NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Percintaan Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Di mata dunia, aku adalah Nyonya Kalandra yang terhormat. Di mata suamiku, aku hanyalah penipu yang menjijikkan."

​Dua tahun Isvara bertahan dalam pernikahan dingin karena sebuah Perjanjian Pra-Nikah yang membelenggunya. Andra, suaminya yang dulu memujanya, kini hanya menyisakan kebencian sedalam samudra setelah rahasia identitas Isvara terbongkar.

​Andra tidak tahu, di balik aura tegas Isvara yang disegani banyak orang, jantung wanita itu sedang menghitung mundur sisa detaknya. Isvara tidak butuh dimaafkan, dia hanya ingin bertahan sampai napas terakhirnya habis tanpa ada yang perlu merasa kehilangan.

​Saat Isvara akhirnya menyerah dan berhenti membujuk, mampukah Andra tetap membencinya ketika menyadari bahwa "penipuan" terakhir Isvara adalah menyembunyikan kematiannya sendiri?

​"Kebencianmu adalah alasan jantungku masih berdetak, Andra. Tapi sekarang, aku sudah lelah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

​Satu jam telah berlalu sejak badai di dalam kamar itu mereda, namun suasana di luar justru semakin mencekam. Suara hujan yang menghantam atap panti asuhan terdengar seperti ribuan peluru yang dijatuhkan dari langit. Di dalam kamar yang remang-remang itu, Andra masih duduk terpaku di kursi kayu sudut ruangan. Ia tidak beranjak setapak pun, matanya yang tajam kini tampak lelah, terus mengawasi punggung Isvara yang tertutup selimut tipis.

​Pikirannya masih kacau. Logikanya terus berteriak bahwa Isvara adalah wanita licik yang pandai bersandiwara, namun nalurinya mulai membisikkan sesuatu yang berbeda. Ada rasa sesak yang ganjil di dadanya setiap kali ia mendengar napas Isvara yang terdengar berat dan tidak beraturan.

​Tok... tok... tok...

​Suara ketukan lembut di pintu kayu menyentak Andra dari lamunannya. Ia berdiri perlahan, berusaha tidak menimbulkan suara gaduh yang bisa mengusik tidur Isvara. Dengan langkah tegap, ia berjalan ke arah pintu dan memutar kuncinya.

​Begitu pintu terbuka, Andra sedikit tertegun. Di sana berdiri Bunda Neli dengan wajah penuh guratan kecemasan. Beliau membawa sebuah nampan kayu berisi semangkuk bubur panas yang mengepulkan uap, segelas air putih, dan teh hangat. Mata Bunda Neli langsung melongok ke dalam, tertuju pada sosok Isvara yang terbaring kaku di atas tempat tidur.

​"Nak Andra..." bisik Bunda Neli, suaranya sarat akan kekhawatiran yang tulus. "Bagaimana keadaan Vara? Apakah dia baik-baik saja? Apa badannya panas?"

​Bunda Neli tampak ingin sekali merangsek masuk, ingin duduk di sisi tempat tidur dan membelai kening anak asuh kesayangannya itu. Namun, beliau menahan diri. Sebagai orang tua yang bijak, beliau sangat menghormati posisi Andra sebagai suami sah Isvara, meskipun beliau bisa merasakan ada ketegangan yang belum tuntas di antara keduanya.

​Andra terdiam sejenak. Ia menoleh ke arah Isvara, melihat bagaimana helai rambut istrinya yang berantakan menutupi sebagian wajah pucatnya. Ada keraguan yang melintas di matanya sebelum ia kembali menatap Bunda Neli.

​"Dia baik-baik saja, Bunda. Dia hanya butuh istirahat total. Sepertinya kelelahan setelah acara semalam dan perjalanan ke sini," jawab Andra dengan nada datar, mencoba menutupi kegelisahannya sendiri. "Bunda tidak perlu khawatir."

