Aku adalah orang yang pernah diusir dari rumahku sendiri, tapi sekarang aku kembali untuk membalas mereka yang pernah menyakitiku.
Tunggu dan lihat, pasti kalian akan merasakan kesakitan.!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon us ahtcOctOha Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam yang indah
Satpam dirumah putri sudah mengunci gerbang nya, namun ada mobil yang datang kembali, yaitu mobil steven. Kemudian satpam tersebut membuka gerbangnya kembali.
Disisi lain, Putri sedang bersantai disofa dalam kamar tidur nya. "Fiuhh.. Hari yang melelahkan, ahirnya aku lega, kejahatan bianca sudah terkuak, huuhh.. Aku capek". Putri memejamkan matanya, beristirahat karna lelah bekerja tiada henti.
"Putri.. "
Suara yang memanggil nama putri terdengar sayup sayup,
"Put..."
Putri mengira itu adalah mimpi, tapi saat dia membuka mata, ternyata steven sudah duduk dikursi disamping putri yang sedang berbaring. "Stev? ". Ucapnya bingung. "Bukanya tadi kamu sudah pulang? kok tiba tiba disini, aku tidak sedang bermimpi kan?"
"Menurutmu apa kau sedang bermimpi?". Steven mencubit pipi putri yang menggemaskan itu.
"Awww!! Sakit!! Iya aku tidak sedang bermimpi". Ucap putri sambil beranjak duduk.
"Tadi aku sengaja pura-pura pulang, supaya mereka semua juga pulang, tapi aku kembali lagi saat ditengah jalan. Put, ini adalah hadiahku untuk mu". Steven memberikan kue ulang tahun yang kecil dihiasi dengan bunga mawar merah disekeliling kue nya, dan juga bunga mawar plastik ditengah kue nya. "Silahkan tiup lilin nya, tapi sebelum itu kamu make a wish dulu ya"
"Baiklah, terimakasih stev". Putri berdoa terlebih dulu sebelum dia meniup lilin nya, "stev, aku mau kau meniup nya bersama ku"
"Oke, dihitungan ketiga ya.. " Steven dan putri meniup lilin nya secara bersamaan, kemudian stev mengambil sedikit kue dan menyuapkan nya pada putri.
"Stev, terimaksih banyak, aku minta maaf atas sikapku karna kesalah fahaman kita, aku menyesal sekali". Putri merunduk dengan rasa penyesalanya.
"Sttt,, jangan dibahas lagi, yang sudah terjadi biarlah berlalu, nih bunga mawar untukmu". Steven memberikan bunga mawar plastik yang terletak ditengah kue pada putri.
"Hah? Inikan bunga plastik". Ucapnya bingung.
"Coba deh kamu lihat didalam nya ada apa?". Tunjuk stev.
Putri membuka helaian daun bunga mawar itu, terdapat sepasang anting mutiara berwarna silver didalamnya. "Wah anting mutiara? Cantik banget! Makasih banyak stev, ini pasti mahal banget". Senyum semeringah terpancar diwajahnya saat mendapat hadiah dari stev.
"Jangan dilihat dari harga nya, tapi lihat dari siapa yang memberikanya, kalau soal mahal, itu gak semahal cinta aku ke kamu yang gak ternilai harganya, kau tau? hanya kamu yang bisa membuat aku menunggu bertahun tahun, begitu banyak wanita cantik disekelilingku, tapi mataku seperti memakai kaca mata kuda, pandanganku hanya tertuju padamu saja, walau kau jauh dimata, tapi gak tau kenapa wajah mu selalu tertanam dalam benakku, dan itu tidak bisa digantikan oleh siapapun". Steven berkata sambil menggenggam tangan putri dan menatap matanya sangat dalam.
"Gombal deh!". Jawab putri sambil mengalihkan pandangan nya, pipinya menjadi merah merona, jantungnya berdegup kencang.
"Loh, kok gombal, aku ngomong serius ,itu yang aku rasain saat jauh dari kamu, selama kamu tidak bersamaku, aku selalu merindukan kamu, tapi aku harus menahan nya karna demi tujuan menguak rencana bianca kemarin"
"Iya deh, aku percaya, makasih ya"
"Gitu doang? Ehh sini deh aku pasangin anting nya". Stev mengambil anting yang dipegang putri dan memakaikanya ke telinga putri.
"Wahh kamu tambah cantik deh dengan anting ini, aura kamu makin terlihat". Puji steven pada putri.
"Masa sih, aku lihat dulu deh". Putri beranjak bangun dan melangkah kemeja rias nya, "Wah! Iya beneran cantik banget anting nya, bersinar lagi!! Hehe"
Steven menyusul putri dan berdiri dibelakang putri yang sedang duduk dikursi meja rias nya. "Yang cantik itu bukan anting nya, tapi kamu nya". Ucap steven sambil membelai rambut putri. "Put, sebenarnya ada satu lagi yang ingin aku kasih sama kamu, tapi ini lebih special"
"Hah? Ada lagi, apaan stev?". Putri berbalik menghadap steven.
"Sini deh, kamu berdiri disini". Steven menyuruh putri untuk berdiri disamping tempat tidur nya, kemudian steven berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak berbentuk love berwarna pink. "Put, aku harap cinta kamu padaku selama ini belum pudar, dan aku akan menyatakan cintaku dan keseriusanku selama ini padamu, dari saat kita pertama bertemu, aku sudah menaruh hati padamu, dan sekarang aku tidak mau lagi menyia-nyiakan orang yang aku sayang, putriku, maukah kamu menjadi calon istriku?"
Berlutut dengan memegang kotak kecil , stev menyatakan perasaanya pada orang yang ia cintai selmaa ini.
