Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seles kosmetik
'Ini kenapa malah semakin deket' batin Isyana.
"TIDAK...!!! " Teriak Isyana.Reflek tangan Isyana memukul perut Briyan.
"Aw... !" Briyan merasa kesakitan dan memegangi perutnya yang kenak pukul tangan Isyana.
"Kenapa kau memukulku...?! " Protes Briyan masih memegangi perutnya.
"Itu yang namanya reflek perlindungan diri. Makannya jangan suka gangguin aku... " Jawab Isyana merasa menang.
" Gak kebayang... Besok suami kamu bakalan habis kamu pukuli terus... " Ejek Briyan
" Gak usah bayangin suami aku... Suami bohongan juga pasti bakalan kenak pukul terus" Ucap Isyana penuh maksud
"Kalau kamu berani, tinggal aku tambahkan uang ganti rugi jadi tiga kali lipat" Ancam Briyan yang tahu maksud kata-kata Isyana sambil mulai mengemudikan mobilnya lagi. Sakit di perutnya masih terasa tapi tak sesakit tadi.
" terus-terus... Ancam terus... " Ucap Isyana sebel. Dia hanya memalingkan muka melihat ke arah kaca sampingnya.
'Dasar tukang ancam, nyebelin... Rasanya ingin ku jitak' batin Isyana sambil mengepalkan tangannya.
Briyan hanya tersenyum puas melihat kekesalan pada Isyana 'Berani macam-macam awas aja' batin Briyan
Suasana didalam mobil menjadi hening seketika. Ditengah perjalanan Briyan tiba-tiba memarkirkan mobil.
'Berhenti lagi?' batin Isyana sambil mengamati sekitar dari dalam mobil
"Ayo turun... " Ajak Briyan
"Aku gak mau turun" Jawab Isyana yang masih meresa sebal
"Ya sudah tunggu sini" Briyan keluar dari mobil.
Tatapan mata Isyana hanya mengikuti kemana Briyan melangkah setelah keluar dari mobil. Tampak Briyan berjalan memasuki sebuah toko kosmetik.
" Ngapain orang itu malah masuk ke toko kosmetik?" Gumam Isyana
"Bodo amat lah... Bukan urusanku juga. Dia mau jadi kayak Nency juga bukan urusanku xixixi... " Isyana terkikik geli sendiri membayangkan kalau Briyan seperti Nency.
Cukup lama Briyan ada didalam toko kosmetik, entah apa yang dia lakukan. Isyana sampe tertidur didalam mobil karena menunggu Briyan yang tak kunjung kembali.
Isyana terbangun dari tidurnya mendengar suara pintu mobil terbuka. Terlihat Briyan masuk ke dalam mobil dengan membawa sebuah paperbag yang cukup besar.
" Kau sudah kembali? " Tanya Isyana sambil mengucek matanya dengan punggung tangan.
" Pake ini... " Briyan memberikan paperbag yang dibawanya kepada Isyana.
"Apa ini? " Isyana menerimanya dan melihat isi didalam paperbag
"Ini banyak banget... Kamu habis borong atau merampok? " Isyana cukup terkejut dengan isi didalamnya. Yaitu perlengkapan make-up komplit dari foundation, pelembab, bedak pun beragam dari yang padat sampe yang tabur, maskara juga ada, Eyeliner juga beragam dari yang pensil, spidol bahkan cair, pensil alis juga, eyeshadow full warna, blason, lipstik pun tinggal pilih warna.
Isyana cukup tau dengan barang-barang itu walau dia sendiri tidak pernah dan tidak bisa memakainya. Dia tau dari temannya Ajeng yang termasuk penggila make-up.
"Apa aku ada tampang-tampang perampok?" Jawab Briyan
"Apa bapak mau saya jadi seles kosmetik? " Tanya Isyana polos
"Aku mau kamu pake itu. Gak mungkin aku ajak kamu kerumah dengan muka polos kayak gitu" Jawab Briyan
"Bapak bisa beli perlengkapan makeup sebanyak ini, Jangan-jangan bapak... " Belum selesai Isyana bicara Briyan sudah memotong
"Jangan berfikir sembarangan, aku tanya sama SPGnya, dia nyaranin banyak banget. Aku jadi pusing... jadi aku ambil semua. " Jelas Briyan
" Oh kirain bapak sebelas duabelas sama Nency hehehe... " Ucap Isyana
"Kau mulai lagi...! " Briyan menatap Isyana tajam
"Hahaha... Ampun pak... " Isyana menelangkupkan kedua tangannya ke arah Briyan sebagai tanda menyerah.
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya