S.1.
Cinta bertepuk sebelah tangan ternyata memang amat sangat menyakitkan. Hal inilah yang Vanilla rasakan. Karena kecewa yang tak terperi, akhirnya membuat Vanilla memilih pergi. Di saat Vanilla menghilang, barulah Sky menyadari akan arti kehilangan. Mampukah Sky meraih kembali belahan jiwanya, sementara ia tahu Vanilla sudah memiliki pasangan bahkan sudah akan menikah.
S.2
Kecelakaan yang menimpa calon pengantinnya membuat Thierry memaksa Earth, si penabrak menjadi pengantin pengganti dan mengandung anaknya. Sikap Thierry yang dingin perlahan menghangat saat mengetahui Earth mengandung, tetapi perubahan itu ternyata hanya sementara. Semua berubah saat Helen akhirnya sadar dari koma. Semua masalah semakin rumit. Hingga suatu peristiwa tak terduga terjadi membuat Earth akhirnya memilih pergi jauh dengan membawa kedua anak kembarnya.
Akankah mereka kembali dipertemukan dan akankah Earth mampu memaafkan kesalahan Thierry?
Sekuel Benih Sang Cassanova
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Twenty Four
Kini Henry dan Vanilla sudah berdiri di hadapan pendeta yang akan segera menikahkan mereka. Wajah Vanilla memucat. Tangannya terasa amat sangat dingin. Jantungnya kembali berdegup dengan kencang. Dan sekujur tubuhnya kian meremang saat Henry mulai mengucapkan janji sucinya.
Hingga tibalah saatnya Vanilla mengucapkan janji suci tersebut. Pendeta bertanya, tapi bibir Vanilla bungkam. Lidahnya terlalu kelu untuk mengucapkan kata-kata sakral tersebut.
Vanilla memejamkan matanya. Di saat bersamaan, semua lampu di ballroom tersebut mati total.
Vanilla membuka mata dan terkejut bukan main. Kini ruangan yang sempat hening karena menantikan Vanilla dan Henry mengucapkan janji suci, seketika riuh. Bagaimana mungkin hotel mewah seperti SkyLand bisa mengalami hal seperti ini.
Namun semua keriuhan itu berubah saat sebuah layar super besar di dinding yang digunakan untuk menyoroti prosesi pengantin agar terlihat jelas oleh semua tamu tampak menayangkan sebuah video. Vanilla lantas ikut mengalihkan pandangan ke arah layar super besar tersebut yang menampilkan dua orang yang Vanilla ketahui merupakan kakak adik.
Flashback
Brakkkk ...
Tampak Hanny masuk ke kamar hotel tempat Henry menginap. Ia membanting pintu dengan kasar setelah masuk ke dalam sana. Henry yang sepertinya baru selesai mandi pun segera menghampiri sang adik.
"Kau kenapa lagi, hm?"
"Kak, apa harus kakak membelikan perempuan itu cincin yang sangat mahal?" protes Hanny.
"Tentu saja harus. Bukankah kau tahu siapa ayahnya? Meskipun ia hanya seorang asisten pribadi, tapi ia bukanlah asisten pribadi biasa. Ia sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh pebisnis nomor satu di benua ini," ujar Henry mencoba menenangkan. Ia bahkan merangkul pundak Hanny dan membawanya duduk ke tepi ranjang yang berukuran sangat besar tersebut.
Hanny mendengus, lalu matanya memicing tajam.
"Bukannya itu karena kakak sudah benar-benar jatuh cinta padanya?"
"Jatuh cinta padanya? Hahahaha ... Jangan berpikir aneh-aneh, Sayang. Kau yang sangat tahu kalau yang aku cintai sejak dulu itu hanyalah dirimu. Dia itu hanya tameng. Kau tahu bukan, untuk maju menjadi anggota parlemen membutuhkan koneksi yang tidak main-main. Aku yakin, setelah orang-orang tahu aku adalah menantu orang nomor 2 di SC Company, maka pendukungku akan makin banyak. Para pejabat pun pasti akan ikut memberikan dukungan. Aku akan memanfaatkan nama SC Company untuk mendulang kesuksesan. Kalau aku sukses, bukankah kau juga yang pertama kali akan merasakan keuntungannya? Lagipula, bukankah kau sangat paham, kita tidak mungkin mengumumkan hubungan kita ini? Orang tua kita pasti akan menentang keras. Banyak keuntungan yang akan kita peroleh saat aku menikahi Vanilla. Bukan hanya aku bisa meraih impianku, tapi aku juga bisa menutupi hubungan kita. Ingat, dia hanyalah tameng. Dan kau tetap yang akan menjadi pemilik dan prioritasku," ujar Henry yang kini sudah saling berhadapan dengan Hanny.
