Demon Emperor ( Kaisar iblis )
Bercerita tentang seorang anak yatim piatu yang hidup sebatang kara, umurnya 23 tahun. Pemuda tersebut memiliki catatan kriminal yang membuatnya tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.
Hingga suatu ketika disaat ia melakukan tindakan kejahatan, ia mati konyol karena berusaha melarikan diri dari kepungan petugas.
Kemudian pemuda itu bereinkarnasi menjadi iblis dan hidup di dunia lain bersama system.
Mimpi mempunyai keluarga akhirnya tercapai akan tetapi banyak sekali rintangan yang terus berdatangan.
Simak terus perjalanan Cyrus Alexander untuk menguasai dunia dan menjadi kaisar iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M R H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.24 - Hutan Terlarang 3
“Master… kami telah kembali.” Ucap Brush sambil melambaikan tangannya dan membawa sebuah kantong besar berasal dari kulit monster dan berisikan inti monster.
Cyrus tidak terkejut akan kedatangan mereka berdua, karena Cyrus dapat merasakan hawa keberadaan mereka sedang mendekatinya.
“Ya, Kerja bagus…” ucap Cyrus sambil tiduran di atas pohon. Setelah menjawab perkataan Brush, Cyrus memerintah Brush dan Buldog. “Sama seperti kemarin, cari kayu bakar dan bakar daging hasil buruan kalian… dan taruh inti monster itu disana.” Ucap Cyrus sambil menunjuk.
“Baik tuan…”
“Baik master…”
Mereka berdua pergi mencari kayu bakar lagi dan Brush tampak kebingungan dengan ekspresi Cyrus. “Kenapa master tidak menunjukkan ekspresi apapun? Apa aku membuat kesalahan? Atau inti monster yang aku bawa kurang banyak?” ucap Brush dalam hati.
Cyrus sebenarnya tidak menunjukkan ekspresi apapun karena saat itu dia sedang mengecek status miliknya.
Disisi lain tempat Cyrus berada. “Hmm… saat ini aku tidak butuh exp tapi aku sedang membutuhkan jiwa.” gumam Cyrus.
Setelah melihat status miliknya, kini Cyrus meminta Qwerty untuk menampilkan status milik Brush dan Buldog. “Qwerty, buka status Brush dan Buldog.”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Status
Nama : Buldog
Level : 230 ( Exp: 11.534 / 87.000 )
Tahap : 3
Keterangan : Memiliki taring dan cakar yang sangat kuat untuk memburu musuhnya. Monster gabungan antara serigala dan cita. Monster ini adalah pemimpin di kelompoknya. Berasal dari planet lain.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Status
Nama : Brush Bulton
Ras : Iblis
Level : 31 [ Exp : 2.564 / 33.000 ]
Skill : -
Keterangan : Budak raja iblis,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Hmm… lumayan, sedikit lagi Brush akan mendapatkan skillnya.”
“Aku menantikan kekuatanmu Brush… Jangan kecewakan aku.”
“Qwerty, kapan Buldog berevolusi ke tahap 4?”
Gumaman itu keluar dari mulut Cyrus sembari melihat status Brush dan Buldog.
[ Monster akan berevolusi ke tahap selanjutnya setiap kali mereka naik level sebanyak 100 kali. ]
“Berarti… Buldog masih membutuhkan 70 level lagi.” gumam Cyrus sambil mengelus dagunya.
Beberapa menit telah berlalu, Mereka membakar daging dan memakannya sama seperti di hari pertama. Inti monster yang di dapatkan Brush dan Buldog pun telah di simpan ke dalam tas penyimpanan Qwerty, inti monster tersebut berjumlah 192 inti monster.
*
*
Disisi lain, Shadow tampak bergerak dengan cepat menggunakan bayangannya menuju benua tengah sesuai perintah Cyrus.
Cyrus memerintahkan Shadow untuk mengawasi dan mengintai keadaan kerajaan Horns of Hell saat ini, Cyrus melarang Shadow untuk membunuh siapapun tanpa perintahnya.
Hanya membutuhkan sekitar 3 jam saja bagi Shadow untuk sampai ke benua tengah dengan menggunakan skill bayangannya.
Shadow melihat banyak sekali ras iblis yang sedang membangun ulang tembok luar kerajaan. Tetapi anehnya sesama ras iblis mereka saling menyakiti dan mempekerjakan iblis secara paksa.
Tersangka tersebut tidak lain adalah prajurit iblis yang sedang mempekerjakan warga iblis biasa, prajurit iblis dengan pakaian baju zirah dengan symbol sayap.
Sebuah bendera besar yang terpampang jelas di menara kerajaan Horns of Hell telah berganti symbol, kerajaan yang dulunya memiliki symbol sebuah tanduk kini berganti menjadi symbol sayap.
Semua yang dilihat Shadow dari luar kerajaan kini telah terdengar oleh Cyrus, dia melaporkan situasi kerajaan benua tengah melalui telepati jarak jauh.
“Lanjutkan tugasmu dan jangan sampai ada yang mengetahui keberadaanmu.” ucap Cyrus dalam telepati.
