NovelToon NovelToon
Cinta Ibu Untuk Shella

Cinta Ibu Untuk Shella

Status: tamat
Genre:Romantis / Keluarga & Kasih Sayang / Cerai / Kasih Sayang Keluarga / Tamat
Popularitas:153.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: selly setiani

Shella namanya, seorang gadis kecil yang tumbuh dilingkungan keluarga yang membenci ibunya, dia dipisahkan dari Lisna sang ibu dengan cara paksa.

Meski demikian, Shella sering diperlakukan tidak adil setelah ayahnya menikah lagi, namun dia enggan kembali pada ibunya. Seiring berjalannya waktu dia sering menghilang tanpa kabar.

Ini menjadi dilema tersendiri bagi anak korban perceraian. Apakah Shella akan ikut membenci Lisna seperti hasutan yang selama ini diberikan oleh keluarga sang ayah? dan apakah Lisna bisa mendapatkan kembali hati anaknya dengan kesabaran yang dia miliki?

Sikahkan simak kisahnya ya.. 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selly setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Karma Ibu Tiri Jahat

Setelah sekian lama kami tak bertemu akhirnya Shella menemuiku karena ingin meminjam uang. Aku memberikan sejumlah yang dia pinta.

"Kalau kurang kasih tau mama aja ya," kataku sambil memberikan uangnya.

"Iya mah makasih ya mah," Shella mengambil uangnya dengan malu-malu.

Aku menatap mereka yang tidak begitu banyak bicara.

"Kalau kamu masih kerja ditempat dulu kan?" aku membuka pembicaraan.

"Masih mah, tapi beberapa bulan setelah suami kena PHK. keuangan jadi gak karuan" ucapnya.

"Emmmpp ... saking lamanya kita gak ketemu mama jadi gak tahu a pa-apa tentang kalian," balasku menyindir.

"Mama seneng kalau bisa deket, bisa tahu segala masalah yang kalian hadapi. Bahkan jika mama mampu akan mama bantu sebisa mungkin tapi kalian malah jauh dari mama" tambahku.

Mereka hanya tertunduk diam.

"Ya udah, mulai sekarang kita perbaiki semua dari awal ya! jika memang letak kesalahannya ada pada mama, maafin mama," ujarku berkaca-kaca.

"Iya mah dari sekarang Shella janji bakal sering nemuin mama kesini," jawabnya tidak meyakinkan.

Sudah kuduga bahwa mereka tidak akan betah berlama-lama.

"Mah saya harus beres-beres untuk besok berangkat jadi gak bisa lama, ya kan sayang?" ucapnya sambil menatap Shella untuk meyakinkanku.

"Iya mah, soalnya berangkatnya nanti malem" tambah Shella.

"Emmmpp... ya sudah semoga kerjaan kamu yang baru ini lancar ya" jawabku mengantar mereka kedepan pintu.

Mereka berpamitan pada Selvi yang duduk didepan toko.

"Sel, kapan-kapan main kerumah aa dong!" ucapnya basa basi sambil bersalaman.

"Iya a insyaallah" jawab Selvi singkat.

Tak berselang lama setelah mereka mengendarai motornya aku mengatakan pada Selvi bahwa kakaknya itu berjanji akan berubah tapi dia nampak tidak percaya.

"Ah, berubah dari hongkong!! orang kaya gitu dipercaya!!" ujarnya jutek.

"Gak tahu juga sih, kakak kamu emang gak punya pendirian udah gede juga," ujarku.

"Paling nemuin mama lagi pas dia butuh uang setelah itu ngilang" tambah Selvi.

"Udah ah biarin aja," aku masuk kedalam rumah.

Dari sejak itu Shella sering menemuiku dan beberapa kali meminjam uang untuk kebutuhannya.

###

Ku dengar Mira sedang kurang sehat, dia mengalami Stroke akibat terjatuh dari tangga rumahnya. Dia mempunyai darah tinggi yang sangat rentan sekali stroke jika terjatuh. Shella juga masih sering kesana apalagi sekarang saat itu tirinya itu sedang sakit.

Dulu aku sering mendengar bahwa Mira meminta agar Shella menjauhiku, dia mengaku bahwa selama ini yang menyayangi Shella hanyalah dia dan mengatakan bahwa aku tidak ingin merawat Shella. Mira juga sering bersandiwara didepanku seolah-olah dia adalah ibu yang baik. Hasutan-hasutan seperti itu membuat Shella terus bertahan bersama mereka walau sering dipandang sebelah mata oleh ibu tirinya.

Setelah beranjak dewasa Shella masih saja dibutakan oleh mereka, setiap ku rangkul dia selalu kembali dan menolak ku.

Tapi tuhan menunjukan balasan atas kesabaranku pada keluarga Fahri saat ini, Mira yang dulunya bisa bicara seenaknya tentangku kini Allah kunci dengan penyakit Stroke yang membuatnya tidak bebas berbicara lagi.

###

Pernah suatu hari ada seseorang yang mengatakan kepadaku bahwa dia melihat Mira terjatuh dari kursi rodanya saat berjemur diteras rumah.

"Bruuuukkkkk...." Mira jatuh kelantai.

Karena badannya yang montok membuat Fahri kesulitan membangunkannya.

"Bukannya cepat mati aja!."

"Merepotkan!" bentaknya sambil mendudukan Mira dikursi roda.

Tetangga yang melihat hal itu merasa kasihan pada Mira yang sudah tidak berdaya. Dia hanya menangis mendengar Fahri berkata seperti itu.

