Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKHIRNYA
!! WARNING !!!!!
Episode ini mengandung unsur muatan dewasa.
Bagi pembaca yang belum cukup umur, atau merasa tidak nyaman dengan episode kalu ini, mohon maaf untuk tidak membacanya.
Dimohon kebijaksanaanya dalam membaca. Terima kasih
................
Malam ini Vina tengah disibukkan tugas kampusnya, disebelahnya duduk Rey yang juga tengah disibukkan urusan kantor.
Selain sebagai dosen, Rey juga menjadi manager di salah satu perusahaan ayahnya.
Drrrrtttt derrrrtttttt derrrttttt
Sudah 3x panggilan di ponsel milik Vina, namun ia tak berani merespon.
Vina ingin menjaga perasaan suaminya, juga ingin fokus mengerjakan tugas kampus.
Rey yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya, mulai terganggu dengan suara ponsel istrinya itu.
" matiin aja telfonnya dek." ucap Rey dengan nada tinggi
Segera kumatikan ponselku, lalu kembali fokus pada tugasku.
...............
Malam ini hujan turun cukup deras,, hawa dingin menyerbak hingga menembus tulang.
Listrik juga padam, hanya lilin yang menjadi penerang.
Vina adalah tipe yang tidak bisa tidur jika lampu mati, selama listrik belum nyala, dia hanya berbaring sambil mengotak atik ponselnya.
Disebelahnya Kak Rey juga tengah berbaring dengan posisi memunggunginya.
Duuueeeerrrrrr.....
Suara petir mengagetkanku.
Buru buru ku peluk tubuh Kak Rey.
Aku meringkuk didekapannya.
Kak Rey mengusap rambutku pelan.
Di situasi seperti ini, tubuhku terasa hangat dipelukan kak Rey.
Kak Rey berbalik menindihku, dikecup bibirku lembut.
Aku yang terbuay akan kenikmatan cumbuannya ikut membalas ciuman itu.
Cukup lama kami berpagutan, sampai terasa tangan kak Rey menelusuri leherku hingga dadaku, di remas pelan gunung kembarku itu lalu bibirnya berganti mencium leherku.
Aku yang baru pertama kali merasakan sentuhan ini, membuat gairahku bangkit.
"aaaaaaaakhhhhhhhh,, " desahku merasakan kenikmatan ini.
Kak Rey yang mendengar rintihanku semakin meliarkan cumbuannya, hingga banyak kiss mark di leherku.
Perlahan dibukanya baju dan celanaku, hingga kini aku sudah tak memakai sehelai benang pun.
Tangan Kak Rey bergerak turun kebagian sensitifku.
" kak....... " rintihku sambil menatap mata Kak Rey dalam dalam.
" tahan sedikit ya, kakak pelan kok." jawabnya
Ehtah ini perasaan apa, yang aku tau rasanya sakit namun aku menikmatinya.
Akhirnya kami melakukan hubungan layaknya suami istri, setelah hampir 6 bulan kita menikah.
.....................
Sinar matahari menyerbak masuk menyinari seluruh ruangan.
Aku terbangun, karena merasa silau akan cahayanya.
Seluruh badanku terasa sakit, apalagi bagian intimku, rasanya masih perih
" morning sayang,, " suara kak Rey tepat disampingku.
Aku yang sadar masih telanjang, segera menaikkan selimut hingga batas leher.
" jam berapa kak? " tanyaku pelan
" sudah jam 8." jawab kak Rey
" astaga,, kita kesiangan kak." ucapku kaget.
" kakak sudah mintain izin kok, kita gak masuk hari ini." jawab Rey
Aku ingin beranjak, lalu Kak Rey mendekap tubuhku dari belakang.
" kak, lepasin gak, aku mau mandi." rengekku sambil mencoba melepas pelukannya.
" sebentar sayang, biarkan seperti ini." ucap Kak Rey lembut ditelinga.
Cukup lama Kak Rey menyenderkan tubuhnya di punggungku, kini aku dapat melihat dibalik sikap dinginnya, ada sifat manjanya juga.
" kakak sayaang banget sama kamu dek." ucapnya lagi.
" aku juga kak." jawabku asal
" jangan pernah pergi dari kakak." ucapnya lagi.
Aku hanya mengangguk.
Kak Rey mencium leherku, dekapannya semakin kuat, hingga aku rasa ada sesuatu yang mengganjal.
" kak aku gak bisa napas ." ucapku beralasan.
Aku yang mulai merasakan Kak Rey bereaksi, mencoba menghindarinya.
Pelan pelan Kak Rey melonggarkan dekapannya, segera aku berdiri lalu membalikkan tubuhku.
" aku mau mandi." ucapku lalu pergi ke kamar mandi dengan selimut yang membalut tubuhku.
Kak Rey hanya tersenyum melihat tingkahku.
Sesampai di kamar mandi, ku kunci pintu, ku nyalakan shower lalu ku basahi seluruh badanku.
Batinku " selamat kalau tidak, bisa diterkam lagi nanti."
Sudah hampir 1 jam aku mandi, keramas, bahkan berlulur ria, sampai tersadar kalau aku belum bawa baju ganti.
Aku keluar dengan mengenakan handuk selulut.
Dalam batinku "gak papa lah keluar pake handuk, toh semalam dia juga sudah melihat semua tubuhku."
Kak Rey yang masih berbaring di ranjang, masih bertelanjang dada namun sudah mengenakan celananya.
" kamu mau menguji kakak, dek? " ucapnya sambil beranjak dari ranjang.
" jangan mendekat kak, aku mau pake baju." teriakku sambil menyilangkan tanganku didepan dada.
Namun Kak Rey malah semakin mendekat, hingga aku terpojok.
Aku yang tengah menggigil kedinginan lalu dipeluknya, dikecup jidat, pipi hingga bibirku.
Aku mencoba memalingkan wajahku, namun tangannya begitu kuat menahan.
Hingga dia leluasa melumat bibirku kasar.
" kaaak, " teriakku yang mulai kehabisan nafas.
Kak Rey menghentikan kegiatannya,
" maaf dek, kakak kelepasan." ucapnya dengan expresi menyesal.
" ya udah kakak mandi sana, biar fresh." ucapku
Lalu kak Rey melepas pelukannya, bergegas menuju kamar mandi.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak