Novel ini merupakan kelanjutan cerita dari Novel Wanita Lucu Itu Istriku.
Marina merupakan gadis cantik, berambut ikal panjang, dan lemah lembut. Parasnya yang cantik membuat banyak kaum Adam menaruh hati padanya, tak terkecuali sahabatnya sendiri, yakni Daren. Pria blasteran Indo-Jerman itu sudah lama menyukai Marina. Namun, wanita itu tak peka terhadap cinta. Karena minimnya pengalaman dalam dunia percintaan.
Marina terkenal cukup pendiam, dia hanya bereaksi keras bila bertemu pria yang bernama Aljav. Pria itu selalu saja mengejeknya sebagai titisan body losion. Keduanya adalah anak dari dua pasang sahabat, yakni Alea dan Dina.
Sejak kecil hubungan mereka tak pernah akur. Namun, di tengah hubungan yang buruk itu, kedua orang tua Aljav justru menjodohkan Marina dan Aljav, meski tahu Marina sangat membenci pria tersebut. Sejujurnya ada alasan lain di balik perjodohan konyol itu. Apakah alasannya? dan bagaimanakah cara Aljav dan Marina mempertahankan rumah tangga mereka yang sering di warnai kesalahpahaman?
Saksikan kisahnya berikut ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 24. Pernikahan.
Kalimat sakral yang bernama ijab qobul itu terucap lantang dengan satu kali tarikan nafas tanpa celah. Maka resmilah dua insan ciptaan Tuhan yang di persatukan melalui perjodohan itu sebagai sepasang suami istri yang sah.
Semua orang yang berada di tempat sakral itu berucap syukur. Tak terkecuali Mama Alea dan Papa Javier. Pasangan suami istri paruh baya itu lebih merasa bahagia di banding siapapun. Akhirnya Aljav menikahi wanita yang tepat.
Para tamu mencicipi hidangan yang disajikan di atas meja. Meski pesta pernikahan itu terkesan mendadak dan di gelar secara sederhana. Namun, tak menyurutkan kesan mewah yang melekat dalam keluarga seorang Javier Alexander Gautam.
Kolega bisnis Papa Javier tak banyak yang datang. Begitu juga dengan rekan bisnis Ayah Alex, atau rekan kerja Bunda Dina di rumah sakit tempatnya bekerja.
Sementara Mami Ayu dan Papi Andre turut serta dalam kesederhanaan pesta pernikahan tersebut. Tak ketinggalan Delon, putra dari Mami Ayu dan Papi Andre. Pria itu tak kalah bahagianya. Karena dia bisa mendekati Naomi, saudara kembar Akemi, adik dari Aljav di pesta pernikahan itu. Delon bisa menebar pesona di depan Naomi yang selalu menolak cintanya.
Pasangan suami istri yang baru saja resmi menikah itu, melempar senyuman palsu pada setiap tamu yang memberi selamat di iringi doa. Mereka terpaksa bersandiwara demi menjaga nama baik keluarga.
Sementara di ujung tempat pesta, ada seorang wanita berparas cantik, bertubuh tinggi, berlipstik tebal, mengenakan gaun berwarna putih dengan setengah terbuka. Menampakkan belahan dadanya yang besar dan mulut. Wanita itu sedang menggenggam gelas minumannya hingga nyaris pecah. Tatapannya membunuh pada pasangan pengantin baru yang tersenyum di atas panggung pernikahan itu.
Ingin rasanya dia menampar pengantin wanita dan membawanya ke gudang untuk di cabik-cabik kulitnya, hingga hanya tulang yang tersisa.
Wanita berkehidupan glamor itu meneguk minuman, membasahi bibirnya yang berwarna merah. Namun, tak memudarkan warna itu. Dia sudah mulai sedikit mabuk, jika saja seorang pria yang cukup dekat dengannya, tak menghentikan aktivitas minumnya.
"Cukup Naura, kamu bisa mengacaukan pesta ini, jika kamu mabuk," ucap Alert sembari merampas gelas minuman Naura.
Naura Khil dan Alert Davidson. Sepasang kekasih gelap itu di undang secara khusus oleh Aljav. Sebenarnya Aljav tak ingin Naura datang ke pernikahannya. Karena Aljav tak mau Naura sakit hati ketika melihatnya menjadi pengantin pria dari wanita lain. Akan tetapi, wanita itu terlalu keras kepala. Dia memaksa Aljav untuk tetap hadir. Aljav tak bisa menolak Naura yang sudah tampak sedih dan terluka. Dengan menikahi Marina pun sudah sangat menyakitkan bagi gadis berprofesi sebagai model itu.
"Aku bahkan ingin membunuh pengantin wanita itu. Beraninya dia mengambil tempatku. Seharusnya aku yang duduk di pelaminan bersama Aljav," balas Naura sembari menatap tak suka pada Marina yang tengah menebar senyuman palsu di depan para tamu.
"Sudahlah baby, masih ada aku disini yang selalu menemanimu," bujuk Alert tulus, seraya memegang tangan Naura. Namun, wanita itu menepis tangan Alert. Naura menatap tak suka pada kekasih gelapnya itu.
"Apakah kau ingin mati di tanganku?" Seketika Alert melepas tangan Naura. Dia tak berani menatap mata Naura yang sudah berwarna merah, seperti sedang menahan sesuatu di dalam sana.
