Hidup Kinan berubah ketika pergantian CEO terjadi di kantor ia bekerja. Walaupun ia hanya seorang office girl, namun CEO yang baru tampak tak menyukainya. Berbagai alasan dibuat sang CEO untuk membuat kerja Kinan menjadi sulit. Hingga pada saat ia melakukan kesalahan sepele namun berdampak hingga ia dipecat. Kebenciannya kepada sang CEO pun semakin menjadi.
Raditya Abhimanyu, CEO tampan dan (tentunya) kaya raya kembali pulang dari Amerika dan menjadi pimpinan perusahaan konstruksi besar milik ayahnya. Raditya adalah pria dingin yang "mati rasa". Segala hal bisa ia dapatkan membuatnya ingin mencari hal baru untuk hidupnya. Untuk itu ia memulai sebuah petualangan. Petualangan yang membuat ia mengetahui sebuah rahasia yang sangat penting untuk hidupnya.
Bagaimana pertemuan Raditya dan Kinan terjadi?
Apakah mereka berakhir saling jatuh cinta?
Ini novel romantis komedi pertama saya. Semoga banyak yang suka dan menikmatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armasita Wardhojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Burung
"Apa kau sudah gila?"
Bu Merliana melempar koran ke arah Raditya. Pak Bastian berusaha mengambil koran miliknya, namun tak cukup cepat untuk menangkapnya. Koran itu pun telah mengenai wajah Radit yang berdiri mematung di depan kedua orang tuanya.
"Kau tahu, Miki adalah keponakanku. Yang artinya dia juga sepupumu. Beraninya kau memecatnya hanya gara-gara wanita rendahan itu?"
"Ibu! Dia mencoba memperkosa Kinan di kantor."
"Mer.. sabar.. ingat jantungmu itu" ucap Pak Bastian menenangkan istrinya yang sangat marah.
"Bagaimana aku bisa sabar menghadapi anakmu yang semakin tak tahu diri ini?"
"Siapa yang tak tahu diri? Keponakan Ibu itu yang tak tahu diri. Apa di luar sana tidak ada wanita lain yang bisa ia bayar untuk memuaskan kelainan seksualnya itu? Kenapa dia harus memperkosa karyawan perusahaan?"
"Radit benar Mer. Miki sudah sangat keterlaluan. Dia seperti mempermalukan keluarga kita"
"Berhenti membela anakmu itu. Harusnya Radit tidak langsung memecatnya. Kita belum tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Miki juga terluka di kepalanya. Dia harus menerima 10 jahitan akibat ulah liar perempuan itu."
"Bukan aku membelanya. Tapi Miki juga harus diberi pelajaran. Ada rekaman CCTV yang merekam perbuatannya pada saat itu. Tak pantas seorang direktur melecehkan seorang karyawan Pantry.."
"Bukan hanya karyawan Pantry, Ayah. Kinan adalah kekasihku. Kekasihku. Apa ayah akan tinggal diam jika Ibu dilecehkan laki-laki lain?" sahut Raditya dengan penuh emosi. Ia lantas pergi dari pandangan kedua orang tuanya.
Pak Bastian tertegun. Raditya, anak laki-laki nya itu tidak pernah sekeras ini menentang orang tuanya. Ia juga tak pernah melihat Raditya begitu teguh memperjuangkan sesuatu. Entah kenapa tiba-tiba Pak Bastian teringat kepada Juliana. Anak perempuan yang selalu ia rindukan.
Beberapa tahun lalu, Juliana juga berdiri di depan ayah dan ibunya. Mematung walau ibunya berulang kali melempar bantal sofa ke arahnya. Pada saat itu Juliana menangis tanpa terisak sedikitpun. Ia tetap bersikeras untuk keluar dari rumah dan memilih untuk hidup bersama kekasihnya, Shandy.
"Kenapa anak-anak kita selalu menyukai orang kelas rendahan?" gerutu Bu Merliana sambil melihat sinis ke arah suaminya. Pak Bastian hanya terdiam. Pikirannya melayang kembali ke masa lalu. Apakah ini kutukan Dahlia?
...***...
