Ryu Jin yang mendapatkan kesempatan kedua dari sang dewa untuk membalaskan dendamnya dan sekaligus mencari misteri tentang kehidupannya.
Berkah dewa yang menjadikan nya penakluk segala ras, pelindung bagi saudara nya dan pemusnah bagi musuhnya.
Legenda yang akan menggetarkan galaksi, memecahkan dimensi, merusak tatanan waktu.
Legenda yang akan menjadi raja diantara para raja, kaisar diatas kaisar, dan dewa bagi dewa itu sendiri.
Disinilah Legenda dari sang penakluk Ryu Jin dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memasang Formasi
Setelah pembagian hadiah yang dilakukan oleh Ryu, pertemuan pun berakhir dengan makan bersama. Suasana hangat mengalir dalam hati mereka. Berbeda dengan di kerajaan es, Kegaduhan dalam pertemuan membuat suasana menjadi panas.
Berbagai argumentasi mengisi panas nya suasana sehingga perselisihan pendapat pun mengakibatkan panas itu menjadi api amarah. Bukan masalah terima atau tidak lamarannya, melainkan harga diri kerajaan es yang telah lama diinjak-injak oleh raja baru kerajaan beku tersebut yaitu raja Ron cold.
"Jadi apa keputusan anda yang mulia?" tanya salah jenderal kerajaannya.
"Harga diri kita telah diinjak-injak, kerajaan suci kita telah berani ia nodai, tetapi jika kita menyerang mereka, apa keuntungan bagi kita? yang ada kerugian yang banyak muncul. Masalah internal kerajaan saja masih banyak yang belum diselesaikan. Jadi maka dari itu aku mengumpulkan kalian semua untuk memberikan pendapat yang logis dan bijaksana" jawab raja Andrian.
"Andai saja guru ada disini kemungkinan dia bisa mengatasi masalah ini" kata menteri kesehatan, Owen.
"Ya bagaimana jika kita hubungi saja tuan Ryu yang mulia?" ucap salah seorang bangsawan yang juga dekat dengan Ryu.
"Apakah kalian yakin dia akan bisa membantu kita?" tanya salah seorang jenderal.
"Guru Ryu memiliki kekuatan diatas yang mulia raja, jadi jika terjadi pun peperangan kita bisa meminimalisir jatuhnya korban" jelas menteri Owen.
"Baiklah aku akan menghubungi dia dengan lencana petualang. Jenderal, temani aku ke kota biru menemui Edwin. pertemuan akan dimulai lagi jika tuan Ryu telah datang. Dan untuk balasan suratnya langsung saja berikan kepada utusan kerajaan beku tersebut" titah raja Andrian.
***
Sementara di kerajaan Erios, setelah pertemuan berakhir, Ryu pun memulai pekerjaannya yaitu memasang formasi di setiap kota. Tujuan awal Ryu adalah ibukota kerajaan.
"Para komandan Pasang ini di setiap sudut tembok ibu kota, setelah selesai langsung kembali" perintah Ryu memberikan sebuah kertas yang telah ditulisi rune-rune sihir.
"Laksanakan tuan Ryu" jawab mereka.
"Dan untuk tuan Kenzi dan ayah kalian lakukan tugas yang sama di kota kalian, agar setelah selesai disini aku akan langsung memasang formasi di kota kalian" ucap Ryu sembari membuka 2 portal untuk Kenzi dan ayah nya Gwen.
"Baiklah terimakasih saudara atas pemberian nya" ucap Kenzi sambil membungkuk.
"Ahaha..santai saja saudara, aku memanglah sangat tampan dan dermawan hehehe." balas Ryu.
"Y-yaa ahahah.. kalau begitu sampai jumpa nanti" ucap nya melambaikan tangan kemudian menghilang bersamaan dengan portalnya.
"Hati-hati Ryu ayah tunggu kamu di guild" ucap Gwen kemudian menghilang.
"Hmm baiklah ayah" jawab Ryu. Ia duduk menunggu para komandan menyelesaikan tugasnya. Setelah beberapa menit berlalu, para komandan kembali dan telah menyelesaikan tugasnya.
"Baiklah terimakasih atas bantuan kalian" ucap Ryu kemudian menggores jarinya untuk mengambil darah sebagai inti formasi.
"Formasi kehidupan dan kematian" ucap Ryu menempelkan telapak tangannya ditanah.
Setiap sudut ibu kota mengeluarkan cahaya yang melambung tinggi menghiasi langit senja. Ke 4 cahaya tersebut terlihat menyatu membentuk piramid. Kemudian piramid tersebut perlahan-lahan melengkung dan membentuk sebuah kubah yang berisikan ibu kota kerajaan.
Rakyat yang melihat itu sangat terpukau akan keindahan kubah itu. Cahaya hijau menyelimuti dalam kubah dan memasuki setiap tubuh makhluk hidup yang ada di dalamnya. Sensasi hangat mengalir dalam tubuh mereka serasa semua penyakit dan kelelahan mereka telah hilang.
