Pernikahan yang dilandasi atas dasar keterpaksaan membuat Haidar tidak pernah tau siapa wanita yang telah dinikahinya. Selama menjalani pernikahan mereka tidak pernah ikut campur dalam kehidupan pribadi masing-masing. Hubungan mereka hanya sebatas menjalankan kewajiban lahir suami istri. Disaat Haidar sudah jenuh dengan alur kehidupan rumah tangganya, ditambah lagi dengan dorongan mamahnya untuk mendapatkan wanita yang lebih baik dari Milla. Disaat itu pula Mila mulai menunjukkan jati dirinya.
Kehidupan seperti apa yang telah mereka jalani...?
Serta rahasia apa yang disembunyikan oleh Milla..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StarxHero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 24
Haidar dengan tenang masih menunggu istrinya yang sedang marah marah. Ini kali pertama Milla berani mengutarakan apa yang ia rasa. Biasanya ia akan mengutarakan apa yang ia rasa dengan sindiran dan suara pelan. Kali ini berbeda ia tampak marah dan berapi api ketika berbicara
"Jenengan juga ndak bisa adil dengan saya bib, setidaknya jenengan harus bisa menjadi penengah antara saya dan Mama. Jenengan selalu membela mama apapun keadaannya. Trus Milla ini gimana, Milla juga manusia. Selama ini Milla ndak boleh ini dan ndak boleh itu Milla selalu turuti. Jenangan ndak pernah mengerti itu. Mungkin suatu saat nanti ketika mamah menginginkan jenengan menikah lagi pasti jenengan akan turuti ya kan bib.." Kata Milla dan Haidar tau kemana arah pembicaraan Milla. Ia juga tersulut emosi ketika ia mengatakan tentang menikah lagi.
"Sudah Mil kamu sudah melampaui batas. Salah saya di mana, Mamah adalah segalanya bagi saya sedangkan kamu adalah orang baru yang berada diantara keluarga saya" Jelas Haidar dengan datar
"Lagi pula, tanpa mama meminta saya untuk menikah lagi, saya akan menerima jika nanti ada wanita yang bisa mengerti dan menerima saya dan mamah saya. Tanpa mama meminta..! ingat itu Mill" Lanjut Haidar, sebenarnya ia tak ingin mengatakan itu. Tapi milla yang memancingnya terlebih dahulu. Haidar ingat dengan kata kata Syena memang benar jika harus melepaskan apa yang tak bisa ia terima dari pada harus tersakiti satu sama lain. Milla terkejut dengan ucapan Haidar. Sebelum Milla berbicara pintu kamar mereka di ketuk
"maaf bib, habib Sihap bersama Umi zamani sudah datang bib. Mamah Hanna meminta jenengan supaya menemui mereka dahulu.." Kata Reza ia sempat tak berani mengetuk sebab tak ingin mengganggu mereka
"Iya Za sebentar lagi saya keluar.." Kata Haidar, Haidar keluar menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya. Jujur ia juga lelah dengan penikahannya yang tak jelas. Selama ini Haidar berusaha menerima semuanya. Jika ditanya apakah Haidar sudah berusaha menerima Milla. Jawabannya sudah tapi entah kenapa sangat sulit.
Sedangkan Milla berusaha menahan air mata nya untuk tidak menangis. Tetapi tetap saja ketika Hidar keluar dari kamar ia menangis dalam diam. Ia menyesal sudah berkata demikian. Sebab ia merasa bukan dirinya yang berbicara. Biasanya Milla lebih memilih untuk diam dan tak perduli dengan ucapan Haidar ketika tak sesuai dengan hatinya. Seperti yang di katakan oleh Haidar tadi bahwa dia adalah orang asing yang masuk ke keluarga mereka. Berada di posisi Milla memanglah sangat sulit, Milla merasa tidak berhak menuntut apapun kepada suaminya karena dia tak sederajat dan tak sebanding dengan suaminya padahal dia adalah istri sah dari Haidar.
Milla berusaha untuk tetap biasa saja. Jika tidak karena Habib Sihap dan Umi zamani yang datang Milla sudah tidak mau keluar kamar. Ia segera menuju ke kamar mandi dan membasuh wajahnya.
Walau ingin di tutupi dengan cara apapun tetap saja masih terlihat sembab di mata Milla.
