NovelToon NovelToon
Bukan Darah Biru

Bukan Darah Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Nyai Ambu

Aiza Bahira adalah gadis cerdas, cantik dan selalu ceria. Sebuah peristiwa di masa lalu yang melibatkan keluarga darah biru menyeretnya ke dalam sebuah konflik kehidupan dan terpisah dengan keluarganya serta kehilangan ingatan akan masa lalunya.

Sedangkan Deanka Kavindra Byantara adalah anak cerdas yang dijadikan korban perjanjian politik. Masa lalu Deanka dipenuhi dengan tekanan dan kekerasan hingga ia trauma dan takut jatuh cinta.

Aiza dan Deanka terjebak dalam kisah cinta yang sangat rumit. Aiza dan Deanka sama-sama menjadi korban keserakahan keluarganya yang gila harta, popularitas dan jabatan.

Apakah Aiza dan Deanka bisa menemukan cinta dan kebahagiaan?

Apakah Aiza bisa mengingat lagi masa lalunya dan berkumpul lagi dengan keluarganya?

Apakah Deanka bisa sembuh dari traumanya?

Mari kita ikuti kisahnya!!

NB: Siapkan tissue!

***

Terima kasih sudah berkenan mampir dinovel pertamaku ❤

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan.

Aamiin...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyai Ambu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidangan Pertama

Pukul 03.30 pagi waktu setempat

Suasana di pinggiran kota itu sudah mulai menggeliat.

Para pejuang kertas berharga mulai beraktivitas menyiapkan segala hal yang harus mereka persiapkan di tengah menyemutnya para pesaing yang datang dari berbagai daerah.

Mereka sebenarnya tahu jika kehidupan di kota sangat keras, namun keingintahuan dan kebutuhan membuat mereka memberanikan diri untuk datang ke kota.

Ada yang datang dengan keahlian yang mumpuni, dan berprestasi secara akademik, ada pula yang datang hanya dengan bekal otot saja.

Semuanya berharap hidupnya akan lebih baik setelah bekerja di kota dan bisa pulang kembali ke desa dengan hati yang bangga.

***

Susi menggeliat.

"Ah ... nyamannya, senang rasanya aku bisa tidur di sofa ini."

Mata indah dengan bulu mata lentiknya melirik jam dinding.

Susi merasa pada jam tersebut ia sudah waktunya untuk bangun.

Susi tidak tahu aktifitas apa yang biasanya ia lakukan pada jam sepagi itu, ia mencoba untuk mengingat-ingat, namun sia-sia, ia malah merasakan kepalanya pusing.

"Hoaaam" menutup mulutnya karena menguap.

Mereka belum ada yang bangun, aku harus tahu diri, aku memang harus bangun lebih awal, aku ke dapur sajalah, aku mau masak apa saja yang ada di dapur. Pikirnya.

Susi melangkah menuju dapur, setelah keluar dari kamar mandi ia memutar bola matanya mencari keberadaan bahan-bahan yang bisa ia masak.

Oiya pasti ada di kulkas itu, waaah benar ternyata stok makanannya banyak. Ada tempe, tahu, telur, ada banyak sayuran juga. Oiya nasi di pemanas masih banyak sepertinya aku tidak usah masak nasi.

Susi mulai memasak, ia sudah tahu cara menyalakan kompor gas, ia juga tahu keberadaan bumbu-bumbu di rumah itu karena semalam ia memperhatikan dengan seksama saat membantu Bu Nasih memasak.

Susi membuat oreg tempe, dengan tampilan yang menggoda.

Dia menyajikannya dengan beberapa potongan cabai merah dan timun di atasnya.

Ia juga membuat telor ceplok bumbu kecap, warnanya hitam legam menggoda lidah, seperti terlihat sangat manis.

Lalu mebuat sayur bening bayam, dia memasaknya tidak terlalu lama sehingga warna sayur tersebut masih terlihat hijau menggugah selera.

Sayur disajikan dengan taburan bawang goreng di atasnya.

Lalu ia membuat nasi goreng telur iris.

Ia sengaja tetap menyimpan nasi tersebut di wajan, agar nanti saat hendak dimakan bisa dipanaskan terlebih dahulu.

Susi tidak tahu seperti apa kehidupannya sebelum amnesia, namun ia merasa aktivitas memasak seperti ini tidak asing baginya.

Selesai memasak, Susi membawa beberapa ember air dari dalam kamar mandi untuk menyiram bunga di halaman depan.

Gadis itu tidak tahu jika di halaman depan ada keran air.

Setelah menyiram bunga ia melakukan gerakan-gerakan kecil seperti sedang berolahraga.

Di kamar tamu,

"Sayang udah ya dipijit punggungnya, sepertinya ini sudah pagi, aku harus segera bersiap, kamu juga cepat bangun sebelum Ibu marah."

"Ya ya aku bangun," jawab Lia.

Jam 5 pagi Lia memang biasa bangun untuk menyiapkan keperluan suaminya dan memasak.

Di dapur,

"Tidaaaak!" Lia berteriak.

Ia terkejut melihat di meja makan sudah tersedia beberapa hidangan, kondisi dapur juga terlihat bersih.

Mendengar teriakan Lia semua orang di dalam rumah itu terbangun, mereka berpikir Lia akan segera melahirkan, padahal usia kehamilan Lia baru mau memasuki bulan ke-6.

Suami Lia menjadi orang pertama yang berlari menghampiri istrinya.

Di susul kemudian Ibu lalu Bapak.

Urutan terakhir Nia, gadis itu terlihat mengucek matanya sambil menggerutu.

