"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Habis sudah!
"AKU TIDAK BOHONG!" bantah Nick, berteriak penuh emosi. Lalu merogoh ponselnya, menunjukkan video berita viral tujuh tahun lalu yang menggemparkan Italia. "Lihat, berita ini, apa kau masih ingat? Keluarga ini dibunuh dengan cara mengerikan. Dan pelakunya adalah Damon dan Nero!" bentak Nick seraya menunjuk layar ponselnya dengan tatapan berkaca-kaca. Bayangkan saja, ia kehilangan seluruh keluarganya dalam satu waktu dengan sangat tragis. Beruntung saat itu dirinya sedang berada diluar rumah, jika tidak, mungkin ia sudah tidak ada di dunia ini. Dendam dan amarah membara saat mengecek CCTV tersembunyi di rumahnya kala itu, ia mengepalkan tangan kuat saat emosi menggelegak dalam dada. Ia segera mencari informasi tentang dua pembunuh keluarganya. Dan saat itulah ia melihat Ele berada di rumah Damon. Ia mulai menyusun rencana untuk balas dendam melalui Ele. Ia mengikuti gadis itu sampai Barcelona, sekolah dilingkungan yang sama, bahkan ia harus menyamar jadi pria miskin untuk meyakinkan gadis polos itu.
Tubuh Ele gemetar saat melihat video berita itu serta mendengar penjelasan Nick.
"Aku sempat depresi dan mejalani terapi beberapa bulan untuk menyembuhkan mentalku yang terguncang," lirih Nick, mengingat kenangan pahit dan berat pada masa itu.
Ele menatap Nick dengan pandangan berkaca-kaca, tak berselang lama ia tersenyum miring pada pria itu. "Dan caramu balas dendam sangat murahan!! Jika kau punya bukti kalau Nero dan Damon pelakunya kenapa kau tidak lapor polisi saja, tapi memilih membuang waktumu untuk mengikutiku. Cih!" Ele berdecih kesal seraya meludah dihadapan pria itu. "Dasar payah!"
"Tutup mulutmu!" bentuk Nick, emosi.
Ele bukannya takut malah tergelak keras membuat Nick mengernyitkan alis.
"Ha ha ha. Kau menyuruhku diam, tapi kau yang berteriak kesetanan!" Ele semakin mengejek untuk mengulur waktu sampai Nero datang karena ia sangat paham betul kalau Nick sedang marah pasti langsung mengasingkan diri.
Nick mengetatkan rahangnya mendengar ejekan wanita ini. "Tutup mulutmu atau aku akan menyobeknya!" Nick mencengkram wajah Ele seraya mengarahkan pisau yang ia bawa ke wajah cantik Ele.
"Nick, aku percaya pada Nero. Dia tidak akan membunuh lawannya jika tidak membuat kesalahan fatal." Ele tersenyum miring tanpa rasa takut sedikitpun meski nyawanya di ujung tanduk. Pada akhirnya ia tersenyum lebar saat melihat pria itu tiba-tiba terdiam seolah memikirkan ucapannya.
*
Pedro mual dan muntah karena Nero mengemudikan mobil ugal-ugalan.
"Huek! Tuan, calon bayiku baru sebesar biji kacang hijau, aku tidak mau mati sebelum melihatnya lahir ke dunia. Hueeekkkk." Pedro segera membuka kaca jendela mobil, menyembulkan kepalanya keluar lalu memuntahkan semua isi perutnya.
Nero tak menjawab, malah menambah kecepatan mobilnya saat memasuki area hutan yang jalannya berliku-liku. Yang ada dalam pikirannya hanya Ele seorang. Ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada kekasihnya itu.
"Pedro, buka petanya!" titah Nero, tapi Pedro tidak menyahut karena pingsan.
"Sial!" umpat Nero sejadinya saat melihat asistennya tak sadarkan diri. Ia meraih ponsel Pedro lalu melihat maps menuju gedung tua yang ada di hutan itu.
Dua mobil anak buahnya mengikuti di belakang. Nero memimpin perjalanan tersebut.
Nero melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Hingga akhirnya ia sampai di tempat tujuan.
Nero segera turun dari mobil, menatap tajam para anak buah Nick yang berjaga memengelilingi gedung itu. Ia mengeluarkan dua senjata apinya, lalu menembakkan ke arah para anak buah Nick tanpa ampun.
Para anak buah Nick sangat syok, belum sempat menghindar atau melawan, mereka sudah tewas duluan.
Dor!
Dor!
Dor!!
Cammora tidak peduli dengan aturan Botak untuk Berta. Camorra mengajak Berta bersenang-senang. Cammora menggenggam erat tangan Berta menuju mobilnya.
Cammora membawa Berta ke salon kecantikan.
Cammora ingin pegawai salon merubah penampilan Berta menjadi cantik, sampai membuatnya pangling.
Elle senang tersenyum puas menikmati kegalauan Botak.
Cammora pria yang bisa membuat Berta bisa tersenyum. Berta merasa di hargai, di inginkan, dan di perhatikan.
Berta hatinya tersentuh dengan perhatian-perhatian kecil dari Cammora.
Apalagi Cammora memberikan Berta semangat dan dukungan moril, juga memberi nasehat.
Berta tumbuh dengan rasa ketakutan, tidak percaya diri, dan terasingkan.
Kini ada pria yang mengatakan Berta berharga. Jangan pernah lagi merasa rendah diri. Berta gadis hebat dan kuat.
Berta dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih pada Cammora.
Berta tersentuh, terharu dengan apa yang dikatakan Cammora.
Cammora bertanya pada Berta - Botak yang menjawab.
Cammora tak terima pada Botak yang ikut campur urusannya dengan Berta.
Elle datang - menyelamatkan Berta dari aturan Botak yang seenaknya sendiri.
Botak kalau suka sama Berta bicara terus terang. Sok meremehkan Berta. Nyatanya cemburu Berta didekati Cammora.
Rasain Batak. Suka memarahi Berta - mana bilang bukan hanya wajah Berta yang jelek, tapi cara kerjanya juga jelek.
Lihat tuh si jelek disukai Cammora yang kaya raya. Botak tak ada apa-apanya dibanding Cammora.
Cammora memanfaatkan waktunya untuk mendekati Berta.
Bahkan kemanapun Berta pergi, Cammora mengikuti.
Berta sampai protes pada Cammora.
Berta menyebut nama sekalian nama panggilannya.
Elle dan Nero berada di kamar menatap mereka.
Nero tak terima istrinya memuji Cammora yang gentelman.
Meronalah kedua pipi Berta mendengar tamu majikannya mengatakan - berliannya Berta.
Di kasih waktu satu minggu oleh Nero.
Nero mengancam Cammora akan kehilangan kepalanya kalau melakukan hal bahaya atau melukai penghuni rumah Nero.
Elle memperbolehkan Cammora menginap - biar Botak cemburu dan sakit hati.
Elle syok mendengar penuturan Nero - Botak tidak pernah mau menikah. Mungkin Botak tidak tertarik pada wanita.
Sepertinya Botak tidak mau menikah bukan karena gay, Elle.
🥰🥰🥰🥰
biar nti pulang paman botak pangling dan lupa ngasih hukuman 🤣🤣🤣