NovelToon NovelToon
Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nonny Afriani

Nadira, gadis yang harus menerima perjodohan dari kedua orang tuanya. Ia harus menerima perjodohan ini, karena perjanjian kedua orang tuanya dulu sewaktu mereka masih sama sama duduk di bangku kuliah. Bagaimna nasib pernikahan tanpa cinta yang akan di jalani Nadira?? Apakah akan ada benih cinta hadir? Atau Nadira memilih mundur dari pernikahan karena perjodohan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 24

" Kamu mau sarapan apa, Dir?"

Bram mencoba menawarkan sarapan pada Nadira. Nadira melihat ke arah Bram, yang kini sedang berjalan ke arah pintu.

" Terserah kamu aja."

Bram pun pergi meninggalkan Nadira yang masih setia duduk di samping tempat tidur Alby. Semetara Bram pergi mencari sarapan untuk mereka berdua.

Bram berjalan mencari warung makan terdekat. Pilihannya jatuh pada bubur ayam. Bram memesan dua porsi, untuk dirinya dan Nadira.

" Mang, buburnya 2 bungkus ya. Yang satu jangan pake kacang. "

Tak lama seorang wanita cantik pun datang memesan bubur.

" Mang, buburnya 2 ya."

Dan duduk bersebelahan dengan Bram. Bram memperhatikan wanita di sebelahnya dengan sangat intens.

" Cantik." gumam Bram, yang masih terdengar oleh wanita di sampingnya. Sontak sang wanita pun menoleh ke arahnya. Bram langsung membuang tatapannya ke arah lain. Dan sang wanita memutar malas matanya.

" Nih, pesanan nya udah siap."

Sang wanita langsung menyambar salah satu plastik. Dan berlalu pergi ke arah rumah sakit.

" Wah, si Eneng tadi belum bayar itu."

Bram pun langsung melihat ke arah wanita itu berjalan. Dia tersenyum.

"Berapa semua mang, sekalian punya cewek itu. Saya yang bayar."

Setelah membayar sejumlah uang yang di sebutkan. Bram pun mengambil plastik berisi pesanan bubur miliknya. Dan berjalan ke rumah sakit lagi. Saat memasuki kawasan rumah sakit, Bram melihat wanita yang di warung bubur tadi. Dia terpana, ternyata wanita itu adalah salah satu dokter di rumah sakit ini. Tanpa sadar, garis melengkung tercetak di bibirnya. Bram tersadar, saat ponselnya berdering. Tanda panggilan masuk dari papanya Alby.

" Assalamualaikum, Om."

" Waalaikumsalam, Bram. Bram, om minta tolong sama kamu, mungkin om dan Tante sedikit terlambat ke rumah sakit. Jadi selama om dan Tante belum ada disana, tolong kamu temani Nadira dulu ya. "

" Iya, om. Om tenang aja. Bram akan temani Nadira."

"Terima kasih, Bram. Assalamualaikum."

" Waalaikumsalam."

Bram pun langsung menepuk keningnya. Karena terlalu terpana pada wanita yang di jumpai nya di warung bubur. Bram sampai lupa sarapan yang telah di belinya. Bram pun kembali menuju ruang perawatan Alby. Saat masuk ke ruangan, Bram melihat Nadira tengah membasuh tubuh Alby dengan tisu basah.

" Assalamualaikum, Dira. Maaf ya, sarapannya lama. Soalnya aku carinya sambil jalan kaki tadi. Ya hitung-hitung olah raga."

Bram memberikan penjelasan kepada Nadira. Nadira hanya tersenyum.

" Gak apa-apa, Bram. Lagian aku belum lapar."

" Tapi kamu harus tetap makan, Dira. Kamu harus jaga kesehatanmu."

Nadira hanya mengiyakan, dan masih terus membasuh tubuh Alby. Setelah selesai, Nadira mencuci tangan, dan mengambil seporsi bubur yang telah di belikan Bram untuknya. Saat makan pun, Nadira duduk di tepi ranjang Alby, sambil terus memperhatikan wajah Alby. Bram yang menyaksikan hanya mampu menghela nafasnya perlahan.

