NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest
Popularitas:184.6k
Nilai: 5
Nama Author: Qidi

assalamu'alaikum...
haii..salam kenal, ini karya perdanaku.

Seorang perawat dengan wajah ayu khas gadis Jawa. Cantik dengan kepala tertutup jilbab.
Dia harus tinggal jauh dari keluarga, karena sebuah pekerjaan.
Siapa sangka di kota itu ia menemukan cintanya.
Cinta yang ia harapkan akan menetap untuk selamanya di hatinya.
Cinta yang bisa menutup kesedihan, akibat cinta-cinta terdahulu yang hanya singgah sementara.

Akankah harapannya tewujud, ataukah cinta itu sama dengan cinta-cinta nya yang dahulu.

Ikuti ceritanya.." Cinta Untuk Perawat Cantik ".

simak yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qidi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya dr. Jo

Assalamu'alaikum

Selamat membaca 📖📚

🍁🍁🍁🍁🍁

Di ruang kerja dr. Adam.

Raya memandang sekilas ke arah laki-laki tersebut. Dan laki-laki itu hanya diam, mendengarkan dr. Adam berbicara hingga selesai.

"Saya tidak tau apa-apa tentang hal ini, jadi saya memberi ruang pada kalian untuk berbicara ".

Dr. Adam mempersilahkan mereka berdua. Dia berdiri dan meninggalkan dua orang tersebut.

Tapi belum sempat ia melangkahkan kakinya...

"Maaf dok tapi saya tidak bisa kalo hanya berdua dengan beliau ". Raya menunjuk dengan sopan ke arah laki-laki itu.

Dokter pun melihat ke arah yang ditunjuk Raya.

Orang tersebut mengangguk kecil.

"Baiklah, saya akan tetap berada di ruangan ini. Tapi saya akan duduk di sana dan tidak akan mengganggu pembicaraan kalian ". Jawab sang dokter setelah sempat terdiam. Ia menunjuk meja kerjanya.

Mereka berdua pun serempak manganggukan kepala.

Sesuai prediksi.

Dr. Jo sudah mengira jika ini akan terjadi. Ia tahu jika Raya tidak akan mau kalau hanya berdua dengan laki-laki, termasuk dirinya. Apalagi di ruangan tertutup. Tetapi dia tidak bisa mengajak Raya untuk berbicara di tempat lain, setidaknya untuk saat ini.

Oleh karena itu, dr. Jo sudah mengantisipasinya. Ia sudah menceritakan semua dan meminta kesediaan dr. Adam untuk tetap berada di ruangan tersebut.

Sedangkan dr. Adam, dia nampak ragu dengan keputusannya untuk tetap berada di ruangan tersebut. Namun ia juga bingung. Di satu sisi ia tidak mau ikut campur urusan mereka berdua, dan di sisi lain ia juga menghormati permintaan perawatnya. Karena ada benarnya juga, kalau ada yang melihat mereka berdua di ruangan itu, pasti akan ada kabar-kabar yang tidak enak didengar.

Akhirnya dr. Adam memasang headset di telinganya. Memutar lagu dari Handphonenya. Walaupun masih terdengar pembicaraan dua orang itu, setidaknya ia sudah berusaha mengurangi suara yang masuk dari luar.

Yaa..tamu dr. Adam adalah dr. Johan. Ia telah kembali. Walaupun study nya belum selesai, tapi ia sempat kan pulang untuk menemui seseorang. Sekaligus memenuhi permintaan orang yang ia cintai selama ini.

°°°°

Balik lagi pada Bima yaa

Bima masih berperang dengan berbagai pertanyaan di kepalanya. Ia bahkan sesekali menggelengkan kepalanya, dan mengusap wajahnya dengan kasar. Ia sandarkan tubuh kekarnya pada sandaran sofa. Memejamkan matanya sambil memijit keningnya.

Sudah nampak seperti orang yang stres berat.

Dengan pemandangan seperti itu, dr. sinta merasa kasihan pada Bima. Namun saat ini ia juga tidak bisa berbuat banyak. Apalagi sahabatnya itu tidak menceritakan semua yang sedang dipikirkan. Itu membuat dr. sinta ikut resah dan gelisah, bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

"Bim..". Tak ada sahutan dari pemilik nama.

"Bima..!", dr. Sinta sedikit menaikkan volume suaranya.

"Hmmm..".

"Kamu gak siap-siap..katanya mo brangkat ".

"Hmmm..".

"Bim !!". Naik lagi 1 oktaf nada suara dr. Sinta.

"Hmmm..".

Sedetik kemudian....

"Aow.. apa sih sin..". Karena jengkel bantal sofa pun terbang dan mendarat tepat di wajah tampan Bima.