"Ada apa siiih Kak Lia, ini kan masih pagi."

Mereka berdiri mengelilingi meja makan, sambil menatap Lia.

"Kalian lihat itu?" menunjuk meja makan.

"Dan lihat dapur ini! Bersih kaaan?"

"Aku belum memasak dan tidak membereskan dapur, lalu siapa yang melakukan ini?"

Bapak, Ibu, Nia dan suami Lia secara berasamaan meletakkan telunjuk di kepala masing-masing mencoba mencari jawaban.

Tiba-tiba ....

"Hallo Ibu, Bapak, Kakaak, Kakak ipar, kalian sudah bangun ya? Silahkan nikmati masakan sederhananya! Oiya nasi gorengnya masih ada di wajan, jadi bisa di panasin dulu sebelum di makan, maaf ya kalau gak enak," Susi berlalu ke kamar mandi dan keluar lagi membawa ember berisi air.

Gadis itu siapa sebenarnya dia? Suami Lia.

Kalau dia seperti ini, bagaimana aku bisa mengerjainya? Ibu.

Beruntungnya aku, andai dia benar-benar anakku. Bapak.

Aku semakin menyukainya. Liana.

Cih sepertinya semua orang di rumah ini mulai suka sama si Susi, awas kamu ya Susi, kamu pikir kamu siapa? Liat aja nanti akan aku kerjain dia biar gak sok manis lagi, cih. Niana.

Liana memanaskan nasi goreng buatan Susi lalu membaginya menjadi 6 porsi.

"Ayo makan bersama!" kata Lia.

"Kursinya tidak cukup, kamu gak usah makan di meja makan ya," kata Nia.

"Tidak apa-apa Kak, aku bisa makan di sini." Susi menunjuk lantai dan tersenyum.

Mereka makan dalam keheningan, entah kapan mereka terakhir kalinya makan bersama.

Sambil makan, mata mereka sesekali melirik Susi yang makan sambil duduk bersimpuh di lantai.

Gadis itu makan suap demi suap dengan lahap, tapi tidak terburu-buru.

Gadis itu sangat menikmati dan menghargai makanan.

Saat ada satu butir nasi terjatuh ke lantai, ia langsung mengambilnya dan menyatukannya kembali di piring.

Gadis itu menghabiskan makanannya tanpa ada sisa, piring yang dipegangnya seperti baru saja dicuci.

Setelah selesai makan, ia mengangangkat kedua tangannya ke atas dan berkata "Terimakasih Tuhan, atas makanan yang Kau berikan padaku melalui pelantara Bapak dan Ibu."

Melihat dan mendengar apa yang di lakukan Susi, mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing, termasuk Niana, ia berpikir mencari cara untuk membuat gadis periang itu menangis.

"Susi, apa kau mau ikut aku ke sekolah?" tanya Nia.

"Ke sekolah? Beneran boleh Kak? Asyiiik! Mau Kak, mau bangeet, aku jadi gak sabar."

♡♡ Bersambung ....

1
Atun Nasa
siapa ya kira2 kaki2 ini🤔
Moertini
terimakasih thor ceritanya sudah tamat menarik mantap asyik dan seru berakhir semua bahagia yang jahat menerima hukumannya dilanjutin seasen ke 2 anak Deanka dan Aiza ditunggu semangat
nyai ambu: terima kasih kak, dan salam kenal🥰🥰🥰. oiya ditunggu kunjungannya ke karya nyai yg lain
total 1 replies
Dewi Eka
bagus
Dewi Saskia
visual Aiza jelek thor...beda banget dgn imajinasi sy karena gambaran2 yg ditulis...lihat gambar visualnya gak sesuai banget dgn gambar visual deanka...
kl visual deanka aku rasa sdh pas...sesuai banget...
tp aizanya jelek banget thor...
biar kau visual sendiri aja kayak nya ya...hehehee...
zainiyah hamid
baru nyambung baca LG nyai ....🤭
sambil nunggu TBR
Ganuwa Gunawan
tambah terasi betong dikit ja thor.. biar sedap jus nya
Ganuwa Gunawan
aduh nih s susi.. mau. bobo aja kok ya repot amat
Ganuwa Gunawan
kaya nya klu d jdiin satu jdi TIK TOK
Ganuwa Gunawan
kemanusiaan yg adil dan beradab
persatuan indonesia.. dan lain lain sbgy nya..
Ganuwa Gunawan
hahahaha..
yg jdi bawang putih bukan s susi
tp si niana sm s liana
Ganuwa Gunawan
aku juga ga tau bu
tanya aja tuh sama s thor
Ganuwa Gunawan
entah lah dokter...
aku juga bingung
Ganuwa Gunawan
jadi ayam geprek
Ganuwa Gunawan
bukan cuman beli hp nya doang thor
tapi sma pabrik juga karyawan bahkan sma yg punya pabrik nya pun dia beli..
Ganuwa Gunawan
dasar kalian serigala berbulu ketek
Ganuwa Gunawan
waduh
ngapa kerja nya nyangsrang d rumah warga thor.. heum bahaya ini mh
Ganuwa Gunawan
ya betul
yang kaya yg banyak harta banda nya pda dapat BANSOS..
yg miskin melarat mh cuma pda mangap doang makan angin
Ganuwa Gunawan
kenapa mesti d lap sih thor..
d jilat ge ngapa aaah
Ganuwa Gunawan
oh tak kira megangin kartu KIS thor..
Ganuwa Gunawan
ya karena mertua nya galak.. sadis.. seperti acan bing maung.. klu kga nurut bangsa nya d caplok ku mertua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!