NovelToon NovelToon
Mr. Mafia

Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Obsesi / Mafia / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Novi wu

Ditinggalkan oleh ayah kandungnya sejak masih bayi, dan hanya dibesarkan oleh sang ibu membuat ia menjadi sosok yang mandiri.

Namun di usia yang ke 19 tahun ibunya telah meninggal dan memaksa dirinya hidup sebatangkara, nasip Areta sungguh buruk ia di jual oleh wanita yang baru dikenalnya kepada mafia bengis tanpa ampun.

Ia mencoba kabur namun dengan mudah ia tertangkap kembali, hingga mafia itu mengikat jiwanya dengan menikah dengan Areta agar gadis itu tidak melarikan diri.

Benci, marah dan dendam itulah perasaan Areta Marla kepada Kian Egan.

Apakah akan ada benih-benih cinta diantara mereka?

Inget jangan menilai buku dari judul apalagi cover. Setting luar negeri tapi kota menurut fantasi dari Author jadi kalau ada ****** ****** harap maklum. Novel ini dibuat dengan sangat hati-hati agat tidak meninggalkan kesan fulgar. Buat mami-mami yang tidak berkenan dengan s*ks bebas, diharap

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Akuisisi Wilayah

Mr. Mafia bab 24

Areta menghela napas panjang ketika menyaksikan Kian masuk ke dalam mobil hendak pergi bersama dengan smith, ia sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan Kian, ia baru saja tertebak beberapa hari lalu. Namun kini ia sudah pergi bekerja kembali, sungguh tenaga yang di miliki Kian bagai kuda yang memerah jiwanya demi mengumpulkan pundi-pundi uang, tapi mengapa ia bekerja segiat ini? Bukankah ia adalah pemilik pusat perbelanjaan dan mafia bengis paling kejih di negara kami. Tentu saja pasti ia memeliki kekayaan yang tinggi bahkan mungkin tidak akan pernah habis sampai tujuh turunan.

Mobil Kian melesat keluar dari pintu gerbang besar berwarna hitam dan hilang di balik gelapnya malam, Sasha dan kedua anaknya pun juga masuk ke dalam rumah, namun Areta enggan untuk masuk ke dalam karena pasti jika ia mengobrol dengan Nyonya Smith, ia akan terlihat canggung karena bahasa mereka berbeda, Areta hanya tahu sedikit dari bahasa negara ini, itupun tidak begitu fasih.

Ia memilih berjalan di antara gelapnya malam yang di selimuti cahaya lampu remang yang menyinari area jalan sekitar. Areta menghirup napasnya kuat-kuat seraya menghela napas beberapa kali.

Ia pikir diri sudah lama tidak merasakan udara laut dan deburan ombak, sayangnya rumah ini berada di tebing, bukanlah sebuah pantai berpasir putih, namun Areta tetap bersyukur karena itu.

Ia duduk di tepi batu yang besar dan menatap laut lepas sepanjang mata

memandang, deburan suara ombak pun terdengar sampai ke indera pendengarannya.

***

Sudah satu jam Areta tenggelam di dalam lamunannya, dan ia memilih kembali ke kamar untuk pergi berdamai dengan mimpinya.

Suara dering ponsel mengagetkan dirinya, memaksanya untuk meraih ponsel tersebut dan terpampang nama Kian di layar ponsel tersebut.

"Halo ...."

"Kau tidurlah, sepertinya aku tidak pulang hingga pagi," ucap Kian dari balik ponsel, diiringi dengan suara alunan lagu disk jockey yang dapat Areta dengar samar-samar.

"Hemm ...." Areta hanya menjawab singkat dan kembali menutup ponselnya, karena mencoba tak acuh kepada pria itu.

Tapi mengapa pria keji itu berpamitan kepadanya, seharusnya bukankah dia tidak perduli dengan perasaan Areta, atau ia hanya akting karena sedang bersama dengan Tuan Smith. Entahlah, hanya Tuhan dan Kian yang tahu apa isi hatinya.