​Bunda Neli tidak lantas pergi. Beliau menatap Andra lekat-lekat, seolah sedang mencari kejujuran di balik mata dingin pria itu. "Apa Nak Andra yakin dia baik-baik saja? Isvara itu anak yang keras kepala. Dia tidak akan pernah mengeluh meski tubuhnya sudah di ambang batas. Bunda hanya takut..."

​Kalimat Bunda terhenti, namun sorot matanya bicara lebih banyak. Andra merasa tenggorokannya mendadak kering. Ia mengangguk kaku, mencoba meyakinkan wanita tua di hadapannya. "Saya yakin, Bunda. Saya akan menjaganya."

​Bunda Neli akhirnya menghela napas panjang, meski kegelisahan itu belum sepenuhnya hilang. Beliau menyerahkan nampan kayu itu kepada Andra. "Tolong pastikan dia makan, Nak. Setidaknya beberapa suap. Perutnya tidak boleh kosong dalam kondisi lemas seperti itu. Bunda permisi dulu, jika butuh apa-apa, panggil saja Bunda di bawah."

​Andra menerima nampan itu, berat kayu di tangannya seolah mewakili berat beban yang mendadak muncul di bahunya. Ia menunggu hingga langkah Bunda Neli menjauh dan menghilang di balik lorong, barulah ia menutup pintu kamar kembali.

​Setelah meletakkan nampan di atas meja kecil, Andra tidak langsung kembali ke kursinya. Ia mendekat, lalu duduk di tepi ranjang, tepat di samping posisi Isvara berbaring. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, Andra memperhatikan Isvara sedekat ini tanpa ada tatapan penuh kebencian.

​Ia mengulurkan tangannya yang besar, perlahan menyentuh kening Isvara. Ia tersentak pelan. Kening itu terasa sedikit panas, menunjukkan suhu tubuh yang mulai naik, namun kontras dengan jemari Isvara yang menyembul dari balik selimut yang terasa sangat dingin seperti es. Perpaduan suhu yang aneh ini membuat Andra semakin bingung.

​"Isvara..." panggil Andra pelan. Ia mengguncang bahu wanita itu dengan gerakan yang jauh lebih lembut daripada cengkeramannya tadi. "Bangunlah sebentar. Bunda membawakan makanan."

​Isvara mengerang kecil. Kelopak matanya yang berat terbuka perlahan, menampakkan sepasang mata yang sangat sayu dan terlihat berkaca-kaca karena demam. Ia menatap Andra dengan pandangan yang kosong selama beberapa detik sebelum kesadarannya terkumpul sepenuhnya.

​Isvara ingin sekali bangkit dan menunjukkan wajah kuatnya seperti biasa. Ia benci terlihat lemah, apalagi di depan pria yang baru saja menghujatnya dengan tuduhan keji. Baginya, memperlihatkan rasa sakit di depan Andra adalah sebuah kekalahan. Namun, hari ini tubuhnya seolah melakukan pemberontakan besar. Hari ini benar-benar menjadi hari yang "apes" baginya.

​"Kamu makan saja," bisik Isvara dengan suara yang sangat parau, hampir hilang di antara suara deru hujan. "Jangan sampai tidak dimakan... mubazir. Aku akan makan nanti... setelah kepalaku sedikit enakan."

​Isvara kembali memejamkan matanya, seolah setiap kata yang ia ucapkan menghisap seluruh oksigen yang tersisa. Ia mencoba mengatur napasnya yang pendek-pendek, berharap Andra segera pergi dan membiarkannya tenggelam dalam kegelapan.

​Namun, Andra tidak beranjak. Melihat Isvara yang begitu rapuh dan tak berdaya sedekat ini membuat sesuatu di dalam hati Andra bergejolak hebat. Amarah yang tadi berkobar kini hanya menyisakan abu yang terasa menyesakkan. Ada konflik besar antara egonya yang masih curiga dan nuraninya yang mulai melihat kebenaran.

