Cinta Indira terpaksa harus menjadi pengantin pengganti untuk calon suami sepupunya yang menghilang dihari pernikahan. Keputusannya menyetujui untuk menggantikan pernikahan itu, membawanya dalam penderitaan yang tiada habisnya.
Rafa, pria yang menikahinya ternyata sangat kejam dan kasar. Berada di sisi Rafa membuat Cinta tidak bisa berhenti merasakan kesedihan. Namun, dibalik kasarnya Rafa, ada kelembutan yang kadang dia perlihatkan pada Cinta. Hal itu membuat Cinta jatuh hati pada Rafa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Saat Febi bicara dengan Joy diluar. Cinta sedang mencari sesuatu di dapur.
"Cari apa Nyonya?" Tanya Imah yang keheranan melihat majikannya itu.
"Aku mau membuat Brownies, Bik. Tapi tidak ada apa apa didapur yang bisa digunakan untuk membuatnya." Sungutnya sedih dan agak kesal.
"Kami tidak pernah memasak kue atau makanan manis lainnya. Kami masak hanya untuk mengisi perut masing masing. Tuan Rafa tidak pernah makan dirumah, Nyonya." Jelasnya.
Cinta berpikir sejenak. Lalu tiba tiba dia menarik Imah mendekat pada telepon rumah yang ada di meja dekat tangga.
"Bibik coba telepon Tuan. Minta izinkan untuk menemani saya belanja ke super market dekat sini." Memohon pada Imah.
"Tapi Nyonya, saya takut Tuan marah."
"Bik tolong... aku ingin makan brownies." Rengeknya manja.
Untung hanya matanya yang terlihat. Jika wajahnya terlihat, mungkin Imah akan tertawa melihat ekspresi memelas Cinta.
"Baiklah, saya coba." Mulai menekan tombol angka pada telepon rumah. Lalu Imah mendekatkan ganggang telepon ke telinganya.
"Tuan, maaf saya mengganggu." Ucapnya ragu.
"Ada apa, bik?" Jawab Rafa santai.
"Begini Tuan, ee mh... Nyonya..."
"Kenapa dengan Nyonya?" Mengalihkan seluruh fokusnya pada bik Imah.
"Nyonya mau ditemani belanja ke super market, Tuan." Ucapnya lancar.
"Belanja apa? Apa kalian tidak menyiapkan bahan makanan?" Ujarnya sedikit emosi.
"Bukan itu Tuan. Nyonya mau belanja bahan untuk membuat kue." Jelasnya.
"Kue apa?" Ketus Rafa.
"Brownies Tuan."
"Kenapa harus repot, tinggal pesan saja. Apa susahnya coba." Sarannya.
Cinta yang mendengar itu langsung mengambil alih ganggang telepon dari Imah.
"Aku ingin membuatnya sendiri. Aku tidak mau yang dibeli." Rengeknya manja.
Imah membelalakkan matanya mendengar rayuan manja Nyonyanya. Baru kali ini dia mendengar Nyonyanya itu berani merengek manja pada Rafa.
"Ok. Tapi Hana yang ngantar. Kamu tunggu di rumah sampai Hana datang menjemput." Tegasnya.
"Baiklah." Kecewa bercampur senang dan Cinta langsung mengakhiri pembicaraan itu.
Cinta berlari menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Sedangkan Hana, yang saat ini sedang menyiapkan bahan untuk presentasi Rafa, terpaksa menghentikan itu. Dia langsung menuju ruangan Rafa begitu mendapat panggilan.
"Ada apa Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Hana.
"Kamu jemput Nyonya Cinta ke rumah sekarang. Temani dia belanja."
"Tapi, pekerjaan saya?"
"Saya akan mengerjakan sendiri. Pergilah dia sudah menunggu." Tegas Rafa.
"Baik Tuan." Hana pun melangkah meninggalkan ruangan Rafa.
Lalu, Rafa memeriksa rekaman cctv hari ini. Dia ingin tahu apa yang saat ini sedang dilakukan istrinya itu. Namun, begitu rekaman itu terputar, mata Rafa terbelalak kaget melihat Febi yang saat ini mengobrol dengan seorang pria yang mencurigakan.
Segera saja Rafa mengejar langkah Hana yang baru saja keluar dari ruangannya.
"Hana, tunggu." Memanggil Hana.
"Iya Tuan. Apa ada pesan untuk Nyonya?"
"Kamu tetap di kantor. Urus semuanya, tentang presentasi atur ulang waktunya." Ucapnya sedikit terburu.
"Lalu Nyonya?" Tanya Hana kebingungan.
"Saya yang akan mengantar Nyonya." Berlari meninggalkan Hana yang masih berdiri tidak mengerti.
"Apa Tuan Rafa benar benar mencintai istrinya? Baru kali ini dia meninggalkan pekerjaan. Biasanya, meski Mama nya sakit pun dia tetap akan bekerja." Ucap Hana sambil menggelengkan kepalanya.
"Beruntung sekali Nyonya Cinta, menjadi satu satunya prioritas dalam kehidupan seorang Rafa yang suka bergonta ganti perempuan." Sambung Hana.
Lalu dia melangkah menuju ruang kerja Rafa untuk mengerjakan semua pekerjaan Rafa. Termasuk tugas tugas yang diembankan padanya.
knp seorg mafia bisa kalah sm joy ya
kshan rafa.
skrg rafa berusaha melindungi cinta n membuat cinta menjadi wanita tangguh tdk cengeng dg cara menikahinya
yang aq pahami dr awal baca smpe bab ini
ini analisa aq dr awal baca smpe bab ini..
maaf kak author...😁🫶
jadi gemes aq
pngn tak pites aja mamanya rafa n febi 😀