Tahun 1985
Bastian Abhimanyu adalah seorang pemuda tampan lulusan universitas negeri terpandang dengan gelar Cumlaude untuk jurusan arsitektur. Ia bekerja di perusahan konstruksi yang baru saja didirikan. Morawa Konstruksi. Ayah Bastian, Pak Abhimanyu adalah salah satu orang yang ikut mendirikan perusahaan konstruksi itu bersama rekannya, Pak Birawa. Pak Birawa adalah seorang pengusaha kaya raya yang sedang memulai investasi di bidang konstruksi.
Tak butuh waktu lama untuk Bastian mendapatkan posisi kepala bagian perencanaan, karena ia sungguh cerdas dan bermental pemimpin. Pak Birawa pun mulai menyukai anak dari koleganya tersebut.
Malam itu, malam kedua di awal bulan Agustus. Sebuah pertemuan diadakan. Keluarga Pak Birawa dan Pak Abhimanyu bertemu. Merliana, satu-satunya anak perempuan dari Pak Barawa bertemu dengan Bastian. Ia langsung jatuh cinta pada saat itu juga. Ia lantas memberitahukan hal tersebut kepada ayahnya. Dan ayahnya pun ikut bahagia, karena putrinya menyukai pria yang ia andalkan.
Singkat cerita, Bastian dan Merliana memulai hubungan. Mereka mulai pergi berkencan dan mengenal satu sama lain. Merliana semakin mencintai Bastian karena sosoknya yang tegas dan berwibawa. Walaupun sebetulnya Bastian bukanlah pria kaya raya dan bukan dari golongan bangsawan, ia pun tak mempermasalahkan. Jika Bastian menikah dengannya, ia bisa mewarisi perusahaan konstruksi ayahnya.
Namun, Bastian tidak sepenuhnya bahagia dengan hubungannya yang baru. Bayang-bayang Dahlia masih membayangi hidupnya.
"Apa karena aku tak sekaya wanita itu?" tanya Dahlia dengan senyuman yang bergetar. Bastian terdiam. Ia tak sanggup menatap wajah sedih kekasihnya.
"Aku tak bisa menolaknya" jawabnya singkat.
"Apa kau masih mencintaiku?" tanya Dahlia yang tak lagi sanggup menahan air matanya.
"Ya, tapi kita tidak bisa hidup hanya dengan cinta. Maafkan aku, tapi ini kesempatan yang bagus. Ini satu-satunya cara agar keluargaku tak diremehkan lagi."
Dahlia mengangguk sambil mengusap air matanya.
"Bastian, suatu saat nanti kau akan mengerti jika harta tak bisa menggantikan cinta. Kuharap kau bahagia dengan wanita itu. "
Dahlia berjalan dengan gontai. Meninggalkan Bastian yang masih mematung memandang Dahlia yang mulai menjauh pergi. Kenangan itu masih terngiang hingga saat ini. Meninggalkan bekas penyesalan seumur hidup Bastian. Membuat setiap langkahnya terbayangi oleh kutukan Dahlia. Bahwa suatu saat nanti hartanya tak bisa menggantikan cinta. Hartanya tak bisa memalingkan anak-anaknya untuk mengejar cinta mereka.
"Anak-anakku, apakah kalian sedang mengajari ayah tentang makna mencintai?"
...***...
Kinan masuk agak siang hari ini. Dia harus datang ke sekolah Shanju karena ada rapat wali murid. Sesampai di kantor, para karyawan melihat aneh ke arahnya. Kinan tak mengerti situasi yang terjadi namun ia yakin bahwa orang-orang sedang membicarakannya.
Setiap bertemu dengan Kinan, beberapa karyawan memilih untuk menghindar atau sebagian malah berbisik dengan temannya. Kinan masih berpikir positif, mungkin ini akibat dari kejadian Pak Miki kemarin. Tentu saja ia menjadi pusat perhatian di kantor.
Kinan melanjutkan pekerjaannya, membersihkan toilet wanita di lantai dua. Ketika Kinan membersihkan wastafel, tiga orang karyawati berdiri di sampingnya lalu mereka bicara seolah menyindir Kinan.