“Baik yang mulia.” Jawab Shadow
*
*
Hari telah berganti, setelah Shadow melaporkan kejadian benua tengah kemarin malam, Cyrus menyadari bahwa keadaan di benua tengah saat ini sangat rumit.
Cyrus mengesampingkan masalah itu, saat ini dia hanya fokus untuk membuat Brush menjadi kuat untuk mendapatkan kepercayaan warga kerajaan Horns of Hell.
“Brush… lakukan kegiatan hari ini seperti kemarin bersama Buldog.” ucap Cyrus.
Tanpa bertanya dan membantah perkataan Cyrus, dia menjawab. “Baik master.” ucap Brush penuh rasa hormat.
“Sebelum kau pergi, makan ini dan bagi dengan keluarga Buldog.” ucap Cyrus sambil memberikan sebuah makanan hangat yang di tukarkan dari Qwerty.
“Terima kasih master.”
Setelah makan makanan yang diberikan oleh Cyrus, kini Brush dan Buldog beserta istri anaknya pergi meninggalkan Cyrus untuk meningkatkan level mereka bersama.
Seperti biasa, Cyrus sendirian dan hanya memandangi langit sambil melempar-lempar batu kerikil. “Ahh… bosan sekali…” ucap Cyrus sambil melempar batu.
*
*
Tiga hari telah berlalu, Brush dan Buldog melakukan kegiatannya sama seperti hari-hari sebelumnya, bahkan sedikit lagi Brush akan mendapatkan skill yang cocok dengan keahliannya.
Berkat Brush dan Buldog, Cyrus juga mendapatkan banyak exp, jiwa monster dan inti monster. Meskipun seharian penuh dia hanya tidur dan makan saja, dengan kegiatan tersebut dia tetap bisa terus bertambah kuat dengan bantuan mereka berdua.
Siang hari disaat Brush dan buldog pergi berlatih melawan monster, terlihat Cyrus sedang tidur di bawah pohon dengan suasana hutan yang tenang dan sejuk. Tiba-tiba terdengar suara kegaduhan yang mengganggu sehingga membuat Cyrus terbangun dari tidur siangnya.
“Tolongg… tolong…. Tolonggg….”
“Berhenti… tidak ada siapapun disini... untuk apa kau meminta tolong.”
Cyrus terbangun dari tidurnya, “hmm… Siapa yang berani mengganggu tidur nyenyakku?” ucap Cyrus sambil mengusap-usap wajahnya.
Cyrus bergegas pergi kearah sumber suara tersebut yang tidak terlalu jauh darinya.
“Siapapunnn… tolong aku…”
“Ayolah cantik… bermain denganku…”
Tidak lama kemudian Cyrus melihat dari atas pohon, suara teriakan meminta tolong itu berasal dari iblis cantik seumuran dengannya sedang berlari ketakutan dan beberapa iblis laki-laki sedang mengejarnya.
Iblis wanita tersebut berpakaian seperti layaknya seorang putri dari sebuah kerajaan dan iblis pria itu memakai baju zirah bersymbol sayap di dadanya.
“Ternyata mereka pengganggu tidurku… hm, symbol sayap?”
“Soul eater, bunuh semua iblis berzirah itu… jika wanita itu masih berteriak, bunuh dia juga.” ucap Cyrus sambil menutup telinganya dengan satu jari.
“Hohoho… dengan senang hati tuan.” Soul eater pun terbang dengan cepat dan menusuk tepat di jantung menembus zirah tebal mereka.
Tanpa sengaja ketika wanita cantik berpakaian layaknya putri tersebut sedang berlari, dia menoleh kearah prajurit berzirah yang sedang berteriak ketakutan karena tusukan belati hitam yang menembus jantungnya.
Wanita cantik itu terdiam terkejut sambil meneteskan air mata, ketakutannya bercampur karena melihat pembantaian di depan matanya dan juga karena kejaran iblis berzirah itu.
[ Level Up ]
[ Mendapatkan 10 jiwa iblis ]
Soul eater membunuh semua prajurit itu dengan cepat, karena wanita itu hanya terdiam tanpa kata karena ketakutan, sesuai perintah Cyrus dia kembali terbang kearah Cyrus dan tidak membunuh wanita tersebut karena wanita itu telah berhenti berteriak.
Ketika belati hitam itu terbang kembali ke Cyrus, wanita tersebut melihat sosok Cyrus yang telah menyelamatkannya dari mimpi buruk bagi kaum wanita.
“Jangan berisik jika kau ingin hidup.” ucap Cyrus dari atas pohon.
Wanita itu masih dalam keadaan syok berat. Bahkan tidak menjawab dan melakukan apapun untuk menjawab perkataan iblis yang telah menyelamatkan hidupnya.
Setelah berkata begitu, Cyrus langsung kembali ke tempat semula dia tertidur dan melanjutkan tidur siangnya. “Huhhh… dasar wanita merepotkan!” gumam Cyrus.
Setelah melihat Cyrus pergi dari sana, wanita tersebut menghela nafasnya dan mulai terduduk lemas di depan mayat-mayat iblis berzirah itu, dan mengucapkan dua kata dengan pelan.
“Terima kasih…”
lu nggak ngapa ngapain