Watak Fahri ternyata tidak berubah, keharmonisan yang mereka perlihatkan padaku ternyata itu hanyalah kedok semata. Fahri masih tetap seperti dulu, tak sabaran dan arogan. Suami macam apa yang tega mengatakan hal seperti itu saat istrinya tak berdaya, sungguh tak punya belas kasih.

Fitnah adalah hal terkeji yang pernah kurasakan maka tak heran jika ada pepatah mengatakan bahwa "fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan " dan memang benar.

Fitnah yang sering dikatakan oleh Mira dan Fahri tentang aku kepada Shella membuat hubungan antara ibu dan anak kandung menjadi renggang.

Selama ini aku berjuang sendiri untuk mendapatkan pengakuan dari anakku kalau aku tidaklah seperti yang mereka katakan, tapi semua itu percuma. Shella terlanjur percaya pada mereka.

###

Kebohongan yang selalu terucap menjadi makanan sehari-hari ku jika bertemu dengan Shella dan Ilham. Entah sekarang juga benar bahwa uang itu akan dipakainya untuk bekerja atau untuk hal lain, aku tidak tahu.

Yang kulakukan hanyalah membantu dan membantu sebisa ku saat mereka membutuhkanku, itu saja. Aku tak banyak menuntut apapun bahkan diakuinya sebagai ibupun aku tak berharap. Kalaupun kelak Shella benar-benar akan pergi dan tidak menemuiku lagi aku sudah belajar mengikhlaskannya dari sekarang.

Do'aku masih terus mengalir untuk mereka walau sering membohongiku.

Suatu hari aku pergi untuk menabung di Bank, kebetulan aku melewati rumah Fahri. Ku lihat Mira sedang duduk depan pintu diatas kursi rodanya, aku hanya menoleh dan melihat ada Ilham disana. Karena motor yang dikendarai suamiku melaju cukup kencang, aku tidak begitu yakin kalau itu Ilham.

"Bukannya dua minggu yang lalu mereka bilang kalau Ilham mau kerja?."

"Ah biar nanti ku cari tahu" gumamku dalam hati.

Setelah kembali kerumah kubuka ponselku dan menelepon Shella.

"tuuut....tuuuuutttt....tuuuutttt" belum diangkanya juga.

beberapa saat kemudian....

"Hallo mah," ucap Shella.

"Hallo nak, sehat? gimana Ilham udah berangkat kerja?" tanyaku membuka pembicaraan.

"Udah mah, waktu itu malamnya juga langsung berangkat, kenapa gitu mah?."

"Ah enggak, cuma nanya aja! kamu sama siapa dirumah?."

"Sekarang ngontrak aja sendiri mah, kebetulan adiknya Ilham juga lagi kerja diluar kota jadi Shella nyari kontrakan aja."

"Emmmpp... ya udah kamu jaga diri baik-baik ya" aku menutup telpon.

Ku cocokan keterangan yang kudapat dari Shella serta informasi dari tetangga sekitar.

Ah sampai kapanpun Shella tak akan bisa terbuka padaku.

###

Dia berbohong lagi....

Ternyata uang yang selama ini dipinjamnya bukan untuk keperluan mereka melainkan untuk membantu pengobatan Mira dan Shella bekerja sendiri sementara Ilham tetap menganggur. Shella juga masih tinggal bersama mertuanya bukan ngontrak rumah seperti yang dia jelaskan tadi. Mereka sering menjenguk Mira dan mengurus segala keperluan yang Mira butuhkan.

Sesayang itukah mereka pada Mira? bukankah dia sering cerita padaku bahwa Mira sering memperlakukannya tidak baik ketika Shella masih kecil. Dengan kondisi Fahri yang kembali menjadi tukang ojeg Shella rela banting tulang sendirian demi Mira dan memerasku mengatas namakan dirinya?

Ini sungguh gila...

Aku terus menelan kekecewaan dari anaku.

"Sudah berapa kali Selvi bilang kalau kak Shella tuh gak bakalan berubah!" ucap Selvi dengan nada sinis padaku.

"Udahlah mah mama gak usah urusin kak Shella lagi, masih ada kita disini" tanbahnya.

Aku memeluk Selvi dengan erat dan menangis. Kucurahkan segala kekecewaanku padanya, aku beruntung karena anak-anakku yang sekarang tumbuh dengan penuh cinta padaku, mereka selalu menjadi pengobat saat hatiku sedang sesak.

Bersambung.....

1
🌻Ruby Kejora
Aku mampir kak
Salam kenal 😉💐
sry rahayu
sedih nya 😭
Anisnikmah
keluarga mantan kenapa benci Lisna kenapa anak jadi korban
Anisnikmah
mampir
SyaSyi
mampir aku thor
mampir juga di karyaku
Susanti Ibrahim
bawa like n favorit , di tunggu feedbacknya Thor
Cahaya
Terus berkarya 🔥
Cahaya
Mampir Thor
Hanna Devi
5like mendarat syantiiiik 😍
Langit Malam
Semangat dan terus semangat ya kak..

Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
Jujuk
ini bener bagus banget. ibu tiri juga baik
Jujuk
semoga kamu dapat jodoh yang baik lisa
Jujuk
semangat kak. aku suka
ଓεHiatus 🦅💰⋆⃟𝖋ᶻD³⋆ғ⃝ẓѧ☂
like
💎"Bs"Najwa"FNT🐱
di tunggu season duanya thor.
💎"Bs"Najwa"FNT🐱
akhirnya tamat
💎"Bs"Najwa"FNT🐱
bau bau tamat nih
Pink Panther
10 like👍
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕

dan minta tolong kk komen di sana sebagai kehadirannya yah, hehe😅
💎"Bs"Najwa"FNT🐱
hadir lagi disini
💎"Bs"Najwa"FNT🐱
masih setia thor bawa likebuatmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!