​Andra memperhatikan bagaimana Isvara menarik selimutnya lebih tinggi, seolah mencoba bersembunyi dari dunia. Ia teringat kembali pada semua ucapan Dewa tadi di bawah, tentang betapa tidak pekanya dia sebagai suami. Untuk pertama kalinya, Andra tidak merasa ingin membantah. Ia hanya duduk di sana, menatap istrinya dalam keheningan, sementara di luar badai belum juga menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

​Di ruangan yang sempit itu, di tengah aroma bubur hangat dan suara hujan, Andra baru menyadari bahwa selama dua tahun ini, ia mungkin hanya mengenal Isvara sang arsitek hebat dan Isvara sang "penipu", namun ia sama sekali tidak mengenal Isvara sebagai seorang manusia yang bisa hancur

1
rika mutalib
Adrian atau Andra
Nadira ST
judul agendanya bikin darting dan tegang belom apa2 udah mikir berat banget konsepnya💪💪💪
"C"
bagusss
Ma Em
Season 2 jgn buat hdp Isvara celaka dan menderita lagi buat Isvara jadi wanita kuat dan hebat .
blcak areng: udah up ya kak di season 2
total 2 replies
Arieee
bagus 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
ren_iren
wajib baca ya gaes, gk usah nanya kenapa pokoknya wajib baca... rekomend dech 🤗🤗
blcak areng: mksh KAK 😍😍😍
total 1 replies
ren_iren
tak tunggu pokoknya 🤗
blcak areng: udah up ya kak di season 2
total 1 replies
Oma Gavin
ngga sabar nunggu sessions 2
blcak areng: udah up ya kak di season 2
total 1 replies
Ma Em
Semoga Isvara bisa sembuh dari penyakitnya dan sehat kembali .
"C"
akhirnya alurnya ga stuck
yumi chan
good jod thor dn bt klusga andra hncur jg gmbl thor..
Siska Amelia
harusnya kan Andra bukan Gavin ya yang ngomong begitu
Ma Em
Duh sdh tdk sabar menunggu kehancuran Andra dan keluarganya .
Siska Amelia
keren lanjut thor
lin sya
bner apa kata davin, jdilah suami dan pria yg tau diri dan peka jgn mikirin ego sendiri, mna ada istri yg lapang dada klo suaminya perhatian kan isvara gk ada hubungan darah mskipun lo anggap adik angkat, jgn serakah dewa, klo misalnya clara jdi jahat itu krn lo, mau jdi duda🤭, isvara aj rumah tangganya ngegantung, tp mnding sm gavin dripd sm dewa dan andra mkin sekarat isvara nya/Smile/
Ma Em
Jangan sampai Andra bisa menemukan Isvara biarkan Andra dan keluarga Prayuda sadar dan merasakan hdp nya susah setelah ditinggal Isvara .
lin sya
syukurlah isvara berada ditmpt yg sehat brsama org yg tepat sprti gavin , seengaknya kondisinya gak menurun, klo berada dilingkungan toxic , jantungnya mkin memburuk krn tekanan , emg enak andra , ada orgnya diskitin gk ada orgnya menyesal berasa kehilangan , cinta tp nyakitin
Ma Em
Makanya keluarga Prayuda Jgn sombong sok jadi penguasa orang kaya tdk menghargai kerja keras Isvara malah selalu dihina dan direndahkan dan dianggap parasit yg numpang tenar hdp enak , sekarang rasakan sama kalian setelah Isvara pergi pasti perusahaan yg kalian bangga2 kan akan gulung tikar setelah Isvara pergi .
Wd Helena
karya yang bagus, nice
Brown choco
Keren banget emang ceritanya, meskioun alir nya lambat buast isvara kelaur dari kelurga toxic itu, tapi ceritanya emang layak buat ditunggu
Crazy up nya ditunggu thor, pengennya isvara bisa balik keadaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!