Milla keluar dengan menggunakan Hijab instan. Milla menyalami Umi zamani dan disana ada Haidar dan mamah Hanna tentunya. Tapi Milla tidak melihat Bella, Milla hanya melihat mustofa kakak Bella. Kemana wanita itu pikir Milla
"Nduk kok mata kamu merah gitu..?" Tanya Umi Zamani
"Oh ini tadi baru bangun tidur Umi jadi merah matanya.." Jawab Milla sedangkan Haidar berusaha biasa saja.
"Oalah.... Gimana to dar kalau istrimu sudah tidur ndak usah di bangunin kasihan. Mata e merah gini.." Kata Umi Zamani
"ndak kok Mi, bib idar ndak bangunin memang Milla sendiri yang denger dari Reza tadi, kalau jenengan sudah sampai, Milla sudah ndak ngantuk kok Mi." Jelas Milla meyakinkan. Sedangkan Haidar hanya diam saja
" Dar untuk acara besok malem itu saya ndak bisa hadir lo dar, Besok siang paman sama umi sudah harus balik ke Jepara soalnya paman juga ada acara malemnya.." Kata Bib Sihap ke Haidar
"Oalah gitu bib, Haidar pinginnya kan sama jenengan juga tapi nggeh ndak papa kalau misal ndak bisa. Jenengan sempetin kesini saja Haidar dah seneng banget" Kata Haidar
"Mill ayo buatkan minum dulu sama ambil kan makanan.." Kata Mama Hanna, jujur saja Mama Hanna tak terlalu suka jika melihat Umi Zamani terlalu dekat dengan Milla. Padahal tadinya Milla masih mengobrol dengan Umi Zamani. Tanpa banyak bicara Milla segera pergi ke dapur.
Milla mengambilkan beberapa makanan dan minuman tidak di bantu dengan siapapun sebab Risti dan Bu umi sudah pulang.
Ketika hendak menuju teras depan Mila melihat ada Bella disana di samping mamah Hanna. Seketika rasanya Milla menjadi sangat muak. Tapi disana ada Umi Zamani, jika tidak ada beliau ia sangat malas berada disana. Entah apa yang mereka bicarakan sepertinya pembicaraan mereka sangat menarik.
"Loh mbk Milla sudah bangun tadi kata mama Hanna sudah tidur..."Tanya Bella
"Iya mbk, Milla baru bangun.." Milla segera meletakkan minuman dan makan di tengah tengah.
Ketika Milla meletakkan Kopi di depan Haidar, Milla tak ingin melirik sekalipun.
"Kamu kasih kopinya ke anak anak saja, saya sudah minum kopi,,," kata Haidar dengan datar, mungkin bagi yang lain ini sudah biasa tapi bagi bib Sihap dan Umi Zamani tak biasa. Mereka merasa ada sesuatu yang tak beres dalam rumah tangga mereka. Milla tidak tau jika suaminya sudah minum kopi.
"Baru saja mbk Mill, tadi bib Idar Bella yang buatkan kopi, itu gelas nya masih ada di sana.." Kata Bella dengan santai. Hati Mila merasa sedikit nyeri ketika suaminya di layani oleh orang lain
"Ada apa dengan hubungan mereka sebenarnya, dan kenapa dia seperti sangat dekat dengan Haidar dan Kak Hanna. Padahal dia tamu jauh" kata Umi zamani dalam hati sembari melihat Bella yang duduk di dekat Haidar
Walaupun Umi Zamani berbincang dengan mamah Hanna tapi matanya masih ingin melihat interaksi antara Haidar dan Milla. Umi Zamani menyimpulkan jika memang benar mereka sedang tak baik baik saja.
"Ya sudah kalau begitu saya bawa kedalam saja kopinya.." Kata Milla dengan pelan
"Maaf sebelumnya Milla masuk dulu ya..." Lanjut Milla dan berpamitan kepada semuanya
"Iya nduk kamu istirahat saja, kamu pasti capek, lagian ini sudah malam.." Kata Umi Zamani. Milla kembali ke kamar dan ia ingin sekali beristirahat..
...----------------...
Masyaalloh abang El anak sholeh yg hebat, meskipun dibully masih tetap tegar, bikin hati seorang ibu melow, karena abang El masih bocah???🤔😥😥