Banyak orang bahagia atas itu, yang menderita penyakit bertahun-tahun langsung sembuh dalam sekejap. Karena Ryu melakukannya di alun-alun kota membuat semua orang mengetahui bahwa dia yang melakukannya.
"Terimakasih dewa"
"Terimakasih banyak tuan". Banyak pujian dan sanjungan yang diterima oleh Ryu. sedangkan yang dipuji tidak mengetahui bahwa sudah banyak orang yang berkumpul disekitarnya karena terlalu fokus mengalirkan mana untuk formasi tersebut.
Raja Chris yang tadi ingin memulai sesuatu dengan permaisuri, harus menunda kegiatan tersebut dan ikut keluar melihat kejadian itu. Setelah cahaya hijau itu menghilang kubah tersebut langsung lenyap tak bersisa.
Ryu pun membuka matanya dan kaget melihat masa yang telah berkumpul disekelilingnya dalam keadaan sujud. Para komandan telah pergi dari tadi karena memiliki pekerjaan lain tapi dia juga melihat kejadian tersebut.
"Hey apa yang kalian lakukan, berdirilah" ucap Ryu dengan nada canggung.
"Terimakasih dewa atas pemberiannya. Berkah anda telah memberikan kami kesembuhan dan kekuatan yang luar biasa" ucap salah dari mereka yang mewakili semuanya.
"Ahahah.. aku bukan dewa tapi mungkin bisa dibilang calon dewa. penghormatan kalian aku terima, berdirilah. Aku sebagai Calon dewa yang tampan lagi agung menghimbau untuk kalian semua bersama-sama mengembangkan dan melindungi tanah air kalian!" seru Ryu dengan tegas.
"Kami akan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh dewa" ucap mereka serempak yang menggema di seluruh ibu kota.
"Hehehe.. baiklah dan sampai jumpa kembali" ucap Ryu sembari mengeluarkan sayap Phoenix nya dan terbang ke angkasa menikmati suasana petang di kerajaan Erios.
Semua orang kagum melihat itu. Tidak sedikit dari mereka yang melontarkan berbagai pujian untuk nya. Tetapi ada satu orang yang geram melihat itu yaitu Raja Chris, paman nya sendiri.
"Bocah itu, kenapa dia menulari kebodohannya kepada rakyat-rakyat ku" geram raja Chris. " Awas nanti kau bocah, akan aku beri kau pelajaran" lanjutnya dan masuk kedalam kamar kembali untuk menemui istrinya yang tercinta.
Kejadian serupa pun juga terjadi di kota awan, karena hanya sedikit orang yang mengenal Ryu, jadi mereka menganggap Ryu sebagai dewa mereka yang telah memberikan berkahnya.
Di kota hujan tidak seheboh di ibukota dan kota awan karena Ryu sangat terkenal di kota ini.
"Ayah aku datang" ucap Ryu yang sedang mengetok pintu ruangan ketua guild.
"Ya nak masuklah" balas Gwen. "Apakah tugas mu sudah selesai?" lanjutnya bertanya kepada Ryu.
"Sudah ayah, kota kita merupakan kota terakhir yang aku pasang" jawab Ryu.
"Hmm kalau begitu baiklah. Ayah ingin menyampaikan satu hal" ucap Gwen.
"Ya ayah ada apa?"
"Jika kau mencintai seseorang, cintailah dia mungkin Natasya akan bahagia melihat itu" ujar Gwen.
"Maaf ayah sebelumnya, mungkin ini tidak masuk akal tapi apakah ayah percaya reinkarnasi?" tanya Ryu.
"Ya ayah juga pernah mendengarnya tapi ayah tidak tahu itu benar-benar ada atau tidak" jawab Gwen.
"Ayah tahu kan semenjak kejadian setahun lalu aku mempunyai kekuatan yang sangat besar dan itu berhubungan dengan Natasya, Amanda dan semua anggota party ku" jelas Ryu.
"Apa maksudmu nak?" tanya Gwen.
"Sebenarnya aku diselamatkan oleh seorang dewa dan dia juga yang telah memberikan ku kekuatan yang besar ini. Dan dia memberitahu ku bahwa Natasya dan Amanda dia reinkarnasi ke dunia lain" jawab Ryu.
"Mungkin ini pengetahuan yang sangat berat bagi ayah untuk mempercayai nya tetapi kita tidak tahu apa yang terjadi jika sang pencipta bergerak bukan?" lanjutnya.
"Apakah itu benar Ryu" tanyanya lagi.
"Kemungkinan besar ayah. Tapi untuk pernyataan ayah tadi aku sih setuju saja karena aku juga tahu, bahwa wajah yang tampan ini akan banyak dikerumuni oleh wanita hehehe." jawab Ryu.
"Hah dasar kau ini. Tapi asal putri ku merestuinya aku pun setuju" balas Gwen.
"Ahahaha aku tau ayah memang yang terbaik" ucap Ryu.
yg aku tau domain itu darea atau galaksi
hhhhh
kena kritik men
hehehehe😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