kisah ini menceritakan empat remaja cowok yang dipertemukan dalam sebuah sekolahan bergengsi yang kemudian pertemuan mereka membuat mata batin mereka terbuka dan dapat melihat mahluk tak kasat mata, mereka sebenarnya adalah sekelompok anak yang terpisah selama belasan tahun lamanya namun mereka tak saling mengenal hinga pada akhirnya kejadian pada perkemahan membawa mereka kepada sosok leluhurnya yang kemudian mencari tau jati diri mereka.
kisah ini diambil dari kisah nyata namun diberikan sedikit unsur fantasinya agar terkesan menarik.
dapat kah keempat remaja tersebut mengetahui jati diri mereka sebenarnya? dapat kah mereka mengunakan kekuatan Yang dimikinya dengan baik? dan siapa sebenarnya mereka? temukan jawabnya dengan membaca novel ini jika membaca jangan lupa berikan jejak ya kasih vote dan dukungan buat author biar bisa lanjutkan terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Doni Doni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
misteri gudang sekolah bagian 5
" kalian ngapain kesini " panggil kami secara serempak saat lidia, miya,yola,dan ayu sudah ada di depan kami.
" kami terlambat jadi dihukum menghadap tiang bendera" jawab ayu
" kalian kena hukum juga pasti terlambat yah " timpal miya
" iya" jawab kami serempak.
setelah itu kami melanjutkan hukuman kami, sesekali kami sailing lirik dan memalingkan muka, aku diam diam melihat Lidia yang berdiri disamping ku, entah kenapa perasan ini menjadi berbeda hingga aku tak dapat memungkiri saat dekat dengan Lidia aku merasa nyaman sekali.
" teng teng teng " jam istirahat pun berbunyi kami merasa lega sekali saat itu.
setelah cukup lama berdiri aku merasa kan kaki ku pegal sekali jadi aku memutuskan untuk duduk sebentar tak perduli pada teriknya matahari dan tatapan siswa siswi yang lainya, namun saat aku sedang meluruskan kaki ku ada sebuah botol minuman yang disondorkan pada ku aku pun menegadah melihat siapa yang memberi ku air teryata adalah Lidia kemudian aku berdiri.
" makasih ya " jawab ku
" sama sama " Lidia menjawab sambil tersenyum.
dengan reflek tangan ku mengacak rambut Lidia gemes
aku dan Lidia hanya tersenyum banyak pasang mata yang melihat kami termasuk kak perki dan teman teman ku yang lainya,
" ehemmmmm mmmmm " mia membuyarkan adegan romantis tersebut
aku dan Lidia kemudian tersadar dan tersipu malu, Lidia Dan teman teman nya kemudian meninggalkan lapangan aku masih berdiri bersama kak perki
" sepertinya Lidia menyukaimu don" kata kak perki sambil matanya melihat Lidia Dan teman temannya aku hanya tersenyum sambil menatap kepergian mereka.
setelah itu kami pun pergi kekelas masing masing, aku menghabiskan waktu istirahat ku di dalam kelas, hingga tak terasa lonceng masuk pun berbunyi, siswa siswi mulai memasuki kelas hingga kelas pun sudah penuh tak lama setelah itu guru pun datang.
kami memulai pelajaran kami hari ini, pelajaran Kali ini kami bersama bu pentri wati saat sedang asik menulis sambil mendegarkan penjelasan bu pentri tuba tiba ada gulungan kertas dilempar di meja ku dengan segera aku mengambilnya dan membaca isinya
" don aku mau bicara soal kemarin aku tunggu di taman "
"Lidia "
teryata Surat tersebut Dari Lidia aku kemudian melihat kearah meja ludua, tampak Lidia sedang menatap ku tersenyum
aku pun membalas tersenyum, kemudian Lidia bangkit Dari duduknya dan meminta ijin keluar sebentar setelah cukup lama aku pun meminta ijin juga aku meminta ijin agak lama setelah Lidia pergi agar tidak ada yang curiga, setalah diberi ijin aku pun keluar kelas dan berjalan menuju taman disana aku melihat Lidia sedang duduk.
aku kemudian ikut duduk dan menyapanya
" ada apa kau menyuruh ku disini"
" aku hanya inggin mengucapkan trima kasih " jawab Lidia
" ohh sama sama , sekalian makasih juga sudah kasih minuman tadi" timpal ku
" iya sama sama "
kami pun terus berbicara kesana kemari sambil sesekali tersenyum hingga kami melewati pelajaran kami dan lonceng istirahat kedua pun berbunyi, aku kemudian berdiri dan melangkah kan kaki ku menuju perpustakaan sekolah dan mengambil buku dan membawanya ditaaman saat aku sampai di taman aku tidak melihat Lidia lagi aku memutuskan duduk dan membaca buku ku tapi Tampa aku sadari kak perki sudah duduk disamping ku
" don lo suka sama Lidia"
aku tidak menjawab Dan terus fokus sama buku ku
" don lo budek apa pura pura gak dengar "
" iya gue dengar " jawab ku
" apa lo suka sama Lidia " timpal kak perki
" apaan sih kak jangan aneh aneh deh "
" jawab yang jujur don jangan bohong gue tau kok " jawab kak perki sambil tersenyum
.................................................................................................................
makasih buat para pembaca setia jangan pelit kasih like yah
love you 😘😘😘😘❤
god bless you too...
top ceritanya thor... i like it.../Good//Good//Good/
maaf, untuk yang ini agak membingungkan...