NovelToon NovelToon
Berandal Ku (REVISI TOTAL)

Berandal Ku (REVISI TOTAL)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:178.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Naya

JANGAN DIBACA! Revisi total



***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trouble maker

"25 juta?"

Setelah mengirim nomer rekening ke Gara via whatsapp, tak lama gadis itu mendapatkan notifikasi dari mbanking. Rhea cukup terkejut melihat nominal uang yang masuk ke rekening. Walaupun terlahir dari keluarga berada, Rhea merasa uang yang diberikan Gara padanya terlalu banyak. Apalagi Gara masihlah seorang pelajar SMA yang tentunya belum bekerja.

"Tapi... dia bukannya suka ke club malam? Daripada buat dosa, mendingan uangnya buat aku aja. Entar kalo dia bangkrut, aku bantu deh." Rhea tertawa pelan sebelum menepuk bibirnya. "Astagfirullah, semoga rezeki Gara terus lancar dan halal, ya Allah, aamiin."

"Gara?" panggil Rhea saat baru saja memasukan pin apartemen. Gadis itu melepas sepatu lalu menyimpan di lemari minimalis yang letaknya tak jauh dari pintu utama. Rhea masuk ke dalam kamar dan mendapati kamar itu hening tak berpenghuni. Rhea duduk sebentar di bibir ranjang sambil menghubungi nomor Gara.

Setelah beberapa saat hanya berdering dan tak juga diangkat.

"Kemana dia?" Rhea melirik jam dinding. "Jam setengah duabelas, astaga malem banget." Rhea menepuk jidat. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia pulang tengah malam begini. Gadis itu lekas membersihkan muka dan mengganti pakaian nya tadi dengan piyama soft pink.

Karena belum merasa mengantuk, Rhea ambil tas sekolah dan memasukan buku-buku pelajaran ke dalam tas itu. Ia mengecek kembali semua alat tulis sekolah yang perlu di bawa besok pagi.

Rhea berdiri, menyimpan tas di sofa kamar. Ia mendekati rak kecil dan mengambil novel yang baru ia baca dua bab awal. Sebelum menaiki ranjang, matanya tak sengaja melihat buku bisnis di rak milik Gara. "International Bisnis. Russian Language, ya? Mana ngerti," keluh Rhea menyimpan kembali buku itu.

Ting

Fandi : pas bimbingan ke gara, jangan trllu deket ya, rhe.

night, cantik📴

Rhea menggeser status bar ke bawah untuk membuka panel samping notifikasi. Ia melirik sekilas layar ponsel yang menampilkan pesan masuk dari Fandi. Gadis itu hanya membaca pesan tersebut, tanpa berniat membalasnya.

Rhea berbaring nyaman sembari membaca buku novelnya. 15 menit kemudian, matanya terasa berat untuk terjaga, dan gadis itu mulai tertidur dengan buku tersimpan di samping tubuhnya.

***

Hari senin ini, Rhea ditugaskan menjadi pengibar bendera bagian tengah. Di samping nya ada Fandi dan juga Frank yang juga telah mengenakan atribut lengkap dan rapi.

Saat upacara sudah berlangsung 40 menit lamanya, sekelompok siswa terlihat berjalan di belakang guru BK dan berdiri di dekat petugas upacara. Rhea bisa melihat ada Gara yang berdiri santai dengan bersandar di pohon dekat petugas paduan suara.

Mata Rhea memicing ketika menyadari tatapan anak paduan suara yang menatap Gara malu-malu. Saling senggol dan terlihat sengaja membenturkan tangan ke lengan Gara. Rhea berdecak melihatnya. Dasar cewek ganjen!

"Adem." Cakra menikmati angin sepoi-sepoi yang mengguncang pelan pohon di atas nya. "Gak nyesel deh dateng telat," komentar nya.

"Malu bodoh jadi pusat perhatian." Adnan mendengkus pelan. Ia merutuki respon teman-temannya yang malah tertawa. Walaupun pelan, namun mampu menarik atensi pembina upacara yang langsung menatap lekat penuh peringatan.

"Seperti biasanya, Antranos yang paling bebal di banding siswa lain," suara Fandi terdengar lirih di telinga Rhea dan Frank.

"Menurut gue lebih bebal cewek tomboi itu. Gak malu apa, berdiri di depan ratusan siswa sebagai murid bobrok. Mana dia cewek sendiri," ujar Frank.