"Jangan marah lagi, oke! Bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu?" Ujar Henry yang sudah mengusap pipi Hanny yang wajahnya tampak cemberut.
"Hmmm, tentu saja. Tapi Kak, apa kau akan menyentuhnya nanti?" Wajah Hanny terlihat kesal.
"Jangan tanyakan itu! Kau sudah tahu jawabannya."
"Tapi ... "
"Aku hanya melakukan kewajibanku saja. Kalau aku tidak melakukannya, bisa-bisa perempuan bodoh itu curiga," ujar Henry mencoba meyakinkan kekasih hatinya.
"Janji kau takkan jatuh cinta padanya?"
"Janji. Bagaimana aku bisa jatuh cinta padanya, sementara ada kau yang selalu ada dan selalu bisa memuaskan ku. Selain itu, di sini, bukankah ada calon anak kita," ujar Henry sambil mengusap perut Hanny. "Bagaimana aku bisa mengabaikan kalian demi perempuan itu. Cukup percaya padaku dan aku akan memberikan apa saja yang kau mau."
Hanny lantas tersenyum lebar setelah mendengar kata-kata manis itu.
"Baiklah. Aku percaya dengan kakak."
"Jadi, bagaimana? Kita lanjutkan urusan kita?"
"Tentu saja. Pokoknya malam ini kakak tidak boleh pergi kemana-mana. Aku akan menyervis kakak dengan sangat baik agar kakak tidak bisa melupakannya meskipun saat sedang bersama perempuan bodoh itu," ucap Hanny mengingat besok adalah hari pernikahan Vanilla dan kakak sekaligus kekasih hatinya itu.
Tak butuh waktu lama, Hanny pun mulai membuka bathrobe yang Henry kenakan disusul dirinya sendiri yang langsung melepaskan semua yang melekat di tubuhnya. Ia lantas naik ke atas pangkuan Henry. Seperti yang Hanny ucapkan tadi, ia pun melayani Henry dengan liar dan panas membuat keduanya terlarut dalam kubangan kenikmatan
Tanpa mereka tahu, beberapa kamera telah terpasang di segala sisi dan sudut ruangan itu. Pelakunya tentu saja Tom atas perintah Sky. Sky dan Tom yang menaruh curiga dengan hubungan keduanya memang secara diam-diam memasang mini kamera di kedua kamar yang Henry dan Hanny tempati. Tidak sulit bagi Sky untuk melakukannya sebab pengelolaan hotel itu sudah diserahkan padanya.
Sebelum malam itu, Sky masih tampak gelisah bukan main. Bahkan seminggu ini ia hampir tidak bisa tidur karena memikirkan Vanilla yang akan segera menikah dengan Henry. Dan setelah ia mendapatkan kabar dari Tom kalau target mereka sudah mulai bergerak, Sky pun dengan cepat meminta Tom ke kamarnya yang juga ada di hotel tersebut. Sky tersenyum puas saat akhirnya ia bisa mendapatkan apa yang ia cari.
Setelah sebelumnya Sky mendapatkan informasi mengenai identitas Hanny yang sebenarnya sepupu Henry, membuat Sky kian yakin kalau keduanya menjalin hubungan di belakang semua orang. Hanny diangkat anak oleh kedua orang tua Henry karena kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan saat perempuan itu masih kecil. Setelah mendapatkan informasi tersebut, penyelidikan keduanya pun makin gencar. Beruntung ia bertemu Tom yang sudah biasa melakukan pengintaian seperti ini. Tom juga yang menyarankan memasang kamera tersembunyi di kamar keduanya. Namun saat itu Tom masih bingung bagaimana cara menyusup ke kamar keduanya hingga akhirnya Sky lah yang mengatur segalanya sebab hotel itu sudah di bawah kendalinya.
Flashback off
Mata Vanilla terbelalak. Ia sampai menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia saksikan di layar super besar tersebut. Layar tersebut super besar sehingga sudah pasti semua orang di dalam ballroom dapat menontonnya. Semua orang tampak terperangah. Berbanding terbalik dengan wajah Henry dan Hanny yang sudah memucat seakan tidak dialiri darah.
"Vanilla, jangan percaya itu! Video itu palsu. Itu pasti rekayasa orang yang tidak menyukaiku. Aku tidak mungkin berbuat seperti itu," Henry mencoba mengajak Vanilla berbicara, tapi Vanilla justru menatapnya penuh amarah. Vanilla benar-benar tidak menyangka kalau selama ini Henry mendekatinya hanya demi misinya. Ia hanya memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia bahkan tidak menyangka Henry menjalin hubungan dengan adiknya sendiri.