"Dari tadi ham hem ham hem wae, kesel dengernya ".

"Apa..".

"Denger gak tadi aku ngomong?, stres jangan di sini ".

"Tega kamu sin, orang lagi galau juga maen usir aja. Gak kasian apa ".

Bima enggan beranjak dari tempatnya. Dengan wajah memelas ia berusaha merayu sahabatnya agar diijinkan tetap berada disana sementara waktu.

"Gak !". Jawab dokter dengan tegas sambil mengibaskan tangannya.

"Kamu kalo dibiarkan begini terus gak bakal slese-slese. Ini masalah ada di kamu sendiri ".

Dr. Sinta menjeda kalimatnya.

"Udah, gak usah dipikirin lagi. Mo sama siapa kek, itu bukan urusan kamu. Bahkan mo sama adek kamu juga itu udah jodoh dia. Kamu gak bisa nglawan. Ngerti gak !!".

Bima hanya diam mendengarkan nasehat sang sahabat. Memang benar. Mau dipaksa seperti apa juga kalau memang bukan jodoh gak bakal bersanding dengannya.

Akhirnya ia berdiri, merapikan pakaiannya.

"Makasih banyak ya sin. Kamu bener, siapa pun suaminya nanti..aku akan berusaha menerimanya dan menghadapinya dengan ikhlas ".

Bima mencoba menata hatinya. Mencoba berfikir jernih. Mencoba meyakinkan diri dengan ucapannya tadi.

"Nah gitu dong. Kita memang gak akan tau apa yang akan terjadi nanti. Tapi setidaknya kita harus syukuri yang ada di hadapan kita saat ini. Karena inilah yang terbaik untuk diri kita ".

"Belum tentu juga kalo keinginan kita terjadi, kita akan bahagia. Karena setiap satu kejadian pasti ada kejadian lain yang mengikutinya ".

Lanjut nasehat dr. Sinta untuk Bima.

*untuk aku juga, 😍

Bima pun pamit. Ia memantapkan hatinya, untuk pergi melupakan cintanya pada sang perawat cantik. Padahal baru kali ini ia merasakan benar-benar mencintai seseorang.

°°°°

Kembali ke ruangan dr. Adam..

"Maaf sebelumnya Ray, aku meminta tolong dr. Adam meminjam ruangannya untuk bicara dengan mu ".

Raya hanya menundukkan kepalanya. Saat ini pikirannya sedang terbagi.

"Apa kabar Ray ?".

"Alhamdulillah, baik dok ".

Jawab Raya singkat, tanpa bertanya balek kabar dr. Jo. Ia hanya melihat wajah lawan bicaranya sekilas. Karena memang itu kebiasaannya.

"Lama ya kita gak ketemu.."

"Ray..apa ucapan kamu dulu masih berlaku sekarang ?".

Raya perlahan mengangkat wajahnya. Ia terkejut dengan pertanyaan itu. Ia beranikan diri menatap wajah dr. Jo, seraya menggelengkan kepalanya pelan. Kemudian memalingkan pandangannya ke arah lain.

Dr. Jo tersenyum kecil melihat ekspresi wajah Raya. Ia menundukkan kepalanya sejenak.

Menghela nafas panjang.

"Siapa Ray ?"

🍁🍁🍁🍁🍁

sekian dulu ya..lagi kurang vit nii..

makasih banyak untuk smuanya..

maaf kalo menunggu lama..

salam hangat Qidi 😍

1
Asih S Yekti
lanjuut
Mukmini Salasiyanti
nyimak thor
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
yahh nunggu up lagi nihhh
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Alhamdulillah Rayhan udah ketemu Raya dan sembuh langsung setelah memeluk istrinya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Raya belum tahu kalau lagi hamil kah
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
ditunggu lanjutannya lagi
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
apa yang terjadi ya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Raya nya keliatan biasa "aja suaminya yang ngidam mood manja
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
kayaknya Rayhan ngidam ya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
terlalu cinta dan takut kehilangan itu si Rayhan nya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
begitu ya ceritanya kalau donor darah
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Rayhan sangat mencintai Raya jadi pingin nya tak mau lepas
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Rayhan ndak mau kehilangan Raya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
enak banget menu nya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
semoga Raya dan Rayhan bahagia selalu
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
udah lama banget ndak up jadi lupa ma ceritanya 🙏😂
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
raya obatnya rayyan
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Rayyan kena sindrom simpatik ya
QiDi: iya kek nya.. lanjut ya kak..
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
namuun apa yang terjadi?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: ayooook
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
raya hamil sepertinya ya?
QiDi: 🤔🤔🤔🤦‍♀️
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!