Meraka makan dalam diam. Namun dari matanya, Nadira tampak memperhatikan Bram yang sedikit kesal.

" Kamu kenapa, Bram. Ada apa di bubur kamu."

Nadira bertanya karena dirinya melihat Bram yang belum juga memakan buburnya. Hanya memilih sesuatu saja.

" Ni tukang bubur, udah gua bilangin juga, gak pake kacang, eh.. malah di kasih kacang. Kan ribet gue makannya. Mesti milihin kacang dulu. "

Bram menggerutu. Dan Nadira hanya tersenyum sambil mengerutkan keningnya. Bram pake kata " gue". Bram yang sadar akan ucapan nya, sedikit canggung.

" Maaf ya Dir. Aku pake kata "gua". Mungkin kamu gak nyaman ya."

Bram menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

" Gak apa-apa kok Bram. Santai aja. Bukannya sekarang kita teman. Mau pake Gua, kamu, elo, santai aja. Woles. "

Akhirnya Bram dan dan Dira tersenyum bersama. Tapi Bram masih menggerutu dengan buburnya. Dan seketika dia ingat.

" Bisa jadi, punya gua tertukar ama tu cewek."

Bram pun tersenyum sendiri. Membuat Nadira menggelengkan kepala dengan bingung.

1
Rahmawati Hulukiba
sudah beberapa kali ku baca tetap suka👍💪
Nonny Afriani: makasih kakak
total 2 replies
AnaZa O
ternyata sifa hanya seorang jalang
nyatanya dia nggak perawan saat sama alby
ihh jijik
AnaZa O
anjinglah syifa dan mamanya
mati aja lah sifa
RossyNara
jang baper kamu Dira atas perlakuan baik Alby, takutnya sudah terbang tinggi lalu di hempaskan sampai kerak bumi.
RossyNara
seharusnya dari awal Alby nolak perjodohannya dengan Dira.,jujur klo dia udah punya pacar jangan kaya gini ujung² nyakitin Dira yang tak tau apa².
Wulan Shafie
aq kira Mila Zaidan yg tulus orange...mlah milih alfy yg udah jelas" menyakiti sampe buat Dira kecewa sekian lama...hufffftttt
Wulan Shafie
harusnya jgan lgsg mau di Dira itu...minimal ngilang dlu kek ato nolak KLO alfy mo ngajak memperbaiki rmah tanggany
Zia Alika
liat komen nya ga jadi baca,, dari pada mood ku buruk gara gara baca novel ga sesuai sama judul nya
Elis Sriyani
Buruk
Swan Dhanil
gampang bngt sudah rusak kebahagiaan ora matinya gampang
Swan Dhanil
mati aja lah biar aman hama emang harus di basmi
falea sezi
skip g sesuai bgt
falea sezi
bodoh aja klo mau. balik
falea sezi
ya karna dia. jalang makanya gk perawan bi albi tolol
falea sezi
ogah maafin penghianat klo cinta dia g akan nyentuh sifa
falea sezi
halah munafik si albi moga dira dpet jdoh lain
falea sezi
niat nolong tp sifa hamil aneh lu aja munafik
falea sezi
lemah menye2 harusnya lo. pergi jauh urus cerai jangan bodoh uda kek pengemis aja lo dir
Khairul Azam
anak lambat laun akan dewasa, membesarkan anak tnpa harus rijul jg bisa, lha klo hati udah disakiti dan klo rujuk bakal hidup seumur hidup bakal keinget trs tu luka
Khairul Azam
sekarang gini lho, duly pas sifa masih ada, kayaknya si alby gak berusaha mendekati dira miski gak untuk dira setidaknya untuk anaknya, setelah sifa gak ada dia datang coba klo sifa masih ada, masihkah alby akan seperti ini. aku oikir nggak akan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!