"Apa kau pikir aku bodoh, hah? Ya, aku memang bodoh karena bisa-bisanya tertipu oleh musang berbulu domba seperti dirimu dan jalaang itu!" sentak Vanilla murka.
"Van ... "
"Jangan pernah menyentuhku, bajingaan!" bentak Vanilla sambil menepis tangan Henry yang mencoba meraihnya.
"Vanilla, ini tidak seperti yang kau pikirkan! Video itu jebakan. Aku tulus mencintaimu. Aku ... "
Bugh ...
"Jangan mencoba membela diri, bajingaan!" Entah sejak kapan Axton sudah berada di atas altar dan segera meraih kerah baju Henry dan mendaratkan pukulan tepat di rahang kirinya.
"Kau ingin menipu kami, hah? Kau ingin mempermainkan putri kesayanganku? Kau ingin memanfaatkan dirinya? Iya? Kau berurusan dengan orang yang salah, brengsekkk! Aku pastikan akan menghancurkan mu hingga berkeping-keping!" Raung Axton dengan dada naik turun.
Bugh ...
Bugh ...
Axton menggila. Mana mungkin ia diam saja saat ada orang yang ingin menyakiti dan memanfaatkan anaknya.
Vanilla dan Hanny menjerit. Vanilla menjerit karena ketakutan, sementara Hanny menjerit karena khawatir.
"Aaargh ... " Pekik Vanilla yang tiba-tiba sudah berada dalam pelukan Sky.
"Sky," lirih Vanilla yang matanya sudah benar-benar basah.
"Ssst, jangan menangis! Kau tenang saja, aku pastikan laki-laki brengsekkk itu akan mendapatkan ganjarannya karena sudah mencoba mempermainkan istriku," ucap Sky lembut. Vanilla yang tadinya ketakutan seakan terhipnotis. Ia kembali tenang. Apalagi saat Sky memeluknya dengan begitu erat.
"Uncle, aku mohon, lepaskan Henry, Uncle. Dia tidak bersalah," bela Hanny yang tidak tega melihat Henry yang sudah babak belur, bahkan untuk berdiri saja ia tidak mampu lagi.
Kedua orang tua Henry merasa amat sangat malu. Awalnya mereka amat sangat bangga karena bisa berbesan dengan keluarga Axton, tapi saat kebusukan anaknya dikuliti hidup-hidup, membuat mereka seketika kehilangan muka. Apalagi pernikahan ini disiarkan secara live di media sosial beberapa media yang sengaja mereka undang sebagai arogansi keluarga mereka.
Namun sebagai orang tua, meski kecewa, mereka tetap membela anaknya tak peduli perbuatan anaknya itu salah.
Axton yang melihat kedua orang tua Henry mencoba mendebatnya pun menyeringai.
"Aku pastikan kalian semua akan hancur. Bahkan kalian akan memilih mati daripada menanggung rasa malu yang tidak terperi."
"Kau pikir kami takut, hah? Kau hanya seorang asisten pribadi, sementara kami merupakan keluarga dari perdana menteri. Kami memiliki kekuasaan, sementara kau ... " Ayah Henry memasang wajah angkuh menunjukkan arogansinya sebagai orang yang memiliki kekuasaan.
"Kau ... "
Baru saja Axton akan berbicara, tapi Sky sudah menghentikannya dengan menepuk pundak ayah dari Vanilla tersebut. Axton menoleh, menatap Sky yang tersenyum tipis.
Setelah itu, Sky pun maju setelah menyerahkan tangan Vanilla padanya.
Sky menyeringai menatap semua keluarga Henry yang menatapnya angkuh.
"Uncle Axton memang tidak memiliki kekuasaan, tapi aku punya. Perkenalkan, aku Sky Sheniro Sanches, pewaris SC Company. Aku adalah suami dari Vanilla. Kami pernah menikah saat masih kecil," ujarnya santai membuat semua mata terbelalak, tak terkecuali kedua orang tuanya dan orang tua Vanilla. Wajah santainya tiba-tiba berubah gelap. Sorot matanya begitu tajam hingga membuat kedua orang tua Henry memucat. "Tapi bukan itu permasalahannya. Karena kalian sudah berusaha mempermainkan istriku, bahkan ingin memanfaatkannya, tentu saja sebagai seorang suami aku tidak terima. Tunggu saja pembalasanku. Aku pasti akan menghancurkan kalian semua!" ucapnya dengan api kemarahan yang berkobar-kobar.
...****...
...Sudah panjaaaaaang bgt ya!...
...Semoga puas. 🤩🤩🤩...
...***...
...HAPPY READING ❤️❤️❤️...