Fandi mengangguk. "Dia seangkatan kita, IPS5, si kelas buangan."

"Stt, suara kalian agak kencang," tegur Rhea.

Fandi dan Frank sama-sama terkekeh pelan. "Sorry."

"Upacara selesai, barisan di istirahatkan." suara itu terdengar jelas membuat para siswa merutuk kesal.

"Yhaaaelah!"

"Istirahat di tempat, grak!" ujar lantang pemimpin upacara.

"Kok gak bubar? Panas nih."

Pak Rafi berdiri di atas podium. Matanya yang tajam nan tegas seolah memperingati siswa agar diam. "Untuk siswa siswi kelas duabelas, silahkan meninggalkan lapangan upacara."

Semua siswa-siswi akhir itu bersorak ria. Mereka gegas pergi meninggalkan lapangan upacara yang cuacanya lumayan terik. Hari ini, kelas 12 akan menjalani ujian praktek yang telah di jadwalkan. Jadi Pak Rafi dengan baik hati membubarkan mereka.

Setelah kondisi mulai tenang, Pak Rafi berujar tegas. "Dua minggu lalu, saya dan Bu Liva sudah menegaskan, bahwa siapa saja yang telat dan ngobrol sendiri saat upacara sedang berlangsung, ada konsekuensinya."

Pandangan Pak Rafi terarah dingin pada barisan siswa troublemaker. "Banyak tindakan mengerikan yang kalian lakukan akhir-akhir ini. Terutama anak kelas 11, di jurusan IPS."

Rhea menghela nafas panjang mendengarnya.

"Video syur yang tersebar, mesra-mesraan di roftoop, tawuran antar sekolah, dan tindak bullying yang dilakukan siswi kelas sepuluh. Itu jelas mencoreng nama baik sekolah. Dan juga melanggar aturan yang telah di buat." Tak segan, Pak Rafi menjabarkan semua kasus yang akhir-akhir ini terjadi di SMA Rajawali. Kasus yang membuat nama sekolah elit itu menjadi buruk di mata masyarakat.

Apalagi video syurr Bara dan Daniella tersebar begitu cepat layaknya jamur di musim hujan.

"Ini peringatan keras dari saya, siapapun dari kalian yang lagi-lagi melanggar aturan sekolah dengan fatal, saya siap mendropout kalian."

"Ngeri," komentar Frank. "Anak sekolah, otak kriminal."

"Lo tau? Afkal sama ceweknya nangkap foto geng antranos tawuran di komplek perumahan."

"Kapan?"

"Dua hari lalu. Udah di laporin juga ke Bk sama kepsek, mungkin bakalan ada panggilan hari ini."

Rhea manggut-manggut. Mata jernihnya tak beralih sedikitpun dari wajah Gara yang sedang memejamkan mata. Banyak siswi yang diam-diam mengambil foto pemuda itu membuat Rhea kesal.

"Duo bucin gak lagi ngelakuin aneh-aneh 'kan?" ketus Frank.

Fandi tertawa. "Tujuan mereka ke tempat itu tuh mau ketemu keluarga Akfal, biasalah ngapel camer."

Wajah Frank mendadak muram. "Udah sejauh itu," lirihnya.

1
may
hm
human
dua digit
LILI
rhea lucu porotin aja suamimu
LILI
revisi lu ga asik kenapa si lama beud??? marahton
Ikaila: lucu. aku juga mau suami seperti gara dikasihh bulanann25jrte
total 3 replies
LILI
cepetcepet repisi ny biar bisa dibaca
Maharani
ceritanya fantung
Fuji
lanjtn kapan 🕒❓
Saitama Hj
jelek
Afasia Sumatria
slamat tahun baru!
Afasia Sumatria
crazy update yah! 😍
Zabook
haduh sayng sekali tidak uplagi
yabai
aku lupa alur
Manis Sekali
lanjut we
sofi
.
Zakira Cnt
sya stop baca dsni...penulis ssma sekali takda niat untuk melanjutkan.menyebalkan!
C crush: cus kabur ke lpak laim
total 1 replies
s
cntnu
~ Yumna ~
semangat
hai 👋
lanjut 👋
hai 👋
Hai
mukfah
next lma bangt sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!