"Kalau aku pasti akan malu untuk kembali ke kantor. Tapi karena presiden direktur menyukaiku, aku punya hak istimewa untuk keluar masuk kantor dengan seenaknya"
"Bagaimana rasanya menjadi selingkuhan Presdir? Aah.. pasti kau akan selalu membuat ulah untuk menjadi pusat perhatian. Apalagi tunangan Presdir sekelas Bu Nuri, wahh..kau harus membuat sesuatu yang menggemparkan untuk menghancurkan hubungan mereka"
"Pak Miki dan Boss adalah sepupu, bukan? waahh..bahkan Boss tega untuk memecat sepupunya sendiri untuk melindungi wanita simpanannya. Jangan-jangan memang benar kalau Pak Miki dijebak?"
"Dijebak?"
"Gosipnya sih, Pak Miki dijebak. Dia digoda terlebih dahulu hingga ia terlena lalu diserang. Kemudian ia keluar dengan drama seolah-olah diperkosa"
Kuping Kinan memerah mendengar gosip tiga wanita itu. Mereka sepertinya memang sengaja untuk menyindir Kinan dengan terang-terangan.
"Kalian sedang membicarakanku?" tanya Kinan kepada tiga wanita itu. Namun mereka tak menjawab dan hanya berlalu dengan tatapan sinis.
Kinan kembali ke Pantry. Disana, ia melihat Bang Miko yang sepertinya telah menunggunya.
"Kau sudah tahu?"
Kinan menggeleng. Bang Miko memberikan ponselnya. Kinan melihat sebuah video yang sepertinya adalah rekaman cctv.
"Ya Tuhan" Kinan menutup mulutnya yang melongo. Dalam video itu nampak rekaman ketika Kinan dan Radit berciuman di dalam gudang pantry.
"Semua orang sedang membicarakan mu dan sepertinya itu adalah gosip tak baik"
"Aku tahu, aku mendengarnya sendiri tadi"
"Kinan, kau mau ku nasehati?"
Kinan mengangguk sembari menyerahkan ponsel Bang Miko.
"Aku turut senang kau akhirnya mampu jatuh cinta lagi, namun kau dalam hubungan yang sulit. Kau dan Boss mempunyai perbedaan yang sangat besar. Aku hanya tak ingin kau terluka seperti saat ini. Semua orang menganggapmu seperti wanita penggoda karena semua orang tahu Boss dan Bu Nuri telah bertunangan."
Kinan terdiam. Mencoba untuk mencerna perkataan Bang Miko yang ada benarnya. Dia mengencani tunangan orang lain.
"Aku mengerti Bang. Terimakasih karena kau selalu melindungiku." Kinan tersenyum lalu memeluk Bang Miko yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.
"Aku mengatakan ini karena aku menyayangimu, Kin" ucap Bang Miko sembari menepuk punggung Kinan dengan penuh kelembutan. Dalam lubuk hatinya, ia benar-benar merasa kasihan dengan wanita itu.
Tiba-tiba pintu Pantry dibuka dan Raditya muncul dari balik pintu. Ia lalu menatap tajam ke arah Miko. Miko yang menyadari arti tatapan itu segera melepaskan pelukan Kinan.
"Kinan, masuk ke ruanganku segera!" perintah Raditya. Kinan hanya mengangguk dan beralih pergi. Bang Miko berdiri kaku saat Raditya menghampirinya.
"Menyayangi?" tanya Radit setengah menyindir.
"E..Maksudnya sebagai rekan kerja Boss"
"Aku akan benar-benar memecatmu kalau kau berani memeluknya lagi"
Bang Miko mengangguk dengan ketakutan.
... ***...
Radit mengunci pintu ruangannya. Ia memerintahkan Bu Sisca untuk tidak menerima tamu untuknya. Kinan berdiri di depan meja kerja Raditya. Raut wajahnya nampak tak seceria biasanya. Otaknya masih terus berpikir. Hatinya begitu gamang, ucapan Bang Miko tadi terus menerus mengusik batinnya.
"Kau sudah melihat video yang tersebar?" tanya Kinan. Kali ini ia bicara tidak formal kepada Raditya. Nampaknya ia kini sedang memposisikan diri sebagai kekasih Raditya.
"Aku akan menyelidiki departemen IT dan security. Bagaimana rekaman cctv di gudang bisa tersebar.."
"Radit.." Kinan memotong ucapan Radit. Lelaki itu menatap Kinan dengan serius. Sepertinya ia merasa bahwa hal tidak menyenangkan akan terjadi.
"Aku akan serius kali ini. Kita sudahi saja hubungan ini. Sudahi sampai disini." ucap Kinan dengan mulut bergetar.
