Dicintai oleh seorang Psychopath, bagaimana rasanya?
Itulah yang dialami oleh DEA MAHESA anak kedua dari keluarga mahesa. Merasa beruntung saat dicintai oleh seorang psychopath? Tidak bagi Dea. Karena dia harus berusaha keras untuk keluar dari penjara DARREL KAVELERI, yang ternyata sudah mencintainya sejak lama.
Masalah ingatan karena kecelakaan, membuat Dea tidak bisa terlalu mengingat siapa itu Darrel.
Banyak hal yang dialami Dea saat di dalam penjara. Seperti kekerasan fisik, Taruma, bahkan Hubungan untuk menyenangkan Darrel.
.
.
.
.
HALLO SEMUANYA! Makasih yang udh mampir dan sempetin buat baca karya author kali ini. Semoga kalian menikmati ceritanya dari awal hingga akhir ya. Jangan lupa dukung author dengan tinggalkan jejak pada setiap bab. Dan author hanya mempublikasikan di apk nt atau mt. selain itu author tak menerbitkan di apk manapun. terimakasih!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuriko Harumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 24 •LBP• : DEA MELUPAKAN AKU JUGA
(ⁿote) : Masih lanjutan flashback dan Darrel prov...
_____________________________________________
_________________________________
Tak lama setelah itu, ada beberapa polisi yang datang ke rumahku. Mereka sedang mengintrogasi diriku lebih tepatnya. Aku ketakutan, mereka bertanya apa yang Dea di rumahku. Untunglah papa dan mama menyewakan pengacara yang sangat pandai, hingga aku bisa keluar dengan mudah.
Aku hanya menjawab Dea kerumahku untuk berkerja kelompok, kita sudah selesai tiba-tiba ada mobil yang menabrak Dea. Apakah kalian tau, ternyata yang menabrak Dea adalah Keynik Mahesa. Putra tunggal keluarga Mahesa, lebih tepatnya tetanggaku. Kami memang tinggal di perumahan yang cukup terkenal, dengan Keynik sebagai salah satu penghuninya.
Sudah hampir satu bulan aku tidak tau kabar dari Dea. Papa dan mama semakin memperkuat penjagaan di sekitarku, bahkan mereka sampai menyewa pengawal untuk mengantar dan menjemput ku sekolah.
Aku sangat ingin menemui Dea, tapi papa dan mama tidak memperbolehkannya. Aku merasa papa dan mama mulai mengekangku, bahkan untuk pergi saja aku tidak boleh sendirian.
Untunglah ada alat gym di rumah. Membuat ku meluapkan segala emosi ku disana. Aku kadang menangis, bahkan kadang sangat marah hingga berteriak. Sejujurnya aku juga yang membuat Dea kecelakaan, andaikan saja aku tidak menciumnya.
Satu bulan lebih telah berlalu. Tapi aku masih belum bisa melupakan Dea. Aku mendengar dari beberapa obrolan siswa bahwa Dea akan kembali.
"Katakan apa yang kau bicarakan!" teriakku sambil mencekal kerah anak laki-laki itu.
"Eh! Darrel! Hai temanku apa yang kau lakukan" kata anak laki-laki itu dengan nada sedikit ketakutan.
"Apa yang kamu bicarakan! Tentang Dea! Apa yang baru saja kamu katakan!" teriakku kembali sambil lebih mencekalnya.
"Bro... Wowowowo, sabar... Lepaskan dulu" kata anak laki-laki tersebut.
Aku paham kini semua anak kelas telah melihat kearahku, membuatku melepaskannya dengan menghempaskannya kuat.
"Katakanlah" kataku dengan nada yang dingin, serta tatapan yang tajam.
"Iya tadi aku ke ruang guru, aku melihat Dea disana, Dea pacarmu itu. Tapi dia bersama seorang wanita tengah berbincang dengan wali kelas kita, aku punya firasat dia akan kembali ke kelas ini" kata anak laki-laki tersebut.
Seketika aku melebarkan senyumku. Aku tidak tau apa yang harus dikatakan, aku benar-benar senang. Aku bersiap akan berlari ke ruang guru, tapi laki-laki itu menahan tanganku.
"Apa yang kau lakukan!" kataku dengan nada tabg sedikit meninggi.
"Kau akan kemana!" ujar anak laki-laki itu.
"Aku akan pergi menemui Dea, ada hal yang mau aku katakan" jelasku sambil menarik tanganku kuat.
"Apa yang kau ingin lakukan? Darrel dengarkan aku dulu!" teriak laki-laki tersebut membuatku diam, kemudian duduk di kursi asal entah milik siapa.
"Kau ingat bukan? Dea kecelakaan karena tertabrak mobil bukan? Keluarga dari anak yang menabrak Dea, mereka mengadopsi Dea" jelas nya.
"Lalu apa hubungannya denganku!" jawabku dengan nyolot karena tidak suka.
"heh... Dia melupakan segalanya Darrel, dia melupakan kita, keluarganya, bahkan dia melupakanmu. Jika pun dia akan kembali ke kelas ini dia akan kembali layaknya anak baru" jelas anak laki-laki tersebut dengan raut wajah seriusnya.
itu membuatku sangat terkejut. Tidak mungkin Dea melupakan aku, melupakan segalanya tentangku. Bahkan melupakan hubungan kita yang lalu.
Tiba-tiba bel berbunyi tanda kelas akan segera di mulai.
"Duduklah di bangkumu Darrel, lihat saja jika dia masuk ini itulah yang akan terjadi" ucap anak laki-laki tersebut sambil menepuk pundakku.
Tak lama setelah bel berbunyi, wali kelas kami datang. Diikuti Dea dengan wajah barunya. Ini benar-benar tidak dapat di percaya. Dea tampil dengan tampilan yang berbeda, sedikit make up tipis membuatnya bertambah cantik saja.
Aku masih tidak bisa melepaskan pandanganku terhadap Dea. Antara senang, sedih jujur aku ingin segera memeluknya.
"Hallo semuanya perkenalkan nama saya Dea Mahesa, salam kenal semuanya" ujarnya yang membangunkan dari lamunanku.
DEG....
DEG....
DEG....
Yang di katakan anak laki-laki itu benar, Dea melupakan segalanya. Dia bahkan memberikan senyuman manisnya yang dulu dia hanya berikan kepadaku, tapi sekarang semua orang bisa melihatnya. Dia melupakan kelas ini, masa lalunya, bahkan melupakan aku juga.