Areta kembali merebahkan tubuhnya, dan mencoba memejamkan matanya. Tidak butuh waktu yang lama saat itu, mungkin saja ia sudah lelah karena perjalanan siang tadi di tambah percintaannya dengan sang suami membuatnya mudah untuk tertidur.

***

Fajar telah menyingsing, seolah matahari siap menyambut pagi dan semesta pun siap menyaksikan penderitaan Areta hari ini.

Belaian lembut dari seseorang membuat Areta menggeliat, siapa yang berani membangunkan dirinya, tanpa repot-repot dibangunkan pun, Areta akan terbangun dengan sendirinya.

"Bangun ...." Suara lembut seorang lelaki malah semakin membuai tidur nyenyak Areta. "Bangun ...." ucapnya lagi.

Areta mau tidak mau harus mengerjapkan mata, karena ia kenal si empunya suara, dia adalah suaminya yang semalam pergi untuk mengerjakan sesuatu.

"Hmmm ...." Areta menggeliat dari balik selimut, dengan baju tidur tipis melekat di tubuhnya yang indah.

Kian mencium pundak Areta, dan hobinya adalah memberikan cap tanda merah di seluruh tubuh gadis itu, supaya semua orang tahu siapa pemilik dari tubuh wanita cantik ini.

"Gantikan perbanku, Reta!" perintahnya. Entah setan apa yang telah merasukin Kian, sehingga ia bersikap lembut dengan istrinya.

Dengan mata setengah terpejam, Areta memaksakan dirinya untuk bangkit dari tidurnya, meraih tas yang ada di sisi kiri meja lampu tidurnya. Ia merogoh dan mengeluarkan sebuah kotak kecil P3K.

Kian membuka bajunya secara perlahan, noda darah telah merembes keluar dari perban yang terbalut di lukanya, bahkan menetes hingga membuat baju yang ia kenakan terkena cairan berwarna merah tersebut. Areta terkejut, namun lebih kaget lagi ketika ia melihat wajah Kian yang seolah tidak kesakitan.

"Apa ini sakit?" tanya Areta polos.

Kian melirik sedikit ke arah istrinya lalu membuang muka kembali dan berkata, "Lumayan. Lekas ganti perbanku!"

Areta dengan sabar mengganti perban Kian, ia begitu hati-hati saat menyentuhnya, hingga hatinya bertanya-tanya.

Saat bercinta kemarin ia tidak apa-apa. Lalu kenapa sekarang setelah pulang ia berdarah-darah?

Setelah selesai, Kian membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk, tidak ada tanda-tanda aneh, bahkan wajahnya nampak biasa-biasa saja sehinggu memunculkan pertanyaan di benak Areta.

"Ada apa Kian?"

Kian menatap wajah istrinya, lalu memunggungi tubuh istrinya seolah tanpa dosa. "Tidak apa-apa. Aku hanya lelah."

"Lalu mengapa lukamu menjadi seperti ini?" tanya Areta mencoba mendesak suaminya.

Kian kemudian berbalik badan, dan berkata, "Aku telah mengakuisisi wilayah dari boss mafia terbesar di negara ini," jawabnya.

"Hah ...." Areta nampak terkejut dengan kalimat Kian, seolah ia tidak dapat mencerna kata-kata suaminya itu.

"Sudah jangan banyak jangan banyak bicara! Aku lelah, cepat kau tidur kembali!" perintah Kian dengan setengah membentak.

***

Mereka telah sarapan, Areta baru tahu jika Kian dan Smith bekerja sama untuk mengakuisisi wilayah mafia besar itu, dan mengambil alih kuasa atas itu semua. Dan pikiran Areta bertanya-tanya ketika Kian menyebut nama The Rock. Siapa orang itu, seberbahaya apa dia sehingga Kian akan waspada ketika akan menghadapinya.

