NovelToon NovelToon
Pernikahan Karena Hutang Budi

Pernikahan Karena Hutang Budi

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Duda
Popularitas:940.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rani

Karena permintaan sang ayah yang merasa punya banyak hutang budi pada seorang dokter yang merawat penyakitnya. Gadis malang yang bernama Thalia harus menikah dengan sang dokter yang berstatus duda. Bukan hanya status sang dokter yang menjadi masalahnya, tapi dokter duda juga terkenal sangat dingin karena masa lalunya yang menyedihkan.

Mampukah Thalia menaklukkan hati sang dokter? Bisakah ia bertahan dengan laki-laki yang dingin seperti Rama? Apakah Lia mampu mengubah pandangan Rama tentang masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Ayo makan Lia. Mengapa kamu malah bengong sambil melihat wajahku? Apakah ada yang salah dengan wajahku?" tanya Rama saat Lia tidak kunjung membuka mulutnya ketika sendok sudah hampir sampai.

"Tidak ada yang salah dengan wajahmu mas. Hanya saja, aku ingin bilang kalau aku baik-baik saja," kata Lia sambil terus melihat Rama.

"Aku tahu kamu sudah baik-baik saja."

"Kamu tidak perlu merasa bersalah padaku," kata Lia mengingatkan.

"Aku tidak merasa bersalah padamu."

"Lalu kenapa kamu bersikap seperti itu padaku?"

"Apakah ada yang salah dengan sikapku padamu saat ini, Lia?"

"Ada mas."

"Apa?"

"Kamu terlalu baik padaku."

"Apakah salah jika aku bersikap baik padamu?"

"Tidak-tidak, tapi ...."

"Tapi apa Lia?"

"Tidak ada. Lupakan saja," kata Lia pada akhirnya.

Rama menggelengkan kepala. Ia tersenyum tipis melihat tingkah Lia yang baginya sangat lucu. Sekali lagi, Lia takjub ketika melihat senyum yang terlukis di bibir Rama. Senyum itu sangat indah ketika bibir Rama mengukir nya.

"Baiklah, kamu sudah bilang ingin melupakan apa yang ada dalam pikiranmu. Kini giliran kamu makan sekarang. Ayo buka mulutnya," kata Rama sambil mengarahkan sendok ke mulut Lia.

Seakan telah terhibnotis oleh senyum Rama yang manis bagaikan gula. Lia langsung menuruti apa yang Rama katakan. Tanpa banyak kata, ia melahap makanan yang Rama berikan padanya.

"Begini kah mas Rama yang dulu, yang mama dan bibi katakan itu? Apakah sehangat ini orangnya?" tanya Lia dalam hati pada dirinya sendiri.

***

Kondisi Lia semakin membaik sekarang. Ia sudah bisa bangun sendiri sebenarnya. Tapi Rama masih memperlakukannya dengan hangat. Makan malamnya masih Rama sediakan dan Rama bawa ke kamar. Minum obat masih Rama yang sediakan dan ia suapi lagi.

"Lia, bolehkah aku nginap di kamar ini dengan mu?" tanya Rama saat ia selesai memberikan Lia obat.

"Ma--maksud mas Rama?" tanya Lia tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Kalau kamu mengizinkan, aku ingin tidur di kamar ini denganmu. Tapi kamu jangan khawatir, aku akan tidur di sofa sedangkan kamu tidur di ranjang. Itu jika kamu mengizinkan. Jika tidak, maka aku tidak akan memaksakannya."

"Kenapa tiba-tiba ingin tidur sekamar dengan ku, mas?"

"Tidak ada. Aku hanya ingin memastikan saja, kalau kamu selalu baik-baik saja, dan suhu panas tubuhmu tidak kambuh lagi. Kalau aku tidur di kamarku, akan sulit aku mengecek keadaanmu. Karena jarangnya agak jauh," kata Rama menjelaskan.

Meskipun alasannya terasa sedikit berlebihan dan tak masuk akan. Tapi Lia tetap mengizinkan Rama untuk tidur sekamar dengannya.

Bukan hanya Lia yang merasakan perubahan dari Rama, bik Asih juga. Ia merasakan kalau Rama memang telah berubah sedikit demi sedikit. Bik Asih yang tinggal dengannya sejak lama, tentu sangat mengerti bagaimana sikap Rama selama ini.

Rama seperti kembali dari masa lalunya yang kelam. Bik Asih merasakan, kalau Rama jauh lebih baik sekarang. Rama menunjukkan sikapnya yang hangat seperti yang semua harapkan. Walaupun belum sepenuhnya berubah seperti Rama yang dulu. Tapi, bik Asih sangat senang dengan perubahan Rama saat ini.

Malam itu, Rama tidur sekamar dengan Lia. Yah, walaupun Rama tidurnya di sofa dan Lia tidur di ranjang. Tapi tetap saja, mereka tidur satu kamar malam ini.

Rama yang capek karena malam kemarin sibuk menjaga Lia, malam ini ia tidur dengan sangat cepat. Beberapa menit setelah ia baring, ia terlelap di bawah alam mimpi yang indah. Berbeda halnya dengan Lia. Ia malah sangat sulit untuk memejamkan matanya malam ini. Pikirannya selalu terbayang akan perubahan sikap yang Rama tunjukan saja.

Lia mengalihkan tubuhnya yang dari membelakangi Rama, kini menjadi berhadapan dengan Rama yang berada beberapa meter jauhnya dari dia. Lia melihat wajah Rama yang terlelap dari kejauhan. Ini pertama kalinya ia melihat wajah Rama yang sedang tertidur. Wajah Rama terlihat tampan saat ia tertidur lelap.

"Ya Tuhan, dia sangat tampan saat ia terlelap seperti itu," kata Lia memuji Rama dalam hati.

"Yah, bukankah dia memang sudah tampan sejak lama. Tidak hanya sedang tertidur saja, terjaga juga ia tampan," kata Lia bicara pada dirinya sendiri.

1
NaNa
Luar biasa
Ernita Yulitriswati
Bagus jalan ceritanya
Rani: makasih banyak
total 2 replies
Hap£!π
dicky selingan ya
Hap£!π
baguss ka dpt feel nya
Hap£!π
suka dg keberanian lia
Rika Andesla
lanjut
Della Novilia
terus mau nanyak ni kalau di rumah Lia masih tidur di kamar yg lama apa udah pindah ke kamar Rama sendiri
Erna Ningsih
masa bajubsampe hbs emang dia baju nya cm. sdkt
Ana As
baik
🌸ReeN🌸
rama gak takut kehilangan istri untuk kedua kalinya apa ya, kasihan juga lia nya
🌸ReeN🌸
mampir thor
Lala Al Fadholi
ini sih dokter setres...bawa ke psykiater aja...lama2 tKutny gila beneran
inayah machmud
gunung es mulai mencair... otw jd bucin dokter rama...
inayah machmud
😭😭😭😭😭😭
Kasmiwati P Yusuf
gemes akuh ..
Kasmiwati P Yusuf
suka cerita nya..g mutar2 ,g kepanjangan,g bosan..semangat nulis lg tor..
fian widy
👍🏻
Kazutora Kazutora
singkat,,tpi jelas👍🏻👍🏻👍🏻⭐⭐⭐⭐⭐
Kazutora Kazutora
🤲🤲🤲
Kazutora Kazutora
lega deh,,kn udah belah duren🤣🤭⭐⭐⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!