Sejujurnya Alert tulus mencintai Naura. Namun, wanita itu hanya menjadikannya sebagai bahan kesenangan semata. Ambisi Naura terlalu tinggi. Akan tetapi, cinta Alert tak pernah menyurut. Bahkan dia rela menjadi pria selingan Naura, dan memberinya kepuasan batiniah ketika Aljav menolak menidurinya.
Naura tak pernah menyadari ketulusan cinta Alert. Dalam benak wanita berambut pirang itu hanyalah ambisi menjadi seorang model papan atas, dan menikahi pria kaya raya seperti Aljav.
"Apakah kau masih ingin tetap disini? atau ikut bersamaku?" tanya Alert kemudian yang sudah merasa jenuh menyaksikan pesta pernikahan membosankan itu.
Naura merampas gelas minumannya tadi dari tangan Alert ketika pria itu lengah. Lalu kemudian meneguk habis minuman tersebut.
Puas menghabiskan minuman, Naura memecahkan gelas itu di atas lantai, hingga semua mata tertuju padanya. Semua orang yang melihat Naura tampak sangat terkejut. Tak terkecuali Aljav. Pria itu tiba-tiba meninggalkan Marina yang masih berada di sampingnya untuk melihat kondisi Naura. Namun, Papa Javier mencegah Aljav.
"Kamu mau kemana? apakah kau ingin meninggalkan istrimu di atas sana?" tanya Papa penuh penekanan.
"Papa, wanita itu teman Aljav," jawab Aljav dengan raut wajah cemas. Ya, Aljav mencemaskan kondisi Naura yang tampak buruk.
"Dia punya teman pria disana. Apakah kau tidak bisa lihat kedekatan mereka?" Kalimat Papa sukses mengalihkan tatapan Aljav. Dia bisa melihat bagaimana Alert memperhatikan Naura dari kejauhan. Alert membersihkan wajah Naura yang sedikit berantakan, dan mengendong wanita itu. Karena Naura jatuh pingsan. Bahkan Alert menutupi dada Naura yang setengah terbuka dengan menggunakan jas miliknya.
Seketika tubuh Aljav melemah. Entah mengapa pria itu merasakan sesuatu yang aneh dari cara Alert menggendong Naura. Seperti... cinta? tidak mungkin. Tepis Aljav.
"Kembalilah di atas sana. Istrimu sedang menunggu," lanjut Papa kemudian setelah menyaksikan kepergian Naura dan Alert.
Aljav tak menjawab ucapan Papa, dia lalu kembali ke atas panggung pernikahannya bersama Marina.
Sementara Marina bertanya-tanya. Mengapa Aljav tiba-tiba pergi dari panggung pernikahannya sendiri ketika mendengar suara gelas pecah? Marina tak dapat melihat secara jelas wajah Naura, hingga wanita itu tak mengenali sosok sang wanita yang berhasil menarik perhatian pria yang kini menjadi suaminya itu.
Entah mengapa Marina merasa sakit di bagian hatinya. Mungkinkah dia cemburu? sepertinya Aljav sangat perhatian pada wanita tadi. Bagaimana nasib pernikahannya nanti? jika hari pertama pernikahan saja dia sudah rela meninggalkannya di atas panggung demi orang asing. Lalu bagaimana jika Aljav kembali pada kekasihnya dulu yang Marina tak tahu namanya itu? apakah Aljav akan meninggalkannya di tengah jalan?
Marina mulai merasakan ketakutan. Ya, dia takut di tinggal pergi suaminya. Bukan karena cinta, tetapi bukankah mereka sudah menikah? tidak seharusnya mereka berpisah. Apa kata kedua orang tua mereka jika pernikahan yang terkesan terpaksa itu harus berakhir dengan perceraian? sanggupkah Marina melihat hancurnya hati Bunda? belum lagi hubungan orang tua mereka pasti akan merenggang hanya karena ego semata.
Bisakah Marina mempertahankan rumah tangga yang tak pernah di inginkan ini? tapi dia tak mencintai Aljav, dan sebaliknya. Lalu mau di bawah kemana hubungan ini? apakah Marina mau membuka hatinya untuk Aljav dan mencintai pria itu? tapi bukankah Aljav sudah pernah memberinya warning agar tak jatuh cinta padanya?
Bagaimana jika kelak nanti Marina benar-benar mencintai Aljav yang sekarang menjadi suaminya? haruskah dia mengungkapkan cinta itu? tidakkah itu sangat memalukan? ataukah dia harus memendam cintanya yang bertepuk sebelah tangan itu? entahlah.
Terlalu banyak beragam jenis pertanyaan yang bermain-main dalam benak Marina. Bahkan netranya yang berwarna coklat itu nyaris berkaca-kaca. Sungguh malang nasib Marina. Dia harus menikahi pria yang selama ini di bencinya. Meski tak menampik Aljav sangat cerdas dan tampan. Banyak wanita yang mengelu-elukan sosok Aljav. Namun, cerdas dan tampan saja tak cukup. Butuh cinta dan keikhlasan dalam menerima hubungan, agar ikatan itu menjadi kuat.
semangat selalu Thor 💪💪
di tunggu feedbacknya 🙏😊😘
salam dari "My Bos CEO" yuk semua kepoin kuy 🤗