"Kita harus menaklukan The Rock, karena saingan terbesar kita saat ini adalah dirinya," ujar Smith sembari menyendok makanan yang tersaji di piringnya.

"Bertahap, Tuan Smith. Aku yakin kita bisa bersama, The Rock bukan orang sembarangan ...." Kata-kata Kian terpotong ketika Sasha dan kedua anak Smith telah sampai di meja makan. Smith tidak pernah berkata jika pekerjaan sampingannya adalah mafia, karena ia tidak ingin melihat keluarganya dalam masalah jika mengetahui yang sebenarnya. Namun sifat itu berbeda dengan prinsip Kian, dia berpikir jika istrinya harus tahu itu semua, karena risiko pekerjaan yang ia ambil, jika suatu saat ia mati, tentu anak istrinya tidak akam syok karena itu.

"Hari ini kami akan pulang, Tuan Smith," kata Kian melirik ke arah Areta.

"Bulan madu macam apa ini?!" batin Areta kesal.

"Mengapa harus terburu-buru, kalian baru saja menikah dan perlu bulan madu, bukan?" tanya Smith, mencegah sahabatnya itu untuk pulang.

Kian tampak terkekeh mendengar perkataan dari Smith. "Bulan madu? Kita bisa setiap hari bulan madu, Areta sangat menyukai permainanku di atas ranjang, apapun dan di manapun," jawab Kian santai.

Smith dan Sasha pun ikut tertawa, namun itu tidak untuk Areta, pipinya seketika memerah karena di permalukan oleh Kian.

Bersambung~

Jangan lupa Like 👍 tinggalkan kesan di 💬 dan Vote seiklasnya 💌 Serta tap ❤ agar mendapat notifikasi ketika mas Kian update.

1
falea sezi
uda bertunangan lah nyosor areta
falea sezi
tolol
Muazhana Selamat
Luar biasa
Jeankoeh Tuuk
nasib areta
Jeankoeh Tuuk
kasian Areta di tipu
Nora♡~
e... eh..lah... gitu jer... pengakhiran ceritanya 😅😅membingungkan...
intan Juliana
Kecewa
intan Juliana
Buruk
ntut.tutAM
pemeran coksu kan ya, 😍yang perempuan
Indri Nur K
bagus...😍
yunna
ku rasa Irene takut posisi nya tergeser mka Dy dukung ireta kabur
Rina Ririn
ceritanya bagus tidak bertele2 dan kebanyakan drama. jd seolah2 pembaca bisa merasakan dan ikut masuk dalam ceritanyaa. sukaakklah, semangat nulis trus author💜
IG __NoviWu: terima kasih kakak.... 💜
total 1 replies
Mella Wati
yah udah tamat aj🙄
IG __NoviWu: Terima kasih sudah baca sampai tamat, Bestie 😘 Lanjut ke Novel lain Kala Bos Menggoda, cuslah gas.


Novi Wu
total 1 replies
k
naif banget ceritanya itu itu aja kaya stay terus di situ
k: Oh. Ok, aku minta maaf kalau komen aku nyakitin perasan kamu
total 2 replies
As Thyen
Membosankan baca cerita kalau terlalu banyak dramanya 🤮
Rhyana Sendana
Kecewa
IG __NoviWu: Makasih sudah baca sampai tamat.... muahhh... semoga rezeki berlimpah ruah... keluarga sehat walafiat 😘🥰😍
total 1 replies
Rhyana Sendana
Luar biasa
nonamanizzzzz
author tolong visual nya ko jellek ya ngak sesuai ,maaf ya author
kalau boleh di ganti aja visual nya 🤔
sekali lagi maaf😊😙
nonamanizzzzz: oh iyh tdk papa thor, tetap semangat nulis nya salam kenal, hehehe😁
total 2 replies
Îen
ky nya ini emang rencana irene krn dia gak mau kian pny cwe lain....dia merasa tersaingi
Rierudi Laras
Kau kan menyesal Kian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!