"Kau kenapa? Apa kau marah karena video itu? aku akan mengurusnya, jadi jangan membuat keputusan konyol seperti itu"
"Tidak! Aku sudah memutuskan, kita sudahi saja. Rumor yang berkembang semakin buruk, aku tak ingin wibawamu sebagai Presdir tercoreng karena hal sepele ini. Lagipula, hubungan kita tidak benar. Aku tak mau mengencani tunangan wanita lain."
Kinan berjalan keluar, meninggalkan Radit yang terpaku tak mampu bicara.
"Aku tidak mau" jawab Radit dengan dingin.
Kinan menghampiri Raditya dan entah iblis apa yang merasukinya, ia menampar wajah lelaki yang ia cintai itu.
"Kau tahu hubungan ini tak akan berhasil. Berhentilah menyiksa dirimu dan diriku! Aku sudah tak sanggup lagi menjalani hubungan ini." ujar Kinan dengan nafas tersengal.
"Baiklah kalau ini keputusanmu. Kau selalu menyerah dan tak pernah mau memperjuangkan hubungan kita sejak awal. Pergilah! Kau pasti akan menyesali keputusan bodohmu ini. Aku tak akan menghentikanmu."
Mereka lalu saling bertatapan dengan penuh amarah. Kinan tak menjawab, ia hanya berjalan dengan kesal menuju pintu lalu tak sengaja menutup pintu dengan keras. Bu Sisca dan Bang Miko lagi-lagi menunggu di depan pintu dengan resah.
"Ehm.. Aku tak bermaksud membanting pintu, gagang pintu nya terlepas dari tanganku" ucap Kinan dengan pelan. Ia lalu berlari kecil menghindari tatapan penasaran kedua rekannya itu.
Tak lama kemudian Raditya keluar dari ruangannya. Seolah tahu bahwa Bang Miko dan Bu Sisca di depan ruangannya, ia pun berkata dengan terbata-bata.
"Tolong katakan padanya, aku tidak bermaksud memecatnya. Jangan biarkan dia pergi dari kantor ya?" Raditya menutup pintu dengan malu-malu.
Bang Miko dan Bu Sisca saling berpandangan. Mereka jelas mendengar pertengkaran Kinan dan Raditya.
"Jadi mereka putus?" tanya Bu Sisca, yang telah mengetahui kisah cinta Kinan dan atasannya.
"Kedengarannya begitu" jawab Bang Miko.
"Tapi kenapa mereka bertingkah seolah tidak ingin putus?"
"Sepertinya memang mereka tak ingin putus. Coba Ibu lihat videonya"
Bu Sisca mengeluarkan ponselnya. Ia lalu membuka video yang masuk di obrolan grup karyawan. Dalam video itu nampak Kinan dan Radit berciuman di dalam gudang.
"Wah, mereka benar-benar sedang jatuh cinta" komentar Bu Sisca.
"Ya Kan? waktu aku melihatnya secara langsung aku bahkan tak bisa berkata-kata. Mereka berciuman dengan penuh gelora" Bang Miko menimpali. Mereka berdua serius menonton video itu hingga tak menyadari Raditya telah berada di balik punggung mereka. Mengintip apa yang mereka lihat.
"Boss sepertinya mahir sekali dalam berciuman, hihihi.. " Bu Sisca tersenyum geli.
"Ya, Boss terlihat bernafsu sekali. Ibu lihat bagian ini, Boss bahkan menarik tubuh Kinan lebih erat. Wah.. dia benar-benar pro"
"Kita seharusnya lebih banyak menaruh cctv di gudang jadi adegan mereka bisa terlihat dari berbagai sudut"
"Nah ide bagus" jawab Bu Sisca dan Bang Miko serentak. Mereka lalu terdiam, menyadari bahwa suara Raditya lah yang baru saja mereka dengar. Tanpa menoleh ke belakang, mereka lantas berlari kecil meninggalkan Raditya yang berdiri kesal.
"Kalau bukan pegawai kepercayaanku, sudah kupecat mereka berdua" gumamnya sendiri.
...***...
Mau ngorbanin anakmu yg tinggal satu2nya ini ya Nyonya, demi status dan gengsimu?
Apa Shandy ingin memanfaatkan Shanju, utk mendapatkan uang dari orang tua Juliana?