Putri kaget dengan perasaan yang campur aduk, kebahagiaan nya memuncak, melihat kesungguhan hati steven. "Uum.. ". Putri menjawab nya dengan menganggukan kepala nya.
"Kamu mau?" Tanya steven sambil menyeringai. "Katakan sekali lagi, aku ingin mendengarnya dengan jelas". Ucap steven sambil berdiri didepan putri.
"Iya stev, aku mau!!" Jawab putri penuh keyakinan
"Hah?? Terimakasih put, aku sayang sama kamu". Steven langsung memeluk putri dengan erat. "aku janji sama kamu, aku akan menjaga cinta kita, aku janji aku tidak akan menyia-nyiakan kamu, aku janji aku tidak akan membuat kamu kecewa". Ujar nya sungguh-sungguh.
"Stev terimakasih banyak untuk janji kamu, tapi aku minta tolong, kamu pegang semua janji kamu itu ya". Sahut putri sambil melepaskan pelukan nya.
"Iya sayang, kamu pegang kata-kata aku, jika aku ingkar, bunuhlah aku dengan pistol yang aku berikan padamu". Jawab steven sambil mengecup lembut kening putri.
"Nah sekarang kamu buka dulu kotak ini ya.
Putri membuka nya dengan hati hati, dia ternganga melihat sepasang kalung liontin berlian, beserta cincin berlian berbentuk love berwarna pink itu. "Wah!! Stev? Apa ini gak berlebihan, kalung dan cincin ini bagus banget, warna nya pink, indah sekali. "Tutur putri dengan senyuman manis nya.
"Kamu suka? "
"Suka banget,, makasih banyak ya.."
"Iya sama-sama, sini deh aku pakein kalung nya, kamu menghadap cermin ya"
Steven memasangkan kalung itu dileher putri, kemudian dia juga memasang cincin nya dijari manis kanan putri. "Put, aku sengaja memakaikan cincin ini dijari kanan kamu, karna ditangan kiri kamu sudah ada cincin dari shine, aku tidak melarangmu untuk memakai perhiasan dari siapapun itu, asalkan kau juga menggunakan perhiasan yang aku berikan". Tutur stev sambil mencium tangan putri setelah dia memasangkan cincin nya.
"Stev, sekali lagi terimakasih,karna kau tidak keberatan aku menggunakan perhiasan dari orang lain, kamu sangat pengertian. "Ucap putri sambil memeluk stev dengan haru.
"Iya sayang, gak usah berterimakasih terus ya, aku gak akan ngelarang kamu buat ngelakuin apapun yang kamu mau, aku akan mensuport apapun itu". Stev mengecup kening putri.
Beberapa menit kemudian, putri menyudahi pelukanya dengan steven, "maaf stev, hari sudah larut, mending kamu pulang ya, aku juga mau mandi dulu". Ucap putri dengan wajah tertunduk malu.
"Hei,, " Steven memegang ujung dagu putri dan mengangkat wajah nya yang malu-malu itu. "Sepertinya aku gak mau pulang deh, aku pengen peluk kamu terus dan tidur disamping kamu. Hehe."
"Stev, jangan membual deh,."
"Sayang, kamu lihat, ini sudah jam setengah tiga pagi, beberapa jam lagi matahari sudah bersinar, izinin aku tidur bersama kamu ya, kali ini aja. Please.. Lagian gak ada orang dirumah ini". Ucap steven menyandarkan kepala nya dibahu putri.
"Stev, kamu apaan sih, kayak bocah labil tau gak, aku baru tau kalo kamu tuh suka manja kayak gini."
"Manja sama pacar kan sah-sah aja, boleh ya sayang."
"Um.. Iya deh, tapi kali ini aja ya". Jawab putri tersenyum.
"Yesss!! Makasih banyak sayang,,, i love you.. Oh iya, kamu gak usah mandi lagi ya, mandi nya sekalian pagi besok aja, karna gak bagus mandi terlalu larut kayak gini, kamu bersihin aja muka kamu, terus ganti baju, lalu tidur."
"Iya bawel,, tapi kamu tutup mata ya, aku mau ganti baju, jangan ngintip."
"Ngintip dikit boleh dong sayang, kamu kan calon istri aku, ntar juga aku pasti melihat nya kok". Goda steven pada putri sambil menutup matanya
"Gak boleh, belum waktu nya, belum muhrim, awas kalo kamu buka mata, aku colok mata kamu."
"Iya bawel, kalo udah salin cepetan cuci muka nya ya, lalu bobok sini dekat aku ". Goda steven kembali sambil menyeringai.
"Ya udah, aku cuci muka dulu"
Saat putri pergi mencuci mukanya, steven berbaring terlebih dahulu sambil menunggu putri selesai. Ketika putri kembali, dia langsung tidur disamping steven yang sudah tertutup selimut.
"Eh, sudah tidur? Cepat sekali". Ucap putri sambil men-toel toel hidung steven. "Bagus deh kalau sudah tidur, aku juga mau tidur ah, ngantuk banget". Putri pun berbaring dan memejamkan matanya, sayup-sayup matanya mulai tertutup dan terlelap.
Saat putri sudah tidur dengan lelap steven pun bangun dan menghadap putri, dia menatap wajah putri dengan cinta kasih, sambil membelai wajahnya yang halus bersih, kemudian steven meletakan kepala putri diatas lengan nya yang membentang, lalu dia mencium kening putri dan memeluk nya sambil tertidur, tak lupa steven menyelimuti seluruh tubuh putri.
Keduanya terlelap dalam dekapan hangat.
•••
BERSAMBUNG..
(Yang setuju putri jadian dengan stev, angkat tangan☝)
tmbah sayang deh🤗😘😘😘