya Mbok Sum.
"Mbok mau tau aja!" ucap Raja.
"Ya Mbok penasaran aja. Aden begitu perhatian padanya," goda Mbok Sum.
"Dia Queen Mbok!" tegas Raja.
"Oh itu Non Queen ternyata. Wah ternyata cantik sekali ya sama seperti saat masih kecil sekarang malah lebih cantik dan sepertinya baik juga," puji Mbok Sum.
"Iya dia memang cantik Mbok tapi sedikit petakilan sih Mbok," ucap Raja.
"Aden ganteng dan Non Queen juga cantik memang cocok sekali." Mbok Sum pergi ke dapur.
Raja hanya tersenyum mendengar ucapan mbok Sum dan memang itu yang Raja harapkan mereka bisa bersama tetapi Raja berpikir itu akan sulit dan tidak mudah.
Raja meraih handuknya dan kemudian berlalu mandi setelah selesai Raja membaringkan tubuhnya dan meraih fotonya bersama Queen dan senyum-senyum sendiri.
"Kapan kamu akan tahu kalau aku Suga? aku pikir dia tidak akan tahu kalau aku Suga, kalau aku tidak memberitahukannya. Tapi ... Ah aku tidak bisa berpikir lagi," Raja bicara dengan foto itu.
🌹
Di rumah Nara.
Nara sudah membersihkan dirinya berganti pakaian dan meminum coklat panas yang di sediakan mamanya. Walaupun di omelin tapi mamanya masih sayang dan membuatkan Nara coklat panas.
"Huuuh dingin sekali." Nara menyeruput coklat panasnya.
"Emmmh ini jas kak Raja biar aku cuci dulu deh sebelum di kembalikan. Tapi aku harus mengecek sakunya takutnya ada barang berharga." Nara mengecek setiap saku jasnya.
"Tidak ada apa-apa! Eh ini ada sapu tangan kak Raja." Nara mengeluarkannya dan meletakkannya di atas meja tapi malah terjatuh dan lipatannya terbuka.
"Malah jatuh sih!" gumam Nara.
Nara mengambilnya dan merasa familiar dengan sapu tangan itu. "Kaya kenal sapu tangan ini?"
"Aaaah benar ini sama dengan punya Suga! ini ada inisial R-nya juga." Nara kaget.
Nara mengambil sapu tangan yang ada di lemarinya dan membandingkannya ternyata memang sama.
"Apa mungkin kalau kak Raja adalah Suga? ini sama banget!" Nara kaget.
Nara menyimpan lagi sapu tangan milik Suga dan terduduk di kursi belajarnya.
"Apa mungkin kalau kak Raja itu adalah Suga? temanku dulu di tempat karate yang menolongku? tapi tidak mungkin karena pasti Suga sudah kelas 3 sedangkan kak Raja masih kelas 2. Lagian dulu kan Suga badannya agak gendut dan pipinya juga cabby," Nara masih berpikir.
"Apa aku tanyakan saja ya pada kak Raja? ah malu! tapi bagaimana aku tahu kalau kak Raja adalah Suga kalau aku tidak menanyakannya? ah pusing sekali!" Nara menjatuhkan diri di atas tempat tidurnya.
Kring! Kring!
Ponsel Nara berbunyi ternyata Ar yang menelpon Nara.
"Ya ampun aku sampai lupa pada Ar karena kak Raja!" Nara mengangkat telpon dari Ar.
("Haiii Ar, kamu sudah sampai rumah, kan?")
("Aku sudah di rumah jangan khawatir")
("Bersihkan dirimu dan pakai pakaian hangat juga buatkan coklat panas pada mamamu atau bibi")
("Iya Nara. Haaaatciiimmm ....")
("Kamu bersin? cepet minum yang anget-anget terus minum obat juga dan istirahatlah!")
("Baik Nara. Terima kasih udah perhatian padaku. Kamu juga istirahat ya. Bye sampe ketemu besok.")
Ar mengakhiri panggilannya.
"Ya ampun Ar sepertinya flu deh karena keujanan tadi. Ah ini semua gara-gara aku karena memaksakan ingin bermain hujan dulu," keluh Nara.
⬇️⬇️
hadir ni thoor
semangat berkarya yaaa😚😚